Isabella adalah mantan pembunuh bayaran paling berbahaya dan paling di takuti di dunia gelap. Selama bertahun-tahun tangannya telah berlumuran darah.
Namun semuanya berubah saat Isabella menemukan seorang bayi perempuan di depan apartemennya. Sejak saat itu dia memutuskan pensiun demi keselamatan anaknya. Tapi sayangnya sang bos tidak menyukai itu, hingga dia membunuh anak Isabella karena menganggap jika anak itu adalah penghalang Isabella.
Melihat sang putri tewas, Isabella marah dan mulai memburu satu persatu orang yang telah membunuh putrinya. Setelah dendamnya terbayar, Isabella memutuskan untuk mengakhiri hidupnya sendiri.
Namun kematian ternyata bukan akhir baginya, karena setelah membuka mata kembali. Isabella mendapati dirinya berada di tubuh seorang wanita bernama Isabella Iris, seorang ratu yang di buang dari istananya sendiri.
Bagimana kisah Isabella selanjutnya....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nitaastri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 15 Kontrak Naga Hitam 1
Sejak pertarungan Isabella dengan beberapa monster tadi, naga hitam itu tidak pernah berhenti mengamati Isabella. Tatapannya terus mengikuti setiap gerakan Isabella, terlebih saat Isabella menggunakan sihir elemen Es, salah satu elemen sihir yang cukup langka. Selain elemen es, sang naga juga di buat terkejut dengan sihir elemen air Isabella, bahkan Isabella juga ternyata memiliki kekuatan penyembuh yang biasanya hanya di miliki oleh para Saintess.
"Siapa sebenernya gadis ini?" Batin Sang naga sambil menyipitkan matanya.
Sejak pertama kali bertemu Isabella, ia memang sudah merasakan sesuatu yang berbeda dari gadis itu. Aura sihir Isabella sangat besar, bahkan terlalu besar. Ia belum mengetahui berapa banyak elemen yang dimiliki Isabella, namun dari apa yang baru saja dilihatnya naga hitam itu yakin bahwa Isabella bukan hanya memiliki satu atau dua elemen. Dia mungkin mampu mengendalikan beberapa elemen, tatapan naga itu kemudian beralih kepada Aeron. Sekarang ia mulai memahami alasan Aeron memilih Isabella sebagai tuannya, bukan tanpa alasan raja harimau tersebut mau memberikan kesetiaannya kepada gadis itu.
Setelah beberapa saat mengamati, naga hitam itu akhirnya berjalan mendekati Isabella. Isabella yang sedang membersihkan sisa-sisa kotoran dari pakaiannya menoleh.
"Ada apa?" Tanya Isabella, dengan tatapan tajam yang menusuk.
Naga hitam itu berhenti beberapa langkah di depannya dia bergidik saat melihat tatapan Isabella, tatapan itu begitu tajam dan dingin seolah mampu mencabik-cabik dirinya.
"Aku ingin menjadi hewan kontrakmu." Kata naga itu sambil menundukkan kepalanya ke arah Isabella.
Isabella terdiam, dia sama sekali tidak menyangka bahwa naga besar itu tiba-tiba menawarkan dirinya untuk menjadi hewan kontraknya.
"Hah?"
Ia menatap naga tersebut dengan wajah bingung.
"Kau ingin menjadi apa?" Tanya Isabella, ingin memastikan kembali jika ia tidak salah dengar.
"Aku ingin menjadi hewan kontrakmu." Ulang Sang naga.
"Kenapa tiba-tiba?" Tanya Isabella, dengan mengernyitkan keningnya tampak bingung.
"Aku sudah mengamatimu sejak kau bertarung dengan beberapa monster tadi."
Isabella hanya diam Ia tidak menyela sedikitpun, membiarkan Sang Naga menyelesaikan perkataannya.
"Aku melihat bagaimana kau menggunakan sihir es dan air, penguasaanmu terhadap kedua elemen itu sangat baik bahkan kekuatanmu jauh lebih besar daripada manusia pada umumnya."
Naga itu kemudian kembali melanjutkan.
"Setelah itu aku melihatmu menggunakan sihir penyembuh kekuatan yang tidak di miliki oleh setiap penyihir, bisa di bilang kekuatan penyembuh selama ini hanya di miliki oleh para Saintess saja." Ucap Sang naga menjelaskan alasannya ingin menjadikan Isabella sebagai tuannya. Sedangkan Isabella yang mendengar itu, menatap takjub kedua tangannya. Ternyata dia sekuat itu, itu artinya dia bisa dengan mudah membunuh semua monster di hutan ini.
Isabella seketika menyeringai, mulai membayangkan kehidupannya beberapa hari kedepan.
"Jadi?" Tanya Isabella sambil bersedekap dada.
"Aku juga bisa merasakan jumlah mana yang sangat besar di dalam tubuhmu." Kata Naga Hitam itu sambil menatap Isabella serius.
"Aku tidak tahu elemen apa saja yang kau miliki, namun aku yakin kau mampu mengendalikan lebih dari dua elemen itu."
Mendengar penjelasan Sang Naga, Isabella terdiam beberapa saat. Menatap Naga itu dengan lekat, seolah berusaha membaca setiap kebohongan dari ucapan Sang Naga barusan. Tapi dia tidak menemukan kebohongan apapun, sejujurnya Isabella belum tau apakah dia juga bisa menggunakan sihir lain lagi.
Naga itu kemudian melanjutkan.
"Aeron sudah memilihmu sebagai tuannya, sekarang aku mulai memahami alasannya."
"Karena kekuatan sihirku?" Tanya Isabella dengan nada penasaran.
"Bukan hanya itu."
Naga hitam menggeleng dengan tatapan serius.
"Yang membuatku tertarik adalah potensi yang ada di dalam dirimu." Lanjut Sang Naga.
Isabella mengerutkan keningnya, menatap Sang Naga dengan penuh tanda tanya.
"Potensi?" Tanya Isabella.
"Ya." Kata Sang Naga sambil mengangguk pelan.
Tatapan sang naga juga menjadi semakin serius.
"Aku sudah hidup sangat lama aku juga telah melihat banyak penyihir kuat, tapi jarang sekali aku menemukan penyihir dengan aura seperti yang kau miliki." Jawab Sang Naga
Naga itu lalu melangkah sedikit lebih dekat dengan Isabella tatapannya semakin serius, dia tidak pernah bermain-main soal keinginannya yang ingin menjadi hewan kontrak Isabella. Karena menurutnya hanya Isabella yang pantas untuknya, apalagi dia adalah satu-satunya Naga api yang tersisa. Di luar sana ada sangat banyak penyihir yang menginginkan dirinya, tapi dia tidak ingin terlibat sedikitpun dengan penyihir-penyihir itu.
Isabella tidak langsung menjawab, dia memilih diam dan membiarkan Naga hitam itu menyelesaikan ucapannya dulu.
"Jika aku menjadi hewan kontrakmu aku akan memberikan kekuatanku kepadamu, sebagai gantinya aku ingin melihat sejauh mana kau akan berkembang." Lanjut Naga itu.
Isabella menatap naga hitam itu cukup lama, seolah sedang mencoba memahami apa yang baru saja Naga itu katakan.
"Jika aku menerimamu, apa kau mau menuruti setiap perintah ku?" Tanya Isabella memastikan.
"Selama perintahmu tidak membuatku melakukan sesuatu yang bertentangan dengan kehendakku." Naga itu menjawab dengan tegas.
Isabella tersenyum tipis menanggapi perkataan Sang naga.
"Setidaknya kau jujur." Ujar Isabella.
Naga itu mengangguk pelan, lalu kembali menatap Isabella serius.
"Jadi?" tanya Naga itu dengan jantung berdebar, dia takut Isabella akan menolak dirinya.
Isabella akhirnya mengulurkan tangannya.
"Baiklah, aku setuju." Kata Isabella sambil tersenyum tipis.
Mata naga hitam itu sedikit melebar, dia merasa sangat bahagia. Sekarang dia tidak akan sendirian lagi, dia sudah menemukan tuan yang cocok untuknya.
"Benarkah?" Tanya Naga itu dengan mata berbinar.
"Kalau kau memang ingin menjadi hewan kontrakku, aku tidak punya alasan untuk menolak." Kata Isabella santai.
Naga hitam itu kemudian berdiri, lalu menundukkan kepalanya hingga menempel lembut pada Isabella. Isabella sempat terdiam, sedikit terkejut dengan tingkah Naga itu yang tiba-tiba.
"Kalau begitu, mari kita lakukan." Kata Naga itu penuh semangat.
Seketika sebuah lingkaran sihir muncul di bawah kaki mereka, cahaya hitam dan biru perlahan berputar membentuk pola rumit. Isabella merasakan tekanan sihir yang sangat kuat, angin mulai berputar di sekitar mereka, energi sihir mulai memenuhi seluruh hutan. Isabella merasakan sesuatu memasuki tubuhnya. Bukan rasa sakit, melainkan kehangatan, Naga itu lalu mengangkat salah satu cakarnya.
"Letakkan tanganmu di atas cakarku." Perintah Sang Naga, Isabella lalu mengikuti perintahnya.
Begitu tangan Isabella menyentuh cakar naga tersebut, lingkaran sihir langsung bersinar terang.
Lalu sebuah tanda berbentuk naga perlahan muncul di telapak tangannya, pada saat yang sama simbol yang sama muncul di dada naga hitam itu.
"Mulai sekarang, aku mengakuimu sebagai tuanku." Ucap Naga itu, Suara naga itu menggema menembus hutan itu.
"Aku akan menjadi pedangmu ketika kau membutuhkan kekuatan, perisaimu ketika kau membutuhkan perlindungan, dan sekutumu selama kau tetap mengakuiku sebagai hewan kontrakmu." Janji Sang Naga.
Kemudian cahaya yang mengelilingi mereka semakin terang, Isabella merasakan sebuah hubungan baru terbentuk di dalam pikirannya. Ia bisa merasakan keberadaan naga tersebut dan naga itu juga bisa merasakan keberadaannya.
Beberapa detik kemudian—
BOOM!
Gelombang sihir menyebar ke seluruh area hutan.
Bersambung