NovelToon NovelToon
Mahar Satu Miliar Dari Pria Impoten

Mahar Satu Miliar Dari Pria Impoten

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Pengantin Pengganti / Terpaksa Menikahi Suami Cacat / Tamat
Popularitas:2.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Aisyah Alfatih

Arum Mustika Ratu menikah bukan karena cinta, melainkan demi melunasi hutang budi.
Reghan Argantara, pewaris kaya yang dulu sempurna, kini duduk di kursi roda dan dicap impoten setelah kecelakaan. Baginya, Arum hanyalah wanita yang menjual diri demi uang. Bagi Arum, pernikahan ini adalah jalan untuk menebus masa lalu.

Reghan punya masa lalu yang buruk tentang cinta, akankah, dia bisa bertahan bersama Arum untuk menemukan cinta yang baru? Atau malah sebaliknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

11. Jangan pergi...

Reghan kembali duduk di kursi rodanya karena tak ingin semua orang tahu, wajahnya pucat, kedua tangannya mencengkeram erat pegangan kursi hingga buku jarinya memutih. Di hadapannya, tubuh Arum terbaring lemah di lantai, tak sadarkan diri. Seorang pelayan wanita berlari mendekat, namun Reghan mengibaskan tangan.

“Jangan sentuh dia! Aku yang akan bawa dia ke kamarnya. Letakan dia di sini," Reghan menepuk pahanya sendiri.

"Tuan, Anda yakin?" tanya pelayan itu, tatapan Reghan adalah jawaban yang tak bisa dibantah.

Dua pelayan laki-laki buru-buru datang membantu mengangkat tubuh Arum atas perintahnya. Reghan memutar kursi roda listriknya dengan cepat, mengikuti mereka menuju kamar Arum. Namun, di tengah perjalanan, ia berkata pelan tapi tegas,

“Kita bawa ke kamarku saja.”

Para pelayan saling pandang, tak berani menolak. Mereka menuruti perintah itu, lalu mengambil dan meletakkan Arum di atas ranjang besar dengan seprai putih yang rapi. Setelah semuanya selesai, Reghan berkata,

“Keluar, semuanya keluar!"

Nada suaranya datar, tapi tak ada satu pun yang berani membantah. Begitu pintu tertutup, suasana kamar mendadak senyap. Reghan menatap wajah Arum yang begitu pucat, helaan napasnya berat. Ia meraih tangan Arum yang dingin, menahannya lama-lama di antara jemarinya.

“Kenapa aku begitu bodoh…” suaranya nyaris tak terdengar. “Kau cuma ingin memastikan aku makan, tapi aku malah...”

Kalimat itu menggantung di udara. Dada Reghan terasa sesak, matanya bergetar menahan sesuatu yang bahkan tak ia pahami. Beberapa menit kemudian, pintu kembali terbuka. Dokter Samuel datang dengan langkah cepat membawa tas kecilnya.

“Tuan muda, apa yang terjadi?” tanyanya, suaranya cemas.

"Dia tiba-tiba pingsan, sudah sejak dari pagi dia terlihat lemah.” Reghan menunduk, tangannya masih menggenggam tangan Arum.

“Tolong periksa segera,” lanjut Reghan

Samuel segera bekerja, dia memeriksa suhu tubuh, denyut nadi, dan pupil mata Arum. Setelah beberapa saat, dokter itu menatap Reghan dengan nada serius.

“Dia kelelahan berat, Tuan. Tubuhnya drop karena tekanan fisik dan emosi. Dia butuh istirahat dan makanan yang cukup. Jangan biarkan dia bekerja lagi untuk sementara.”

Reghan menatap wajah Arum lama-lama. Ada rasa bersalah yang dalam sekali di balik mata dinginnya.

“Dia akan istirahat di sini,” ucapnya pelan namun mantap. “Aku akan pastikan sendiri.”

Samuel menatapnya sejenak sebelum mengangguk. “Baik, saya akan titipkan vitamin cair dan obat. Jika sampai malam tak sadar, segera hubungi saya.”

Setelah dokter pergi, Reghan duduk diam di samping ranjang. Hanya ada suara detik jam dan napas lembut Arum yang teratur pelan. Ia menatap wajah perempuan itu, lalu mengusap rambutnya perlahan.

“Kalau aku bisa menukar apa pun untuk membuatmu tak sakit…” gumamnya lirih. “Aku akan lakukan.” Tangannya terulur, menyentuh pipi Arum yang dingin.

Saat itu, Reghan menunduk, menatap kursi rodanya sendiri dengan pandangan kosong. Ia sadar selama ini ia bersembunyi di balik kelemahan palsu, tapi Arum perempuan itu benar-benar tulus merawatnya tanpa peduli siapa dia.

Malam semakin larut, lampu kamar hanya tersisa satu yang menyala redup di sisi tempat tidur. Suara detik jam terdengar jelas, mengisi keheningan yang terasa panjang.

Reghan masih duduk di kursi rodanya, sedikit menunduk di sisi ranjang tempat Arum berbaring. Wajah perempuan itu tampak pucat, keringat dingin membasahi pelipisnya. Sesekali tubuhnya bergerak gelisah, bibirnya bergetar, lalu suara lirih keluar di antara napas yang terengah.

“Ibu ... jangan tinggalkan aku...” suaranya serak dan lemah. “Ayah ... aku tak mau sendiri ... jangan tinggalkan aku...”

Reghan terdiam, tangannya yang sedari tadi bertumpu di lutut perlahan terangkat, ragu-ragu, lalu menyentuh pelipis Arum dengan lembut. Suara gadis itu kembali terdengar, kali ini seperti anak kecil yang ketakutan.

“Tolong ... jangan pergi...”

Reghan menatapnya dalam diam, dada pria itu terasa menegang, bukan karena marah, tapi sesuatu yang lain. Rasa sakit yang selama ini ia pikir hanya miliknya, ternyata juga dimiliki gadis itu. Dengan gerakan hati-hati, ia mengusap pipi Arum perlahan, seolah takut sentuhannya akan menyakiti.

“Tenanglah...” bisiknya pelan. “Tak ada yang akan pergi, Arum.”

Jemarinya berhenti sejenak di pipi itu, lalu berpindah menyentuh dahi gadis itu yang masih panas.

“Kau tidak sendiri sekarang,” lanjutnya, suaranya lebih lembut dari biasanya. “Tidurlah, aku di sini. Tidak akan ke mana-mana.”

Arum berhenti mengigau perlahan. Nafasnya mulai teratur, dan air mata kecil mengalir di sudut matanya. Reghan menyekanya pelan dengan ibu jarinya. Ia menatap wajah gadis itu lama sekali, lalu bersandar di sandaran kursi rodanya.

“Mungkin ... aku yang seharusnya minta maaf,” gumamnya lirih, hampir seperti berbicara pada diri sendiri. “Kau terlalu banyak menanggung sakit, sementara aku hanya tahu caraku sendiri untuk membalas dunia.”

Beberapa menit kemudian, Reghan masih belum beranjak. Tangannya tetap menggenggam tangan Arum erat, seolah takut kalau perempuan itu pergi saat ia melepaskannya.

1
Lisa sari katriani
Karya yang bagus thor 👍

Hallo kakak2 , mampir juga ya di karya pertamaku 😊
Judul : kisah si gadis miskin

Terimakasih 🙏
Lisa sari katriani
Semangat thor 💪

Hai kakak2 , jangan lupa mampir di karya pertamaku 😊
Judul : kisah si gadis miskin

Terimakasih 🙏
Mamah Dini11
bkn nya si wiratma ayahnya si reghan
Mamah Dini11
iya jdi alur itu2 aja tntang hati. si atum, apa kbr dgn kehidupan si maya skarang wanita serakah itu apa udh bertobat
Mamah Dini11
kalau arum lama membuka hatinya ,dn banyak takut ,gk akan selesai2 ceritanya.
Mamah Dini11
betul kak aku setuju 👍 author terlalu melindungi orang2 gk waras itu, dn sampai detik ini juga tak ter bongkar ke salahan si licik alena ,dia hidupnya aman2 aja , gk adil sebnarnya buat arum
Mamah Dini11
takut nya mlh ada kekacauan oma nanti ada banyak biang kerok di sana moga aja aman2 saja ,tdk ada untuk arum berpikir terus , gk selesai2 nanti banyak mikir mh, kadang suka bosan yg baca juga , maaf ya rum,,, emang iya 🤭😄😄😄😄
Mamah Dini11
sampai kapan rum hatimu terbuka lebar dn menerima takdirmu kembali , jgn sia2 kan lbh lama lagi ke hangatan itu kmu terlalu lelap tdrny dn banyak mikirnya ,kalau berpikir dn berandai2 terus kapan bahagianya , dn oma hartati sebenarnya bersama siapa sekarang
Mamah Dini11
bknnya udh revan juga suka manggil reghan papa , udh di jelasin lgi sm gavin. cu man mungkin blm terbiasa ,jgn cepet tersinggung reghan 3 tahun bkn waktu sebentar , kmu harus lbh mengerti dn tepati semua ucapanmu dan janji2mu kalau semuanya ingin baik2. dn TDK berantakan lgi, semoga hidup kalian damai tenang NYaman dn cepat saling memaafkan .
Mamah Dini11
dasar perempuan murahan blm di beri karma sm author nya Makanya ttep nganggu , kapan thor si alena dapat azabnya kok lama , gk seperti arum lama menderitanya ,nah so Alena kapan gk adil rasanya .
Mamah Dini11
katanya pagi2 tapii berubah jadi angin sore ,, mana yg bener Thor kadang suka lieur
Mamah Dini11
lagian arum blm tentu mau pula ng me RUMAH ITU , RUMAH ITU Saksi terlukanya hat I seorrang arum yg di siksa dgn gk pd pun ya hati , Kalau arum mau blk lgi berrarti luka lama nya pasti kambuh lgi bayangan dia di seret paksa di ikat di Tiang lalu di cambuk tanpa am pun , apakah arum lakan lupa itu semua, ten. tuuu tiiiiidaaaaak
Mamah Dini11
mulai encer otaknya so OMA duly mungkin msh kntal blm mencair
Mamah Dini11
nenek peot itu juga kenapa baru peuduli sekarang , 3 tahun di mana anda NY on ya peot
Mamah Dini11
orang jahat dn licik di piara di mana letaknya kluarga terhormat itu perbuatan si alena saja kalian di biarkan saja sampai saat ini msh aman2 saja tuh manusia busuk mlh bisa hidup mewah bergeling harta , sedangkan yg benar yg baik kalian siksa tanpa peduli semuanya ter masuk si suami dn si peot. hartati yg katanya sayang sm arum , dasar kalian semuanya juga manusia berbulu domba. yg salah dipiara yg benar di biarkan terluka dn terlunta2 bertahun2 .mana ke adilan nya buat arum. gk ada , tapiii ingat karma pasti menjemputmu alena tunggu pd waktunya.
Mamah Dini11
orkay bodoh semua. , reghan juga gk berusaha cari tau kebenaran nya teteo aja diam , ya gk marah gimana si arum yg membuat dia terluka sampai. sekarang hidupnya tenang2 wae su alena yg menjebak arum di biarkan aja begitu nyaman hiupnya , nyaman dari perbuatan liciknya., itu gk adil buat arum. harusnya si alena di masukan ke jeruji besi atau dia harus membayar dgn karmanya
Mamah Dini11
apakah segala ucapanmu. benar tuan reghan , biasanya cuma ucapan di mulut saja kebenaran ny bertolak belakang. semoga yg ini benar2 dari hatimu yg paling dlm. karna iti arum sulit. percaya pdmu
Mamah Dini11
udh biasa di novel mh si pemeran arum di buat ke susahan terus moga cepet nemukan pedonornya.
Mamah Dini11
sudah benar2 menjauh tpiii sepertinya takdir berkata lain, tpii moga aja arum gk pergi ke rumah itu lgi , rumah neraka yg arum hindari , jgn kau injakan kakimu di rumah yg membuat kmu trauma sampai skarang moga ajak ktemu suami plin plan nya di RS aja
Mamah Dini11
perasaan apa2 hjn emang musimhjn ya waktu itu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!