NovelToon NovelToon
Mengejar Cinta Istri Pengganti

Mengejar Cinta Istri Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengantin Pengganti Konglomerat / Romansa / Konflik etika
Popularitas:6.8k
Nilai: 5
Nama Author: Veline ll

"Kau hanyalah pemeran pengganti dalam hidupku, Shena. Jangan bermimpi lebih!"

Shena berhenti bermimpi dan memilih pergi. Tapi justru saat itulah, Devan baru menyadari bahwa rumahnya terasa mati tanpa suara Shena. Sang CEO arogan itu kini rela membuang harga dirinya hanya untuk memohon satu kesempatan kedua.

Bagaimana jadinya jika sang pembenci justru berubah menjadi pemuja yang paling gila? Masih adakah tempat untuk Devan di hati Shena yang sudah beku di Hati nya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Veline ll, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23 Pelabuhan Terakhir (Honeymoon)

Setelah hiruk-pikuk pesta pernikahan dan pengungkapan wasiat yang mengguncang dunia bisnis, Devan memutuskan untuk membawa Shena jauh dari lampu kilat kamera dan kebisingan Jakarta. Ia tidak memilih Paris atau Maladewa yang biasa menjadi tujuan para elit. Sebaliknya, Devan membawa Shena ke sebuah pulau pribadi kecil di lepas pantai Labuan Bajo.

"Di sini, tidak ada CEO, tidak ada pewaris tanah, dan tidak ada masa lalu," bisik Devan saat kapal pesiar kecil mereka merapat di dermaga kayu yang menjorok ke air laut berwarna pirus.

Shena menghirup udara laut yang segar, merasakan angin mempermainkan gaun musim panasnya yang ringan. "Hanya ada kita?"

"Hanya ada kita," jawab Devan sambil meraih tangan Shena dan menuntunnya menuju sebuah vila terbuka yang dibangun dari bambu dan kayu jati, menyatu sempurna dengan alam.

Malam di Bawah Langit Flores

Malam pertama mereka di pulau itu diawali dengan makan malam romantis di bibir pantai. Devan telah menyiapkan semuanya sendiri—tanpa bantuan pelayan. Hanya ada meja kecil dengan lilin-lilin yang terlindung lentera kaca dan suara deburan ombak yang ritmis.

Shena menatap suaminya yang kini tampak jauh lebih santai. Tidak ada lagi kerutan di dahi atau sorot mata penuh beban. "Mas, kau tampak berbeda. Seolah beban sepuluh tahun hilang dari bahumu."

Devan menuangkan jus anggur ke gelas Shena, lalu menatapnya dalam-dalam.

"Karena tujuanku sudah tercapai, Shena. Dulu aku mengejar kesuksesan untuk membuktikan diri pada ayahku. Lalu aku mengejar Sarah untuk memuaskan egoku. Tapi sekarang, aku sudah memenangkanmu. Memilikimu membuatku merasa tidak perlu lagi membuktikan apa pun pada dunia."

Shena tersipu, jemarinya memainkan pasir di bawah kakinya. "Aku dulu pernah berpikir bahwa cinta adalah tentang pengabdian tanpa batas, meskipun menyakitkan. Tapi kau mengajariku bahwa cinta juga tentang keberanian untuk menuntut hak dan harga diri."

Devan bangkit dari kursinya, berjalan memutar, dan berlutut di samping kursi Shena. Ia mengambil tangan istrinya, mencium telapak tangan yang kini telah sepenuhnya halus dan lembut kembali.

"Maafkan aku karena pernah membuat tangan ini bekerja keras untuk sesuatu yang tidak berharga," gumam Devan tulus.

Saat malam semakin larut, Devan membimbing Shena kembali ke vila. Di dalam, ruangan itu telah dihiasi dengan bunga melati putih—aroma yang kini identik dengan cinta mereka. Cahaya bulan masuk melalui celah-celah jendela besar, memberikan rona perak pada kulit Shena.

Ketegangan yang dulu pernah ada saat mereka berbagi ranjang di awal pernikahan kini telah sirna, digantikan oleh rasa rindu dan keinginan yang tulus. Devan menyentuh wajah Shena dengan sangat hati-hati, seolah-olah ia sedang menyentuh harta yang paling berharga di alam semesta.

"Bolehkah aku memulainya kembali dari awal, Shena? Benar-benar dari awal?" tanya Devan, suaranya berat karena emosi.

Shena mengangguk, melingkarkan lengannya di leher Devan. "Bukan sebagai suami pengganti, Mas. Tapi sebagai pria yang memilihku, dan pria yang aku pilih."

Malam itu menjadi saksi penyatuan mereka yang sesungguhnya. Tidak ada lagi paksaan, tidak ada lagi bayang-bayang Sarah, dan tidak ada lagi kontrak bisnis. Hanya ada dua jiwa yang akhirnya menemukan pelabuhan setelah berlayar melalui badai yang menghancurkan.

Keesokan paginya, Shena terbangun oleh sinar matahari yang hangat. Ia merasakan lengan kokoh Devan melingkar protektif di pinggangnya. Saat ia bergerak, Devan mengerang pelan dan menariknya lebih dekat.

"Jangan bangun dulu," gumam Devan dengan suara khas bangun tidur yang serak. "Dunia bisa menunggu satu jam lagi."

Shena tertawa kecil, berbalik untuk menghadap suaminya. "Mas, kau bilang kita akan snorkeling hari ini."

"Snorkeling bisa menunggu. Tapi menatap wajahmu saat bangun tidur adalah prioritasku sekarang," Devan mengecup hidung Shena, lalu dahinya. "Aku ingin kita membangun sesuatu yang baru setelah pulang nanti. Bukan hanya perusahaan, tapi... sebuah keluarga kecil. Bagaimana menurutmu?"

Mata Shena berbinar. "Seorang anak?"

"Mungkin dua. Atau tiga. Yang jelas, mereka akan tumbuh di rumah yang penuh cinta, bukan rumah yang penuh dengan rahasia dan kebencian seperti kita dulu," janji Devan.

Shena membenamkan wajahnya di dada Devan, merasakan detak jantung suaminya yang stabil dan menenangkan. Di pulau terpencil itu, di tengah luasnya samudra, Shena menyadari bahwa penderitaannya selama bertahun-tahun di paviliun belakang hanyalah sebuah jalan panjang menuju kebahagiaan yang kini ia genggam erat.

Masa lalu mereka mungkin berkarat, namun masa depan mereka kini berkilau seperti emas yang baru saja dimurnikan oleh api.

...****************...

1
Kostum Unik
🤭🤭🤭...
Kostum Unik
🤣🤣🤣
MayAyunda
keren 👍👍
😍
Marine
semangat author! ceritanya bagus
Veline: makasih 🔥🔥🔥
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!