NovelToon NovelToon
SISTEM IQ TAK TERBATAS

SISTEM IQ TAK TERBATAS

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Anak Genius
Popularitas:11.5k
Nilai: 5
Nama Author: Nissa Safira

Tommy Nugroho adalah siswa kelas 2 SMA yang harus tinggal kelas dan selalu menjadi bahan tertawaan karena nilai-nilainya yang hancur berantakan.

Kehidupannya yang menyedihkan dan penuh ejekan berubah drastis pada suatu malam ketika sebuah layar biru misterius muncul di kamarnya dan memberinya Sistem IQ Tak Terbatas.

Alih-alih memamerkan kejeniusan barunya yang kini mampu memecahkan masalah tersulit dalam hitungan detik, Tommy memilih untuk tetap berpura-pura menjadi murid bodoh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nissa Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13

Bruk!

Bagas mendorong tubuh kurus Dito hingga punggung anak itu menabrak dinding batu bata dengan keras.

"Ampun, Gas, maafkan aku," rintih Dito sambil memeluk tasnya melindungi dada.

"Gara-gara lo sok pintar dan gak mau bagi jawaban, nilai sejarah gue hancur dapat dua puluh empat!" teriak Bagas marah.

"Besok orang tuaku pasti dipanggil wali kelas, dan ini semua gara-gara lo!"

Reno langsung maju dan menendang tulang kering Dito hingga anak itu jatuh terduduk di tanah.

"Bikin cacat aja tangannya, Gas, biar dia gak bisa nulis sok pintar lagi besok," hasut Reno sambil tertawa kejam.

Bagas mengepalkan tangan kanannya kuat-kuat dan bersiap untuk memukul wajah Dito yang sudah menangis ketakutan.

Di balik tembok sudut gedung, Tommy berdiri dengan tenang mengamati situasi tersebut.

"Waktunya mencoba mainan baru," gumam Tommy pelan.

Ia menarik napas panjang, mengaktifkan skill barunya, dan memanggil memori suara Pak Darmawan dari dalam otaknya.

"Bagas! Reno! Apa yang kalian lakukan di sana?!"

Suara bariton yang sangat keras dan berat itu menggema memantul di dinding gedung olahraga.

Bagas dan Reno langsung membeku di tempat seperti patung es.

Mereka berdua sangat mengenali suara guru matematika paling galak di sekolah itu.

"Mampus, Pak Darmawan," bisik Reno dengan wajah pucat pasi.

"Siapa yang menyuruh kalian berani menindas teman kalian sendiri?!" teriak suara itu lagi terdengar semakin dekat dan penuh amarah.

"Bapak akan laporkan kalian ke polisi atas tuduhan penganiayaan, jangan lari kalian!"

Bagas menelan ludah dengan susah payah, nyalinya langsung ciut mendadak mendengar ancaman polisi.

"Lari, Ren, lari!" teriak Bagas panik tanpa berani menoleh ke arah sumber suara.

Kedua preman sekolah itu langsung mengambil langkah seribu, berlari terbirit-birit kabur ke arah gerbang belakang sekolah.

Dito yang masih terduduk di tanah dengan napas terengah-engah hanya bisa mematung kebingungan.

Ia menunggu Pak Darmawan muncul dari balik tembok untuk menolongnya.

Tap. Tap. Tap.

Suara langkah kaki pelan terdengar mendekat dari sudut gedung.

Namun bukan sosok guru paruh baya berwajah galak yang muncul dari sana, melainkan Tommy.

Tommy berjalan santai dengan tas ransel kusamnya, memasang wajah kaget yang sangat natural.

"Loh, Dito? Kamu kenapa duduk di tanah begitu?" tanya Tommy sambil mendekat dan mengulurkan tangannya.

Dito menatap tangan Tommy, lalu menatap wajah polos anak itu dengan perasaan campur aduk.

Ia menyambut uluran tangan Tommy dan berdiri sambil membersihkan debu di celananya.

"Tom, kamu lihat Pak Darmawan tidak?" tanya Dito masih celingukan mencari sosok gurunya.

"Pak Darmawan? Tidak tuh," jawab Tommy sambil menggelengkan kepala.

"Aku baru saja lewat dari arah kantin mau pulang ke rumah, tiba-tiba lihat Bagas dan Reno lari kencang sekali seperti dikejar hantu."

Dito mengerutkan keningnya dari balik kacamata tebalnya.

"Tapi tadi jelas-jelas ada suara Pak Darmawan memarahi mereka berdua," ucap Dito keheranan.

"Mungkin perasaanmu saja, To, atau mungkin ada guru lain yang mirip suaranya," balas Tommy santai.

Dito terdiam sejenak menatap lurus ke arah mata Tommy.

Sebagai anak yang cerdas dan sering mengamati keadaan, Dito tahu bahwa lorong ini buntu dan hanya memiliki satu akses masuk tempat Tommy baru saja muncul.

Tidak mungkin ada orang lain di sana selain Tommy.

Dan Dito juga belum lupa bahwa kunci jawaban sempurna saat ujian sejarah kemarin berasal dari tangan anak ini.

"Tommy," panggil Dito pelan dengan nada suara yang bergetar.

"Iya?"

"Terima kasih banyak," ucap Dito tulus sambil membungkukkan badannya sedikit.

"Untuk bantuan ujian sejarahnya kemarin, dan juga untuk suara Pak Darmawan barusan."

Tommy sedikit tersentak di dalam hatinya mendengar analisis tajam dari Dito.

Ternyata murid berkacamata ini jauh lebih peka dan pintar daripada kelihatannya.

"Aku tidak mengerti maksudmu, To," bohong Tommy sambil tersenyum canggung.

"Kunci jawaban itu kebetulan aku temukan di laci, dan soal suara tadi aku benar-benar tidak tahu."

Dito tersenyum penuh arti mendengar bantahan Tommy tersebut.

"Tidak apa-apa, Tom, aku mengerti," ucap Dito dengan nada pelan.

"Setiap orang punya rahasianya masing-masing, dan aku berjanji akan menyimpan rahasiamu ini rapat-rapat."

Tommy menatap Dito dengan tatapan yang perlahan berubah menjadi serius dan dingin.

Skill Manipulasi Ekspresi Mikronya perlahan dinonaktifkan, membiarkan aura kecerdasannya sedikit terpancar keluar.

"Kamu anak yang pintar, Dito," ucap Tommy dengan nada suaranya yang asli, tenang dan penuh wibawa.

"Pastikan mulutmu tetap terkunci rapat jika kamu masih ingin bersekolah dengan tenang tanpa gangguan Bagas."

Dito merinding mendengar perubahan drastis pada nada suara dan tatapan mata Tommy.

Anak yang selama ini dianggap sebagai sampah kelas itu, kini memancarkan tekanan yang bahkan lebih menakutkan daripada kepala sekolah.

"Aku berjanji, Tom," jawab Dito mantap sambil menganggukkan kepalanya.

Ting!

Layar biru transparan tiba-tiba muncul di antara mereka berdua tanpa bisa dilihat oleh Dito.

[MISI MENDADAK SELESAI.]

[Evaluasi: Pengguna berhasil menyelamatkan target dari bahaya fisik menggunakan manipulasi tanpa kekerasan langsung.]

[Mengirimkan hadiah...]

[IQ pengguna meningkat +2 poin.]

[Poin Sistem bertambah +15 PS.]

[Selamat! Anda telah mendapatkan sekutu pertama Anda.]

Tommy tersenyum tipis membaca notifikasi dari sistem tersebut.

Memiliki sekutu cerdas yang bisa tutup mulut sepertinya akan sangat berguna untuk rencananya di masa depan.

"Ayo kita pulang, tidak aman berlama-lama di sini," ajak Tommy sambil menepuk pundak Dito.

Mereka berdua berjalan berdampingan meninggalkan area sekolah yang mulai sepi.

Sementara itu, dari jendela kelas di lantai dua, sepasang mata sedang mengawasi mereka sedari tadi.

Nadin berdiri di balik tirai jendela dengan dahi berkerut dalam.

Ia tidak bisa mendengar apa yang mereka bicarakan, tetapi ia melihat jelas Tommy dan Dito berjalan bersama seperti teman dekat.

"Tommy dan Dito? Sejak kapan mereka akrab?" gumam Nadin penuh kecurigaan.

Rentetan kejadian aneh mulai dari koreksi rumus fisika, ujian tanpa hukuman DO, hingga anomali nilai sejarah Tommy, semuanya mulai merangkai sebuah pola di otak Nadin.

"Ada yang tidak beres denganmu, Tommy Nugroho," batin gadis pintar itu.

"Dan aku akan mencari tahu kebenarannya apa pun yang terjadi."

1
Adelina Lin
thor, buat Clarissa dan keluarganya juga prof. handoko dipermalukan diacara Olimpiade, dan titel juara Clarissa di cabut, karena dia memenangkan oliampide yang dulu pun tidak jujur.
Wega Luna
kadang lelucon konyol selain untuk menghibur bisa jadi pisau bermata dua,aku sering memakai lelucon konyol untuk membungkam orang tua wali murid yang gengsinya gede ,teman yang sok pamer atau sok pintar, atau orang yg ngerasa dirinya itu spesial,,,🤣🤣🤣🤣
Nissa Safira: WKWKWK KAKAK INI SENIORNYA TOMMY SIH😂🤣
Bener banget kak, saya setuju banget sih!
Lelucon konyol itu senjata paling ampuh buat ngadepin orang yang gengsinya selangit. Kalau kita ladenin serius, kita capek. Kalau kita bales pakai joke receh tapi logikanya nusuk, yang gengsi gede itu yang malah keliatan bodoh sendiri.
Tommy itu emang saya inspirasikan dari orang-orang kayak kakak ini kak, yang di luar keliatan cengengesan, tapi otaknya muter cepet buat ngebalikin analogi lawan😎🔥
total 1 replies
Wega Luna
secangkir kopi untuk Tommy👍👍👍
Wega Luna: gas ,,,,aku jadi penasaran🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Wega Luna
🤣🤣🤣🤣🤣🤣100 tom ,,,,👍
Night Watcher
ini outhor yg baik dan berfikiran maju, mau menerima kritik sekalipun pedas dgn lapang hati.
lanjut thor, tak sukreb deh outhor yg begini.
Nissa Safira: Waaaah makasih banyak kak 😭🙏
Seneng banget. Soalnya buat saya, pembaca yang mau komen pedes jujur itu berharga banget kak.
Kritik pedesnya kakak yang bikin novel ini bisa maju. Jadi jangan kapok komen pedes lagi ya kak!🥰🙏🙏
total 1 replies
Night Watcher
di bab² olympiade ini jujur sangat gak masuk akal, jd bikin bosen.
ini ajang olympiade, kenapa sempat terjadi perdebatan antara 2 peserta yg satu regu mewakili satu sekolah, tentang cara menjawab pertanyaan. ditambah setiap ahir jawapan ada kata "pak" dr tomi.
ini lebih cocok kalo di ajang diskusi di kelas.
Nissa Safira: Wah makasih banget kak udah jujur, ini masukan paling berharga buat saya 🙏
Bener kak, saya akui bab olimpiade ini memang agak maksa. Harusnya kan cerdas-cepat, Teng! Jawab! Teng! Jawab selesai, bukan malah debat satu regu di atas panggung 😅
Jujur niat saya pengen nunjukin kocaknya Tommy, tapi saya kebablasan naruh dramanya di tengah lomba, jadinya kesannya kayak diskusi kelas, bukan olimpiade kota. Maaf ya kak bikin bosen🙏🙏🙏
Makasih udah diingetin kak🤝🙏
total 1 replies
Night Watcher
mana ada diacara beginian peserta sempet bercakap² soal kecepatan ngitung...
Nissa Safira: HAHAHA bener banget kak 😅🙏
Iya kak kalau di olimpiade beneran mah, jangankan ngobrol, napas aja harus dihemat ya kak, waktunya mepet banget.
Itu aku sengaja lebay-in dikit kak biar dramanya dapet. Soalnya kalau aku tulis realnya:
Teng! Jawaban 8,55 jam. Benar.
Udah gitu doang, kan kempes kak gak ada greget keselnya si Leo 😂
Anggep aja itu adegan slow-motion ala film kak, di dunia nyata cuma 2 detik, tapi di novel aku lambatin biar pembaca bisa ngerasain Nadin yang otaknya udah mau meledak denger alesan ngawur Tommy.
Makasih koreksinya kak🤝🙏🙏
total 1 replies
Night Watcher
45 kyknya bukan ukuran kecil utk standar kaki org indo deh...
logis dikit kelesss..😇😇
Night Watcher
awas, ntar kepalanya melayang sendiri..🤭🤭🤭
Night Watcher
kok kakak kelas? kan sama² kls 12?
Night Watcher
tadi pas bell masuk, listrik padam. jd utk belnya mukul velg mobil yg digantung..🤭🤭🤭
Nissa Safira: WKWKWK IDE BAGUS KAK🤣🤣🤣
Kringgg! = bel listrik normal
Teng! Teng! Teng! = pas listrik padam, Pak Satpam mukul velg mobil yang digantung di pos satpam pake kunci inggris 😂
Makasih kak idenya! Mulai bab besok kalau ada tulisan Teng Teng Teng berarti di sekolah lagi mati lampu ya kak! Detailnya dapet banget!🤣🤣🤣
total 1 replies
Night Watcher
kadang "kringgg" kadang "teng tenggg"..🤭🤭
Nissa Safira: HAHAHA ketahuan deh 🤣 kamu udah jeli banget sih kak🤣🤣
Iya kak, itu aku yang typo pas nulis kebut-kebutan, kadang bel listrik tulisnya Kringgg! kadang bel manual tulisnya Teng Teng Teng! niatnya mau bedain bel kelas sama bel upacara, tapi malah jadi bikin bingung ya kak.
Makasih udah diingetin kak😅😅
total 1 replies
Night Watcher
duh... sayang banget, sistemnya masih manual.. gak matic ehh gak otomatis terpasang..🤭🤭
Nissa Safira: HAHAHA Iya kak, sengaja aku bikin sistemnya manual, gak matic🤣🤣
Kalau otomatis kepasang terus, Tommy jadi OP gak ada obat kak, 1 detik langsung dewa hacker. Gak seru dong, musuhnya belum sempet napas udah kalah😅
Jadi di novel ini sistemnya kayak alat tukang kak, dipasang kalau dibutuhin aja. Contohnya pas di warnet Berkah Net itu, dia aktifin Kriptografi Dasar dulu baru otaknya ngebut. Kalau dia lagi di kelas pura-pura bodoh, skillnya dia matiin biar akting begonya natural 100%.
Makanya Tommy harus mikir dulu "aku butuh skill apa nih buat lawan musuh ini?" bukan sistem yang mikirin buat dia. Biar kesannya dia yang ngendaliin sistem, bukan sistem yang ngendaliin dia💪🙏🙏
total 1 replies
Wega Luna
jujur otak aku emang GK ber-IQ 140 tapi pura pura bodoh itu keahlian ku🤣🤣🤣🤣🤣,jadi tahu mana yg bener bener baik atau gk🤣🤣🤣🤣lebih suka praktek langsung daripada teori, lanjutkan tom ,,,aku mendukungmu👍🤣🤣
Nissa Safira: HAHAHA kak ini komen paling jujur se-Indonesia! 🤣🤣🤣
Setuju banget kak, pura-pura bodoh itu skill dewa tau! Soalnya pas kita pura-pura bego, baru keliatan mana temen yang beneran baik kayak Nadin, mana yang toxic kayak Clarissa.
Tommy juga gitu kak, dia IQ 140 tapi sengaja jadi peringkat 31 biar bisa ngamatin semua. Orang pinter teori banyak, tapi yang jago praktek langsung di lapangan kayak kakak & Tommy itu yang paling bahaya 😎🙏🤣🤣
total 1 replies
Rifqy Channel
saya memohon kakak untuk bisa di publik Tommy itu supaya gak pura-pura bodoh lagi. biarkan untuk segera diungkapkan dan ikut serta Olimpiade dan juga ubah pura-pura nya. aku udah bosen kalo pura-pura terus. saya mau Tommy segera di ungkap aslinya😭🙏😭
Nissa Safira: Halo kak, terima kasih banyak udah baca sampai sejauh ini dan kasih masukan jujur! 🙏
Aku paham banget rasa bosennya kalau Tommy pura-pura terus. Justru itu yang mau aku bangun kak.
Kalau dia diungkap sekarang pas IQ 117, efeknya cuma "oh pinter". Tapi kalau dia diungkap nanti pas IQ 150+ di depan ribuan orang di Olimpiade kota, efeknya bakal "GILA MERINDING".
Aku lagi nabung rasa sakit hatinya biar nanti pas payback rasanya 10x lebih puas. Sabar sedikit lagi ya kak, panggung kota sudah dekat. Topengnya akan retak di sana🤣🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!