Radit, seorang pemuda yang dikhianati dan dipandang rendah, mendadak mendapatkan sistem misterius yang mengubah nasibnya. Dari mahasiswa biasa, kini bangkit menjadi sosok bertopeng putih yang bengis. Seluruh kekuatan, duniah bawah, dan kejayaan diraihnya.
Di tengah puncak, ia kembali menemukan arti hidup melalui cintanya pada Rania. Namun, tragedi kampus merenggut segalanya. Amarah dan dendam bangkit kembali menghancurkan dunia.
Setelahnya pembalasan tersebut, Radit memulai hidup baru dan meninggalkan segalanya hanya demi satu hal. Dirinya yang kuat dan menemukan kembali cintanya yang hilang.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aprilia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 17
Prajurit awal -> Prajurit menengah -> Prajurit akhir.
Jendral awal -> jenderal menengah -> jenderal akhir.
Master awal -> master menengah -> master akhir.
Semua itu di lewati hanya satu malam, tubuh nya menjerit , darah merembes dari sudut bibir dan hidung. Keringat dingin membasahi punggung nya. Otot otot nya mengencang lalu mengendur berulang kali, beradaptasi secara paksa terhadap kekuatan baru yang terus mengalir masuk.
Namun Radit tidak berteriak. Mata nya tertutup, wajahnya dingin dan tenang seolah rasa sakit itu hanya lah angka lain yang harus ia bayar. Uang telah di bakar , kini tubuh nya yang di tempa energi yang mengelilingi nya membentuk pusaran samar , membuatt tirai jendela bergoyang tanpa angin. Lantai apartemen retak tipis di beberapa bagian. Tidak mampu sepenuh nya menahan aura yang ke luar dari tubuh nya.
Beberapa menit terasa seperti jam. Lalu.... Perlahan. .. Tekanan itu mereda. Napas Radit kembali stabil, energi panas berubah menjadi aliran hangat yang jinak, menyatu dengan daging dan tulang nya. Otot otot nya terasa lebih padat, lebih responsif. Setiap tarikan napas terasa ringan . Seolah paru paru nya mampu menampung udara dua kali lipat dari sebelum nya.
Panel sistem berubah.
[ peningkatan selesai. ]
Pengguna : Aditya Putra ( Radit)
Ranah saat ini : Master akhir.
Point kekuatan tersisa : 7. 047.300
Radit membuka mata. Sorot mata nya kini berbeda. Lebih dalam, lebih tajam , seolah dia bisa melihat detail yang sebelum nya luput , retakan halus di dinding, getaran kecil dari pipa air, bahkan detak jam dinding yang ber detak pelan.
Ia berdiri . Gerakan nya ringan , hampir tanpa suara. Ketika ia mengepal kan tangan , udara di sekitar nya ter distorsi tipis . Bukan ledakan kekuatan , melain kan kendali sempurna.
Radit mengayun kan tinju perlahan ke depan, tidak menyentuh apa pun, namun di sisi lain ruangan , meja kayu bergetar dan retak, seolah di hantam tekanan tak kasat mata.
Radit menarik kembali tangan nya.
" Master akhir... " gumam nya pelan.
Jika para pengawal keluarga kelas dua berada di depan nua sekarang, hasil nya tidak akan lagi seimbang. Bahkan beberapa dari mereka mungkin tidak akan sempat menyadari apa yang terjadi.
Namun bersamaan dengan kekuatan itu, muncul kesadaran baru. Ia telah melangkah terlalu jauh untuk kembali hidup normal. Ranah master akhir bukan lah tingkat yang bisa di sembunyi kan sepenuh nya . Aura, insting dan keberadaan nya sendiri akan mulai menarik perhatian , baik dari keluarga - keluarga ber pengaruh , badan pengawas , mau pun organisasi Falcon.
Radit menatap panel sistem sekali lagi.
Tujuh juta poin tersisa.
Cukup untuk ber tahan.
Cukup untuk langkah kecil berikut nya.
Namun untuk naik lebih jauh .... ke Grandmaster , ke Saint. Ia tahu, harga yang harus di bayar akan jauh lebih besar. Radit berjalan ke jendela dan menatap kota di malam hari.
Lampu- lampu gedung ber kilauan seperti lautan bintang buatan. Di balik ke indahan itu, ada ke kuasaan , uang, dan ke kuatan yang saling memangsa.
Dan kini ia bukan lagi bidak kecil di papan permainan itu. Ia telah menjadi pemain , dan dunia... Cepat atau lambat , akan menyadari nya.
Ke besok kan nya, langit pagi itu cerah. Di pusat kota, sebuah gedung perkantoran yang sebelum nya nyaris kosong kini tampak hidup kembali. Spanduk besar membentang di depan lobi utama, ber tulisan nama baru yang mencolok dan tegas :
PT. AR ADITYA PUTRA INVESTAMA.
Nama itu segera menjadi pembicaraan. Media ekonomi, analisis pasar , hinggal pelaku bisnis kecil sama sama bertanya - tanya, siapa sebenar nya pemilik modal di balik perusahaan investasi baru yang lahir dari bangkai perusahaan hampir bangkrut bernama Alkatiri.
Di aula utama gedung , acara peresmian berlangsung megah namun tertata rapih, tidak berlebihan, tidak pula sederhana. Para tamu mengenakan setelan formal, kamera media ber kilat, dan aroma kopi mahal memenuhi ruangan.
Namun ada satu hal yang menarik perhatian banyak pihak. Pemilik perusahaan tidak hadir , sebagai ganti nya , seorang pria paruh baya ber diri di atas panggung.
Ia adalah CEO lama Alkatiri, yang kini tetap di pertahan kan , bukan karena belas kasihan , melain kan karena kesetiaan dan pemahaman bisnis nya. Wajah nya terlihat lebih segar di banding kan beberapa bulan yang lalu, seolah beban besar yang dulu ia pikul telah di angkat.
" Selamat pagi. " ucap nya melalui mikrofon. " Saya berdiri di sini sebagai perwakilan pemegang saham utama PT AR ADITYA PUTRA INVESTAMA. "
Kamera media langsung menyorot.
" Pemilik kami memilih untuk tidak tampil ke publik . " lanjut nya tenang. " Namun ijin kan saya menegas kan beliau bukan investor pasif. Semua arah dan kebijakan perusahaan ini berasal langsung dari nya. "
Di antara hadirin , beberapa eksekutif saling bertukar pandang .
investor misterius.
Modal besar.
Keputusan cepat dan kejam.
Kombinasi itu membuat banyak pihak waspada . Di balik layar, perubahan terjadi tanpa kompromi. Hari itu juga perombakan total sistem manajemen di umum kan.
Direktur keuangan lama di berhentikan, kepala divisi investasi di ganti, seluruh sistem audit di perbaharui. Alur pengambilan ke putusan di pangkas drastis. Tidak ada negosiasi, tidak ada toleransi bagi kebocoran dana atau permainan internal.
" Kami tidak mencari perusahaan besar. " kata sang CEO mewakili pesan pemilik. " Kami mencari perusahaan yang mau tumbuh bersama. Transparasi adalah syarat mutlak , siapa pun yang melanggar akan di keluarkan ! "
Kata - kata itu sederhana namun tajam. Beberapa eksekutif lama memilih mengundur kan diri sebelum di berhentikan. Sebagian lain bertahan, menyadari bahwa arus baru ini tidak bisa di lawan.
AR ADITYA PUTRA bukan lagi perusahaan penyintas , ia adalah pemangsa yang baru lahir. Waktu yang sama di sebuah rumah mewah yang jauh dari hiruk- pikuk pusat kota. Radit ber diri di depan jendela. Di tangan nya tablet menampil kan siaran langsung peresmian perusahaan yang baru saja ia suntikan dana nya.
Ia melihat sang CEO Berbicara, melihat logo perusahaan terpampang besar, melihat nama nya, atau lebih tepat nya , keberadaan nama nya menjadi perisai yang sempurna.
Radit mematikan layar, ia tidak butuh tepuk tangan, ia tidak butuh sorotan kamera. Bagi nya perusahaan itu hanya lah alat, alat untuk menggerakan uang, alat untuk mengumpul kan kekuatan, alat untuk memasuki arena yang lebih besar tanpa harus menampakan wajah nya.
Sistem muncul pelan di hadapan nya.
[ Sistem kekayaan Unlimited. ]
Status aset : AR ADITYA PUTRA INVESTAMA- AKTIF
Arus dana : Stabil.
Potensi ekspansi : Tinggi.
Radit mengangguk tipis .
Dengan struktur baru dan kendali penuh , AR ADITYA akan menjadi mesin yang terus membakar uang, dan mengubah nya menjadi poin kekuatan. Namun ia tahu, langkah ini juga telah mengirim sinyal.
Sinyal kepada keluarga - keluarga besar, sinyal kepada badan pengawas, sinyal kepada organisasi Falcon. Seorang dengan modal besar, bergerak cepat, dan tidak menunjukan diri , selalu menarik perhatian.
Radit menatap langit kota.
" Biar kan mereka mencari ! " gumam nya pelan . " aku akan tetap sembunyi di balik bayangan. "
Di bawah nama nya yang tidak pernah di sebut , roda besar mulai berputar. Malam kembali menyelimuti kota.
Di dalam rumah nya , Radit berdiri di depan cermin. Bayangan yang menatap balik tampak biasa , mahasiswa sederhana dengan wajah tenang dan pakaian polos. Tidak ada yang menunjukan bahwa di balik tubuh itu tersembunyi kekuatan yang telah melampaui batas kekuatan manusia normal.
Ia mengangkat tangan nya perlahan. Udara bergetar tipis, lalu kembali stabil. Terlalu kuat !
Radit menyadari itu dengan jelas. Sejak mencapai ranah master akhir , aura nya menjadi sulit di kendali kan sepenuh nya. Bukan karena ia ceroboh, melain kan karena dunia ini memiliki terlalu banyak mata.
Keluarga kelas dua.
Keluarga kelas satu.
Ke empat keluarga besar.
Organisasi Falcon.
Badan pengawas.
Mereka semua selalu mencari anomali.
" Sistem. " ucap Radit tenang.
Cahaya biru muncul di udara, lebih redup dari biasa nya.
\[ Sistem kekayaan Unlimited. \]
Fungsi tambahan : Penyamaran Ranah.
Deskripsi :
- Menekan aura pengguna
- Menyamar kan fluktuasi energi.
- Menampil kan ranah palsu ke pengamat eksternal.
Radit menatap panel itu tanpa ekspresi.
" Setel ke... Ranah Prajurit akhir. "
Sistem ber denyut pelan.
\[ Konfirmasi. \]
Ranah nyata : Master akhir.
Ranah tampak : Prajurit akhir.
Peringatan :
- Penyamaran bersifat pasif.
- Tidak efektif jika pengguna melepas kan kekuatan penuh.
Aktif kan ?
" Aktif kan ! "
Begitu perintah itu di ucap kan, udara di sekitar Radit seolah mengempis . Tekanan yang sebelum nya nyaris tak terlihat kini benar - benar lenyap. Aura kuat yang biasa nya menyelimuti tubuh nya di tekan rapat, di segel seperti api besar yang di kurung dalam wadah kecil.
Radit menghela napas, tubuh nya terasa normal, bahkan terlalu normal. Ia ber jalan beberapa langkah , menguji perasaan itu. Tidak ada getaran . Tidak ada tekanan . Jika ada praktisi kekuatan berdiri di depan nya sekarang, yang mereka rasakan hanya lah seorang prajurit akhir yang stabil , tidak lebih, tidak kurang.
" Cukup ! " gumam nya.
Efek penyamaran itu segera terasa ke luar.
Di kampus , bisik- bisik tentang bentrokan parkiran mulai mereda . Keluarga kelas dua yang terlibat memilih tidak memperbesar masalah. Mereka telah menyelidiki siapa Radit secara singkat, usia latar belakang, catatan akademik.
Hasil nya membosan kan, mahasiswa yatim piatu, hidup seder hana.
Ranah prajurit akhir cukup kuat, tapi tidak layak di kejar lebih jauh.
" Bukan ancaman . " begitu ke simpulan mereka.
Keluarga kelas satu bahkan tidak menoleh. bagi mereka prajurit akhir hanya lah pion yang agak keras kepala, bukan pemain.
Sementara itu , di lingkaran empat keluarga besar, nama Radit tidak pernah muncul. Sistem penyamaran menutup setiap gelombang aneh , setiap fluktuasi yang seharus nya menarik perhatian sensor dan pengamat rahasia mereka.
Organisasi Falcon pun sama, tanpa lonjakan energi besar , tanpa tanda agresi , tidak ada alasan bagi mereka untuk turun tangan. Radit tetap berada di bawah radar.
Di apartemen nya, Radit duduk di Sofa , menatap layar ponsel yang menampil kan berita ekonomi tentang AR ADITYA PUTRA INVESTAMA, Grafik naik perlahan, stabil dan sehat.
Bersambung......
lanjut kk, tetap semangat ya. saran aja sih, kalau ada waktu, sebelum lempar up, sebaiknya swasunting dulu, biar nggak terlalu banyak typo. 😊🙏🙏
ada beberapa typo ya thor, kalau sempet, ayo kita revisi. 💪
ceritanya bagus Thor, langsung subscribe, satu vote, dan dua iklan, untukmu. 😊.
ayo kita saling mendukung ya😊