maaf yah semuanya itu yg di atas bab satunya gx nyambung karna itu bukan , termasuk dalam bagian cerita yah
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elin yudia ningsih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
26
"Assalamualaikum......
Oky, seperti biasa, sebelum lanjut jangan lupa kasih vote nya dulu yah.
Kalau udah selesai baca, jangan lupa like, komen.
Tinggalkan, jejak nya.
Terimakasih......😉😉😉
Wassalamualaikum wr. wb."
🕊🐰🕊🐰🕊🐰🕊🐰🕊🐰🕊🐰🐰🕊🐰🕊
"Bunda aku gak mau tau, poko nya pernikahan aku, sama Reyhan harus segera di laksanakan."
"Tapi kenapa kamu buru-buru, usia kamu masih muda loh sayang, kamu masih bisa ngejalanin karir kamu dulu." Ucap bunda menasehati, Natali. Bunda nya tidak ingin, suatu hal buruk terjadi pada putri semata wayang nya ini. Bunda Natali hanya ingin yang terbaik untuk putri nya.
"Untuk apa aku ngelakuin itu, aku hanya ingin menikahi Reyhan bun."
Natali terus memohon agar bunda nya mau menyetujui, keinginan nya untuk menikah dengan Reyhan.
"Sebaik nya kamu bilang dulu, dengan Papah mu, sayang."
"Tapi bun..."
"Bagaimana pun ayah mu, itu adalah wali mu nak."
"Ayo lah, bun. Aku aku akan tetap menikah dengan Reyhan, jika kalian berdua tidak merestui aku."
Natali kekeh ingin menikah, di usia yang masih di bilang muda untuk menikah.
"Tidak sayang, kamu tidak boleh menikah dengan Reyhan tanpa restu dari kami."
"Bunda kenapa sih, kok sekarang malah gak ngerestu in aku sama Reyhan. Bukan nya waktu itu bunda sama papah, yang nyuruh aku cepat-cepat nikah, sama Reyhan."
"Tidak, sayang. Sekarang bunda sama papah, kamu udah berubah pikiran. Kalau menikah di usia muda mungkin, kamu akan kehilangan masa-masa, nya kam-."
"Stop, bun. Aku gak mau denger omong kosong bunda lagi."
Bunda hanya bisa geleng-geleng kepala, melihat tingkah putri nya. Yang ngebet banget pengen nikah, pada hal dulu dia sendiri yang bilang tidak mau menikah muda.
"Apa kamu udah yakin?"
"Aku udah yakin banget bun, aku itu udah dewasa. "
"Baik lah, bunda akan merestui kamu. Tapi kamu tetap harus minta restu dari papah!"
"Makasih, bunda ku sayang. Iya bun aku bakal minta restu dari papah."
Natali sangat bahagia, ketiaka mendapt kan restu dari bunda nya. Tinggal meminta restu dengan papah nya.
"Sekarang papah di mana bun?"
Natali bertanya dengan senyum mengembang, ia sangat bahagia. Dan sudah tidak sabar, untuk meminta restu dari papah nya.
"Papah masih di kantor, sayang."
"Yaudah, aku mau kekantor papah, dulu yah bun, babay."
"Kenapa gak tunggu papah, pulang aja sayang."
"Kelama an bun."
Natali langsung melangkah kan, kaki nya dari rumah kedua orang tua nya. Menuju kantor papah nya.
🕊🐰🕊🐰🕊
"Seperti nya, ini aman untuk aku tinggal di sinih, Al."
"Kamu yakin, Sar. Mau tinggal di sinih, lebih baik kamu tinggal sama aku aja, Sar."
"Gak, Al. Aku udah terlalu banyak ngerepotin, kamu. Aku ingin belajar mandiri aja, aku gak mau nyusahin kamu lagi. Makasih banyak karna kamu udah, mau nyekolahi aku Al.
"Aku ikhlas,Sar. Kamu tinggal sama aku aja, yah. Ini desa sangat terpencil, Sar."
"Gak pa-pa, Al."
" Oky, kalau kamu, gak mau tinggal sama aku di rumah ku yang besar itu. Aku akan ikut tinggal sama kamu di sinih."
"Tapi, Al. Bagaimana sama perusahan kamu, kalau kamu tinggal di sinih?"
"Aku, gak peduli. Itu bisa aku serahin sama wakil aku."
Aldo tidak ingin sesuatu, akan terjadi dengan Sarah. Jadi di mana pun Sarah pergi, Aldo juga akan ikut.
Sarah jadi merasa tidak enak dengan Aldo, ia takut dengan keberadaan nya, akan membeban kan, hidup Aldo.
"Tap-."
Belum sempat Sarah menyelesaikan, kata-kata nya, sudah di potong oleh Aldo.
"Tidak ada penolakan!"
"Al, ini terlalu berlebihan, kamu itu seorang presedir, sedang kan aku. Aku cuman anak SMA, Al."
"Itu bukan alasan yang tepat, Sar. Mau aku itu apa, dan kamu apa. Itu tidak akan jadi masalah, buat aku Sar."
Aldo sama sekali tidak mau di bantah, oleh wanita yang ia cinta. Aldo begitu sayang dengan Sarah, dan juga akan menjaga Sarah. Seperti barang yang ia suka.
"Baik lah, Al. Kamu boleh tinggal di sinih bersama ku. "
Mendengar persetujuan dari sang pemilik, Aldo langsung memeluk Sarah, secara sepontan dan mencium dahi Sarah mesra.
Sontak, Sarah kaget dengan tingkah Aldo.
"A.....l.."
"Gak pa-pa, Sar. Aku ngelakuin ini, karna aku sayang sama kamu."
Aldo, menantap mata Sarah, dengan tatapan yang tidak dapat dikata kan.
Jantung Sarah, seperti habis maratan. Ia sangat merasakan betapa, kencang nya jantun itu berdetak.
Ia tidak menyangka, Aldo akan mengatakan hal itu lagi.
"Udah gak, usah kaget gitu."
"Waktu itu, aku gak pura-pura kok. Aku emang mengatakan yang sejujur nya, dan yah aku juga sengaja, bilang itu di depan Reyhan."
"Jadi, itu semua benar, Al?"
"Iya, Sar. Dan aku juga mendapat kan kabar, jika Reyhan dan Natali akan menikah."
"Apa kamu sudah tau?"
"Aku gak tau, Al."
"Entah kenapa, saat aku mendengar Reyhan akan menikah dengan Natali, seperti nya aku gak ikhlas, Al."
"Kenapa?"
Aldo, ada rasa sedikit kecewa. Ternyata Sarah, udah mulai mencintai suami nya itu.
"Entah kenapa, Al. Aku ngerasa, kaya gak ikhlas aja."
" Aku akan bantu kamu buat luapin dia."
"Bagaimana, Al? kaya nya aku gak akan bisa luapin dia, mungkin rasa cinta dan rasa sayang, di hati aku udah mulai muncul."
"Aku akan bantu kamu, agar kamu bisa melupa kan nya."
🕊🐰🕊🐰🕊
Tumpukan berkas di atas meja kantor, di ruangan Reyhan, sudah menumpuk seperti gunung.
Itu semua karna ia tidak mengerjakan, nya selama mencari, Sarah.
Dan sekarang ia, harus menyelesai kan semua nya.
"Aaarrrrggggghhhh......"
"Mengapa banyak sekali, dari tadi tidak siap-siap."
"Rasa nya aku lebih baik mati saja, dari pada harus menghadapi masalah, yang begitu rumit."
'Tok... tok....'
"Masuk!"
"Maaf pak, saya ingin mengambil berkas yang sudah bapak tanda tanggani."
"Iya, silah kan."
Reyhan memberikan, berkas yang di minta oleh seketaris nya.
"Saya pamit keluar pak."
"Iya, silah kan."
Setelah seketari nya keluar, Reyhan mengambil benda pipih, berbentuk persegi.
Ia menekan kontak Bimo.
"Hallow, bagaimana?"
".... ..... .... ... "
"Cari sampai dapat!"
"......... ...... ... ....... "
"Oky."
'Klik' Reyhan mematikan sambungan nya, dengan Bimo.
"Aku harus apa sekarang, Sarah pergi. Natali maksa ingin menikah, aaarrrrggghhhhh....."
"Ini semua salah bunda, dia buat anak nya sendiri pusing."
🕊🐰🕊🐰🕊
"Aku kecewa sama papah.... "
"Terserah kamu, Nat. Papah gak mau kamu menikah dengan pria itu."
"Terus yang papah, mau itu yang seperti apa sih pah?"
"Papah, hanya ingin yang terbaik untuk kamu, Nat."
"Pah, yang ngejalanin rumah tangga itu aku, buka papah.."
"Papah, tau.."