NovelToon NovelToon
Kupinjam Waktu Untuk Membalasmu

Kupinjam Waktu Untuk Membalasmu

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Berondong / Ketos / Reinkarnasi / Obsesi / Pembaca Pikiran / Tamat
Popularitas:458
Nilai: 5
Nama Author: Ranu Kallanie Jingga

Seorang wanita yang dikhianati dan dihancurkan hidupnya kembali ke masa kuliah 6 tahun lalu. Berbekal ingatan masa depan, ia bertransformasi dari si "Memey" yang naif menjadi Odelyn yang predator, demi menghancurkan pria yang pernah menghamilinya dan meninggalkannya begitu saja. Memiliki misi Glow Up dan pola hidup sehat secara ekstrem buat balas dendam. Tapi dia malah terjebak di tengah konflik keluarga konglomerat yang misterius.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ranu Kallanie Jingga, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Panggung Para Pion

Aula utama kampus penuh sesak. Udara terasa panas, bukan cuma karena AC yang nggak sanggup menahan ribuan mahasiswa, tapi karena tensi antara dua kubu di atas panggung.

​Di sebelah kiri, Gavin tampil sangat flashy. Jas mahal, rambut klimis, dan senyum sombong yang dia tujukan langsung ke barisan depan—tempat gue duduk dengan dress satin merah yang mencolok. Di sebelah kanan, Rizky tampil lebih bersahaja tapi penuh wibawa dengan almamater kampus.

​Debat berjalan sengit. Gavin menyerang dengan data-data yang gue kasih (yang sebagian gue manipulasi biar dia kelihatan agresif banget), sementara Rizky bertahan dengan tenang pake info "bocoran" yang juga dari gue. Penonton bersorak, suasana makin kacau.

​"Sekarang, sesi pertanyaan dari perwakilan mahasiswa," ucap moderator.

​Gue berdiri. Seluruh aula mendadak hening. Gavin menatap gue dengan penuh harap, mengira gue bakal kasih pertanyaan "umpan" biar dia makin bersinar. Rizky menatap gue dengan senyum lembut, mengira gue bakal kasih pertanyaan yang menguntungkan dia.

​Gue memegang mikrofon, suara gue bergema jernih.

​"Pertanyaan saya untuk kedua calon," ucap gue dingin. "Gavin, lo bilang kampanye lo paling transparan, tapi dari mana dana ratusan juta untuk konser amal kemarin kalau bukan dari bisnis keluarga lo yang kabarnya lagi bermasalah dengan audit pajak?"

​Wajah Gavin langsung pucat pasi. Dia mematung. Itu info rahasia keluarga yang dia ceritain ke gue pas lagi baper di mobil. Dia nggak nyangka gue bakal gunain itu buat mempermalukan dia di depan umum.

​Gue beralih ke Rizky sebelum dia sempat merasa menang. "Dan untuk Kak Rizky. Kakak bicara soal integritas, tapi kenapa Kakak menerima bocoran strategi lawan dari orang dalam demi mengamankan posisi Kakak? Bukankah itu bentuk pengecut yang berlindung di balik kata 'integritas'?"

​Boom. Aula langsung pecah. Sorakan berubah jadi teriakan kaget.

​Gavin menatap gue dengan tatapan dikhianati yang paling hancur yang pernah gue liat. Rizky tertunduk, malu karena rahasia "kencan" informan kami terbongkar secara implisit. Mereka berdua baru sadar kalau mereka nggak lagi bertarung satu sama lain... mereka lagi dihancurkan oleh orang yang sama.

Debat berakhir ricuh. Reputasi Rizky sebagai "orang suci" runtuh, dan citra Gavin sebagai "pangeran kaya" hancur karena isu pajak keluarganya.

​Gue keluar dari aula dengan langkah tenang. Begitu sampai di taman belakang yang sepi, Gavin mengejar gue. Dia menarik bahu gue, napasnya tersengal-sengal, matanya merah.

​"Kenapa, Lyn?! Kenapa lo lakuin itu di depan semua orang?!" teriaknya frustrasi. "Gue ngelakuin semuanya buat lo! Gue abisin duit gue, tenaga gue, semuanya cuma buat buktiin kalau gue layak buat lo!"

​Gue menepis tangannya perlahan, lalu menatapnya dengan tatapan yang paling kosong yang pernah ada.

​"Lo bilang lo mau buktiin kalau lo lebih layak dari Rizky, kan?" suara gue tenang tapi menusuk. "Sekarang gue kasih tahu faktanya, Vin. Nggak ada yang layak. Lo tetep cowok brengsek yang cuma peduli sama ego, dan Rizky tetep pengecut yang nggak berani main jujur."

​Gue mendekat ke telinganya, berbisik pelan. "Inget pas lo manggil gue 'Memey' dan bikin gue nangis di depan umum dulu? Anggap aja ini bunga dari air mata gue yang dulu, Gavin."

​Gue berbalik pergi, meninggalkan Gavin yang jatuh terduduk di rumput taman, sendirian, hancur, dan kehilangan segalanya—reputasi, jabatan, dan wanita yang baru saja dia sadari adalah satu-satunya yang dia cintai.

1
Anonymous
Keren banyak banget plot twisnya😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!