Kehilangan anak saat melahirkan adalah penderitaan terbesar bagi Azelva Raquel Shawn. Bak jatuh tertimpa tangga, Azelva diceraikan, diusir dari rumahnya, dan semua hartanya dicuri oleh suami dan selingkuhannya.
Namun di tengah-tengah penderitanya, Kellano Gavintara, hadir menawarkan pekerjaan untuk wanita malang itu.
"Jadilah Ibu susu putraku. Sebagai imbalannya, aku akan membantumu mengambil kembali semua milikmu." Kellano Gavintara.
Tekadnya untuk balas dendam semakin kuat, tapi di sisi lain, Azelva tidak ingin berhubungan lagi dengan Kellano, yang tak lain adalah mantan kekasihnya. Apalagi jika Kellano tahu rahasia yang Azelva sembunyikan selama ini.
Namun setelah menatap baby Arlend, perasaan Azelva mulai goyah.
"𝘒𝘦𝘯𝘢𝘱𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘮𝘦𝘳𝘢𝘴𝘢 𝘴𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘥𝘦𝘬𝘢𝘵 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘈𝘳𝘭𝘦𝘯𝘥?"
Seiring berjalannya waktu, tabir rahasia mulai terkuak. Identitas Arlend mulai dipertanyakan.
Apa yang akan Kellano lakukan saat mengetahui fakta mengejutkan tentang putranya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kikan dwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 1
"Mas, stop! Kalau istrimu tiba-tiba datang bagaimana? Ahhh...."
Zidan tidak menggubris ocehan Venya, yang ia butuhkan saat ini hanyalah kepuasan. Dia tidak peduli walaupun saat ini keduanya sedang berada di kantor.
"Kamu jangan cemaskan itu, Sayang. Azel tidak akan tahu."
Zidan terus memainkan benda bulat kecil di atas gundukan Venya, membuat wanita yang selama ini menjadi selingkuhannya itu mulai terbawa permainannya.
"Tapi--- ahhhh..."
Zidan tersenyum penuh arti. Ia sangat tahu bagian-bagian sensitif pada tubuh Venya yang membuat kekasihnya itu tidak akan pernah bisa menolak keinginannya.
Venya semakin membusungkan dadanya saat Zidan mulai melahap dua gundukan nya dengan rakus.
Tangan Zidan mulai bergerak mengusap paha bagian dalam Venya. Sementara jarinya mulai menelusup ke dalam segitiga sang kekasih.
"Mas, jangan!"
Venya menahan tangan Zidan yang hendak menurunkan segitiga nya.
"Sebentar aja, Sayang. Mas udah gak tahan," rengek Zidan dengan tatapan yang sudah diselimuti kabut gairah.
Vanya menelan ludahnya kasar. Di satu sisi, ia takut seseorang memergokinya. Tapi di sisi lainnya, ia pun sudah tidak tahan. Apalagi saat melihat belalai milik Zidan yang sudah berdiri tegak di hadapannya.
Perlahan Vanya mulai menganggukkan kepalanya membuat Zidan bersorak senang.
Zidan mendudukkan Venya di atas meja kerjanya, lalu melebarkan kedua paha wanitanya itu. Ia mulai mengarahkan belalainya pada inti Venya yang sudah berkedut. Namun tiba-tiba...
Brakkkk
"BRENGSEK KALIAN!"
Seorang wanita dengan perut besarnya tiba-tiba masuk ke dalam ruangan itu. Mata hazelnya menatap tajam pemandangan menjijikkan di depan matanya.
"Ternyata begini kelakuan kalian di belakang ku? Menjijikkan!" Azelva menatap jijik dua orang pengkhianat di depannya.
Suami yang selama ini ia anggap begitu tulus mencintainya, ternyata diam-diam mengkhianatinya. Dan yang membuat Azelva lebih sakit adalah wanita yang menjadi selingkuhan suaminya adalah Venya, sahabatnya yang sudah Azelva anggap seperti saudaranya sendiri.
"A-azel ini tidak seperti yang Kamu lihat. A-aku---"
Tubuh Venya bergetar, dengan penampilannya yang masih berantakan, wanita itu berjalan menghampiri Azelva. Venya ingin meraih tangan Azelva, namun Azelva dengan kasar menepis nya membuat tubuh Venya terhuyung.
"Awww..."
Tubuh Venya ambruk di lantai, ia meringis sambil memegang perutnya.
"Kamu gak apa-apa? Apa bayi kita baik-baik saja?"
Zidan dengan panik membantu Venya untuk berdiri. Pria itu mengusap perut Venya yang masih datar dengan penuh kekhawatiran.
Deg
"Bayi? Jadi kalian---"
"Aku dan Venya adalah sepasang kekasih, sebelum Kamu datang menghancurkan semuanya," ucap Zidan. Pria itu menatap Azelva dengan tatapan penuh kebencian. Tidak seperti biasanya yang selalu menatap Azelva penuh kasih sayang.
"Jadi maksud Kamu, aku orang ke-tiganya, Mas?" Azelva terkekeh. Ia menertawakan dirinya sendiri yang justru dianggap orang ke-tiga dalam hubungan mereka. Padahal Azelva Raquel Shawn adalah istri Zidan Sadana yang sah dalam agama dan negara.
"Iya, Kamu orang ke-tiganya," ucap Zidan dengan lantang. Pria itu membawa Venya ke dalam gendongannya. "Andai aku tidak berhutang budi pada keluargamu, aku tidak akan sudi menikahi wanita liar sepertimu."
Deg
Wanita liar?
Predikat yang baru saja Zidan sematkan untuknya itu begitu menampar kenyataan dan semakin menambah luka di hati Azelva.
"Jadi selama ini, Kamu anggap aku wanita liar?"
Lalu apa artinya kata cinta yang selalu Zidan ucapkan untuknya?
Apakah hanya sebuah sandiwara?
Azelva tidak pernah menyangka pada kenyataannya, suaminya itu hanya menganggapnya sebagai wanita liar. Cinta, ketulusan, dan kasih sayang yang Zidan tunjukkan hanyalah kamuflase untuk menutupi kepura-puraan.
"Memangnya Kamu berharap aku menganggap mu apa? Kamu memang wanita liar, kalau Kamu bukan---"
"Bukan apa?" Azelva sengaja memancing Zidan. Ia ingin tahu penilaian Zidan terhadapnya selama ini seperti apa.
"Sudahlah, kalau sampai terjadi apa-apa dengan kandungan Venya, aku tidak akan pernah memaafkanmu," ucap nya lagi.
Zidan melewati Azelva begitu saja bersama Venya yang berada dalam gendongannya. Ia sama sekali tidak mempedulikan Azelva yang menatapnya penuh kecewa.
Maafkan aku, Azel. Batin Zidan sebelum benar-benar pergi meninggalkan istrinya.
Azelva tersenyum getir menatap nanar punggung Zidan yang perlahan menghilang dari pandangannya. Ia tidak menangis. Tapi, hatinya teramat sakit. Di saat Azelva tengah hamil besar, namun ia harus mengetahui fakta jika suaminya berselingkuh dengan sahabatnya sendiri. Bahkan saat ini tengah mengandung buah cinta mereka. Tidak ada yang lebih menyakitkan dari ini.
"Tega Kamu, Mas!"
Azelva tidak bisa lagi menahan genangan air mata di pelupuk matanya. Wanita cantik itu terisak pilu dengan tubuh yang perlahan ambruk.
Kenyataan di depan matanya membuat Azelva menyadari satu hal. Tidak pernah ada pria baik di dunia ini, kecuali papanya, Shawn Alfred.
Namun, papanya telah pergi menyusul mendiang mamanya tepat beberapa hari setelah pernikahannya.
"Awwww... perutku!" Azelva memegang perutnya yang tiba-tiba keram. Ia semakin panik saat merasakan cairan keluar dari sela-sela pahanya.
...----------------...
"Tuan, Nyonya Regita kecelakaan."
Pria yang dipanggil Tuan itu seketika menghentikan tangannya yang sedang menandatangani sebuah berkas. Ia menatap sang asisten yang baru saja memberinya kabar mengejutkan.
"Di rumah sakit mana?"
Suaranya sedikit bergetar karena rasa khawatir yang perlahan menyeruak. Namun, wajahnya tetap datar seolah tidak peduli dengan kecelakaan yang menimpa istrinya itu.
"Erlangga hospital."
Tidak membutuhkan waktu lama, pria yang bernama Kellano Gavintara, seorang CEO perusahaan Gavintara Corporation, akhirnya sampai di Erlangga hospital.
Langkah tegapnya menyusuri koridor rumah sakit terbesar di kota itu. Ia berjalan menuju sebuah ruangan yang membuatnya sedikit berdebar.
Sampai di ruangan itu, Kellano menatap sebuah box yang memperlihatkan seorang bayi kecil tertidur di dalamnya. Tampan dan rupawan, persis seperti dirinya.
"Ini putra Anda, Tuan. Maaf, Kami terpaksa melakukan operasi tanpa persetujuan Anda. Kalau tidak, ibu dan bayinya tidak akan selamat," ucap sang dokter sedikit takut.
Siapapun tahu Kellano Gavintara adalah seseorang yang memiliki kekuasaan. Ia akan melakukan apa pun demi mencapai tujuannya. Dan ia tidak akan mengampuni siapapun yang berani berurusan dengannya.
Jadi, dia benar-benar putraku? Batin Kellano.
Kellano tidak mengalihkan sedikitpun tatapannya dari bayi tampan itu. Ia bahkan tidak mempedulikan ucapan dokter di sampingnya. Fokusnya hanya pada bayi tampan yang sempat ia ragukan.
Maafkan papa, Nak. Sesal Kellano dalam hati.
Bayi itu tersenyum dalam tidurnya, seolah merasakan ungkapan hati Kellano.
Kellano begitu menantikan hari ini, ia ingin membuktikan jika bayi yang Regita kandung bukanlah putranya. Bahkan selama Regita hamil, Kellano tidak pernah sedikitpun memperhatikan istrinya itu. Karena ia yakin bayi itu bukanlah miliknya.
Namun sekarang, tanpa melakukan tes DNA sekalipun, Kellano yakin jika itu memang putranya. Wajahnya, hidungnya, sangat mirip dengannya. Hanya matanya yang berbeda dengannya. Warnanya hazel persis seperti seseorang. Tapi, bukan Regita.
"Tuan, Nyonya Regita..."
Asisten Kellano tiba-tiba datang ingin menyampaikan sesuatu pada Kellano. Namun pria bernama Zola itu terlihat sedikit takut.
"Kenapa dengan dia?" Tanya Kellano. Ia sedikit penasaran karena asistennya tiba-tiba menghentikan ucapannya.
"Nyonya Regita pergi, Tuan. Dia meninggalkan surat ini." Zola menyerahkan surat itu pada Kellano.
Kellano membuka surat itu lalu membacanya. Rahang Kellano mengeras saat membaca kalimat demi kalimat yang Regita tulis dalam surat itu.
Sekarang kamu percaya kan, Mas? Dia putramu. Sangat mirip sekali dengan mu, kan? Maafkan aku Mas, untuk sementara ini aku harus pergi. Aku akan menjelaskannya nanti saat aku kembali. Tolong, jaga putra kita dengan baik, ucap Regita dalam suratnya.
"Kurang ajar! Dasar wanita tidak tahu diri, tidak punya hati." Kellano meremas surat itu dengan penuh kemarahan.
Kellano sangat geram dengan kelakuan Regita. Dulu, Regita menjebaknya untuk menikahinya. Wanita itu mengaku hamil anaknya. Dan sekarang, setelah melahirkan bayinya, Regita pergi seenaknya meninggalkan bayinya yang masih membutuhkannya.
"Saya akan mencari Nyonya, Tuan."
"Tidak perlu. Biarkan wanita itu pergi selamanya. Aku tidak butuh wanita tidak tahu diri seperti Regita."
Kellano awalnya ingin mempertimbangkan untuk menerima Regita sebagai istrinya. Ia berniat untuk meminta maaf atas perlakuannya selama ini yang tidak pernah menganggap Regita sebagai istrinya.
Namun kepergian Regita yang menurutnya sangat keterlaluan, membuat Kellano menyesal sempat memiliki niat itu.
"Tapi Tuan, bagaimana dengan Tuan kecil?"
Zola sempat mendengar pembicaraan dokter dan Kellano beberapa saat lalu. Bayi tampan itu membutuhkan ASI sebagai satu-satunya sumber kehidupannya. Karena ASI jauh lebih bagus daripada susu formula merk apa pun.
"Putraku memang membutuhkan ASI. Tapi bukan dari wanita itu," ucap Kellano penuh penekan. "Tugasmu sekarang, carikan ibu susu untuk putraku!"
𝘛𝘰 𝘣𝘦 𝘤𝘰𝘯𝘵𝘪𝘯𝘶𝘦𝘥
bagus pak arjuna gercepdibandingin anaknya
ayo segera kita sambut si regina 👏
ayo Zola cepet cerita jgn byk mikir 🤣