mencintai mungkin bukanlah sesuatu yang salah....
Tapi....mencintai milik orang lain, apakah itu juga bukan sesuatu yang salah ?!
Xyraisin Collin,
entah dari mana nama itu di peroleh seorang gadis cantik yatim piatu yang tinggal di sebuah yayasan yatim piatu dan akhirnya di nikahi oleh seorang laki laki yang di kemudian hari membawanya keluar dari panti itu.
Namun kehidupan rumah tangga bahagia yang ia impikan nyatanya tak pernah ia dapatkan karena keluarga sang suami yang sama sekali tidak pernah mau menerimanya.
Apalagi ia yang tak kunjung hamil di usia pernikahan mereka yang memasuki usia dua tahun.
Bryan Nikolas Yu,
seorang pria dingin yang tak lagi mau mengenal cinta.
Namun...
tiba tiba ia merasa tertarik dan jatuh hati pada sosok pelayannya yang bertugas merawat sang nenek.
tapi sayang....cintanya jatuh pada orang yang salah,
ia mencintai istri orang.
mampukan Bryan mewujudkan keinginannya memiliki seorang Xyraisin Colins yang notabene adalah istri orang.
CINTA TERLARANG
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon khitara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 25 terasa berbeda
Xyra duduk di sisi ranjang dengan tatapan kosong kedepan.
Keceriaan di meja makan dan kata kata sang ibu mertua tadi kembali memutar jelas di kepalanya.
Kembali..
Bulir bulir bening air mata yang terasa hangat luruh membasahi ke dua pipinya.
" siapa aku sebenarnya ?! Tidak bisakah sekali saja aku tahu siapa mereka ?!
Aku ingin mengenal mereka....aku ingin tahu bagaimana rasanya berada di sekitar mereka...." cicitnya pelan.
Kedua orang tua....
Di usianya yang masih 20 tahun ini, Xyra masih sangat merindukan mereka.
Kebersamaan Yari di meja makan tadi bersama keluarganya membuatnya iri dan kembali teringat akan ketidak beruntungannya itu.
Perih sekali rasa hatinya...
Ia ingin sekali memiliki tempat untuk berbagi kesedihan seperti saat ini.
Xyra perlahan merebahkan tubuhnya dengan posisi miring.
Membiarkan air matanya membasahi bantalnya.
Entah kemana dan sedang apa Yari sehingga laki laki itu tak segera datang menemui sang istri.
Xyra akhirnya terlelap di dalam pelukan kesedihannya.
Sementara itu di halaman samping rumah,
Udara malam terasa dingin, angin sepoi sepoi menerpa tubuh Yari yang nampak berdiri tegak di sana sambil menatap rembulan yang mulai menampakkan ujudnya
Hujan deras telah reda beberapa waktu yang lalu, dan angin di atas sana sukses mengusir awan yang menutup wajah sang rembulan.
Wajah Yari nampak sedikit sendu,
Perlahan ia mengeluarkan ponselnya dan menatap layar ponselnya kembali.
layar yang menunjukkan foto Xyra sedang berdiri tegak di sebuah tempat wisata bertema out door dengan pesan....
" jaga dia baik baik atau aku akan merebutnya...."
Yari menarik nafas panjang dan kemudian menghembuskannya dengan berat.
Diam diam ucapan sang ibu tadi di meja makan mengganggu pikirannya.
Sore tadi,
Ia sedang bersiap untuk pulang ketika tiba tiba sebuah pesan dari nomor yang tidak ia kenal masuk.
Jantungnya seketika berdetak kencang ketika ia membuka pesan itu.
Dengan cepat ia keluar dari showroomnya dan melajukan mobilnya ke vila tempat sang istri kerja.
Sesampainya di sana tubuhnya terasa melemas ketika ia mendengar penjelasan jika sang istri sedang tidak berada di tempat kerja.
Ia tak ingin berpikir buruk tentang Xyra, ia percaya dan yakin...
Istrinya bukan wanita murahan. Tidak mungkin Xyra berselingkuh di belakangnya.
Cicitnya....
Yari kembali terdengar menghela nafas, tak lama ia memutuskan untuk kembali ke kamar.
Dengan langkah sedikit berat, Yari melangkah masuk ke dalam rumah dari pintu bekakang.
Yari melangkah masuk ke dalam kamar setelah ia membuka pintu kamar dengan pelan dan hati hati sekali.
Laki laki berwajah lembut itu melangkah mendekat kearah ranjang di mana saat ini sang istri sedang tidur.
Dengan gerakan pelan, Yari duduk di sisi ranjang di sisi Xyra.
Di tatapnya wajah cantik yang terpejam dengan posisi miring itu.
Lama Yari menatap Xyra.
" benarkah.... kau selingkuh di belakangku ?! " cicit Yari pelan.
Hatinya terasa sakit saat ia berucap seperti itu.
Matanya berubah sendu menatap Xyra, perlahan ia mengulurkan tangannya mengusap lembut pipi Xyra.
Bersamaan dengan itu, kening Yari berkerut.
" sayang....kamu demam....?! " ucap Yari lagi dengan wajah khawatir.
Yari segera bangkit dari duduknya dan mencari kotak obat.
Sementara itu di tempat lain,
Malam yang kian larut dan udara yang terasa dingin seperti tak berpengaruh sedikitpun pada sosok laki laki yang saat ini sedang duduk di bangku kosong yang ada di sebuah taman.
Sosok itu yang tidak lain adalah Bryan, sudah hampir dua jam lebih duduk di tempat itu.
Laki laki itu hanya duduk diam sejak tadi.
Satu tangannya nampak menggenggam sebuah ponsel.
Sebuah foto telah ia kirimkan kepada seseorang sore tadi.
Dan saat ini....
Sejujurnya ia tengah menunggu reaksi.
Tapi hasilnya nihil....
Tak ada reaksi apapun, tak ada sebuah chat atau bahkan sebuah panggilan.
Bryan nampak meremas kuat ponsel di dalam genggamannya itu.
" aku tidak akan menyerah....
karena itu jelas bukan aku, aku tak perduli meski karena itu....
aku harus terbakar dan menjadi abu di neraka.
aku menginginkanmu....
hanya menginginkanmu....
tidak yang lain meski aku bisa ....
Xyxi..... "
🍀
Pagi telah mengganti malam, udara pagi terasa lebih segar.
Xyra nampak bergerak pelan di atas ranjang.
Tubuhnya terasa sakit dan kepalanya terasa pusing.
" tidak usah bangun...tidur lagi saja "
Ucap Yari lembut ketika ia merasakan pergerakan di sisinya dengan tangan yang melingkar di pinggang sang istri.
Semalam.....
ia sudah memutuskan untuk tidak percaya dengan foto yang entah dikirimkan oleh siapa kepadanya itu.
Cintanya jauh lebih besar kepada sosok yang kini ia bawa kembali ke dalam dekapannya itu.
Xyra menoleh sejenak kearah sang suami yang tidur miring menghadap ke arahnya sambil meraba sesuatu yang terasa sedikit berat di keningnya.
" semalam badan kamu panas, aku mengompresnya.... " ucap Yari lagi dengan tatapan terus terarah kepada wajah sembab di hadapannya itu.
Sangat jelas jika semalam ia menangis.
Tangan Yari terulur menyentuh kening Xyra, tak lagi sepanas semalam meski masih terasa hangat.
" tidak usah turun....biarkan bi Marto yang menyiapkan sarapan dan bersih bersih rumah hari ini..." ucap Yari lembut.
" tapi mas...."
" aku yang akan bicara sama ibu " ucap Yari lagi sambil bangkit dari tempat tidur kemudian melangkah ke arah kamar mandi.
Sikap dan perhatian Yari tetap sama, tapi entah kenapa Xyra merasakan ada yang berbeda.
baru ini q mendukung yg namanya Pelakor
ayo kak up lagi, esmosi jiwa ini aku🤣🤣🙏🙏
Manusia seperti Yati akan sadar,ketika dia sudah di tinggalkan.
dia akan tahu kekurangannya sebagai laki laki normal.
Bener² suami yg cocok jadi hujatan netizen.
Makasih Kak Thara, hari ini udah up 3 kali. aku kasih kopi deh yah biar lancar ide dongeng dan up lagi wkwkwkw
bikin ilfil tahu kelakuan mu yariii!!!
cobalah jadi laki laki gentleman gitu nah..akui kalau km yg gak bisa menghamili istrimu.
jangan diem ajj nyari aman.
kenapa setiap part "Julid" di buku kak Tara ini bikin hati dongkol..mbayangin yg ngomong persis mulutnya ibu² komplek yg suka ghibah.
rasa pengen ku remes mulut mertuanya xhyra
emosi akuhh🤭🙏🙏
yg ada malah bikin Xyxi jengkel.