Elea dan Ghazi harus menikah karena perjodohan kilat yang di buat oleh kedua orang tua mereka yang random.
Gadis bar-bar yang tomboy harus menikah dan hidup bersama dengan pria yang tengil dan menyebalkan. Apalagi di sekitar Ghafi ada banyak wanita yang selalu menganggu rumah tangganya. Sanggupkah Elea menghadapi mereka di tengah rumah tangga yang gonjang-ganjing tanpa adanya cinta di antara mereka.
Bagaimana kehidupan rumah tangga mereka? Pastinya hanya akan di penuhi dengan pertengkaran dan keributan. Mereka tak pernah akur dan selalu adu mulut setiap bertemu seperti Tom and Jerry. Apakah pada akhirnya mereka akan saling mencintai ataukah akan memilih jalannya sendiri-sendiri?
Yuk, ikuti terus kisah cinta mereka! Cekidot!
Jangan lupa baca juga buku othor yang lain ya kak. Terima kasih.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Elea-Ghazi 3
"Elea berisik tau! Bisa nggak sih kamu matiin itu suaranya kalau lagi main game? Aku nggak bisa tidur jadinya! Besok aku harus ke kantor tau!"tegur Ghazi kepada Elea yang senang main game di ponselnya.
"Astaga ribet amat sih? Kalau mau tidur ya tinggal tidur saja apa susahnya sih. Rebahan terus merem!" jawab Elea tak terima.
"Gimana mau tidur kalau kamu berisik dengan ponsel kamu ini!" Ghazi mengambil ponsel Elea dan mematikannya kemudian menyimpannya di bawah bantal Ghazi.
"Aish! Kembalian ponsel aku Ghazi!" rengek Elea.
"Berisik? Udah jam sembilan tidur sono! Jangan lupa matiin lampunya! Jangan melewati guling ini kalau kamu tak mau bikin aku kesal!" ujar Ghazi menarik selimut hingga dada.
Elea mendengus kesal dan mematikan lampu utama. Hingga hanya lampu tidur sayang menyala. Kamar remang-remang yang seharusnya menjadi malam yang hangat apalagi malam iniq salah malam pengantin mereka. Nyatanya hanya di isi kesunyian, merek berdua malah bingung dengan pemikirannya sendiri.
"Ghazi ... Aku tau kamu belum tidur!" panggil Elea.
"Apaan?" jawab Ghazi.
"Jadi rencananya kita gimana? Aku tak mungkin kan selamanya menyembunyikan pernikahan kita. Apalagi aku punya gebetan, jangan sampai dia tahu kalau aku ternyata malah sudah menikah. Padahal aku baru pertama kali suka sama cowok, masa iya harus gagal total ngalamin jatuh cinta dan punya pacar! Arrrrggghhh ... Kenapa sih kita malah ngblank dan iya-iya saja saat di nikahkan dadakan seperti ini!" ucap Elea.
"Memang kamu aja yang pusing! menikah dengan kamu membaut aku nggak bebas pergi dengan para wanita cantik dan sexy," jawab Ghazi.
"Otakmu isinya cuma wanita sexy saja! Apa tak ada yang lain?" kesal Elea.
"Kenapa? Cemburu?" tanya Ghazi yang sedari tadi sudah merem ayam akhirnya membuat matanya dan melirik ke arah Elea yang sendang mendengus kesal.
"Nggak penting banget cemburu sama pria Playboy modelan kamu! Cari penyejuk saja kalau suka sama kamu! Lagian gebetan aku itu lebih ganteng dan cool. Nggak sok kegantengan dan tengil seperti kamu!" jawab Elea.
"Siapa memang cowok yang lebih ganteng dari aku? Nih ya selama ini cuan aku cowok paling ganteng yang selalu di rebutin para wanita!" Ghazi bangkit dan duduk.
"Situ bangga dengan sok kegantengan begitu dns ujungnya malah mainin wanita aja? Habis manis sepah di buang? Idih jauh-jauh deh kamu dari aku! Awas saja kalau berani pegang-pegang! Soalnya aku menjaga diri aku buat pria yang aku cintai! Hush, hush, sana menjauh lah! Ingat batas kita, kamu nggak boleh lewat!" jawab Elea malah dia yang meremehkan badannya meningalkan Ghazi yang sedang kesal.
Ghazi akhirnya ikut berbaring di sisi sebelahnya. mereka memang tak punya pilihan lain selain tidur dalam satu ranjang bersama karena tak ada yang mau mengalah tidur di ruangan televisi.
"Elea bangun! Astaga ni anak kebo banget sih! Jam segini belum bangun juga! Akua mau pergi ke kantor malah dia masih ngorok begini!" Ghazi membangunkan Elea.
"Apaan sih ma? Kok banguninnya kasar banget!" ucap Elea seperti biasa dia mengira yang membangunkannya adalah sang Mama. Dia seperti belum terbiasa dengan kehidupan barunya bersama dengan Ghazi.
"Masih aja ngigo nih anak! Elea, bangun udah siang ini! Aku mau ke kantor! Emangnya kamu nggak kerja juga?" Ghazi menarik tangan Elea untuk bangun.
"Ish, kenapa kamu masih ada di sini sih Ghazi?" ucap Elea belum sepenuhnya sadar.
"Mau ku mandi atau ku seret kamu! Cepat mandi! Mau kerja nggak? Astaga, repot amat punya istri ternyata!" kesal Ghazi.
"Ish, pengantin baru harus langsung kerja juga apa! Mereke benar-benar keterlaluan!", kesal Elea yang akhirnya bangun dan masuk ke dalam kamar mandi. Sedangkan Ghazi ke dapur membuat kopi dan roti panggang.
"Sarapan aku mana, Ghazi?" tanya Elea saat mendekat ke ruang makan dan hanya melihat Ghazi membuat sarapan untuk dirinya sendiri.
"Bikin aja sendiri! Harusnya yang nyiapin sarapan itu tugas istri bukan suami!" jawab Ghazi santai.
"Aish, apa sulitnya berbagi! Bilang aja kamu pelit!" kesal Elea yang akhirnya membuat kopi sendiri dan roti selai.
"Wah pengantin baru kita sudah bangun rupanya. Papa kir masih betah di kamar dan kelonan," kekeh Hendri yang di ikuti tawa dari Papi Reno.
"Nggak ada yang lucu! Kami harus menikah begini sampai kapan Pi?" tanya Ghazi.
"Lah kok sampai kapan? Memangnya kalian kira pernikahan kalian itu bohongan apa? Pernikahan kalian itu sah secara hukum dan agama. Tak ada permainan dalam pernikahan!" jawab Papi Reno.
"Tapi aku nggak cinta Elea Pi. Aku mau nikah sama orang yang aku cinta! Dan itu bukan Elea," rengek Ghazi.
"Jadi maksud kamu, kamu akan menikahi salah satu wanita yang bajunya serba kurang itu? Memperlihatkan bentuk tubuh dan hampir semua isinya kepada orang lain?" papi Reno menjewer telinga Ghazi.
"Ish, nggak mereka juga Pi!? Mereka itu sebagai bentuk kesenangan aja!" jawab Ghazi sambil mengusap telinganya.
"Kamu sudah menikah dan nggak boleh pergi dengan mereka. Cepat sekarang kita ke kantor, papi akan mengumumkan pernikahan kalian kepada seluruh karyawan! Dan juga mulai hari ini Elea akan menjadi asisten kamu. Kalian harus bersama-sama terus!" jawab Papi Reno membuat Ghazi dan Elea kompak berteriak dan menolak.
"Apa? Om, aku kerja dengan dia? Astaga baru kemarin satu rumah saja dengan dia membuat aku emosian Mulu apalagi di kantor. Dua puluh empat jam ketemu dia? Bagaimana bisa cucu mata, Om?" rengek Elea.
"Papi nak ... panggil Papi, kamu sekarang menantuku!" ralat papi Reno.
"Iya papi, tapi nggak harus kerja bareng juga kan?" tanya Elea kembali, Ghazi malah diam karena dia tahu percuma menolak. Papinya pasti akan tetap dengan pendiriannya.
"Tak ada penolakan sayang, kamu sudah berembug masalah itu. Dan tugas kamu juga sebagai asisten sangat pribadi berhak menjauhkan Ghazi dari para wanita itu," jawab Papi Reno.
"Pi, tugasnya berat sekali, boleh ya aku kerja di perusahaan papa saja, walau kecil juga nggak apa-apa di sana aku bisa cuci mata. Soalnya lihat orang di rumah butek," rengek Elea tapi membaut Ghazi menatap tajam ke arah istrinya.
"Matamu katarak apa? Butek? Kamu bilang aku butek? Setampan ini kamu bilang butek?" kesal Ghazi.
"Astaga! Ngaca deh! Tampan dari mana?" kesal Elea.
"Sudah! Tak ada perdebatan! Kita pergi ke kantor sekarang!" ajak Papa Hendri. Karena jika di biarkan mereka malah akan terus bertengkar.
semoga ghazi dpt hukuman dr papi reno D asingkan k planet Pluto sebulan mh
jadinya pada mikir dih gampang Banggt yah gitu doang terhuraaaaaahhh El El kembali ke setelan aja lah lovely doply nanti kalau dia udah bucin
Thor yg Kirana ga lanjut lagi kah?
istri cuma ngikut apa yg di lakukan suaminya ga salah Dong,,
elea pingin curut itu kasihan