NovelToon NovelToon
Pengasuh Tiga Kembar Mesum

Pengasuh Tiga Kembar Mesum

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Karena Taruhan / Bad Boy / Cinta pada Pandangan Pertama / Harem / Enemy to Lovers / Nikah Kontrak
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Fitria callista

Qiara adalah anak yatim piatu yang selalu dimanfaatkan oleh pamannya. Hidupnya begitu menderita. Bahkan dirinya juga disuruh bekerja menjadi pelayan tiga badboy kembar yang akhirnya menjamah dirinya. Hidupnya penuh penderitaan, sejak ke dua orang tuanya meninggal. Dia harus bekerja mencukupi kebutuhannya. Namun akhirnya, ketiga kembar kaya raya itu jatuh cinta pada Qiara. Bahkan saling berebut untuk mendapatkan cintanya? Siapakah dari pada kembar yang bisa bersama dengan Qiara? Apakah Nolan? Apakah Natan? Apakah Noah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria callista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25.

Sementara itu, Nolan yang tertidur di rumah, kembali mengalami mimpi yang sangat buruk.

"Gak... Bukan aku... Bukan aku yang menyebabkan kecelakaan itu terjadi," gumam Nolan dalam mimpinya, kepalanya terasa berat dan dadanya berdebar kencang.

Bayang-bayang seorang gadis kecil yang terpuruk dalam kesedihan setelah kehilangan kedua orang tuanya berkelebat di benaknya, bahkan masuk ke dalam mimpinya. Pikiran Nolan tak bisa berhenti menyalahkan dirinya sendiri, "mengapa ini harus terjadi kepada ku? Kenapa saat itu aku harus ikut Mamah pergi?"

Pertanyaan-pertanyaan itu terus menerpa pikirannya. Kemudian tiba-tiba Nolan terbangun, terkejut oleh suara bel pintu rumah yang berbunyi keras dan juga berulang.

"Siapa tamu yang datang di tengah malam begini?" gerutu Nolan, sambil melihat ke arah jam dinding di kamarnya.

"Padahal sudah pukul sepuluh malam," gumamnya lirih. Dengan langkah lemas akibat tubuh yang masih lemah setelah masuk angin, Nolan berjalan perlahan menuju pintu untuk melihat siapa tamu yang tak diharapkannya itu.

Sembari berjalan, Nolan berpikir apakah ada hubungan antara tamunya dan mimpi buruk yang baru saja dialaminya, ataukah ini hanyalah kebetulan belaka. Namun yang pasti, ia harus mencari tahu siapa yang mengunjungi rumahnya pada saat yang tidak biasa ini.

Langkah Nolan terhenti tepat di depan pintu rumahnya. Dengan penuh keberanian, ia membuka pintu itu.

"Mamah!" Nolan terkejut melihat sosok ibu kandungnya yang sudah lama meninggalkannya tiba-tiba muncul di hadapannya.

"Nolan... Bagaimana kabarmu?" tanya wanita yang disapa Mamah dengan suara lembut, mencoba untuk mengusap kepala Nolan. Namun, dengan gerakan cepat dan kasar, Nolan menepis tangan Mamahnya.

"Jadi setelah sekian lama, kamu kembali dengan alasan lumpuh karena kecelakaan dan meminta maaf karena menyalahkan aku atas semua itu?" pikir Nolan.

Rasa marah dan bingung mulai menguasai pikirannya. "Kamu masih marah sama Mamah, ya? Maaf ya, sayang. Aku memang salah menjadikanmu sebagai alasan penyebab kecelakaan. Maafkan Mamah karena mamah itu punya alasan yang kuat kenapa melakukan semua itu," ucap wanita itu dengan penuh penyesalan.

"Tapi, Mamah... Aku masih kecil saat itu, baru 7 tahun. Kamu menuduh aku menjadi penyebab kecelakaan yang membuatmu menabrak orang lain!" pekik Nolan dengan wajah sedih. Semakin mendengar penjelasan Mamah,

Nolan semakin merasa bingung dan bimbang. Apakah ia harus menerima kembali sosok Mamah yang sudah lama pergi dan meninggalkannya dalam penderitaan? Ataukah ia harus meluapkan semua kekecewaan dan kemarahan yang ia pendam selama ini?

Pikiran Nolan berkecamuk, mencari tahu apa yang seharusnya ia lakukan di saat seperti ini.

"Nolan... Memang waktu itu kamu sempat memainkan pundak Mamah saat menyetir. Dan akibatnya, mobil oleng dan menabrak pesepeda motor. Tapi kamu harus mengerti, Mamah butuh perawatan setelah kecelakaan itu. Karena setelah itu, Mamah lumpuh..." Ucap Mirna, namun ucapannya terhenti kala Nolan menyela apa yang ia katakan.

"Mamah, waktu itu mabuk alkohol, makanya mobil kita sampai menabrak dua kali. Lalu Mamah malah menjadikan aku kambing hitam, supaya bisa lepas dari tuntutan. Mungkin lumpuh adalah sebuah karma dari Tuhan, karena Mamah tak mau mengakui kesalahan sendiri. Bahkan Ayah yang menanggung biaya dan merawat Mamah dengan sabar. Tapi setelah sembuh, Mamah meninggalkan Ayah dan berselingkuh dengan pengacara itu," ungkap Nolan dengan wajah berubah merah padam. Rasa sesak dan kecewa bercampur dalam dadanya.

Mirna nampak menangis. Ada rasa penyesalan yang menyelimuti dirinya. "Apa yang sudah aku perbuat? Mengapa aku begitu egois dan melukai orang-orang yang kusayangi? Mengapa aku tak bisa menerima kebenaran dan terus menyalahkan orang lain atas waktu kecelakaan itu? Haruskah aku menanggung semua ini sendirian?" gumam Mirna dalam hati, merenungkan semua kesalahannya yang telah merusak hubungannya dengan orang yang dicintainya. Ia kira saat dewasa Nolan bisa lupa atau tidak ingat.

Namun yang terjadi, justru di luar dugaan. Nolan masih saja bisa mengingat apa yang terjadi sewaktu ia masih kecil.

"Sekarang lebih baik mamah itu pergi. Aku sudah tidak mau mendengar apa yang keluar dari bibir mamah lagi," teriak Nolan guna mengusir mamahnya.

"Mamah datang kesini karena ingin menyampaikan kabar..." Ucapan Mirna terhenti lagi.

Nolan tak bisa menahan amarahnya lalu mendorong tubuh ibu kandungnya itu dengan kasar, membuat Mirna jatuh di depan tangga rumah.

"Pergi!" bentak Nolan.

"Nolan, Ayahmu... Ayahmu meninggal dunia. Pesawat yang membawanya dari Negara Antariksa ke Negara Saloka jatuh ke laut. Jika kamu tidak melihat berita internasional, kamu tidak akan tahu," teriak Mirna dengan suara penuh kepedihan.

"Apa?" Nolan merasa seperti terjatuh ke lubang hitam yang dalam.

"Tidak... Ini tidak mungkin, pasti Mamah bohong," ucap Nolan sambil menggeleng-gelengkan kepalanya, tak percaya akan kenyataan tersebut.

"Asisten pribadi Ayahmu lah yang menghubungi Mamah dan memberikan remot gerbang untuk membuka rumah ini!" jelas Mirna dengan nafas terengah-engah.

Sementara itu, Nolan yang belum juga mampu mencerna kenyataan tersebut berusaha menguatkan dirinya yang limbung, terduduk di atas lantai depan rumah. Hatinya terasa begitu terpukul, seolah tak sanggup untuk berbicara atau berpikir.

"Ayah... Mengapa Ayah harus pergi begitu saja? Aku merasa tak mampu menghadapi kenyataan ini."

Melihat anaknya yang terlihat mulai melunak, lantas Mirna pun bangkit dan berjalan mendekati anaknya.

"Nolan, selama ini kamu itu salah paham nak. Semua tidak seperti yang terlihat," ujar Mirna dengan suara gemetar.

"Stop, aku sudah tidak ingin mengingat masa lalu yang pahit itu."

"Tapi Nolan, mamah perlu memberikan penjelasan. Kamu juga harus mendengar alasannya kenapa mamah melakukan semua itu. Ayahmu itu manipulatif, bahkan dia tidak  ... " Mirna masih berusaha untuk mendekat dan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi itu pada putranya.

"Cukup!!! Aku sudah tidak ingin mendengar penjelasan apapun dari mu! Bagaimana pun menghilangkan nyawa seseorang dan juga berselingkuh, adalah tindakan yang tidak akan pernah bisa aku maafkan."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!