NovelToon NovelToon
Kembali Bertemu Bukan Bersatu

Kembali Bertemu Bukan Bersatu

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Beda Dunia / Keluarga / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Romantis / Cintamanis / Romansa
Popularitas:5k
Nilai: 5
Nama Author: byyyycaaaa

Dulu, aku adalah gadis ceria yang percaya bahwa cinta adalah segalanya. Bertahun-tahun aku menemani setiap proses hidupnya, dari SMA hingga bangku kuliah. Namun, kesetiaanku dibalas dengan pemandangan yang menghancurkan jiwa di sebuah kost di Jogja. Tanpa sepatah kata, aku pergi membawa luka yang mengubah seluruh hidupku.

Tiga tahun berlalu. Aku bukan lagi gadis lembut yang mudah tersipu. Aku telah membangun tembok es yang tebal di hatiku, menjadi wanita karier yang dingin, kaku, dan menutup diri dari setiap laki-laki yang mencoba mendekat.

Namun, takdir seolah sedang bercanda. Di perusahaan tempatku sukses berkarier, ia kembali muncul sebagai rekan kerjaku. Sosok pria pengkhianat yang dulu sangat kucintai, kini harus berada di hadapanku setiap hari.

Saat kenangan pahit itu kembali menyeruak, dan rasa mual muncul setiap kali melihat wajahnya, seorang wanita dari masa lalu itu muncul kembali. Apakah pertemuan ini adalah kesempatan untuk sembuh, atau justru cara takdir untuk semakin m

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon byyyycaaaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

Aku masih menggenggam erat tangan Arlan saat pintu ruang ICU bergeser terbuka perlahan. Suster memberikan isyarat bahwa waktu kunjunganku sudah habis. Dengan berat hati, aku mencium punggung tangan Arlan sekali lagi—janji dalam diam bahwa aku akan kembali—sebelum melangkah keluar dengan tubuh yang masih terasa limbung.

Namun, langkahku terhenti seketika di depan pintu kaca.

Di sana, di kursi tunggu koridor yang dingin, ayah dan ibu Arlan sudah disana mereka baru kembali dari kantin rumah sakit , Ibu Arlan memegang tasbih, matanya sembap, sementara ayahnya tertunduk lesu dengan bahu yang merosot.

Duniaku mendadak berputar. Ingatan tentang betapa kasarnya aku pada mereka tiga tahun lalu menghantamku seperti godam. Aku pernah mendatangi rumah mereka, meneriakkan kata-kata kotor, menyebut putra mereka tidak beradab, dan memutus semua hubungan dengan hinaan yang menyakitkan.

"Ran..." panggil Bang Haris lirih, menyadari keberadaanku.

Ibu Arlan mendongak. Begitu matanya bertemu denganku, ia berdiri dengan gemetar. Aku mematung, siap menerima tamparan atau cacian yang pantas kudapatkan. Namun, wanita itu justru melangkah mendekat dan memelukku erat.

"Rania... Arlan di dalam terus memanggil namamu, Nak," isaknya pecah di bahuku. Tidak ada benci, hanya ada kesedihan seorang ibu yang hancur. "Maafkan Arlan jika dia salah, tapi tolong... jangan tinggalkan dia lagi. Hanya kamu yang dia punya dalam pikirannya."

Tangisku pecah seketika. "Ibu... maafkan Rania. Rania yang salah... Rania sudah jahat pada Ibu dan Bapak..."

Kami terisak bersama di koridor itu, disaksikan oleh sunyinya rumah sakit. Bapak Arlan mendekat, menepuk bahuku pelan dengan tangan yang gemetar. "Sudahlah, Nak. Yang penting Arlan sudah melewati masa kritisnya. Kami tahu kamu anak baik."

Bang Haris yang sejak tadi memperhatikan, segera merangkul bahuku. Ia tahu kondisi fisik dan mentalku sudah di ambang batas. Ponsel di saku blazer-ku terus bergetar—teror dari Harva yang tidak berhenti—namun Haris segera mengambil ponsel itu dan mematikannya.

"Pak, Bu," ucap Bang Haris sopan pada orang tua Arlan. "Saya izin membawa Rania pulang sebentar. Dia belum istirahat sejak kemarin dan syoknya cukup berat. Saya janji sore nanti dia akan kembali ke sini."

Ibu Arlan mengangguk sambil mengusap air mataku. "Pulanglah, Nak. Istirahat. Biar Ibu dan Bapak yang jaga di sini."

Di dalam mobil, kepalaku bersandar di kaca jendela yang dingin. Bang Haris menyetir dalam diam, memberiku ruang untuk bernapas. Jalanan Jakarta yang mulai sibuk oleh orang-orang yang berangkat kerja terasa sangat asing. Mereka memulai hari dengan semangat, sementara aku baru saja mengakhiri tiga tahun penuh kebencian yang sia-sia.

"Abang akan antar kamu ke apartemen," ujar Bang Haris memecah keheningan. "Kunci pintu, mandi, dan tidur. Jangan nyalakan ponsel. Biar Abang yang urus bajingan bernama Harva itu."

"Bang, dia mengancam karierku. Dia bilang Siska bukan satu-satunya saksi yang bisa dibeli," bisikku parau.

Bang Haris mencengkeram kemudi dengan kuat, rahangnya mengeras. "Dia pikir dia bisa membeli segalanya dengan uang. Dia lupa kalau kebenaran punya jalannya sendiri. Kamu punya aku, Rania. Dan kamu sekarang punya Arlan yang sedang berjuang untuk bangun. Itu lebih dari cukup untuk menghancurkan orang seperti Harva."

Begitu sampai di depan gedung apartemen, Haris memastikan aku masuk ke lobi dengan aman. Aku berjalan menuju lift seperti raga tanpa nyawa.

Saat aku memasuki unit apartemenku, bau ruangan ini terasa berbeda. Dulu, aku bangga dengan apartemen ini karena ini adalah simbol kemandirianku dari "pengkhianatan" Arlan. Sekarang, tempat ini terasa seperti monumen kebodohanku.

Aku melepas blazer-ku yang sudah kusut, dan saat itulah selembar kertas kecil jatuh dari sakunya. Itu adalah nota makanan yang dulu kubawa ke kost Arlan di Jogja—nota yang kusimpan selama tiga tahun sebagai pengingat luka.

Aku meremas kertas itu, tapi tidak membuangnya. Aku akan menyimpannya sebagai pengingat bahwa mulai hari ini, Rania sang "Ratu Es" telah mati. Aku akan bangkit, bukan sebagai gadis ceria yang naif, tapi sebagai wanita yang akan menuntut balas pada siapa pun yang telah mencuri tiga tahun kebahagiaanku dan Arlan

1
Ayudya
rania kalau kamu terus sendiri dan harus terpuruk dengan masa lalu ga bagus juga si menurut aku yga ada Mala kamu di anggap belum bisa menghilangkan bayangan masa lalu kamu🤣🤣🤣🤣
Ayudya
aku suka dengan karakter Rania tegas dan ga menye menye🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Dinar David Nayandra
si harga kok tau smpe datail gtu ya ada mata mata dia kayanya
Nur Atika Hendarto
lanjut kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!