mengisahkan perjalanan Liu Wei, seorang pemuda yang kehilangan desa dan keluarga karena serangan kelompok jahat Pasukan Bayangan Hitam. Setelah bertemu Chen Mei dari Sekte Bintang Penyusun, ia mengetahui bahwa dirinya adalah salah satu dari enam Pendekar Bintang terpilih yang bertugas menjaga keseimbangan alam semesta.
Dengan membawa Pedang Angin Biru pusaka keluarga dan Kalung Panduan Bintang, Liu Wei harus mencari Pendekar lainnya sebelum Pasukan Bayangan Hitam yang dipimpin oleh Zhang Feng menangkap mereka semua dan mendapatkan Lima Batu Kekuatan yang bisa menghancurkan dunia. Perjalanan penuh bahaya menantinya, di mana ia harus menguasai kekuatan batinnya dan menyatukan kekuatan rekan-rekannya untuk menghadapi ancaman kegelapan yang semakin besar.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reijii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sumber Kegelapan Yang Tersembunyi
Xiao Ming dan kelompok generasi baru tiba di Kuil Bintang saat malam semakin larut. Cahaya dari Lima Batu Kekuatan di altar mulai berkedip-kedip, menunjukkan gangguan energi yang parah. Su Yin, yang sudah menunggu di sana, menunjuk ke arah ruang bawah tanah yang tersembunyi di balik dinding kuil. “Getaran energi gelap berasal dari sini,” ucapnya dengan suara tegang. “Ini adalah ruang penyimpanan pusaka kuno Bintang Penyusun. Sepertinya ada yang membuka kuncinya.”
Mereka memasuki ruang bawah tanah melalui gerbang batu yang tersembunyi. Di dalamnya, ruangan luas dengan dinding yang dipenuhi ukiran tentang sejarah Bintang Penyusun. Udara terasa dingin dan penuh dengan energi gelap yang menyakitkan. Xiao Ming merasakan detak jantungnya berpacu kencang, tetapi dia tetap tenang, memimpin teman-temannya ke dalam. Di tengah ruangan, mereka menemukan sosok pria tua dengan rambut putih yang kusut, berdiri di depan kotak kayu kuno yang terbuka. Dia adalah Wei Tian, mantan guru Sekolah Bintang Penyusun yang hilang selama puluhan tahun.
“Wei Tian? Apa yang kamu lakukan di sini?” tanya Su Yin dengan mata membesar. Wei Tian menoleh, senyumnya jahat. “Aku telah menunggu lama untuk ini,” ucapnya. “Zhang Feng gagal, tapi aku tidak akan gagal. Aku akan menggunakan kekuatan kegelapan yang terkandung dalam pusaka ini untuk menguasai dunia!”
Xiao Ming melangkah maju, memegang tangan yang menyala dengan Api. “Kamu salah, Wei Tian. Kekuatan tidak boleh disalahgunakan untuk menguasai. Kita harus menggunakannya untuk melindungi.” Wei Tian hanya tertawa. “Kamu masih muda dan naif. Lihatlah dunia ini—orang-orang saling berperang, alam hancur, dan kebaikan hanya menjadi ilusi. Hanya kegelapan yang bisa memberikan kekuatan yang sebenarnya!”
Tiba-tiba, Wei Tian mengeluarkan energi gelap dari kotak kayu, membuat ruangan bergetar. Makhluk kegelapan kecil mulai muncul dari sudut-sudut ruangan, menyerang dengan ganas. Xiao Ming dan teman-temannya segera beraksi. Lin Lin menerangi ruangan dengan Cahaya, menyilaukan pandangan makhluk kegelapan. Zhang Tao mengangkat batu untuk membentuk tembok pelindung, melindungi teman-temannya dari serangan. Li Na mengendalikan Air untuk membungkus makhluk kegelapan, sementara Xiao Ming menggunakan Api untuk membakarnya.
Su Yin bergabung dengan mereka, menggunakan kekuatan Cahaya untuk menekan energi gelap. Namun Wei Tian terlalu kuat—dia telah menyelami energi kegelapan selama puluhan tahun, membuatnya tidak mudah dikalahkan. Dia menyerang dengan gelombang energi gelap yang kuat, membuat Xiao Ming dan teman-temannya terpental mundur. “Lihatlah betapa lemahnya kamu!” jerit Wei Tian. “Kamu tidak akan pernah bisa menghentikanku!”
Xiao Ming merasakan kekuatannya mulai menipis, tetapi dia tidak menyerah. Dia mengingat nasihat Liu Wei tentang kepemimpinan dan persatuan. “Bersama-sama!” teriaknya, memanggil teman-temannya untuk menyatukan kekuatan. Li Na, Zhang Tao, dan Lin Lin segera mendekatinya, mengalirkan kekuatan masing-masing—Air, Tanah, dan Cahaya—ke dalam tubuh Xiao Ming. Energi positif mereka menyatu dengan Api Xiao Ming, menciptakan cahaya keemasan yang sangat terang.
Dengan kekuatan yang baru diperoleh, Xiao Ming menyerang Wei Tian dengan penuh semangat. Serangannya menyebarkan energi kasih sayang dan kebaikan, menembus perisai energi gelap Wei Tian. Wei Tian terkejut, merasa energi kegelapannya mulai melemah. “Tidak… ini tidak mungkin!” ucapnya dengan suara gemetar. Xiao Ming mendekatinya, menatap matanya dengan penuh belas kasihan. “Kamu masih punya kesempatan untuk memperbaiki kesalahanmu, Wei Tian. Kembalilah ke jalan kebaikan.”
Wei Tian melihat cahaya di mata Xiao Ming, merasa rasa penyesalan yang mendalam. Dia menghentikan serangannya, energi gelap di tubuhnya mulai mereda. “Aku… aku tersesat,” bisiknya dengan suara lemah. “Aku hanya ingin melindungi dunia, tapi aku memilih jalan yang salah.” Su Yin mendekatinya, menyentuh bahunya dengan lembut. “Kita akan membantu kamu memulihkan diri,” ucapnya. “Warisan Bintang Penyusun selalu memberi kesempatan kedua.”
Setelah Wei Tian menyerah, mereka menutup kotak kayu kuno, menahan energi kegelapan di dalamnya. Ruang bawah tanah kembali tenang, dengan cahaya dari pusaka kuno menyala kembali. Mereka membawa Wei Tian ke atas, ke ruang utama kuil, di mana Liu Wei dan para guru lain telah menunggu. Liu Wei melihat Wei Tian dengan tatapan yang penuh belas kasihan. “Kamu telah membuat kesalahan besar, tetapi aku percaya kamu bisa memperbaikinya,” ucapnya. “Kamu akan membantu kita mengawasi pusaka ini, memastikan tidak ada yang menyalahgunakannya lagi.”
Wei Tian mengangguk, matanya penuh harapan. “Aku akan melakukan yang terbaik untuk membalas kepercayaanmu,” ucapnya. Xiao Ming dan teman-temannya merasa lega, menyadari bahwa mereka telah menyelamatkan dunia dari ancaman baru. Mereka tahu bahwa perjuangan akan terus berlanjut, tetapi dengan persatuan, cinta, dan keberanian, mereka siap menghadapi segala tantangan yang akan datang. Warisan Bintang Penyusun terus berlanjut, dipelihara oleh generasi baru yang penuh semangat dan kebijaksanaan.