NovelToon NovelToon
Happy Ending ?

Happy Ending ?

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir
Popularitas:275
Nilai: 5
Nama Author: Ar's

​"Briar" adalah seorang wanita muda berusia 20-an yang tengah berjuang menata kembali hidupnya. Terluka oleh trauma masa kecil dan kehilangan berbagai hal berharga, ia harus bertahan di dunia seorang diri.

​Kesederhanaan, kepolosan, dan paras cantiknya tanpa sengaja mempertemukannya dengan Adrian, tetangga baru yang juga seorang CEO muda penuh kesempurnaan.

Tanpa ragu, Adrian masuk ke dalam hidup Briar, dan dalam waktu singkat, hubungan mereka berlabuh dalam ikatan pernikahan. Untuk pertama kalinya, Briar merasakan kebahagiaan yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.

​Namun, di balik hangatnya sikap sang suami, pertanyaan-pertanyaan kelam mulai menghantui:

​Mengapa pria sesempurna Adrian begitu terburu-buru menikahinya?

​Rahasia gelap apa yang disimpan Adrian rapat-rapat?

​Ketika takdir mulai mempermainkan segalanya, sanggupkah cinta mereka bertahan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ar's, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku pergi

Aku terbangun, menatap wajah suamiku yang tengah tertidur lelap di sampingku dan berfikir tentang kapan aku harus meninggalkannya. Apakah di saat kami pergi untuk sarapan nanti, atau di saat mas Adrian tengah lengah.. Entahlah, rasanya sakit sekali setiap kali aku memikirkan bagaimana caranya menghilang dari kehidupan mas Adrian. Pastinya mas Adrian akan sedih sekali dan bagaimana dia akan menghadapinya kelak.

Akan tetapi aku tidak boleh luluh hanya karena mengasihaninya.. Aku harus egois demi harga diriku dan demi masa depanku yang lebih baik. Tidak mungkin aku memaafkannya.. Rasa benciku sebesar rasa cintaku. Aku harus berani bertindak dan mulai melangkah pergi meski hatiku tidak ingin. Aku harus kuat, bukankah aku pernah menghadapi masalah yang sama besarnya sebelumnya? Bahkan di usiaku yang masih sangat muda aku sudah harus kehilangan segalanya.. Lalu mengapa aku harus takut kehilangan pria yang pernah melecehkanku dan membuatku hancur..?

Jika saja kamu jujur mas, dan tidak menikahiku.

-

Tepat pukul 03.00 pagi, aku diam-diam keluar dari tenda kami. Aku fikir inilah saatnya untuk pergi tanpa mas Adrian sadari.

Maafkan aku mas..

Akupun mulai berjalan berlahan-lahan memberanikan diri menuju kerumah pamanku dengan berjalan kaki. Untungnya rumah pamanku cukup dekat dengan lokasi perkemahan.

-

Tok..tok..tok !?

"Paman..?".

"Paman..?? Ini aku Briar..".

Aku mengetuk pintu rumah pamanku, sambil memanggilnya agar paman segera membuka pintunya.

"Iyaa.. sebentar..". Jawab pamanku terdengar dari dalam rumahnya.

Pintu pun mulai terbuka, dan kulihat pamanku sedang berdiri di pintu dan merasa terkejut atas kedatanganku.

"Lho..? Briar..? Ayo masuk dulu..". Ucap pamanku, yang sekarang sudah terlihat mulai menua.

"Mana suamimu.. Kenapa sendirian..?". Tanya pamanku.

Aku tidak menjawab paman dan hanya menundukan wajahku.

"Paman, bolehkah aku minta tolong? Bisakah paman antarkan aku pulang ke kota sekarang..?". Tanyaku pada paman dengan rasa takut.

"Iya, bisa.. tapi paman mau tau dulu, sebenarnya ada apa sama kamu sampai-sampai kamu tiba di sini di jam 3 pagi..". Tanya paman mendesakku untuk menjawab.

"Tadinya aku dan mas Adrian sedang berkemah disini, hanya saja kami sedang ada masalah dan kami mulai cekcok, jadi aku ingin menjauh terlebih dahulu untuk sementara waktu..". Jawabku pada paman.

"Menurut paman sebaiknya kamu menginap dulu disini, besok suruh suamimu menjemputmu disini". Ucap Paman.

"Tapi paman, aku ingin pulang ke kota saat ini juga. Karena besok pagi aku ada urusan yang harus aku selesaikan. Atau, jika paman tidak bisa mengantarku, maka biarkan aku pergi menggunakan bus. Antarkan saja aku ke loket dan aku akan menunggu disana". Ucapku dengan tegas agar paman mau mengantarku pulang detik ini juga.

"Ya sudah, biar paman yang antar kamu ke kota, lagi pula paman juga ada urusan mendesak disana. Tapi kamu harus janji, kalau kamu harus benar-benar pulang kerumahmu dan jangan pergi kemana-mana sebelum kamu menyelesaikan masalah sama suamimu..". Ucap paman yang segera bergegas bersiap mengantarku ke kota.

"Baik paman, terimakasih..". Ucapku pada paman yang akhirnya mau mengantarkanku.

-

Akhirnya aku tiba di kota, butuh waktu hampir 5 jam untuk tiba. Dan waktu sudah menunjukan pukul 8 pagi. Pamanku hanya menurunkanku di depan pagar dan tidak mampir terlebih dahulu, mungkin karena ia sedang punya urusan yang mendesak.

Aku pun segera berlari masuk kedalam rumah dan mulai mengambil baju-bajuku lalu memasukannya kedalam koper. Aku hanya membawa uang tabungan, hasil dari keringatku sendiri, dan memilih untuk meninggalkan semua kartu-kartu serta fasilitas-fasilitas dan benda-benda berharga yang mas Adrian berikan padaku. Aku juga meninggalkan Flashdisk yang berisi file-file tentang jurnal-jurnal itu. Serta sebuah surat yang aku buat untuk mas Adrian.

Sungguh berat bagiku untuk pergi, namun hanya ini yang bisa ku lakukan dan harus secepatnya aku lakukan.

Maafkan aku..

Aku harus pergi mas..

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!