NovelToon NovelToon
Transmigrasi Ke Tubuh Istri Idiot Sang CEO

Transmigrasi Ke Tubuh Istri Idiot Sang CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:7.4k
Nilai: 5
Nama Author: Aplolyn

Karin terbangun dalam novel medioker sebagai istri idiot CEO dingin, Arlan. Mengetahui nasib tragis tokoh aslinya, Karin memutuskan berpura-pura tetap idiot agar tidak diceraikan dan dibuang.

Namun, tingkah konyolnya justru membuat Arlan yang biasanya kaku mulai merasa bingung sekaligus tertarik.

Di tengah intrik keluarga besar dan ancaman pelakor, Karin harus menyeimbangkan aktingnya yang absurd dengan rasa cinta yang mulai tumbuh nyata.

Apakah rahasia transmigrasinya akan terungkap, ataukah ia akan selamanya menjadi istri kesayangan sang CEO dalam topeng kebodohan yang lucu dan menggemaskan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aplolyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12

Eyang mengangkat alisnya yang lebat. "Hah? Perusahaan senilai seratus triliun kau tinggalkan demi seekor kucing?"

"Iya, Eyang!" Karin mengangguk yakin, wajahnya sangat serius. "Soalnya perusahaan kan bisa dicari lagi. Kalau Kak Arlan pinter, dia bisa bikin perusahaan baru. Tapi kalau kucingnya mati, kan nggak bisa hidup lagi! Lagian..." Karin menunduk sedikit, suaranya terdengar prihatin. "Kalau Kak Arlan selamatkan perusahaan tapi ninggalin kucing, nanti kucingnya mati dan jadi hantu. Hantu kucing nanti ngikutin Kak Arlan ke rapat, terus meong-meong di tengah presentasi. Nanti direksinya takut, klien kabur, perusahaan malah bangkrut! Jadi, selamatkan kucingnya biar nggak jadi hantu, Eyang!"

Hening.

Seluruh ruangan menahan napas, menunggu ledakan amarah Eyang.

Tapi kemudian, Eyang memukul-mukul tongkatnya ke lantai, tertawa terbahak-bahak. Tawa yang nyaring dan lepas. "Hahaha! Arlan! Istrimu ini... dia tidak serakah! Orang lain di keluarga ini pasti pilih perusahaan, tapi dia pilih kucing karena takut hantu! Dia bodoh, Nak Karin, tapi hatinya murni! Tidak ada niat jahat sedikit pun!"

Arlan yang sejak tadi tegang, perlahan menghela napas lega. Sudut bibirnya naik, menatap Karin dengan tatapan yang sangat lembut dan penuh kekaguman. Wanita ini... dia baru saja memutarbalikkan logika bisnis dengan ketakutan akan hantu kucing, dan kakekku malah memujinya.

"Karena kau punya hati yang tidak serakah dan murni," ucap Eyang, masih tersenyum lebar, "sebagai hadiah pernikahan, kakek akan memindahkan lima persen saham Dirgantara Group atas namamu mulai besok pagi."

Wajah Karin yang tadinya tersenyum bangga langsung membeku. Darahnya seolah berhenti mengalir.

*Lima persen saham?!* batin Karin berteriak histeris. *Itu senilai triliunan rupiah! Kalau aku punya saham segitu, aku bukan cuma jadi target pelakor, tapi juga target pembunuhan seluruh dewan direksi! Eyang, tolong! Aku cuma mau jadi istri idiot yang aman, bukan jadi konglomerat yang bakal dibunuh di bab dua puluh!*

"Te... terima kasih, Eyang..." ucap Karin, suaranya bergetar hebat.

Arlan memperhatikan perubahan drastis di wajah istrinya. Untuk pertama kalinya, Arlan melihat ketakutan yang nyata di mata Karin. Bukan ketakutan akting, tapi ketakutan seseorang yang menyadari bahwa ia baru saja memegang bom waktu.

Tanpa banyak bicara, Arlan melangkah maju, merangkul bahu Karin, dan menatap Eyang. "Terima kasih, Eyang. Tapi Karin masih butuh banyak pembelajaran. Biar aku yang urus sahamnya untuk sementara."

Eyang mengangguk setuju. "Bagus. Jagalah istrimu, Arlan. Dia mungkin bodoh, tapi dia adalah harta yang langka."

Saat mereka berjalan keluar dari *ballroom*, Arlan menunduk, membisikkan sesuatu di telinga Karin. "Kau takut memiliki saham itu, kan?"

Karin menelan ludah, mengangguk pelan. "Aku cuma mau makan es krim, Kak. Nggak mau makan peluru."

Arlan menatap istrinya. Tatapan dingin sang CEO telah hilang sepenuhnya, digantikan oleh sesuatu yang jauh lebih berbahaya bagi pertahanan hati Karin: rasa ingin melindungi. "Tenang saja," bisik Arlan. "Selama kau bersamaku, tidak ada yang akan menyentuhmu. Bahkan hantu kucing sekalipun."

***

Keesokan paginya, berita tentang transfer lima persen saham Dirgantara Group atas nama Karin sudah menyebar seperti virus di seluruh jaringan keluarga besar dan dewan direksi. Ponsel Karin yang sebenarnya jarang berdering kini tidak berhenti bergetar sejak pukul enam pagi.

Karin yang masih terbungkus selimut sutra, menatap layar ponselnya dengan mata setengah terpejam. Ada dua puluh tiga pesan masuk dari nomor-nomor tidak dikenal, lima panggilan tidak terjawab dari "Paman Hendra (Direktur Keuangan)", dan satu pesan suara dari Bibi Ratna yang isinya hanya teriakan selama empat puluh lima detik.

"Kalau aku jadi tokoh asli, aku pasti sudah panik," gumam Karin, membalikkan badan dan memeluk guling. "Tapi karena aku pura-pura idiot, aku bisa bilang semua orang ini salah sambung."

Ia membalas pesan Paman Hendra dengan satu kalimat: "Halo, ini siapa? Aku nggak punya paman. Paman aku cuma Paman Gober di kartun bebek." Lalu ia mematikan ponselnya.

Namun, ketenangan Karin tidak bertahan lama. Saat ia turun ke ruang makan dengan piyama bergambar alpukat, ia menemukan tamu yang tidak diundang sudah duduk di sofa ruang tamu.

Paman Hendra. Pria gemuk berusia lima puluhan dengan jas yang terlalu ketat dan keringat yang mengucur di dahinya meski AC ruangan sudah disetel ke suhu enam belas derajat. Di tangannya, ia memegang sebuah map kulit berwarna hitam.

1
Susi Nugroho
Lanjut
Susi Nugroho
Lanjutannya di tunggu
Susi Nugroho
Lanjut
ALEXIS A.😇
up kak
Susi Nugroho
Lanjut
Kucingku Hitam
seruu😍
lanjut kn thor💪
Susi Nugroho
,Lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!