Riana... ia sempat berpikir Apakah ada dirinya di dunia lain tapi ia tidak tahu? Pertanyaan itu terus melanda di pikiran Riana. namun...
Brakk! ia tertabrak oleh mobil laju karena Ada seseorang yang mendorongnya.. dan...
Apa yang terjadi dengan riana? selamat? mati? atau semacamnya? Ayo lihatt!
.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon penulis tapi ending sesuai mood, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
"menjadi Perusak Acara itu menarik"
Beberapa saat, riana duduk dengan santai di kamar sambil menatap jendela kamarnya. Sedangkan irina sibuk mencari gaun yang cocok untuk riana mendatangi Acara Nanti malam
"duhh! Apa yang mereka rencanakan lagi, ya??" Ucap irina dengan khawatir sambil mencari cari gaun untuk riana
Riana menyirup teh nya dengan tenang "Oh ya? Siapa yang merencanakan Sesuatu itu?"
"pasti lah Nona lisa!" Ucap irina dengan kesal akan Lisa
riana pun mengangkat satu alisnya dengan penasaran "Nona lisa? Kenapa dia? Dia baik loh"
Irina pun terkejut dengan pengakuan Riana "Nona.. Dia Memang didepan malaikat, tapi di sisi lain dia jahat. Saya yakin itu"
Riana pun menaruh teh nya di meja, tampak tertarik "Kenapa kau bisa sangat yakin?"
"Soalnya, masa Dari dulu anda mendapatkan masalah ketika bersamanya? Janggal, kan?" jawab Irina sambil meyakinkan Riana
Riana hanya mengangguk, walaupun tidak ingat apa apa disini. Karena ia bukan jiwa asli penghuni dunia fantasi ini
"Dan nona lisa malah menjadi pemandu anda, tapi tidak apa apa Nona Riana.. Jika dia menyakitimu atau memfitnah anda lagi di acara itu, Cobalah balas!" Ucap irina sambil Memegang kedua tangan riana dengan erat, menunjukkan Bahwa ia ingin sekali jawaban 'ya'
Riana pun menghela nafas, ia mengerti bahwa di dunia ini ia di anggap wanita lemah namun riana hanya Sabar "Irina.. tenang saja, aku akan membalasnya jika dia benar benar jahat padaku"
Irina pun mengangguk lalu melepaskan tangan riana dengan lembut dan melanjutkan mencari gaun Riana yang cocok
Riana pun Menatap Irina yang mulai sibuk dengan pekerjaannya lagi, Lalu menoleh ke Jendelanya. Kembali terjerumus ke dalam pikirannya
"Lisa? Membuat rencana? pernah memfitnah ku? Apa itu mungkin? Bisa saja jika aku tahu pikirannya, tapi Jika Betul kata irina. Aku akan Menyiapkan Surprise juga" Ucapnya di dalam pikirannya
Malam pun tiba, dan riana memakai Gaun hitam merah yang terkesan elegan. Serta perhiasan anting yang indah. Walaupun perhiasan nya tidak banyak, tapi ia terlihat Cantik.
Ketika lisa datang, lisa terkejut melihat riana yang sangat cantik darinya. tapi tanpa pikir panjang, ia langsung menarik Tangan riana untuk naik ke kereta kuda
Riana Naik ke kereta kuda dengan anggun lalu duduk berseberangan dengan Lisa
Lisa pun menatap riana dengan Mata norak dan Iri dengki, tapi ia mencoba menyembunyikan nya "kak.."
Riana pun menoleh "hm?"
"Kakak cantik sekali malam ini, Aku tidak sangka kakak bisa berpenampilan menarik"
Riana tertawa kecil "Oh ya? Tenang saja, kau juga menarik" Padahal setelah di teliti Kata kata lisa, pasti itu menyinggung riana yang dulunya tidak bisa berpenampilan menarik. Sekarang jiwa Beda, hanya diri yang sama.
Sampai pun di acara
Setelah sampai di Acara, Banyak yang menyambut Lisa. Namun Setelah para bangsawan melihat seorang wanita di sebelah lisa, Perhatian nya teralihkan yang membuat Lisa sedikit kesal
Setelah perhatian itu, Riana dan Lisa berjalan ke arah meja dan mengambil segelas anggur
"Kakak pasti tidak tahu mau kemana, ya? Nanti-"
Riana memotong perkataan lisa dengan nada tenang "Aku bisa menjaga diri, Lisa. Takut banget aku hilang"
Lisa terkejut, ia langsung menggenggam Kain Gaunnya dengan keras. Mencoba menahan emosinya
Tiba tiba Para lady Bangsawan datang menghampiri lisa, namun mata mereka tertuju pada Riana
"Lisa? Apa kau membawa Seseorang?" Tanya Violetta dengan Tatapan sinis ke riana
Riana hanya tenang, masih membelakangi mereka
"Iya, dia adalah Kak riana" Jawab lisa sambil tersenyum
teman teman Lisa pun terkejut lalu tertawa "Apa kau yakin? nona riana di kurung oleh Ayahnya, dan hanya tahu menjadi pembantumu. Lisa.. Kenapa kau sangat baik sekali" Ucap salah satu temannya
Riana hanya menggoyangkan gelasnya dengan tenang, masih menunggu momen tapi penasaran Siapa mereka ya?
"Jangan gitu.. Walaupun begitu, Dia sudah sangat Cantik" Ucap Lisa masih tetap membela
"Oh ya? Kalau begitu tunjukkan wajahnya, aku tidak sabar melihat wajah lesunya" Violetta tertawa terbahak-bahak
Riana pun menghela nafas, sedangkan lisa hanya mengangguk padahal Ia snagat suka ketika riana di rendahkan.
Para bangsawan disitu pun mulai ram mengelilingi mereka untuk Melirik Interaksi mereka
"Mana wajahmu, Kampung"
"j-jangan Memanggil nya kampung.." Ucap lisa dengan khawatir
"sudahlah lisa.. Jangan Begitu baik padanya.. Dia tidak pantas menjadi sahabatmu" Mereka pun lanjut tertawa
Riana pun menggenggam erat gelasnya, masih menahan diri
"Heyy! Cepatlah tunjukkann!" Ucap salah satu temannya berjalan mendekat ke riana
"Oh? Dia pasti malu nih! Hahaha" Mereka terus tertawa
"wah.. tidak mau Memperlihatkan ya? Kalau begitu aku yang paksa!"
Ketika Violetta menarik pundak Riana untuk menghadapnya, Tiba tiba riana Langsung menuangkan Gelas anggurnya ke Gaun Violetta
"Ups.." Ucapnya dengan wajah yang sengaja
Violetta pun teriak "Apa yang kau lakukan dengan gaun mahalku!?"
para bangsawan disitu semakin heboh dan semakin berbisik bisik, Sedangkan riana menaruh gelasnya yang kosong lalu membersihkan Pundaknya dari sentuhan tadi
"Kenapa emangnya? Gaun itu uanya 15 koin emas, Buat apa panik?" Tanya Riana dengan mata sinis
Violetta terkejut dengan sifat riana yang tiba tiba berani dan tahu akan harga Gaunnya "Apa maksudmu!? Ini gaun mahal! Kau harus ganti!"
"Riana.. ayah kan sudah bilang jangan Membuat kerusuhan di pesta, nanti-" Lisa terkejut dengan riana yang langsung melemparkan Sebuah 15 koin emas ke Violetta begitu saja
"Nanti apa? Aku sudah tidak takut hukuman ayah nanti, lagian Menjadi perusak acara itu menarik" Ucap riana sambil mengibaskan Kedua tangannya
"Hey! Apa apaan kau membuang semua koinnya ke dalam wajahku!?" Tanya Violetta dengan kesal
"Biar kau Tidak buta dan tidak salah berargumen, ingat. Pake logika jangan pakai emosi" riana pun pergi ke meja hidangan makan dengan santai.
"Kauu!-"
"Sudah Violetta.. Semua melirik kita.." Ucap salah satu temannya dengan sedikit malu
disisi lain
"Wah.. Wanita yang ku pikir lemah dan lesu ternyata tegas dan elegan ya?" Zephyrus pun melirik zein dengan wajah nakal "sepertinya wanita itu cocok denganmu, Zane"
Zane hanya diam sambil menatap wanita itu dengan tatapan dingin, namun ada sedikit rasa tertarikan "Mungkin"
Zephyrus pun akhirnya langsung tersenyum "Berarti kau bisa menikah dong?"
Zane pun melirik zane dengan wajah Kebingungan namun dingin "Tidak secepat itu"
"Lalu kapan aku menunggumu, haaahh?" Tanya zephyrus dengan wajah yang lelah dengan sifat Zane yang terus dingin
Zane pun berdiri "Nanti lihat saja" ia pun pergi
Zephyrus akhirnya menghela nafas panjang "Dasar kulkas 1000 pintu.."