NovelToon NovelToon
Hello Tenggara

Hello Tenggara

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Erna Lestari

Tentang Tenggara yang mencintai dalam diam
Tentang Khatulistiwa yang mencari sebuah perhatian

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erna Lestari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19

KUNJUNGAN KE RUMAH TENGGARA

Hari Sabtu pagi, cuaca di Makassar cukup cerah dengan sedikit hembusan angin sepoi-sepoi. Khatulistiwa berdiri di depan pintu gerbang rumah adat Sulawesi Selatan milik keluarga Tenggara, membawa keranjang berisi berbagai jenis kukis buatan tangan ibundanya – dari kukis mentega klasik hingga kukis dengan topping coklat dan kacang mete yang merupakan favorit banyak orang.

Hatinya berdebar kencang saat melihat rumah yang indah dengan atap limas dan ornamen kayu ukir yang mencerminkan keindahan budaya Sulawesi Selatan. Tiba-tiba pintu gerbang terbuka dan Tenggara muncul dengan senyum lebar. "Selamat datang di rumahku, Khatulistiwa! Aku sudah menunggumu dari tadi."

"Terima kasih sudah mengundang aku," jawabnya dengan senyum lembut sambil memberikan keranjang kukis. "Ini dari ibuku, dia bilang ingin memberikan sedikit oleh-oleh untuk keluarga kamu."

"Wah, sangat terima kasih ya! Bau nya sudah sangat harum," ucap Tenggara dengan kagum. "Ayo masuk saja, nenek dan kakekku sudah menunggumu di dalam rumah."

 

Setelah memasuki rumah, Khatulistiwa langsung merasa terpukau dengan dekorasi dalam ruangan yang penuh dengan benda-benda khas budaya lokal – mulai dari kain songket yang terpajang di dinding, ukiran kayu yang menghiasi setiap sudut, hingga berbagai jenis alat tenun tradisional yang tertata rapi di sebuah sudut ruangan.

"Khatulistiwa, ini kakekku Haji Sulaiman dan nenekku Hj. Fatimah," perkenalkan Tenggara dengan penuh rasa hormat.

Kakek Sulaiman berdiri dengan tubuh yang masih tegap dan memberikan jempol untuk disambut. "Senang bertemu denganmu, Khatulistiwa. Tenggara sudah sering bercerita tentangmu. Kamu adalah anak yang sangat baik."

Nenek Fatimah datang dengan langkah santai dan memberikan pelukan hangat. "Selamat datang di rumah kita, sayang. Mari kita duduk saja dan menikmati kukis yang kamu bawa."

Mereka duduk di ruang tamu yang diberlakukan dengan karpet tradisional yang lembut. Nenek Fatimah segera mengambil beberapa piring dan menyajikan kukis yang dibawa Khatulistiwa, sementara Tenggara menyajikan teh hangat dengan tambahan jahe dan madu yang menghangatkan tubuh.

"Wah, rasanya sungguh lezat!" puji nenek Fatimah setelah mencicipi satu buah kukis berbentuk bunga kenanga. "Teksturnya sangat lembut dan rasanya tidak terlalu manis – benar-benar sempurna."

"Terima kasih Bu Fatimah," jawab Khatulistiwa dengan rasa bangga. "Ini resep turun temurun dari nenek saya. Kami selalu membuatnya dengan cinta dan perhatian penuh."

 

Setelah menikmati makanan dan minuman, Tenggara mengajak Khatulistiwa berkeliling rumah dan halaman belakang. Di halaman belakang, terdapat sebuah ruangan kecil yang difungsikan sebagai tempat kerja nenek Fatimah untuk membuat tenun songket. Khatulistiwa melihat dengan penuh kagum alat tenun yang telah digunakan selama bertahun-tahun dan berbagai gulungan benang berwarna-warni yang siap digunakan.

"Nenek mau menunjukkan cara membuat tenun songket tidak ya?" tanya Tenggara kepada neneknya.

"Tentu saja, cucu," jawab nenek Fatimah dengan senyum bangga. Dia kemudian menjelaskan setiap bagian dari alat tenun dan menunjukkan cara mengatur benang dengan hati-hati. "Membuat tenun songket membutuhkan kesabaran dan ketelitian yang tinggi. Setiap pola yang dibuat memiliki makna tersendiri yang menggambarkan kehidupan masyarakat kita dulu."

Khatulistiwa dengan senang hati mencoba duduk di depan alat tenun dan mencoba menggerakkan benang sesuai dengan petunjuk nenek Fatimah. Meskipun gerakannya masih goyah dan tidak sempurna, dia merasa sangat senang bisa belajar langsung dari seorang ahli seperti nenek Fatimah.

Setelah itu, kakek Sulaiman mengajaknya melihat koleksi buku sejarah yang dimilikinya – sebagian besar adalah buku langka tentang sejarah kerajaan di Sulawesi Selatan yang tidak mudah ditemukan di toko buku umum. "Aku sangat senang melihat anak muda seperti kamu yang masih menyukai sejarah daerah kita," ucap kakek Sulaiman dengan suara penuh kebanggaan. "Kita perlu melestarikan pengetahuan ini agar tidak terlupakan oleh generasi mendatang."

"Kakek benar sekali," jawab Khatulistiwa dengan penuh rasa hormat. "Aku berjanji akan selalu belajar dan berusaha untuk memperkenalkan budaya kita kepada lebih banyak orang."

 

Malam mulai menjelang dan Khatulistiwa merasa sudah waktunya untuk pulang. Sebelum berpisah, nenek Fatimah memberikan sebuah kain songket kecil dengan pola sederhana sebagai hadiah. "Ini untukmu, sayang," ucapnya dengan lembut. "Semoga kain songket ini selalu mengingatkanmu akan keindahan budaya kita dan menjadi sumber keberuntungan bagimu."

Khatulistiwa menerima hadiahnya dengan mata berkaca-kaca. "Terima kasih banyak Bu Fatimah. Aku akan selalu menyimpan hadiah ini dengan baik dan mungkin akan membuat baju dari kain ini untuk acara-acara khusus nanti."

Tenggara mengantarnya ke gerbang rumah dengan hati yang penuh kebahagiaan. "Kapan kamu mau datang lagi?" tanyanya dengan sedikit ragu. "Kita bisa belajar membuat tenun bersama atau kakek bisa mengajarkan kita tentang sejarah kerajaan yang lebih mendalam."

"Aku pasti akan datang lagi sebentar lagi," jawab Khatulistiwa dengan senyum lebar. "Aku bahkan ingin mengajak teman-temanku dari kampus untuk datang dan belajar tentang budaya kita juga."

Setelah berpisah dan pulang dengan hati yang penuh rasa syukur, Khatulistiwa merasa bahwa rumah Tenggara telah menjadi seperti rumah kedua baginya. Dia tidak hanya mendapatkan ilmu baru tentang budaya daerahnya, namun juga merasakan kehangatan keluarga yang membuatnya merasa diterima dan dicintai. Saat dia melihat kain songket yang diberikan nenek Fatimah, dia tahu bahwa hubungan yang telah dia bangun dengan keluarga Tenggara akan terus tumbuh dan menjadi bagian penting dalam hidupnyaa

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!