Sambil membawa surat hasil pemeriksaan kehamilannya, Kinan berlari menuju ruangan suaminya. Dia tidak sabar menyampaikan pada suaminya kalau dia hamil. Tapi saat akan membuka pintu,
"Bima, istriku mengantarkan istrimu ke rumah sakit. Katanya ke dokter kandungan, mungkin Kinan hamil. Lantas bagaimana dengan Agnes?"
"Bagaimana apanya? tiga tahun ini baik-baik saja kan? tinggal 2 tahun lagi, Agnes tidak perlu lagi sembunyi di luar negeri!"
Deg
Mata Kinan memerah, wanita yang telah menabrak ibunya hingga tewas. Dan mendapatkan hukuman selama lima tahun di penjara, bagaimana bisa berada di luar negeri?
"Kamu keterlaluan, kalau sampai Kinan mengetahuinya. Dia akan sangat marah padamu! jangan bawa-bawa aku ya, Bella itu sahabat baik Kinan. Kalau dia tahu, habislah aku!"
Hati Kinan hancur mendengar suaminya malah tertawa.
"Dia tidak akan tahu, kalaupun tahu dia bisa apa? Kinan sudah tidak punya siapa-siapa selain aku. Satu kata dariku, dia akan patuh!"
'Tega kamu mas' batin Kinan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21
Sementara Bima yang memang juga sudah sampai sepuluh menit yang lalu, memilih untuk tinggal hotel. Kalau biasanya, dia akan langsung datang ke villa milik Agnes. Kali ini Bima memilih untuk tinggal di hotel saja. Lagipula dia juga hanya akan datang besok malam untuk makam malam dan memberikan kado.
Saat ini pikirannya benar-benar kacau. Bima bahkan langsung meminta Betrand untuk memesankan hotel, dan kembali saja ke tempatnya. Karena dia benar-benar hanya ingin istirahat.
Ketika di kantor, Bima bilang pada Leo akan makan di pesawat saja. Tapi, pada akhirnya dia bahkan tidak menyentuh makanan apapun di pesawat. Nafsu makannya hilang, sama sekali tidak punya selera untuk makan.
Begitu Betrand pergi, yang dilakukan oleh Bima juga hanya duduk di balkon kamarnya. Dan minum, minuman yang menurutnya bisa membuatnya cepat tidur dan sejenak melepaskan semua masalah yang terus menganggu pikirannya.
Tiga tahun yang lalu, dia sungguh tak pernah terganggu dengan Kinan. Bahkan dia berpikir, dia tidak mungkin akan mencintai wanita yang terlihat sederhana dan tidak menarik seperti Kinan. Selain cantik, baginya tidak ada yang istimewa dari Kinan. Hingga dua tahun pernikahan, dia baru merasa kalau Kinan itu memang pilihan tepat untuk dijadikan seorang istri. Seratus persen dirinya di dedikasikan untuk mengurus semua keperluan Bima lahir dan batin. Mendengar kata cerai yang diucapkan Kinan, hati Bima sungguh bergejolak. Seolah tak mau kehilangan sosok patuh dan cantik itu.
**
Sementara itu di hotel tempat Kinan dan Bella menginap. Keduanya sudah kembali setelah memastikan tempat tinggal dari wanita yang selama ini lolos begitu saja dari hukuman yang seharusnya ditanggungnya.
Bella masih kesal, sebenarnya dia terlihat lebih kesal dari Kinan. Bahkan begitu sampai di kamarnya, Bella membanting tasnya di sofa.
Duk
Tas itu mahal sekali, tapi yang namanya orang kesal. Mana memikirkan semua hal itu.
Bella menuang air ke dalam gelas, setengah lebih dari ukuran gelas. Lalu di minum semuanya sampai habis.
"Villa itu, aku benar-benar kesal melihat villa itu!" pekik Bella.
Namun berbeda dengan Bella, Kinan justru dengan santai duduk di sofa. Dia hanya menghela nafas beberapa kali. Dan tampak memikirkan sesuatu. Sesuatu yang membuatnya semakin tersadar. Bima memang telah merencanakan semua ini sejak lama. Dua tahun lagi, mungkin saja pria itu akan membuang Kinan begitu saja. Setelah masa hukuman yang seharusnya Agnes jalani berakhir. Setelah dia tidak perlu bersandiwara lagi.
"Bagaimana kalau kita bakar saja villa itu, Kinan?"
Bella benar-benar membuat Kinan mengangkat kedua alisnya.
"Bella..." ucapnya yang menganggap ucapan Bella itu candaan.
"Aku kesal, sumpah!"
Bella kembali menyandarkan kepalanya di sofa. Dia saja yang statusnya hanya teman Kinan, merasa sangat kesal. Rasanya dia sungguh ingin membakar villa itu. Biar heboh sekalian. Sayangnya tempat ini bukan tempat dimana dia bisa bertindak seenaknya lalu bisa di cover oleh ayahnya.
"Tunggu! bagaimana kalau kita live streaming saja saat memergoki suamimu merayakan ulang tahun pembunuhh itu?" tanya Bella yang memiliki ide cukup ekstrim.
Kinan memang tidak paham hukum. Tapi, dia banyak mendengar tentang masalah seperti itu.
"Coba tanyakan pada paman Gustaf, setahuku menyebarkan informasi dan privasi orang yang tanpa ijin, bisa di tuntut. Ini bukan di negara kita, keluarga Tanisa pun mungkin akan kesulitan menyelesaikan masalahnya nanti!" kata Kinan.
Bella pada akhirnya mengangguk.
"Kamu benar juga, yang namanya orang emosi kan kadang tidak bisa berpikir jernih! aku akan tanya pada paman Gustaf"
Tanpa menunggu lagi, Bella bahkan segera keluar dari kamar hotel. Kinan juga mengikutinya, dia juga ingin tahu dia harus bagaimana besok. Apa saja yang boleh dan tidak boleh dia lakukan atau katakan. Supaya tidak membuat masalah juga untuk Bella dan pamannya.
Bella mengetuk pintu kamar hotel, dimana pamannya berada. Keduanya dipersilahkan masuk oleh pengacara Gustaf. Bella pun segera mengatakan apa yang ingin dia ketahui.
Pengacara Gustaf mengangguk perlahan.
"Sebaiknya jangan Bella"
Bella terlihat kecewa. Dia sudah sangat excited tadi. Ingin menunjukkan wanita yang tidak tahu malu itu ke seluruh alam media sosial.
"Kita hanya bisa mengambil rekaman untuk dijadikan barang bukti. Yang artinya, rekaman itu selain kita pihak penuntut, hanya pihak petugas dan pengadilan saja yang tahu. Tidak untuk diumbar di khalayak umum. Kalau wanita itu tidak terima, justru bisa menjadi tuntutan hukum yang serius karena sudah melanggar privasi ke publik. Sekarang sudah ada aturan yang mengatur, hal itu ditetapkan tahun 2023. Sudah sah!"
Bella menghela nafas panjang. Sementara Kinan juga hanya mengangguk paham. Dia juga tidak ingin mengumbar aib siapapun. Dia hanya ingin keadilan untuk ibunya.
"Baiklah paman!"
"Istirahat lah Bella, paman tahu seperti apa kamu. Kalau kamu memang tidak terlalu kesal. Kamu bahkan tidak akan mungkin punya pemikiran seperti itu. Tapi kita datang memang hanya untuk bukti yang diperlukan. Segala sesuatu yang memang tidak perlukan. Sebaiknya memang jangan kita lakukan!"
Dan malam itu berakhir dengan obrolan santai tentang apa saja yang kemungkinan akan terjadi besok. Termasuk kalau Bima menggunakan anak buahnya yang di sini untuk menekan mereka. Mereka juga sudah mengantisipasinya, mereka akan gunakan sambungan tak terputus ke kantor firma Tanisa. Setidaknya itu akan membuat Bima berpikir ulang kalau mau menghilangkan barang bukti yang akan mereka ambil nanti.
Malam semakin larut, Kinan dan Bella sudah kembali ke kamar. Baru saja, Zayn dan Sasha menghubungi mereka.
"Tidurlah Kinan, semua akan baik-baik saja!"
Kinan mengangguk. Dia memejamkan matanya, meski pikirannya benar-benar tak bisa istirahat. Dia terus mengira-ngira, apa dia akan sakit hati besok begitu melihat Agnes? seseorang yang bahkan dengan tidak tahu malunya, kabur keluar negeri dengan cara curang, tanpa mau mempertanggungjawabkan perbuatannya yang begitu kejam pada ibunya Kinan.
Apakah emosinya besok bisa dia kendalikan? bagaimana pun ketika dia pertama kali melihat Agnes secara langsung di pengadilan, tiga tahun yang lalu. Dia nyaris menyerang Agnes. Kinan berpikir, apakah dia masih akan melakukan hal itu nanti?
***
Bersambung...