NovelToon NovelToon
DEWA YANG MENENTANG SEGALA DUNIA

DEWA YANG MENENTANG SEGALA DUNIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Ilmu Kanuragan / Pendamping Sakti / Perperangan / Dikelilingi wanita cantik / Action / Epik Petualangan
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Beruang Terbang

PROLOG

-MENENTANG SEGALA DUNIA
-MENENTUKAN TAKDIR SENDIRI
-MERANGKAI TAKDIR YANG DIINGINKAN

-BILA LANGIT JADI PENGHALANGKU KU ROBEKAN LANGIT
-BILA BUMI MENAHAN KAKIKU KU HANCURKAN BUMI

-AKU ADALAH PEMILIK TAKDIR KU SENDIRI-

Di Kota Yinhu, di bawah langit kelabu Kerajaan Bela Diri Selatan, seorang pemuda bernama Shen Tianyang tumbuh dalam bayang-bayang kehinaan.

Terlahir dari keluarga bela diri, ia justru dianggap sebagai noda—tak berbakat, tak berguna, dan tak layak mewarisi darah leluhur.

Di dunia di mana kekuatan adalah segalanya, Shen Tianyang hidup lebih rendah dari orang biasa.

Tatapan meremehkan dan bisikan hinaan menjadi kesehariannya, perlahan mengikis martabat dan harapannya. Namun dari jurang keputusasaan itulah, takdir yang lebih kejam mulai bergerak.

Sebuah pertemuan terlarang mengubah segalanya. Akar Spiritual yang menentang hukum langit terbangun di dalam tubuhnya, menyeretnya ke jalan yang tak dapat ditinggalkan—jalan yang dipenuhi darah, penderitaan, dan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Beruang Terbang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25: Paman Buyut

Dengan raut wajah muram dan tatapan penuh tekanan, tetua keluarga Yao menatap Shen Tianyang.

Suaranya berat ketika bertanya, seolah menahan amarah yang mendidih di dadanya,..

“Seni bela diri apa yang kau gunakan?”

Di dalam benaknya, satu kesimpulan telah terbentuk... jika pemuda ini tidak membina suatu teknik ilahi yang tiada banding, mustahil seorang praktisi Ranah Bela Diri Fana tingkat enam mampu dipermalukannya sedemikian rupa.

Namun Shen Tianyang tidak menjawab sepatah kata pun. Tatapannya dingin, napasnya stabil. Kedua tinjunya mengepal, lalu berubah seakan menjelma menjadi dua kepala harimau yang mengaum ganas.

Ia melangkah maju satu tapak—dan dalam sekejap, badai tinju meledak tanpa ampun.

"BOOOOOOOOOMMM..!!"

"BOOOOOOOOOMMM..!!"

"BOOOOOOOOOMMM..!!"

Ratusan bayangan harimau buas seolah menghantam tubuh tetua keluarga Yao.

Setiap pukulan disertai dentuman dahsyat, mengguncang tanah dan membuat alun-alun bergetar tanpa henti.

Tetua itu hanya sempat menahan sekitar sepuluh serangan sebelum akhirnya tertembus. Satu pukulan saja cukup untuk mengacaukan Qi Sejatinya, memaksanya bertahan hanya dengan tubuh fana menghadapi hujan tinju yang datang bak badai langit.

"BOOOOOOOOOMMM..!!"

"BOOOOOOOOOMMM..!!"

Tinju Shen Tianyang liar, brutal, dan penuh kekuatan. Setiap serangan yang mendarat membuat jantung para penonton bergetar hebat. Mereka tak kuasa membayangkan, apa jadinya jika merekalah yang berdiri di posisi tetua keluarga Yao saat itu.

Seluruh alun-alun terdiam membeku. Mata membelalak, mulut ternganga.

Jika bukan karena menyaksikannya dengan mata kepala sendiri, tak seorang pun akan percaya bahwa seorang pemuda enam belas tahun mampu memperlakukan tetua keluarga Yao seperti sekadar sasaran latihan.

Kekuatan semacam itu membuat tulang punggung siapa pun terasa dingin.

“Bertarung dengan orang dari keluarga Yao adalah penghinaan bagiku..!!!”

Raung Shen Tianyang. “Kau telah kalah taruhan—sekarang enyahlah!”

"BOOOOOOOOOMMM..!!"

Sebuah tendangan terbang dilepaskannya, menghantam tubuh tetua itu dan melemparkannya ke arah para penjaga keluarga Yao. Saat itu, tetua tersebut telah sepenuhnya pingsan.

Tulang-tulangnya remuk dihantam Tinju Pembantai Harimau Langit, luka berat yang nyaris merenggut nyawanya.

Orang-orang masih merasa seakan terjebak dalam mimpi. Mereka mulai meragukan penilaian mereka sebelumnya. Fakta bahwa Shen Tianyang benar-benar melukai parah seorang tetua keluarga Yao sulit diterima nalar.

Kini, tidak ada lagi keraguan—pemuda ini pasti menguasai teknik bela diri tak tertandingi. Tanpa itu, kekuatan seperti ini mustahil terwujud.

Tetua keluarga Yao dan Yao Tianhua datang dengan langkah congkak, namun akhirnya harus diusung keluar. Segala yang terjadi hari itu disaksikan banyak mata. Bahkan jika keluarga Yao ingin menuntut, mereka tak punya alasan.

Provokasi datang dari pihak mereka sendiri.

Malam semakin larut. Para murid keluarga yang menghadiri jamuan keluarga Shen satu per satu meninggalkan tempat dengan hati bergejolak— campuran kegembiraan dan keterkejutan.

Jamuan itu tidak mengecewakan sedikit pun.

Para tamu dari keluarga lain telah pergi, namun perjamuan berlanjut. Ini adalah perayaan keluarga Shen sendiri. Kursi-kursi yang rusak diganti, meja kembali dipenuhi arak dan hidangan lezat.

Sorak-sorai membahana...!!

Mereka merayakan kelahiran kepala keluarga baru, dan lebih dari itu, kemunculan sosok mengerikan yang akan mengangkat martabat seluruh keluarga Shen ke tingkat yang lebih tinggi.

Fajar menyingsing. Cahaya matahari menyinari alun-alun yang berantakan, di mana banyak murid keluarga Shen tergeletak dalam mabuk berat. Namun Shen Tianwu dan para tetua tetap segar dan waspada. Mereka adalah pilar keluarga Shen—tidak boleh lengah walau sesaat.

Setelah mengantar para pemimpin cabang keluarga Shen, Shen Tianyang dan Shen Tianwu akhirnya dapat menghela napas lega.

“Ayah,” ucap Shen Tianyang dengan senyum pahit, “di Kota Yinhu hanya ada Paviliun Pil Roh yang menjual pil. Ke depannya, harga pasti akan mencekik kita. Ini masalah besar.”

Shen Tianwu mengetuk kepala putranya sambil tertawa kecil, “Apa lagi yang kau harapkan? Kau sudah mempermalukan keluarga Yao habis-habisan. Sekarang giliran ayahmu membereskan kekacauan yang kau buat.”

Shen Tianyang menjulurkan lidahnya. “Apakah masalahnya sebesar itu?”

Shen Tianwu mendengus dingin. “Tenang saja. Meski keluarga Yao adalah keluarga alkimia, keluarga Shen bukan pihak yang bisa diinjak-injak! Hanya saja… urusan pil memang sedikit merepotkan.”

Pada saat itu, sebuah suara tua namun dalam terdengar dari kejauhan, sarat wibawa yang sulit diabaikan,

“Masalah ini tidak sebesar yang kalian kira. Di bawah langit ini, bukan hanya keluarga Yao yang menjual pil. Paviliun Pil Roh memang milik mereka—namun di kota-kota lain, ceritanya berbeda.”

Suara itu seolah membawa angin perubahan. Di balik fajar yang baru lahir, takdir keluarga Shen perlahan mulai bergerak, menapaki jalur yang jauh lebih luas dari sebelumnya.

 

Orang tua itu adalah Penguasa Paviliun Pil Roh. Hanya segelintir orang di dunia yang mengetahui namanya... bahkan Shen Tianwu sendiri sama sekali tidak menyadari asal-usulnya.

“Penguasa Paviliun,” ucap Shen Tianyang dengan nada tenang, “meskipun aku telah mengalahkan Yao Tianhua, kebebasanmu tidak pernah dirampas. Selain tidak dapat kembali ke Paviliun Pil Roh, engkau bebas pergi ke mana pun yang kau kehendaki.”

Orang tua itu tersenyum tipis, lalu menggeleng perlahan. “Jangan panggil aku Penguasa Paviliun lagi. Aku adalah seorang manusia dengan nama. Namaku… Shen Luzong.”

Nama itu bagaikan petir yang menyambar. Shen Tianyang dan Shen Tianwu sama-sama terkejut. Penguasa Paviliun Pil Roh ternyata bermarga Shen..!! Kakek Shen Tianyang bernama Shen Luhong—tak heran keterkejutan mereka begitu nyata.

“He he he he he,” Shen Luzong tertawa ringan, menatap Shen Tianyang dengan sorot mata penuh makna. “Tahukah kau mengapa kakekmu dan aku memiliki permusuhan sedemikian besar..??"

"... Karena dia adalah kakak kandungku. Saat itu aku gagal menjadi kepala keluarga, perselisihan pun tak terelakkan. Aku meninggalkan keluarga Shen, mempelajari alkimia, dan akhirnya mendirikan Paviliun Pil Roh… sebagai tandingan kakak lelakiku sendiri.”

Angin pagi berembus pelan. Shen Luzong memalingkan wajahnya ke arah gerbang keluarga Shen, matanya dipenuhi nostalgia yang dalam...

“Sekarang, karena aku telah lama meninggalkan keluarga Shen, tak ada lagi alasan bagiku untuk tidak kembali. Jika kalian masih menghargai orang tua ini, aku bersedia menyelesaikan persoalan pil keluarga Shen.”

Shen Tianyang tersenyum. “Paman buyut, jika engkau bersedia tinggal, itu akan menjadi anugerah besar. Jika tidak, maka beban pil akan jatuh seluruhnya ke pundakku.”

Shen Tianwu melangkah maju dan membungkuk hormat. “Paman, selamat datang kembali ke keluarga Shen.”

Shen Luzong hanya tersenyum lembut, menatap Shen Tianwu dengan kasih sayang yang tulus.

"Saat aku pergi dulu, kau masih anak kecil. Aku pun masih muda kala itu. Kini aku telah tua. Masa depan keluarga Shen… berada di tangan kalian, generasi muda.”

Peristiwa semalam telah mengguncang Kota Yinhu. Nama Shen Tianyang menyebar ke telinga berbagai kekuatan besar, dan kedudukan keluarga Shen pun dinilai ulang.

Kini, keluarga Shen memiliki dua alkemis. Masalah kekurangan pil tidak lagi mengancam.

Namun sumber bahan obat tetap menjadi ganjalan—bahan tingkat rendah mudah didapat, tetapi bahan bermutu tinggi amat mahal dan langka, terlebih sebagian besar berada dalam kendali keluarga Yao.

Di dalam ruang rahasia, Shen Tianyang berdiskusi dengan Bai Yanhan dan Su Meiling mengenai kondisi keluarga Shen saat ini. Ia berharap, sebelum melangkah ke sekte-sekte bela diri besar, keluarga Shen telah benar-benar berdiri sebagai keluarga kuat.

“Itu bukan masalah besar,” ujar Su Meiling santai, sambil memainkan sebuah inti binatang seribu tahun di tangannya. “Yang kurang dari keluarga Shen hanyalah herbal. Pergilah ke kota terdekat dan beli. Lingzhi Darah Seribu Tahun itu bisa kau jual lebih dulu.”

Shen Tianyang berkata dengan nada berat, “Itu Lingzhi Darah Seribu Tahun… sangat langka.”

Su Meiling mengembalikan inti binatang itu ke tangan Shen Tianyang sambil tersenyum. “Bukankah kau memiliki Seni Air Liur Naga..? Selama kau punya waktu, bahkan Lingzhi Darah Sepuluh Ribu Tahun bukanlah mimpi...!!"

"... Lagi pula, Lingzhi Darah hanyalah tanaman roh tingkat rendah. Tak peduli setua apa pun, khasiatnya tetap terbatas. Tetapi Lingzhi Neraka itu… jauh lebih berharga.”

Seni Air Liur Naga mampu mempercepat pertumbuhan tanaman roh. Dengan penyiraman berulang, usia tanaman dapat melonjak jauh melampaui batas wajar.

Pikiran itu membuat darah Shen Tianyang mendidih oleh kegembiraan—keinginan untuk menciptakan Lingzhi Darah Sepuluh Ribu Tahun hampir meluap.

Namun Su Meiling seakan membaca pikirannya. Ia berkata lembut namun tegas, “Jangan pernah mencoba menciptakan Lingzhi Darah Sepuluh Ribu Tahun. Itu pemborosan. Jauh lebih menguntungkan jika digunakan untuk menyirami tanaman roh bermutu tinggi. Kau harus tahu, Seni Air Liur Naga memadatkan esensi matahari dan bulan, dipadukan dengan Qi Sejati Naga Hijau, membentuk air liur naga. Itu tidak boleh disia-siakan.”

Kata-kata itu terpatri dalam hati Shen Tianyang. Di balik ketenangan wajahnya, sebuah rencana besar mulai terbentuk—jalan panjang menuju kebangkitan keluarga Shen, perlahan namun pasti, telah terbentang di hadapannya.

Bersambung Ke Bab 26

1
Ananrac
🔥🔥🔥🔥
Beruang Terbang: lanjjjoooottt komendan
terima kasih atas sepertinya
total 1 replies
Ananrac
lanjutttyy
Beruang Terbang: lanjjjoooottt komendan
terima kasih atas sepertinya
total 1 replies
Ananrac
lanjut thor
Beruang Terbang: siiyyyaappp Komendan laksanakan
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!