NovelToon NovelToon
Dua Pewaris Rahasia Keluarga Vasillo

Dua Pewaris Rahasia Keluarga Vasillo

Status: tamat
Genre:Mafia / Anak Genius / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:4.8M
Nilai: 5
Nama Author: Aisyah Alfatih

🏆🥇 Juara 1, Yaww 2026 Periode 1, Kategori 2 💞 dan Juara Tema Kreatif.



Tasya tidak pernah memilih takdirnya. Dijual oleh keluarga pamannya demi menyelamatkan perusahaan yang hampir bangkrut, ia melarikan diri dari sebuah kamar hotel mewah, tanpa tahu bahwa pria asing yang ia tinggalkan malam itu adalah Alex Roman Vasillo, pewaris keluarga mafia paling berkuasa di Jerman.

Tujuh tahun berlalu, setelah dia melarikan diri dari Berlin menuju Indonesia, tanah kelahiran Kakeknya.

Tasya hidup tenang di Indonesia bersama dua anak kembarnya, Kenzo dan Kenzi, yang tak pernah tahu siapa ayah mereka sebenarnya.

Sampai suatu hari, di sebuah rumah sakit ternama di Jakarta yang berada di bawah naungan keluarga Vasillo, seorang bocah enam tahun dengan percaya diri memanggil seorang pria berjas mahal, pria itu Alex Roman Vasillo.

“Daddy!”

"Hah?!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 15

Suasana ruang keamanan perusahaan yang tadi riuh kini kembali tenang. Beberapa staf IT masih membicarakan keberhasilan mereka memulihkan sistem, namun perhatian Mario sepenuhnya tertuju pada Tasya.

Pertanyaan yang ia ajukan barusan masih menggantung di udara. Tasya berdiri di depan meja komputer, wajahnya tenang namun sulit ditebak.

Tanpa ragu sedikit pun ia menjawab,

“Ayah mereka sudah mati.”

Jawaban itu keluar begitu saja, tanpa penjelasan tambahan.

Mario tertegun, dia sempat terdiam beberapa detik.

“Ma—”

Mario sebenarnya ingin bertanya lagi namun sebelum ia sempat melanjutkan, ponsel Tasya tiba-tiba berdering.

Tasya langsung mengangkatnya.

“Hallo?”

Dari seberang telepon terdengar suara seorang perawat rumah sakit.

[Bu Tasya, kami dari rumah sakit.]

Tasya langsung menegang.

“Iya, bagaimana kondisi kakek saya?”

Perawat itu menjawab dengan nada menenangkan,

[Kondisi beliau sudah jauh lebih baik sekarang.]

Mendengar itu, bahu Tasya sedikit mengendur, dia menghela napas lega.

“Syukurlah,”

Setelah percakapan singkat itu selesai, Tasya segera menurunkan ponselnya.

Ia menoleh ke arah Mario.

“Saya harus kembali ke rumah sakit.”

Mario langsung mengangguk.

“Tentu,”

Tasya melanjutkan dengan nada tegas,

“Tolong antar saya ke sana.”

Ia kemudian menambahkan,

“Dan sampaikan pada Boss Anda untuk membawa kedua anak saya ke rumah sakit.”

Tatapannya serius.

“Saya ingin mereka kembali sekarang!”

Mario tidak membantah.

“Baik.” Ia segera merapikan iPad yang tadi ia pegang. Lalu berkata pada staf IT,

“Sisanya kalian bisa tangani sendiri.”

Beberapa staf langsung mengangguk, Mario berjalan cepat menuju pintu keluar. Tasya mengikuti di belakangnya. Beberapa menit kemudian mereka sudah berada di lift yang menuju ke lantai lobi.

Begitu pintu lift terbuka, Mario langsung berjalan menuju pintu utama gedung.

Sementara Tasya mengikuti dengan langkah cepat di belakangnya.

Di dalam hati Mario hanya memikirkan satu hal.

Alex juga ada di sana bersama kedua anak Tasya.

Di depan ruang IGD, suasana masih tegang. Lampu merah di atas pintu masih menyala. Di dalam ruangan itu, Kenzi sedang ditangani oleh para dokter.

Sementara di luar, Alex berdiri beberapa langkah dari pintu IGD bersama beberapa pengawal berpakaian hitam.

Kenzo berdiri tidak jauh darinya. Anak itu menatap pintu IGD dengan wajah tegang, tangannya terkepal erat. Alex mencoba menenangkan situasi.

“Dia akan baik-baik saja.” Nada suaranya tenang, namun tetap dingin seperti biasa.

Kenzo langsung menoleh, tatapannya penuh kemarahan.

“Aku tidak percaya pada ucapanmu.”

Alex mengerutkan kening sedikit namun sebelum ia mengatakan sesuatu, Kenzo tiba-tiba berkata,

“Gendong aku!”

Alex tertegun.

“Apa?”

Kenzo menatapnya tanpa berkedip.

“Gendong aku, sekarang!" Nada suaranya tidak berubah. Alex masih terlihat sedikit heran. Namun, detik berikutnya Kenzo berkata lagi dengan nada lebih keras,

“Aku bilang gendong aku, sekarang!”

Beberapa pengawal yang berdiri di sekitar mereka ikut saling melirik. Alex akhirnya menunduk sedikit lalu mengangkat tubuh Kenzo dengan satu tangan. Sekarang posisi mereka hampir sejajar. Kenzo menatap wajah Alex dari jarak sangat dekat.

Plak!

Suara tamparan keras menggema di lorong rumah sakit. Semua orang langsung terdiam. Pipi Alex sedikit berpaling ke samping akibat tamparan itu. Beberapa pengawal berpakaian hitam terlihat sangat terkejut. Belum pernah ada yang berani melakukan hal seperti itu pada Alex Roman Vasillo. Namun, Alex justru tidak bergerak. Ia hanya menatap Kenzo dengan ekspresi kosong.

Kenzo menatapnya dengan mata merah menahan emosi.

“Anda keterlaluan!" Suaranya kecil, tapi penuh kemarahan.

“Menurut Anda nyawa itu bisa dibawa main-main?”

Lorong itu kembali sunyi, Kenzo melanjutkan dengan nada yang jauh lebih serius daripada anak seusianya.

“Kalau Kenzi sampai kenapa-kenapa…”

Tatapannya tajam menusuk Alex.

“Aku tidak akan pernah memaafkan Anda.”

Lalu ia berkata dengan dingin,

“Turunkan aku!”

Alex tidak membantah, dia langsung menurunkan Kenzo ke lantai. Anak itu tidak menoleh lagi. Ia berjalan menuju kursi tunggu di depan IGD lalu duduk di sana. Kepalanya tertunduk, tanpa mengatakan apa-apa.

Alex berdiri diam beberapa detik sebelum akhirnya berbalik. Ia berjalan menyusuri lorong rumah sakit. Beberapa meter kemudian seorang dokter anak datang mendekat. Begitu melihat Alex, dokter itu langsung menunduk hormat.

“Tuan Alex.”

Alex berhenti.

“Bagaimana kondisinya?”

Dokter itu menjawab cepat,

“Tim kami sedang menanganinya sekarang.”

Alex menatap dokter itu dengan serius.

“Berikan perawatan terbaik untuk anak itu.” Nada suaranya tegas.

“Semua biaya ditanggung oleh saya.”

Dokter itu langsung mengangguk.

“Baik, Tuan.” Namun, beberapa detik kemudian Alex berkata lagi dengan suara lebih rendah.

“Ada satu hal lagi.”

Dokter itu menunggu, Alex menatap pintu IGD sebentar lalu berkata pelan,

“Saya ingin melakukan tes DNA.”

Dokter itu terlihat sedikit bingung.

“Tes DNA?”

Alex melanjutkan,

“Antara saya dan anak yang sedang ditangani di dalam.”

Dokter itu terdiam, Alex menambahkan dengan nada datar,

“Tidak mungkin melakukannya dengan anak yang satunya.” Ia teringat wajah Kenzo, anak itu terlalu keras kepala dan terlalu emosional.

“Temperamen anak itu terlalu buruk untuk diajak bicara.”

Dokter itu terlihat ragu sejenak tetapi saat ia melihat tatapan tajam Alex, dia langsung mengangguk.

“Baik, Tuan. Kami akan menyiapkannya.”

Alex tidak mengatakan apa-apa lagi. Ia berdiri di lorong rumah sakit dengan wajah tenang seperti biasa. Namun, di dalam hatinya sesuatu terasa kacau. Wajah Kenzo terus terlintas di pikirannya. Tatapan mata anak itu, kemiripan wajah mereka. Semakin ia mencoba mengabaikannya, semakin sulit untuk tidak memikirkannya.

Meski begitu, Alex tetap menyembunyikan semua kekacauan itu di balik ekspresi dinginnya.

'Jika Tasya benar wanita tujuh tahun lalu, dia sudah melakukan kesalahan yang besar! Masuk ke kamar hotelku! Pergi begitu saja! Dan yang lebih parah dia menyembunyikan dua pewaris keluarga Vasillo, dariku!' geram Alex dalam hatinya tanpa menoleh kebelakang lagi, di mana keberadaan Kenzo berada.

1
Ika Yanti Unyil
ceritanya seru abis dengan alur naik turun yang bikin baper.setiap bab panjang dengan bahasa yg enak dibaca.meaki ada beberapa typo tapi tidak begitu mempengaruhi bacaan novelnya.
berkat si kembar jenius akhirnya mereka bisa bertemu dengan ayah kandung yang ibunya sendiri tidak tahu siapa.serta bisa mempersatukan lagi 2 sahabat lama yang saling bermusuhan dengan persatuan keluarga berkat kecerdikan si kembar.
terus semangat berkarya thor ❤️🥰❤️🥰
Aisyah Alfatih: terima kasih banyak kakak ulasannya 💞 jangan lupa lanjut baca sambungannya Kakak
total 1 replies
lili Permatasari
/Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose/
Yanrina Savitri
Alex cm ga impoten kl hanya dengan Tasya. Dengan wanita lain dia baru impoten. 🤣
Iya Tasya hamil lg keknya.
REY ASMODEUS
makan tuh roma kelapa
Ari Sawitri
Alex nih ga ada sayang dg anak kandungnya. yg dia pikirkan hanya ambisi dan harga diri nya saja ..
Yani Suryani
yah begitulah kalau mafia ketemu mafia saling bunuh seperti nyawa kek semut 🐜 tinggal di pijak siapa yg kuat, mengerikan
sweet candy
dari awal bab smpe skrng konflik trus,kapan bahagia,
Ari Sawitri
sebenarnya si Alex ini orang bule Jerman atau orang Indonesia sih? aku kok masih bingung🤔
sweet candy
masak sdah sejauh ini episod masih stuck di konflik tak ad ujungnya,jdi kapan mereka bahgianya
sweet candy
wanita trlalau keras kpala,katanya pintar tpi bego
sweet candy
pasti kakek tua bau tanah itu yng merencanakan smua y
sweet candy
pasti ada rencana di Roki garung
sweet candy
ini kenapa pada bodoh bngt sih,si Tasya bukannya pintar it knapa ga coba la ak,trus kata y mafia kok ga ad kekuatan ap pun,hanya kejam dengan kata2 tanpa aksi,mafi terbodoh sepanjang baca novel mafia
sweet candy
pasti keturunan si rockhi biadap,itu pasti rencana si Roki,buknnya tobat sdah tua bnyk tingkah
sweet candy
Tasya bodoh,semua bodoh
sweet candy
kalo di telisik lbih dalam lagi,smua sumber masalah awalnya dri kluarga Tasya,bahkan skrng si rockhi punya niat lain
sweet candy
jangan2 itu smua rencana busuk paman Tasya yng masih di Berlin,dia mau menguasai seluruh harta rockhi,dengan siasat sprti ini,ibarat kata sekali mendayung dua Pulau terlampaui
sweet candy
manusia binatang,bahkan binatang aja masih bisa menghargai induk dri anak2nya,mungkin kau lahir bukan dri perempuan tapi dari waria
sweet candy
hei manusia egois,kau punya mata punya telinga yng masih berfungsi,jangan merasa seolah2 kau yng paling bnar
sweet candy
terlalai arogan jadi laki2 seolah2 hidup semua orang bisa dia kendalikan,trllu sombong
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!