NovelToon NovelToon
YUKI & KINTA

YUKI & KINTA

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cinta Seiring Waktu / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Teman lama bertemu kembali / Cintamanis / Idola sekolah
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: Nur Kolim

"Di tengah kesibukan kehidupan SMA di Jakarta, Yuki dan kelompok teman terbaiknya menjalani petualangan yang mengubah hidup mereka dari merawat kakaknya yang sakit, menemukan cinta pertama, hingga membentuk tim untuk lomba bahasa asing nasional.

Dengan persahabatan sebagai dasar kuatnya, mereka menghadapi segala rintangan: perbedaan cara pandang, tantangan kompetisi, dan bahkan menemukan makna baru dalam persahabatan antar budaya. Awalnya hanya sekelompok teman biasa, kini mereka membuktikan bahwa kerja sama dan cinta bisa membawa mereka meraih kemenangan yang tak terduga termasuk kesempatan untuk menjelajahi dunia luar!"



"Siapakah mereka? Dan apa yang akan terjadi saat mereka melangkah keluar dari zona nyaman Jakarta untuk menjelajahi dunia yang lebih luas?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Kolim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 26 (S2)

Setelah memenangkan lomba bahasa asing nasional, mereka mulai mempersiapkan diri untuk kunjungan budaya ke Jerman selama seminggu. Semua persiapan sudah disiapkan paspor, tiket pesawat, dan jadwal kunjungan yang padat telah siap. Mereka akan berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta Jakarta ke Berlin pada hari Sabtu pagi.

Hari sebelum berangkat, mereka berkumpul di rumah Yuki untuk mengecek barang bawaan terakhir. Ayase dan Bu Siti membantu mereka memastikan semua kebutuhan sudah terpenuhi. "Jangan lupa membawa obat-obatan pribadi dan kenali nomor darurat di Jerman ya," ucap Ayase dengan penuh perhatian.

Hari Sabtu pagi pukul 05.00, mereka berkumpul di Bandara Soekarno-Hatta Terminal 3. Wajah mereka penuh dengan kegembiraan dan sedikit kegugupan ini adalah perjalanan pertama mereka keluar negeri.

Bu Siti yang akan menemani mereka sebagai pembimbing berkata, "Ini adalah kesempatan emas untuk belajar tentang budaya lain. Jangan hanya menikmati wisatanya, tapi juga pelajari bagaimana orang di sana hidup dan bekerja sama dengan sesama."

Setelah melalui proses check-in dan imigrasi dengan lancar, mereka naik pesawat menuju Berlin. Di dalam pesawat, suasana sangat meriah. Hana tidak bisa berhenti bertanya tentang makanan di Jerman, sementara Rina sudah siap dengan kamera untuk mengambil foto setiap momen.

"Bayangin aja kita akan makan bratwurst dan pretzel langsung dari tempat penjualannya di jalanan Berlin!" teriak Hana dengan mata bersinar. Rio yang sudah membaca banyak tentang Jerman menjawab, "Bukan hanya itu, kita juga akan mengunjungi museum dan sekolah di sana untuk bertemu dengan siswa Jerman."

Setelah perjalanan selama lebih dari 12 jam, mereka tiba di Bandara Berlin Brandenburg pukul 18.00 waktu lokal (pukul 00.00 waktu Jakarta). Udara dingin Jerman menyapa mereka dengan kuat jauh berbeda dari kelembaban Jakarta.

"Mau apa ini? Dinginnya luar biasa!" ucap Hana sambil menggigil dan segera mengenakan jaket tebal yang sudah disiapkan. Mei yang pernah tinggal di Jepang tahu bagaimana menghadapi cuaca dingin, jadi dia membantu teman-temannya menyesuaikan diri.

Mereka ditemani oleh pemandu lokal bernama Lena seorang wanita muda yang bisa berbahasa Indonesia dengan lancar karena pernah belajar di Universitas Indonesia selama satu tahun. "Selamat datang di Jerman! Saya akan menemani kalian selama kunjungan ini dan membantu kalian apa saja," ucap Lena dengan senyum ramah.

Mereka menuju hotel yang terletak di pusat kota Berlin dengan bus wisata. Di jalan, mereka kagum melihat pemandangan kota Berlin yang modern tapi tetap mempertahankan keindahan bangunan bersejarahnya. "Bedanya jauh ya dari Jakarta yang penuh dengan gedung pencakar langit dan lalu lintas padat," ucap Rina sambil mengambil foto dari jendela bus.

Keesokan pagi, mereka bangun lebih awal untuk menjelajahi kota Berlin. Mereka sarapan di hotel dengan hidangan khas Jerman roti panggang, selai buah, keju, dan sosis.

"Rasanya enak banget! Bedanya dengan roti di Jakarta ada bedanya lho," ucap Kinta sambil mencoba selai stroberi yang dibuat dari buah lokal. Lena menjelaskan, "Di Jerman, banyak yang masih membuat makanan dengan bahan alami dari petani lokal, jadi rasanya lebih segar."

Setelah sarapan, mereka pergi ke Jalan Kurfürstendamm salah satu jalan utama di Berlin yang penuh dengan toko dan kafe. Mereka berjalan santai sambil menikmati suasana kota yang berbeda. Yuki dan Kinta berpegangan tangan sambil melihat jendela toko, sementara Hana langsung mendekati penjual makanan jalanan untuk membeli bratwurst.

"Ini rasanya luar biasa! Kalian harus cobain!" ucap Hana sambil mengunyah dengan senang. Semua orang mencoba dan sepakat bahwa rasanya memang berbeda dari yang pernah mereka coba di Jakarta.

Pada hari kedua, mereka mengunjungi SMA Humboldt Berlin sekolah mitra dari SMA Negeri 1 Jakarta. Mereka disambut dengan hangat oleh siswa-siswa Jerman yang sudah menunggu di halaman sekolah.

Salah satu siswa bernama Felix yang bisa berbahasa Inggris dengan baik datang mendekati mereka. "Halo! Selamat datang di sekolah kami. Kami sangat senang bisa bertemu dengan kalian dari Indonesia!" ucap Felix dengan senyum ramah.

Mereka masuk ke kelas dan melakukan sesi tukang budaya. Siswa Jerman bertanya banyak tentang kehidupan di Jakarta mulai dari makanan, transportasi umum, hingga tradisi Indonesia. Sebaliknya, mereka juga bertanya tentang pendidikan dan budaya di Jerman.

Rina menunjukkan beberapa lukisannya tentang Jakarta dan alam Indonesia, membuat siswa Jerman terkesan. "Ini sangat cantik! Aku tidak menyangka Indonesia memiliki pemandangan yang begitu indah," ucap salah satu siswa Jerman bernama Anna.

Di akhir kunjungan, mereka bertukar hadiah. Mereka memberikan batik dan kerajinan tangan dari Indonesia, sementara siswa Jerman memberikan buku tentang sejarah Jerman dan makanan khas lokal. "Mari kita tetap berhubungan ya! Kita bisa bertukar surat atau melakukan video call," ucap Felix saat mereka berpisah.

Selanjutnya, mereka mengunjungi Museum Pergamon yang menampilkan koleksi artefak kuno dari berbagai negara, termasuk beberapa benda dari Asia Tenggara. Mereka kagum melihat artefak yang menunjukkan hubungan sejarah antara Eropa dan Asia.

"Lihat ini! Ada benda dari Indonesia juga lho," ucap Mei dengan terkejut saat menemukan koleksi keramik dari Jawa. Lena menjelaskan bahwa banyak artefak dari negara kolonial dulu disimpan di museum-museum Eropa, dan sekarang mulai ada upaya untuk mengembalikannya ke negara asalnya.

Setelah itu, mereka mengunjungi Tugu Brandenburg ikon kota Berlin yang menjadi simbol perdamaian dan persatuan Eropa. Mereka mengambil banyak foto bersama di depan tugu yang megah itu. "Ini adalah momen yang sangat berharga. Aku tidak akan pernah melupakannya," ucap Yuki sambil melihat ke atas tugu.

Malam itu, mereka makan malam di restoran Jerman tradisional yang terletak di daerah tua Berlin. Mereka mencoba hidangan khas seperti schnitzel, sauerkraut, dan bir Jerman. Meskipun rasanya berbeda dengan makanan Indonesia, mereka menikmatinya dengan senang hati.

Hari terakhir mereka di Jerman, mereka berkumpul di balkon hotel yang menghadap ke kota Berlin yang diterangi lampu malam. Mereka berdiri bersama-sama, menikmati pemandangan yang indah.

"Perjalanan ini sungguh luar biasa," ucap Rio dengan suara pelan. "Kita tidak hanya belajar tentang budaya Jerman, tapi juga belajar banyak tentang diri kita sendiri dan persahabatan kita."

Hana mengangguk. "Ya! Aku tidak menyangka bisa merasa begitu dekat dengan teman-teman baru dan bahkan dengan orang Jerman yang baru kita kenal."

Mei mengambil gitar kecil yang dia bawa dari Jakarta dan mulai memainkan lagu Indonesia. Semua orang menyanyi bersama dengan suara penuh emosi. Bahkan Lena yang berdampingan juga ikut menyanyi setelah mereka mengajarkan liriknya.

Di tengah suasana yang hangat, Kinta berdiri dan mengambil tangan Yuki. "Di sini, jauh dari Jakarta, aku ingin mengucapkan betapa aku mencintaimu, Yuki. Dan aku berjanji akan selalu ada di sisimu, tidak peduli di mana kita berada." Yuki menangis bahagia dan menjawab, "Aku juga mencintaimu, Kinta. Selamanya."

Mereka semua berpelukan bersama, merasakan kehangatan persahabatan yang telah mereka bangun bersama dari Jakarta hingga Berlin. Mereka tahu bahwa perjalanan ini bukan hanya akhir dari satu petualangan, tapi awal dari petualangan baru yang akan datang.

Hari berikutnya, mereka berangkat dari Bandara Berlin untuk kembali ke Jakarta. Di dalam pesawat, mereka berbagi cerita tentang momen-momen terbaik selama berada di Jerman.

"Kalian tahu nggak, aku sudah punya rencana untuk belajar kuliah di Jerman nanti," ucap Rio dengan semangat. "Setelah melihat bagaimana sistem pendidikan mereka bekerja, aku merasa ingin belajar lebih banyak di sini."

Mei juga menambahkan, "Aku ingin menjadi penerjemah profesional yang bisa menghubungkan Indonesia dan negara-negara Eropa. Ini perjalanan yang telah membukakan mataku tentang banyak hal."

Yuki melihat semua teman nya yang bersemangat dan merasa bahwa perjalanan ini telah mengubah hidup mereka semua. Mereka tidak lagi hanya siswa SMA dari Jakarta yang tinggal di zona nyaman mereka mereka kini memiliki pandangan yang lebih luas tentang dunia dan impian yang lebih besar untuk masa depan.

Ketika pesawat menyentuh landasan pacu Bandara Soekarno-Hatta, mereka melihat langit Jakarta yang sudah mulai menerangi pagi hari. Ayase dan Bu Siti sudah menunggu di pintu kedatangan dengan senyum lebar.

"Selamat datang kembali! Bagaimana perjalanannya?" tanya Ayase dengan penuh cinta saat memeluk Yuki. Yuki tersenyum dan menjawab, "Itu adalah perjalanan terbaik dalam hidupku, Kakak. Dan ini baru permulaan dari banyak hal yang akan kita lakukan bersama."

Mereka semua berjalan keluar dari bandara, membawa kenangan berharga dari Jerman dan impian baru yang akan mereka gapai bersama sebagai teman, sebagai keluarga, dan sebagai bagian dari dunia yang lebih besar.

1
farel
pertama
farel
pertama 💪
skino
perbaikin alur nya yaa, aku bingung sebenarnya Yuki dan lain lain ada di kota mana/negara, padahal kan sering buat makanan jepang🙏
Alya: maaf kalau ada kesalahan
total 2 replies
farel
absen kakk
Alya: 😁hehe
total 2 replies
skino
cepet banget s 2 nya
N Kin
70/100
Alya: hahaha terimakasih banyak kakkk
total 1 replies
LOSCE
cemangat, aku tunggu sampe ceritanya di kuliah💪
Alya: hehehehe iyaa terimakasih banyak atas dukungan nyaa
total 1 replies
LOSCE
semangat terus kak, jangan lupa mampir
Alya: iyaa terimakasih
total 1 replies
Nimpo Luin
kurang panjang
Alya: terimakasih ulasan nyaaa
total 1 replies
skino
semangatttt
Alya: iyahh
total 1 replies
skino
cerita nya tambah menarik ada yaa🤭🤭
Alya: hehehehe terimakasih kakk.
total 1 replies
Mikey Toman
chapter 2
Alya: 😁😁😁iyahh
total 1 replies
Mikey Toman
/Awkward/
Alya: 😇☝️☝️
total 1 replies
farel
pertamaaa
Alya: terimakasihhh banyakk yaa karenaaa telahh menyukaii novellku iniii
total 1 replies
farel
pertama
Alya: iyaaaa
total 1 replies
farel
pertamaaa
farel
pertamaa
farel
Hana pinter bener bisa dapat nilai 95. . .
farel
mantapp
farel
pertama komenn🤭
Alya: terimakasih kasih udah membaca novel iniii
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!