"Dad, biarkan aku melihat dunia luar. Aku sangat ingin menikmati masa remaja seperti gadis-gadis seusiaku" ucap Aurel.
"Enggak, Daddy tidak akan pernah mengizinkanmu keluar. Diluar sana banyak bahaya princess" ucap sang Daddy.
Aurellia Louisa Xavier, gadis manis berusia 16 tahun yang selalu di jaga dengan ketat oleh keluarganya.Sejak kecil, Aurel tidak pernah berada jauh dari keluarganya terutama kedua orang tuanya. Aurel selalu diperlakukan bak princess oleh keluarganya.Selain kedua orang tuanya, Aurel juga memiliki 4 kakak yang sangat sayang dan posesif padanya.
Bagaimana cara Aurel menghadapi sikap keluarganya yang sangat posesif padanya?.
ikuti terus kelanjutan cerita Aurel dan keluarga posesifnya ya 🤗 🙏 🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bungabunga2929, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 5
Pemuda tersebut terus menatap mata Aurel tanpa berkedip. Aurel sendiri yang melihat pemuda di depannya terus menatapnya merasa bingung.
"Em kak, kamu gak papa?" tanya Aurel sambil melambaikan tangannya didepan wajah pemuda tersebut.
"Gue....".
Belum sempat pemuda tersebut menjawab, Nessa yang melihat Aurel sedang berbincang dengan seorang pemuda bergegas memanggilnya.
"Non Aurel" panggil Nessa dengan nafas terengah-engah.
"Kak Nessa, tenang kak tarik nafas dulu" ucap Aurel.
"Astaga non, kenapa berlari seperti tadi. Kalau sampai terjadi sesuatu sama non Aurel gimana saya menghadapi tuan dan nyonya".
"Non Aurel baik-baik aja kan. Ada yang sakit gak?" tanya Nessa.
"Aku baik-baik aja kak. Udah tenang ya" ucap Aurel.
"Syukurlah kalau non Aurel baik-baik aja. Oh iya, dia siapa non?" tanya Nessa.
"Oh iya kak tadi itu aku gak sengaja nabrak dia" ucap Aurel.
"Ya ampun non, makanya tadi saya bilang jangan lari-lari kan. Gimana ada yang sakit gak?" tanya Nessa.
"Gak papa kak, cuma kepala aku aja sedikit sakit. Badan kakak ini keras banget si" ucap Aurel.
"Yaudah kalau gitu lebih baik kita periksa kepala non Aurel dulu ya" ajak Nessa.
"Eh gak usah kak, aku udah gak papa kok" ucap Aurel.
"Tapi non...".
"Udah kak, beneran deh aku baik-baik aja kok. Tapi aku mau kakak janji satu hal, jangan beritahu tentang ini ke mommy ya. Aku gak mau bikin mommy panik. Apalagi kakak, aku gak mau melakukan pemeriksaan lagi" ucap Aurel.
"Yaudah kalau gitu saya janji gak akan beritahu nyonya. Sekarang lebih baik kita kembali aja ya non" ajak Nessa.
"Eh kok balik si, aku kan belum sampai ke taman. Gak mau, pokoknya aku mau ke taman. Jarang-jarang aku bisa keluar seperti ini loh kak" ucap Aurel.
"Em... yaudah deh. Tapi non gak boleh lari-lari seperti tadi ya" ucap Nessa.
"Iya kak, aku janji" ucap Aurel.
Karena sibuk berbincang dengan Nessa, tanpa sadar pemuda yang tadi Aurel tabrak sudah tidak ada di depannya lagi.
"Loh kemana pemuda tadi" ucap Aurel.
"Eh iya, kemana ya non" ucap Nessa.
"Duh, padahal aku belum minta maaf. Ternyata dia udah pergi gitu aja" ucap Aurel.
"Yaudah non, mungkin dia ada urusan. Karena itu dia buru-buru pergi" ucap Nessa.
"Oh iya yah. Yaudah kita ke taman yuk kak" ajak Aurel.
"Ayo non" ucap Nessa.
Sedangkan di sisi lain, pemuda yang Aurel tabrak tadi sedang duduk di taman seorang diri.
"Gadis tadi, kenapa aku merasa ada yang istimewa dengannya. Apalagi matanya, dia punya mata yang sangat indah" batinnya.
"Eh tunggu, gue ngomong apa si. Kacau-kacau, kenapa otak gue bisa mikirin gadis tadi si" gumam Excel.
Iya, pemuda yang tadi Aurel tabrak adalah Excel Anderson. Seorang pemuda berusia 18 tahun yang selama ini terkenal dingin dan cuek dengan para gadis.
Tapi entah kenapa tiba-tiba Excel bisa memikirkan gadis yang baru saja dirinya temui. Saat sedang memikirkan gadis tersebut, tiba-tiba Ada yang menepuk pundaknya.
"Excel" panggilnya.
"Astaga dad, kirain siapa" ucap Excel yang sedikit terkejut.
"Wah kenapa nih sama putra dingin Daddy. Gak biasanya kamu melamun. Tunggu, kamu lagi memikirkan seorang gadis ya" ucap Daddy Edgar.
Iya, Excel adalah anak dari Edgar Anderson dan Elena Anderson. Excel adalah putra tunggal mereka yang memiliki sifat dingin dan irit bicara.
"Apa si dad gak jelas deh" ucap Excel.
"Alah, gak usah bohong kamu. Dari ekspresi muka kamu aja Daddy bisa baca" ucap Edgar.
"Gak usah ngaco deh dad. Lagian ngapain Daddy kesini si" ucap Excel.
"Mau ajak kamu ke kantor lah. Lagipula hari ini kamu bolos sekolah kan, jadi lebih baik kamu ke kantor buat belajar bisnis".
"Nantinya kamu juga kan yang akan meneruskan bisnis keluarga Anderson" ucap Daddy Edgar.
"Gak ah males, lagian Daddy kan masih muda belum waktunya pensiun. Jadi buat apa aku buru-buru terjun ke dunia bisnis" ucap Excel.
"Apa kamu bilang. Ingat Excel, kamu adalah putra tunggal Daddy. Kedepannya kamu yang akan bertanggung jawab dengan perusahaan keluarga kita. Jadi kamu gak boleh malas belajar" ucap Daddy Edgar.
"Yaudah iya iya, tapi gak hari ini dad. Aku masih mau menemani opa di sini" ucap Excel.
"Em yaudah deh, tapi lain kali kamu harus mau kalau Daddy minta buat belajar bisnis" ucap Edgar.
"Iya iya" ucap Excel.
"Yaudah kalau gitu, Daddy balik ke kantor dulu. Titip opa sama mommy kamu ya" ucap Edgar.
"Iya dad. Udah sana balik ke kantor" ucap Excel.
Sedangkan Aurel sendiri yang sudah sampai di taman langsung tersenyum senang.
"Wahh akhirnya aku bisa merasakan sedikit kebebasan" gumam Aurel sambil merentangkan kedua tangannya untuk menghirup udara.
"Em kak Nessa" panggil Aurel.
"Iya non" jawab Nessa.
"Kakak tahu gak si apa alasan mommy dan Daddy selalu melarang aku keluar?" ucap Aurel.
"Saya kurang tahu non, mungkin karena non Aurel itu perempuan. Jadi tuan dan nyonya sangat menjaga non Aurel" ucap Nessa.
"Iya tapi gak selalu melarang aku keluar juga kak. Kalau boleh jujur aku bosan tahu kak selalu berada di mansion. Aku pengin kaya anak-anak lain yang bisa bebas bermain keluar".
"Aku pengin kaya kakak-kakak yang lain yang bisa bebas beraktivitas di luar. Kakak tahu, setiap aku melihat kak Diego memakai seragam sekolah, sebenarnya aku sangat iri".
"Aku juga mau seperti kak Diego" ucap Aurel.
Nesa sendiri hanya bisa terdiam mendengar curahan hati gadis yang selama ini sudah dirinya anggap sebagai adiknya sendiri.
"Ah udahlah, daripada bingung lebih baik aku menikmati kebebasan sebentar ini" ucap Aurel.
Aurel yang sedang melihat-lihat sekitar taman tanpa sengaja matanya tertuju pada seorang pemuda yang sedang duduk seorang diri di bangku taman.
"Eh tunggu, itu bukannya pemuda yang aku tabrak tadi ya".
"Iya itu dia. Aku harus minta maaf. Tadi aku belum sempat minta maaf tapi dia udah pergi gitu aja. Aku juga belum tanya keadaannya gimana. Apa ada yang sakit atau gimana" gumam Aurel.
"Em kak Nessa, kakak tunggu disini sebentar ya" pinta Aurel.
"Loh non Aurel mau kemana?" tanya Nessa.
"Kesana sebentar. Udah kakak disini aja oke" ucap Aurel.
"Eh tapi non, ingat ucapan mommy non Aurel. Saya harus selalu berada di sisi non Aurel. Jadi saya harus ikut kemanapun non Aurel pergi" ucap Nessa.
"Huft ... yaudah deh" ucap Aurel pasrah.
Sedangkan Excel yang melihat gadis yang entah kenapa selalu berada dipikirannya merasa terkejut saat melihat gadis tersebut berjalan kearahnya.
"Itu bukannya gadis tadi" batin Excel.
"Hai kak, aku yang tadi gak sengaja nabrak kakak" ucap Aurel saat sampai di dekat Excel.
"Hem. Kenapa ya" ucap Excel berusaha bersikap dingin seperti dirinya yang selalu bersikap seperti itu pada gadis-gadis lain.
"Em itu kak, aku cuma mau minta maaf. Dan satu lagi, kalau kakak merasa ada yang sakit karena aku tabrak tadi kakak langsung aja berobat. Nanti biayanya biar aku yang bayar" ucap Aurel.
"Gak perlu, gue baik-baik aja kok" ucap Excel mencoba bersikap acuh walaupun sebenarnya hatinya berdebar.
"Syukurlah kalau kakak baik-baik aja. Aku cuma mau pasti-in itu aja kok. Oh iya, kita belum kenalan. Namaku Aurel, kalau nama kakak siapa?" ucapnya.
"Aurel, nama yang manis seperti wajahnya" batin Excel.
"Excel" jawabnya.
"Oh kak Excel, salam kenal ya" ucap Aurel yang merasa senang karena ini pertama kalinya dirinya berkenalan dengan seseorang.
"Hem" ucap Excel.
"Yaudah aku cuma mau minta maaf aja. Kalau gitu aku gak ganggu kakak lagi. Dah kak Excel" ucap Aurel.
"Hem" ucap Excel lagi.
"Kak Excel lagi sakit gigi ya" ucap Aurel dengan polos.
"Maksudnya?" tanya Excel.
"Iya, kakak lagi sakit gigi atau kenapa. Perasaan dari tadi jawabnya Hem terus" ucap Aurel dengan polos.
Excel sendiri sedikit terkejut dengan ucapan gadis di depannya. Jika biasanya gadis-gadis yang bertemu dengannya pasti berusaha untuk tebar pesona tapi tidak dengan gadis didepannya saat ini.
"Gadis ini lucu banget si, udah gitu polos lagi" batin Excel.
bagus sekali alurnya sama gak sabar nunggu bagaimana reaksinya saat pertama kali masuk kelas
akhirnya bisa sekolah umum ya😄