Kehidupan yang di jalani Hana sangat bahagia, apalagi saat kekasihnya menikahinya. Namun kehidupan bahagia itu hanya sebentar saja berpihak padanya. Kehidupannya yang dulu bahagia kini perlahan hilang saat sang suami berselingkuh dengan seorang wanita yang sangat dia percaya. Bahkan mereka pun mencoba untuk membunuhnya. Lalu apa yang akan di lakukan oleh Hana setelah menyadari semua itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aliyah Ramahdani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mencari rumah
Hari itu Hana membawa ayahnya pulang ke rumah. padahal rencananya dua hari lagi mereka kembali, tapi ayahnya tak betah di sana dan meminta pulang. mau tidak mau, Hana pun mengikuti kemauan sang ayah
" Nona dan tuan sudah pulang" ucap Mbok Dijah mengambil barang bawaan Hana
" Iya mbok, ayah tidak mau berlama-lama di sana. ayah gak nyaman" jawabnya tersenyum
" Tapi keadaan tuan Rinto sudah membaik kan, nona?"
" Alhamdulillah mbok, hanya saja ayah masih harus menggunakan bantuan kursi roda saat ini" jawabnya menatap ke arah sang ayah
" Oh iya, mas Rangga sudah berangkat, mbok?"
" Sudah non. maaf nona kalo boleh tau semalam nona di rumah, ya?" Tanya mbok dijah
" Tidak mbok, aku di rumah sakit. kenapa, mbok?"
" Gak apa-apa, non" jawabnya
" Lalu, dimana Mayang?" Tanya Hana yang tak melihat keberadaan adiknya
" Mungkin masih di kamar, non. sajak nona Hana dan tuan di rumah sakit, nona wayang selalu bangun siang"
" Gak apa-apa mbok. ya udah kalau gitu, aku bangunin mayang dulu ya Mbok. tolong antarkan ayah ke dalam kamarnya" pinta Hana sebelum beranjak pergi
Hana menaiki anak tangga, dia pun melangkah ke kamar Mayang
" Mayang, aku masuk ya" ucap Hana setelah mengetuk pintu kamar mayang
Mendengar suara Hana, mayang pun segera bangkit dan membuka pintu
" Kak Hana sudah pulang? ayah di mana?" tanyanya
" Ayah ada di kamarnya"
" Padahal aku baru saja berencana ke rumah sakit" ucapnya terlihat sedang bersiap
" Ayah merasa bosan di sana, makanya ayah minta pulang. apa ini yang kau lihat?" Tanya hana menatap sebuah selebaran yang ada di di atas kasur mayang
" Aku sedang mencari rumah kontrakan kak" jawabnya
" Maksud kamu?"
" Aku gak bermaksud apa-apa. aku hanya merasa gak nyaman tinggal di sini, kak. apalagi kak Hana sudah menikah"
" Memangnya kenapa kalau aku sudah menikah?"
" Aku hanya merasa gak enak aja, kak" jawabnya
" Jadi, kamu mau beli rumah sendiri?"
" Gak, bukan gitu kak. Aku mana ada uang untuk membeli rumah. aku hanya mencari rumah yang mungkin sedang dikontrakkan" jawabnya
" Kenapa gak cari saja yang kau suka, aku akan membelinya untukmu" ucap hana
" Benaran kak?"
" Iya, aku serius"
" Makasih kak" jawabnya memeluk sang kakak
*******
Hari itu juga Mayang keluar untuk mencari rumah yang dijual dengan harga murah. sementara di kantor Rangga sedang menunggu kedatangan kekasihnya
Tak lama, wanita itu pun kembali muncul dan segera menyerang Rangga dengan ciuman
Rangga menggendong wanita itu ke atas meja, tak lupa dia mengunci pintu agar tak ada yang bisa mengganggu waktu mereka
Desahan demi desahan keluar dari mulut keduanya. mereka berdua sungguh sangat menikmati suasana kasmaran saat itu
" Kapan kau akan menceraikannya? aku sudah capek sembunyi-sembunyi seperti ini" ucap wanita itu setelah puas dengan permainan rangga
" Bersabarlah sayang, setelah aku mengurus semua dan perusahaan ini berhasil jatuh ke tanganku, maka aku akan langsung menceraikannya" jawab Rangga membelai pipi kekasihnya
" Jangan lama-lama, aku sudah capek, aku sudah tak kuat sembunyi seperti ini, sayang. apa kau tak tahu perasaanku saat membayangkan kau bersama dia? apalagi melihatmu berdiri dan bersanding di pelaminan dengannya" ucapnya lagi dengan wajah cemberut
" Iya sayang, maafkan aku. ini semua juga demi kamu, kan?"
" Iya, tapi perusahaan ini tidak akan jatuh ke tanganmu, jika si pria tua itu masih ada" ucapnya lagi
" Soal pria tua itu, kamu gak usah khawatir. dia sekarang sudah tak bisa berbuat apa-apa, dan sekarang dia terkena penyakit serangan jantung. jika aku mau, aku bisa saja langsung membuatnya pergi hari ini juga" ucap Rangga berusaha menenangkan sang kekasih
" Pokoknya kamu harus segera menceraikannya, aku tidak mau menunggu lama"
" Baiklah, jangan ngambek seperti itu, kamu semakin menggoda jika seperti itu" ucap rangga kembali mencium bibir wanita itu
Tak lama suara dering ponsel Rangga terdengar, dia pun segera meraih ponselnya saat masih dengan beradu lidah dengan kekasihnya. tiba-tiba dia melepaskan ciumannya, ketik melihat nama Hana muncul di layar ponselnya
" Huussttt...!" ucap Rangga meletakkan jari telunjuknya ke bibir wanita itu kemudian menjawab panggilan istrinya
" Halo sayang, ada apa?" Tanyanya
" Mas, kamu sibuk?" Terdengar suara Hana dari sebrang
" Iya aku sedikit sibuk, aku baru saja selesai meeting. ada apa sayang?"
" Tidak, aku hanya ingin mengatakan kalau hari ini aku sudah kembali ke rumah bersama ayah"
" Benarkah? bukannya kamu bilang dua hari lagi ayah akan kembali?"
" Iya harusnya memang seperti itu, hanya saja ayah tak betah di sana dan ingin segera pulang ke rumah" jawabnya
" Tapi Ayah sudah baik-baik saja, kan?"
" Iya kondisi ayah sudah membaik, hanya perlu bantuan kursi roda untuk saat ini" jawab hana
" Ya sudah kalau begitu, nanti aku akan langsung pulang ke rumah. kamu tunggu aku ya, sayang"
" Iya mas, i love you" ucap hana
" I love you too sayang" jawab rangga
Mendengar perkataan itu, sang wanita mencibir dan terlihat kesal
" Dasar bodoh" gumam wanita itu
" Kenapa sih sayang? kamu cemburu?"
" Jelas aja aku cemburu, kamu menikmati waktu bersamanya. sementara aku, ditinggal sendiri"
" Ini tidak akan lama juga kok, sayang. sebentar lagi kita akan hidup bersama setelah aku menceraikannya"
" Baiklah aku pegang janjimu. tapi ingat, setelah kau berhasil mengambil perusahaannya, kamu harus membagi hasilnya denganku juga"
" Tentu saja, hartaku kan harta kamu juga sayang. Lagian kamu kan yang ngasih semua ide ini buat aku" jawabnya
" Ya sudah kalau begitu, sebaiknya aku pulang. aku takut jika semua karyawanmu curiga karena aku terlalu lama di dalam sini" ucap wanita itu segera merapikan penampilannya dan keluar dari ruangan rangga
Sore itu Rangga segera pulang, tak lupa dia membersihkan tubuhnya dulu di kantor agar wangi parfum kekasihnya itu tak tertinggal di tubuhnya ataupun di bajunya
Beep... Beep...
Suara klakson mengalikan pandangan Hana yang sedang menyiram tanamannya, dia segera memutar keran dan berlari menghampiri sang suami. tak lupa dia mencium tangan suaminya
" Kamu capek, mas?" Tanyanya mengambil alih tas kantor sang suami
" Iya tadinya aku capek sayang, tapi setelah melihatmu, capekku langsung hilang" jawabnya sedikit merayu sang istri
" Benarkah? sudah pintar juga kamu merayuku, mas" ucap Hana tersenyum
" Aku serius loh, sayang. oh iya ayah dimana?" Tanyanya sembari melangkah beriringan
" Ayah ada di dalam, yuk kita ke ayah" ajak hana
Mereka pun melangkah saling bergandengan tangan memasuki rumah mewah itu
" Ayah, apakah ayah baik-baik saja?" Tanya Rangga menghampiri sang mertua yang kini duduk di kursi roda
" Iya, ayah baik-baik saja. gimana dengan perusahaan? apakah semua aman?" Tanya pak Rinto dengan suara yang sedikit tak jelas
" Iya ayah, ayah tenang saja selama aku masih di perusahaan, aku jamin semuanya akan aman" jawabnya meyakinkan pak Rinto
" Ayah mengandalkanmu" jawab pak Rinto
" Terima kasih, ayah" jawabnya
" Ya sudah, silakan kamu lanjut. Hana tolong siapkan air mandi untuk suamimu, nak" pinta sang ayah
" Baik ayah" ucap Hana kemudian melangkah disusul oleh sang suami dari belakang
Malam pun tiba, saat ini mereka sedang menikmati makan malam. namun, Rangga sedikit heran karena tak melihat keberadaan Mayang di sana