NovelToon NovelToon
Dikira Musibah, Nyatanya Berkah.

Dikira Musibah, Nyatanya Berkah.

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / One Night Stand / Cinta setelah menikah
Popularitas:7k
Nilai: 5
Nama Author: cucu@suliani

Mutiara mengira kalau dikhianati oleh kekasihnya adalah hal yang terburuk di dalam hidupnya, musibah yang akan membuat di hidupnya terpuruk. Namun, ternyata hal itu merupakan berkah di dalam hidupnya.

"Kenapa kamu tega, Fajar? Kenapa aku hanya dijadikan lelucon saja di dalam hubungan kita ini?"

Bagaimana kehidupan Mutiara selanjutnya?

Kuy baca, jangan lupa kasih komen yang baik jika suka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cucu@suliani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DMNB 8

Mutiara baru saja turun dari taksi bersama dengan neneknya, dia membawa satu koper besar berisikan barang-barang miliknya dan juga barang-barang milik nenek Mia.

​Matahari sore itu menyapu deretan pilar megah yang menjulang di depan gerbang utama perumahan elit di pusat kota. Mutiara dan nenek Mia kini berdiri mematung di depan gerbang besi tempa yang berkilau.

Di balik gerbang itu, deretan rumah bergaya modern-klasik berdiri angkuh dan tertata dengan sempurna. ​Mutiara mengingat kembali alamat yang disebut Arkan, alamatnya memang di sana.

'Benarkah ini rumah om Arkan?' gumam Mutiara dalam hati.

Tangannya sedikit gemetar. Ini adalah kawasan hunian paling elit di pusat kota, tempat yang biasanya hanya mereka lihat dari kaca jendela bus kota.

​"Mutiara, kita tidak salah alamat, kan?" bisik Nenek Mia pelan.

Dia seolah takut suaranya akan merusak keheningan tempat semewah itu. Mutiara menatap neneknya dengan wajah bingung, dia juga tidak tahu harus menjawab pertanyaan wanita itu seperti apa.

Dia juga masih belum merasa percaya kalau alamat pria yang menikahi dirinya itu memang di sana, semuanya terasa seperti mimpi.

"Nak, ditanya kok malah diem aja? Kita itu salah alamat atau tidak? Ini rumahnya nak Arkan atau bukan?"

​Belum sempat Mutiara menjawab, seorang petugas keamanan berseragam rapi dengan lencana yang mengkilap berjalan menghampiri mereka.

Bukannya mengusir, petugas itu justru tersenyum ramah dan membungkuk hormat kepada kedua orang itu. Mereka sudah seperti dianggap sebagai tamu kehormatan.

​"Selamat sore, Nek Mia. Selamat sore, Nyonya Mutiara. Pasti kalian sedang mencari kediaman tuan Arkan, ya?" tanya sang security dengan nada bicara yang sangat sopan.

​Mutiara mengangguk kaku. Dia masih belum percaya kalau security yang ada di hadapannya itu memanggil dirinya dengan sebutan nyonya.

"I--- iya, Pak. Benar."

​"Mari, silakan naik ke mobil patroli kami. Biar saya antarkan langsung ke depan rumah beliau. Jaraknya lumayan jauh jika berjalan kaki dari gerbang depan," ujar petugas itu sembari membukakan pintu mobil listrik kecil khusus penghuni.

"Apa tidak sebaiknya kalau kita berjalan kaki saja?"

"Tidak bisa, Nyonya. Tuan Arkan sudah berpesan, kalau misalkan Nyonya dan juga Nenek Mia datang harus diantarkan ke rumahnya tanpa rasa lelah."

Nenek Mia dan juga Mutiara sempat saling pandang, hingga beberapa saat kemudian akhirnya mereka ikut ke mobil patroli yang disiapkan oleh security tersebut.

​Sepanjang jalan, nenek Mia hanya bisa menggenggam erat tangan Mutiara. Begitu mobil berhenti di depan sebuah rumah yang lebih mirip istana dengan pilar-pilar putih besar, sang petugas berpamitan setelah memastikan mereka sampai dengan aman.

​Setelah petugas itu pergi, nenek Mia akhirnya mengembuskan napas panjang yang sedari tadi tertahan. ​Nenek Mia lalu menatap nanar ke arah rumah mewah yang ada di hadapannya.

"Mutiara, coba cubit Nenek sekarang. Ini beneran rumah mimpi apa bukan? Nenek pikir dia cuma karyawan kantoran biasa, paling hebat manajer tingkat menengah. Tapi, ini rumah orang kaya loh!"

​Mutiara hanya bisa berdiri terpaku, dia menatap gerbang otomatis yang tertutup.

"Tiara juga nggak tahu harus ngomong apa, Nek. Pikiran Tiara mendadak kosong."

"Kamu itu istrinya, masa tidak tahu kalau suamimu sekaya ini? Apa dia tidak pernah cerita soal keluarganya atau bisnisnya?"

​Mutiara menggelengkan kepalanya dengan pelan, wanita itu menatap rumah megah itu dengan tatapan masih tak percaya.

"Tiara, Nenek nanya loh."

"Ah, iya. Dia enggak cerita sama sekali, Nek. Tiara beneran nggak menyangka kalau pria yang Tiara nikahi itu ternyata orang kaya raya."

​"Duh, Tiara. Nenek jadi gemetar mau masuk. Rasanya kaki Nenek nggak pantas menginjak di lantai semewah itu."

"Kita masuk aja, toh om Arkan sudah jadi suami aku. Aku juga udah pegang kuncinya," ujar Mutiara.

"Ya," jawab Nenek Mia.

keduanya melangkahkan kaki mereka menuju pintu utama, Mutiara mengambil kunci dan berniat untuk membuka pintu rumah megah itu. Namun, belum sempat dia membuka pintu itu, pintu tersebut sudah terbuka dari dalam.

Beberapa orang pelayan langsung menyambut kedatangan keduanya, mereka bahkan dituntun untuk segera masuk ke dalam rumah. Keduanya benar-benar tidak menyangka akan diperlakukan seperti ini.

"Untuk Nenek sudah dipersiapkan kamar yang ada di bawah, di dekat ruang tamu. Sedangkan untuk Nyonya Mutiara, anda akan tinggal di lantai 2 bersama dengan tuan Arkan," ujar salah satu pelayan yang ada di sana.

"Loh, kenapa saya tidak tinggalin lantai 1 bersama dengan Nenek? Kenapa saya harus tinggal di lantai 2 bersama dengan om Arkan?"

"Karena anda adalah istrinya, jadi harus tinggal di dalam satu kamar yang sama dengan tuan Arkan. Sedangkan untuk Nenek, anda tidak perlu khawatir. Akan ada saya yang membantu kegiatan Nenek dalam kesehariannya."

"Memangnya kamu itu siapa?"

"Saya adalah Lastri, pelayan yang bertugas untuk mengurus keuangan serta mengatur makanan apa saja yang akan disajikan dalam setiap harinya."

Mutiara sebenarnya ingin melayangkan protesnya agar tidak tidur di kamar yang sama bersama dengan Arkan, tetapi dia takut kalau neneknya akan curiga kalau dia hanya menikah kontrak saja dengan pria itu.

"Ya sudah, tolong antarkan kami ke dalam kamar Nenek terlebih dahulu. Setelah itu baru antarkan aku ke dalam kamar om Arkan," pinta Mutiara.

"Siap, Nyonya, " jawab Lastri.

Lastri langsung mengantarkan keduanya ke dalam kamar yang disiapkan untuk nenek Mia, senyum langsung mengembang di bibir Mutiara karena Arkan menyiapkan kamar yang begitu nyaman untuk neneknya tersebut.

Setelah memastikan neneknya beristirahat dengan benar, akhirnya wanita itu naik ke lantai 2 bersama dengan Lastri untuk masuk ke dalam kamar Arkan. Saat masuk ke dalam kamar Arkan, dia merasa begitu kagum karena kamar pria itu sangatlah besar, wangi dan juga tertata dengan rapi.

Di dalam kamar pria itu bahkan ada satu lemari yang berisikan baju perempuan, baju yang sepertinya sengaja disiapkan untuk dirinya.

"Mbak Lastri, ini kenapa ada banyak baju perempuan?" tanya Mutiara memastikan.

"Ini adalah baju yang disiapkan oleh tuan Arkan untuk nyonya."

"Oh, kalau gitu terima kasih. Bibi boleh pergi."

"Oke," jawab Lastri yang langsung pergi dari sana.

Mutiara merasa percuma membawa baju-baju miliknya, karena ternyata di sana sudah disiapkan baju yang sangat bagus-bagus.

Wanita itu tersenyum-senyum sambil merebahkan tubuhnya, baru saja dia merebahkan tubuhnya dan menikmati kenyamanan kasur yang empuk itu, tiba-tiba saja kamar itu terbuka. Mutiara bisa melihat Arkan yang masuk dengan santainya.

"Om Arkan udah pulang? Kok langsung masuk ke kamar aja? Mau ngapain?"

1
stela aza
itu pas lagi ngmng di rekam g tue ,,, bisa jadi bukti akurat kalau di rekam
isnaini naini
nah kan ...fjr yg mnghrp kmatian arkan...
stela aza
kenapa g ngawasin si anak pungut udh tau curiga aturan harus bisa lebih hati2 lagi sama si pungut itu ,,, gemes bgt deh ,,, gunakan uangmu biar tau pelaku sebenarnya,,, kurang keren si Arkan ,,,, g kaya CEO2 lain yg tokcer ,, ceritanya trus pinter ya g ketulungan
stela aza
bodoh bgt sie Arkan masa g inget abis di kasih makan sama anak pungut langsung begitu keadaannya masa g g curiga sie ,,, bodohnya g ketulungan,,,🤦
stela aza
kayanya anak pungut yg hilang kendali
isnaini naini
siapa dlng nya thor...fajar ta...emang dsr anak pungut tk tau diri
stela aza
emang di rumah s Arkan g ada cctv lama2 s fajar nggilani ,,, aturan mutiara ngmng sama Arkan kalau dia mau di lecehin sama anak pungutnya biar fajar di kasih pelajaran syukuy2 kasih tau kalau dia cuma anak pungut biar stok terapi 🤦
Wiwi Sukaesih
tenang Arkan it bapak mertua kamu 😁
stela aza
akhirnya bentar lagi ketemu keluarganya
stela aza
dasar bodoh
isnaini naini
nah itu tau...baru nyadar pak..yg km pilih batu kali...
isnaini naini
ksihn amat alice..preman aj gak doyan ...
isnaini naini
jngn2 alice main sm porter kereta...krna gk thn...
Anita Rahayu
Buat alice di penjara da di siksa di sel yg penghuninya korban pelakor thor pasti kena mental👍👍👍👍
isnaini naini
telat pak nyeselnya....
evi solina
pernikahan kok di buat mainan dosa loh
evi solina
move on itu harus elegan bikin goyang perusahaan nya, bukan dgn cara mabok
evi solina
mundu mut harga diri injak kok mau aja, laki pengecut begitu
evi solina
laki pecundang jgn di percaya
sakura
....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!