NovelToon NovelToon
Dendam Putri Yang Tertukar

Dendam Putri Yang Tertukar

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: Arjunasatria

Sejak bayi, Lin Yuxin ditukar demi kemewahan anak keluarga Chen... Chen Ruoxi. Bertahun-tahun disiksa di rumah orang asing, dia akhirnya kembali ke keluarga kandungnya, hanya untuk difitnah habis-habisan oleh Chen Ruoxi yang iri pada kecantikan Lin Yuxin, apalagi saat Kaisar menjodohkannya dengan Putra Mahkota Li Chen... Sifat iri nya semkin menjadi. Lin Yuxin dituduh wanita murahan sekaligus dalang percobaan racun, Lin Yuxin yang tak mampu membela diri pun dijatuhi hukuman mati... sementara pelayan setianya, Xiao Yan, dibungkam selamanya oleh Chen Ruoxi.

Namun takdir memberinya kesempatan kedua. Lin Yuxin bangkit kembali tepat di hari dia pertama menginjak rumah keluarga aslinya, membawa ingatan penuh tentang kehidupannya yang lalu. Kali ini, dia bersumpah, setiap fitnah akan dibalas, dan Xiao Yan tak akan mati lagi untuknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arjunasatria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30

Pintu gerbang belum berhenti bergetar dari bantingannya, dan ruangan itu masih sepi, ketika Xiao Yan muncul dari balik tirai, mengendap-endap seperti kucing yang baru saja mencuri ikan.

"Sudah selesai, Nona?" bisiknya, nyaris berbisik di telinga Yuxin. "Hamba dari tadi menguping di luar. Jantung hamba sampai mau copot."

"Kau menguping?" Yuxin menoleh, alisnya terangkat.

"Maaf, Nona," Xiao Yan menunduk sedikit, meski matanya masih berbinar penasaran, "habis hamba penasaran sekali. Daripada dengar kabar dari pelayan lain yang suka dilebih-lebihkan, lebih baik dengar langsung."

Lin Zhaoyi, yang baru saja menghela napas panjang setelah menyaksikan drama keluarga barusan, melirik ke arah Xiao Yan. "Kau ini, situasi segenting tadi masih sempat begini."

"Maaf, Tuan Muda," Xiao Yan membungkuk cepat, lalu menambahkan dengan nada lebih pelan, "habis kalau hamba ikut tegang terus, nanti malah tidak bisa membantu Nona dengan baik."

Yuxin tidak bisa menahan senyum kecil, meski rasa lelah masih terasa di pundaknya. "Kau selalu punya alasan, Xiao Yan."

Nyonya Su, yang sedari tadi duduk diam menahan air mata, akhirnya menghela napas panjang, mencoba tersenyum meski matanya masih basah. "Yuxin, Ibu minta maaf. Bertahun-tahun ini, Ibu terlalu sering menutup mata pada sikap Ruoxi. Mungkin kalau Ibu lebih tegas sejak awal..."

"Ibu tidak perlu menyalahkan diri sendiri," potong Yuxin lembut. "Yang penting sekarang, semuanya sudah jelas."

Lin Boqing masih berdiri di dekat jendela, menatap ke arah gerbang dengan wajah lelah. "Aku hanya berharap, ini benar-benar akhir. Bukan awal dari yang lebih buruk lagi."

"Kalau boleh hamba usul," Xiao Yan menyela, kali ini dengan sikap yang lebih terjaga, membungkuk sedikit sebelum bicara, "kecil kemungkinannya Nona Ruoxi diam saja. Orang yang baru diusir biasanya dua pilihan... pergi menjauh sambil menyesal, atau justru makin nekat membalas."

Semua orang di ruangan itu menoleh padanya.

"Maaf kalau lancang, Tuan dan Nyonya." tambahnya cepat, menunduk lagi.

"Tidak apa, Xiao Yan," Yuxin menatap pelayannya itu, antara geli dan sedikit bangga. "Kau benar. Dan sejak kapan kau jadi pintar begini pada hal semacam ini?"

"Sejak ikut Nona, pikiran hamba jadi ikut terbiasa menghitung langkah orang lain," jawab Xiao Yan, kali ini tersenyum kecil, tetap menjaga jarak sopan meski nadanya ringan.

Lin Zhaoyi mendengus, meski ujung bibirnya sedikit tertarik ke atas. Dia menatap Yuxin lebih serius. "Tapi dia benar. Ruoxi bukan tipe yang akan menerima kekalahan begitu saja. Kau harus hati-hati, terutama sekarang kau akan sibuk mempersiapkan diri di istana."

"Aku tahu," Yuxin mengangguk, menghapus sisa senyum di wajahnya, menggantinya dengan ketenangan yang lebih waspada. "Tapi untuk sekarang, biarkan dia merasakan dulu apa yang namanya kehilangan semuanya. Aku akan terus waspada takutnya dia akan berbuat nekad."

Yuxin menoleh pada Xiao Yan. "Kemasi barang-barangku. Kita kembali ke istana malam ini."

"Baik, Nona," Xiao Yan membungkuk, lalu menambahkan sedikit lebih pelan, dengan nada jenaka yang tetap terjaga, "kalau nanti ketemu pelayan istana yang sombong, boleh hamba yang urus duluan, Nona?"

Yuxin tertawa kecil, untuk pertama kalinya hari itu terasa ringan meski sebentar. "Lihat situasi dulu."

Malam sudah mulai turun ketika barang-barang Yuxin selesai dikemas. Dia melangkah ke ruang keluarga sekali lagi, tempat Lin Boqing dan Nyonya Su masih duduk, raut wajah keduanya masih menyimpan sisa kelelahan dari kejadian sore tadi.

"Ayah, Ibu," Yuxin membungkuk hormat, "aku pamit dulu. Li Chen sudah menungguku kembali ke istana malam ini, untuk mulai mempersiapkan jamuan teh minggu depan."

Nyonya Su bangkit, menggenggam kedua tangan Yuxin erat-erat. "Jaga dirimu baik-baik di sana, Yuxin. Istana itu jauh lebih rumit daripada rumah ini."

"Aku akan berhati-hati, Ibu," jawab Yuxin lembut.

Lin Boqing berdiri, menepuk pundak putrinya, caranya canggung namun tulus, seperti seorang ayah yang baru belajar menunjukkan kasih sayang secara terbuka. "Kalau ada apa-apa, kirim kabar. Jangan ragu meminta bantuan keluarga ini, meski kau sekarang punya status baru."

"Terima kasih, Ayah." Yuxin tersenyum, lalu menoleh pada Lin Zhaoyi yang berdiri di dekat pintu. "Kak Zhaoyi, terima kasih sudah membantu selama ini."

"Jaga dirimu," Zhaoyi hanya mengangguk singkat, tapi matanya menyiratkan lebih banyak daripada kata-katanya.

Setelah pamit, Yuxin melangkah keluar menuju kereta kuda yang sudah menunggu di halaman depan, Xiao Yan mengekor di belakangnya sambil memeluk buntalan kain berisi barang-barang pribadi mereka berdua.

Perjalanan kembali ke istana terasa berbeda dari keberangkatan pertama tadi pagi. Kalau tadi pagi dia berangkat dengan insiden yang nyaris bikin jantungan, kali ini kereta kudanya jauh lebih sederhana, hanya diiringi dua pengawal istana yang sejak tadi diam seperti patung.

Xiao Yan duduk di sampingnya, sibuk melipat-lipat kain yang baru saja dikemas terburu-buru, sesekali melirik keluar jendela kereta.

"Nona," Xiao Yan akhirnya bersuara, "boleh hamba tanya sesuatu?"

"Tanya saja."

"Kalau nanti hamba tinggal di istana juga, apa hamba masih boleh memukul orang kalau kurang ajar? Atau ada aturan khusus soal itu?"

Yuxin menoleh, menatap pelayannya dengan ekspresi antara geli dan menyerah. "Kenapa pertanyaan itu yang kau pikirkan sekarang?"

"Habis, istana itu kan penuh aturan," Xiao Yan mengerucutkan bibir, "takutnya hamba malah kena hukum duluan sebelum sempat membela Nona."

"Kurasa begitu," Yuxin menjawab pelan, "kita berdua perlu belajar banyak aturan istana dalam waktu dekat. Termasuk soal itu."

Xiao Yan mendesah pelan, menyandarkan kepala ke jendela kereta. "Semoga saja istana tidak serumit yang hamba bayangkan, Nona."

Di luar jendela, gerbang istana sudah mulai terlihat dari kejauhan, atapnya yang berlapis emas berkilau ditimpa cahaya bulan yang baru naik, menyambut kedatangan mereka untuk babak baru yang menanti.

1
Adi Sudiro
lama" muak ama ni cerita drama yg di ulang ulang ujung " nya matanya pada picek menjijik kan wassalam lah ku kira cerita nya agak lain dari yg lain ternyata sama saja alurnya..
Dessy C: Maaf ya akak kalau tidak sesuai harapan 🙏... terimakasih atas masukannya nanti akan di perbaiki ke depan nya 🙏🥰
total 1 replies
Yeni Astriani
saya kecewa sama Li cen sbg Putra Mahkota yang tidak mampu melindungi Putri Mahkota dr persengkokolan jahat Permaisuri Xuan terlalu mudah kena tipu daya Gu Yueran
kymlove...
selalu diam dan mengamati, sehingga telat untuk membela diri.... entah kenapa yuxin ini mengamati situasi terlalu lama, seakan berhati-hati sekali, tapi dengan selalu lama dalam mengambil tindakan terkesan membiarkan masalah terlalu terlambat untuk di selesaikan!
Dessy C: makasih akak masukan nya 🙏🥰
total 1 replies
Adi Sudiro
perkumpulan wanita culas.... 🤭🤭🤭
Adi Sudiro
lah kan memang bukan putri keluarga lin... lawak nih tuan besar... 🤭🤭
Dessy C: makasih akak komemn nya 🙏🫰
total 1 replies
kymlove...
bagus!! jika ruoxi masih tak tau diri.. dan tetap gak sadar diri...!! emang bener 2 benalu abadi sih ini!!
kymlove...
bilang aja jujur yuxin kalau ruoxi memberi mu hanfu sampah!!!
kymlove...: semangat trz kk🥰
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!