NovelToon NovelToon
Menikah Dengan Abang Sahabatku

Menikah Dengan Abang Sahabatku

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Contest / Perjodohan / Tamat
Popularitas:4.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Layef

[Season 1 (Tamat) : Bab 1 - 136 + Extralove]
[Season 2 (On-Going)]

Season I

Tidak pernah kusangka pada akhirnya aku akan menikah.

Kehilangan keluarga tercintanya dalam satu kecelakaan tragis menjadi satu alasan yang sangat cukup bagi Nana untuk menutup dirinya dari segala hal yang berhubungan dengan masa lalunya.

Menghilang bertahun-tahun dan siap melupakan apa itu cinta, hingga akhirnya satu telepon mendadak dan tanpa disangka menjadi awal dari langkah bangkitnya hingga berujung pada pertemuannya dengan pria antah berantah yang juga sama kelamnya dengan dirinya dan berakhir pada perjodohan tidak terduga.

Nana adalah seseorang yang sudah siap melupakan masa lalu dan terpuruk pada masa depannya, sedangkan Al adalah pria gila kerja yang lupa pada kebutuhan hatinya sendiri.

Mereka berdua terbenam dalam pusaran rasa yang sama hingga di satukan dalam sebuah perjodohan. Lantas, mampukah mereka berdua untuk belajar saling membuka diri? Belajar saling menerima?

Mampukah mereka pada akhirnya merengkuh cinta yang telah lama dilupakan?

Season II

Tak pernah kusangka, berawal dari tak suka namun berakhir cinta. Namun, apakah jalan cinta akan semudah itu untuk kita? [Alesha]

Di antara dua hati, manakah yang harus kupilih? [Atha]

Jika jatuh cinta padanya adalah suatu kesalahan, maka kumohon, hapuskan rasa cintaku padanya. [Zahra]

Salahkah jika aku mencintainya? [Zahran]

Dia bilang kami berbagi apapun, lantas, apakah aku juga jatuh cinta pada orang yang sama? [Zayyan]

Bagiku, cinta bukanlah segalanya. [Alvarendra]

Aku mencintainya! [Maxmillan]

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Layef, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 24. PETIKAN MASA LALU

N A N A POV

Dalam kelemahan yang menarikku kasar menuju jurang ketidakberdayaan, Kau mendekap ku hangat hingga mampu merengkuh tubuh ku kembali. I love you, Dear, My Dearest Person, Muhammad Al Nasution.

...***...

Aku memang lemah, tepat nya kesehatan ku tidak sempurna dalam keadaan baik. Sejak esempe Aku sudah mengidap anemia, hanya saja bukan anemia akut. Tidak banyak yang ku lakukan atas penyakit tersebut, Aku hanya membiasakan makan makanan bergizi, itu saja. Aku tidak suka minum obat.

Terhadap anemia, Aku hanya merasakan gejalanya saja. Seperti pusing sebentar saat hendak berdiri setelah duduk dalam waktu yang lama atau pun pandangan yang menjadi remang-remang. Hanya itu saja.

Terkait lambung ku yang sensitif, ini terjadi karena pada saat kuliah Aku sering telat makan. Dan terakhir, serangan kecemasan. Itu terjadi beberapa tahun lalu saat keluarga ku meninggal. Aku memang punya riwayat serangan jantung atau pada saat itu Haibi salah diagnosa lagi karena saking paniknya ya? Entah lah. Gejalanya memang mirip.

Aku adalah putri pertama di keluarga ku yang sederhana. Iya, hidup kami alhamdulillah cukup. Cukup bukan berarti berkecukupan. Terkadang Ayah sampai perlu berhutang jika kami tiba-tiba saja membutuhkan dana yang besar.

“Setelah kuliah ya kerja lah. Gantian kuliahin adek-adek nya pula. Masa Mamak sama Ayah pula yang harus mikirin gimana sekolah mereka lagi,” ucap Mamak datar seperti biasa.

Terkadang, hanya dengan mendengar ia berucap barusan sudah mampu menarikku dari mimpi menuju realistis yang menyebalkan. Aku punya Abang laki-laki. Namun karena satu dari banyak alasan, kedua orang tua ku lebih sering menggantungkan harapan mereka pada ku.

Ah, Aku bukan lah seorang wanita kaya, Kawan. Pakaian berbahan premium, mobil dan juga rumah yang mampu ku miliki sekarang semata-mata karena usaha kecil dan juga dongkarakan warisan yang ku miliki saat ini. Lagipula alasan ku memilih bahan premium bukan karena Aku ingin menghambur-hamburkan uang Kawan, sungguh. Aku memilihnya karena supaya pakaian itu memiliki daya tahan yang lama, itu saja.

Aku sudah terbiasa cemas dan membebani hati ku sejak dahulu, sejak Mamak dan Ayahku membebani pundakku dengan tanggung jawab yang sebenarnya entah mampu ku penuhi entah tidak.

Terkadang, suasana dirumah rasanya begitu panas hingga Aku ingin berteriak dan lari sejauh mungkin yang ku bisa. Namun, pada akhirnya Aku hanya mampu bersabar dan menyimpan semua rasa menyebalkan itu didalam hati ku. Ah, Aku memang lemah. Aku hanya mampu memendam semua rasa itu.

Selaras dengan kondisi di rumah yang terkadang menyebalkan namun juga terkadang menyenangkan, kondisi sekolah ku pun demikian. Maaf Kawan, Aku hanya seorang perempuan yang terbiasa insecure atas fisikku jika berhadapan dengan orang lain. Sejak esde, Aku menemukan diriku sedang menjadi bahan candaan teman-temanku, bisa jadi karena jari tanganku yang kata nya tidak seperti perempuan karena panjang dan juga berisi. Yah, mereka bilang jika jari tangan perempuan itu seharusnya panjang dan kurus, bukan berisi.

Selain itu, ah kalian sudah tentu tahu bukan jika tubuhku berisi? Seperti itu lah, mereka sering bercanda karena bentuk fisikku. Ketika mendapati itu Aku hanya ikut tertawa, namun ketika sampai rumah dan mengingat kejadian itu, Aku menangis dan mulai benci pada diri ku sendiri. Aku mengiyakan tertawaan mereka, ah, benar-benar bodoh bukan? Dan hal tersebut ternyata berlanjut sampai Aku kuliah.

Aku lemah secara fisik dan mental hingga berujung dan tertumpah ruah saat mendapati diriku tinggal seorang diri di dunia yang terus bergerak. Saat Aku merasakan sedih yang teramat dalam, di bagian sisi dunia yang lain orang-orang sedang berbahagia karena banyak hal. Dunia terus bergerak tanpa memedulikan diri ku atau pun mendekap ku hangat.

Tiga tahun. Tiga tahun Aku menghilang dan memilih sembunyi dari banyak hal. Memilih sendiri dan mencintai kesepian. Pada akhirnya Aku belajar untuk bangkit dari kesuraman hidup ku, belajar untuk membuka diri ku kembali. Bukan mudah bagi ku untuk memahami semuanya, tidak mudah, sungguh.

Mengelola perkebunan warisan keluarga karena Aku satu-satu nya yang tersisa. Ya, Mamak adalah putri tunggal kakek dan nenekku, begitu juga dengan Ayahku. Ia adalah putra tunggal juga. Aku benar-benar sendiri, sebatang kara di dunia yang kejam ini. Arghh!

Aku belajar membuka diri ku, menerima telepon misterius dari sahabatku dan entah mengapa berujung pada sebuah perjodohan yang tidak pernah ku duga sebelumnya. Menikah dengan seseorang yang sebelum nya tidak pernah ku jumpa, tidak pernah ku tahu bagaimana sifatnya, namun Aku sudah bertekad untuk membuka diri dan menerimanya sebagai suamiku.

Namun mengapa, Abang? Mengapa saat itu engkau menatapku seperti Aku adalah perempuan yang mudah saja berselingkuh ria di belakang mu?! Engkau bahkan membentakku keras!

Air mata ku mengalir hangat tanpa ku sadari, hati ku sesak dan juga bergemuruh rasa nya. Aku meringkuk bisu dalam kegelapan yang tidak ingin ku dekap lagi.

Namun entah mengapa kegelapan itu perlahan memudar. Ada apa ini? Tubuhku yang semula dingin perlahan menghangat. Hangat dan lembut. Menguar pekat memenuhi tubuhku. Apa ini?

“Sayang, jangan nangis. Maafin, Abang ya.” ucap seseorang lembut dan lirih menggetarkan ruang gelap yang memenuhi diri ku.

Ku rasakan sentuhannya mengusap lembut air mata yang membasahi kedua pipi ku. Ia kemudian mengecup dahi ku pelan.

“Sayang, bangun.” ucap nya kemudian seraya menggoyangkan bahu ku pelan.

Bukankah Aku sudah bangun sejak tadi?

“Sayang,” panggilnya lagi.

Perlahan kesadaran ku kembali dan kedua mata ku kemudian perlahan terbuka. Ah apakah Aku bermimpi sejak tadi?

CUP.

Kecup nya lagi pada dahi ku lembut dan lama. Tubuhku didekapnya erat, ah tepatnya, ternyata Aku sedang berada didalam kurungan tubuh besar nya.

“Mimpi apa? Kok sampai nangis?” tanya nya khawatir.

Lihat lah ia, wajah nya dipenuhi oleh gurat khawatir yang sangat kentara. Wajah nya pias dan juga lelah. Apakah Aku telah menyusahkannya semalam? Bagaimana sikapku begitu aku terbangun? Apakah Aku melukai hati nya begitu Aku bangun semalam?

“Yang, plis, jangan diemin Abang lagi. Abang tahu Abang salah, maaf. Maaf sekali Abang sudah buat Adek sedih, maaf sekali Abang sudah buat Adek nginget kejadian buruk lagi, maaf.” ucap nya lirih seraya mendekap tubuhku lebih erat.

Aku hanya diam. Namun ku rasakan hati ku mencair oleh kehangatan nya. Hangat tubuh nya dan kehangatan rasa nya melingkupi tubuhku yang berselimut kabut gelap dan memenuhi ruangku dengan cahaya.

Apakah kemarin Aku marah pada nya?

Air mataku meluruh jatuh lalu membasahi pipi ku kembali, tangan ku kemudian telah membalas dekapannya erat. Mendapati Aku membalas dekapannya, Abang kemudian melihat ku lembut dan tersirat kebahagiaan yang memudarkan gurat lelah nya.

“Kamu maafin Abang kan, Sayang?” tanya nya penuh arti.

Aku hanya melihatnya sekilas lalu membenamkan kepala ku dalam dekapannya dalam, argh, terimakasih karena telah mendekapku hangat, suami ku.

CUP.

...***...

1
Defi Andriani
Kecewa
Nuri Ummu Reyhan
seperti nya seruu ini,lanjut baca
Rizky Septio
Kecewa
Chuiy Bunda'e Rizma
kpn ya lanjut...?
Herna
lanjut. toor
Eman Sulaeman
lanjuut
Lia Shechibie'slove
Thor klw org Sumatra blng kelereng guli bener GK sih😂😂😂😂😂
Lia Shechibie'slove
Lanjut thor
Lia Shechibie'slove
aku baru ngeh Thor, si Naysila ngurung dri selama 3thn karena keluarganya kecelakaan waktu mau dtg ke wisuda Naysila 😭😭😭😭😭
Lia Shechibie'slove
Thor aku Org Duri Riau, mampir kerumah ya....
Lia Shechibie'slove
Naysila Putri kamu harus semangat lanjutkn Hidupmu, walaupun kamu sebatangkara tapi masik ada Allah!!! kan aku jadi nyesek bacanya😭😭😭
Thor aku padamu
Lia Shechibie'slove
mampir Thor, kok malah kejebak!!! baru awal baca z Ud baper😭😭😭
Siti Jamila
mengulang yg kedua kali aku Thor
Sri Sri
baru baca bab 1 udah pedes ni mata
Imanuel Nuel
lanjut
Imanuel Nuel
agak kebayakan nangis.dan untuk suami Nana.,kata2'a di pegang dong.
Sutiah
waduh,, ada 2 orang calon pebinor 🤯
Imanuel Nuel
aldo keren😂😂🤦
Imanuel Nuel
like 👍👍buat meli.
Imanuel Nuel
mantap
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!