NovelToon NovelToon
Sang Penakluk 2

Sang Penakluk 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Action
Popularitas:9.3k
Nilai: 5
Nama Author: RantauL

Season 2 dari Novel Sang Penakluk.

Hi Cesss, Novel Sang Penakluk kembali lagi ni. Semoga klean suka dengan alur ceritanya Cesss.

Jangan Lupa Like, Komen dan Supportnya Cesss. Karena setiap like, komen dan support dari kalian akan sangat berguna bagiku yang pemula ini.

Selamat Membaca...,,,

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RantauL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 2. Cerita Masa Lalu

Pada masa itu, Dunia Naga dan Dunia Siluman masih terpisah jelas oleh Hukum Alam dan Kesepakatan Antar Ras.

Naga hidup dalam kehormatan, keseimbangan, dan kekuatan murni. Sementara Ras Siluman—terutama Siluman Ular—hidup dalam intrik, hierarki darah, dan kekuasaan yang diwariskan turun-temurun.

“Aku adalah pewaris darah Naga Hijau Suci,” lanjut Virdrax. “Penjaga keseimbangan Ras Naga Hijau. Sejak lahir, hidupku telah ditentukan—aku tidak boleh berhubungan dengan ras lain, apalagi menjalin ikatan.”

Navhara tersenyum getir. “Dan aku… adalah putri tunggal dari Raja Siluman Ular Zamrud. Sejak kecil aku diajari satu hal, yaitu kekuasaan lebih penting daripada perasaan.”

Namun takdir tidak pernah peduli pada aturan.

Pertemuan pertama mereka terjadi di perbatasan dunia antar kedua ras—sebuah celah energi yang hanya bisa dibuka oleh makhluk dengan resonansi jiwa yang kuat.

Virdrax, dalam wujud manusianya, tengah meneliti fluktuasi energi aneh. Di saat yang sama, sang putri Siluman Ular Zamrud menyelinap keluar dari wilayahnya, didorong rasa ingin tahu yang selama ini ia pendam.

“Aku melihatnya berdiri di bawah pohon zamrud,” ucap Navhara lirih. “Rambut hijau gelapnya tertiup angin… dan untuk pertama kalinya, aku merasa dunia berhenti berputar.”

Sejak hari itu, mereka bertemu lagi. Lagi dan lagi.

Hubungan mereka berkembang dalam senyap. Naga Hijau sering keluar-masuk Dunia Siluman, khususnya wilayah Siluman Ular Zamrud, menggunakan teknik penyamaran kuno dan artefak ruang yang diwariskan oleh leluhurnya.

“Aku tahu itu berbahaya, Ray Zen.” kata Virdrax. “Tapi setiap kali aku melihatnya… semua risiko terasa sepadan.”

Mereka berdua bertemu di beberapa tempat berbeda, seperti di gua kristal, di sungai racun yang tak mempan bagi tubuh siluman, dan di menara pengawas tua yang telah lama ditinggalkan. Tawa mereka menggema di tempat-tempat yang seharusnya tak mengenal kebahagiaan.

Namun rahasia, seindah apa pun, tak akan pernah abadi.

Suatu hari—hari yang mengubah segalanya—Raja Siluman Ular Zamrud memergoki mereka.

“Ayahku…” suara Navhara melemah. “Ia tidak berteriak. Tidak langsung menyerang. Tapi tatapannya… itu lebih mengerikan daripada amukan mana pun.”

Raja Siluman Ular Zamrud, penguasa berdarah dingin dengan kekuatan yang membuat seluruh ras Siluman Ular Zamrud tunduk, mengangkat tangannya. Racun murni berwujud energi pekat berkumpul, siap menghancurkan Naga Hijau saat itu juga.

“Aku benar-benar akan mati saat itu,” kata Virdrax jujur. “Jika bukan karena artefak ini.”

Dari dadanya, kini retak dan redup, Virdrax mengeluarkan sebuah Liontin Kuno—Artefak Gerbang Ruang.

Dengan sisa kekuatan dan naluri bertahan hidup, ia mengaktifkannya, menciptakan celah ruang yang memaksanya kembali ke Dunia Naga.

Namun harga pelarian itu sangat mahal.

“Ayahku menganggapku pengkhianat,” lanjut Navhara, air mata darah berwarna hijau mengalir di pipinya. “Bukan hanya karena aku mencintai Virdrax… tetapi karena aku berani memilih perasaan di atas darah dan kekuasaan.”

Navhara dihukum.

Bukan hukuman mati—itu terlalu mudah.

Ia dikurung di ruang terdalam istana, sebuah penjara kegelapan murni yang menyerap energi dan harapan. Tidak ada cahaya. Tidak ada waktu. Hanya kesunyian dan rasa bersalah.

“Tahun-tahun berlalu,” kata Navhara pelan. “Aku tidak tahu apakah dia masih hidup. Aku bahkan tidak tahu apakah dunia di luar masih ada.”

Selama ratusan tahun.

Sementara itu, Virdrax di Dunia Naga hidup dalam penyesalan. Artefaknya rusak parah. Jalan kembali tertutup. Ia mencoba kembali—berkali-kali—namun setiap usahanya hanya berakhir pada luka dan kegagalan.

“Aku pikir aku telah kehilangannya selamanya,” ucap Virdrax lirih.

Tujuh ratus tahun setelah perpisahan mereka, tragedi yang lebih besar datang.

Wilayah Siluman Ular Zamrud diserang oleh kelompok siluman ular lain yang jauh lebih kuat—Ras Siluman Ular Cobra yang telah lama menunggu kesempatan untuk merebut wilayah dan kekuasaan mereka.

Siluman Ular Cobra menyerang tanpa ampun, meretakkan tanah, menghancurkan istana, dan membantai tanpa pandang bulu.

“Ketika aku dibebaskan dari penjara,” suara Navhara bergetar hebat, “istana telah menjadi lautan api.”

Ayahnya. Ibunya. Saudara-saudaranya, dan seluruh pasukannya.

Hancur tanpa tersisa.

Pasukan setia ayahnya—yang masih hidup, yaitu kepala pasukan siluman ularnya sekarang—membebaskannya dan memaksanya melarikan diri.

(Cerita tentang Kepala Pasukan Siluman Ular terdapat pada Chapter 144 di Season 1)

Namun Siluman Ular Cobra tidak berniat membiarkan pewaris darah Siluman Ular Zamrud hidup.

Mereka dikejar. Disudutkan.

Hingga di ambang kehancuran—Langit terbelah.

“Dia turun dari celah awan,” ujar Navhara, senyum rapuh muncul di wajahnya. “Aku bahkan sempat berpikir aku telah mati dan melihat halusinasi.”

Dengan amukan yang mengguncang wilayah Siluman Ular Zamrud, Virdrax menghancurkan pasukan pengejar. Dengan kekuatan dan raungan naganya yang menggema, memberi mereka kesempatan untuk bisa melarikan diri.

Hingga setelah penyelamatan itu, mereka bersembunyi bersama di lembah sunyi, jauh dari wilayah Siluman Ular Zamrud sebelumnya.

Tidak ada kata-kata besar. Tidak ada janji muluk. Hanya pelukan. Para pasukan siluman ular yang tersisa tidak lagi mempermasalahkan hubungan mereka. Bagi mereka sekarang, keselamatan pewaris tunggal darah Siluman Ular Zamrud adalah hal yang paling penting.

“Aku tidak peduli pada dunia mana yang harus kutinggalkan,” kata Virdrax kala itu. “Aku tidak akan kehilangannya lagi.”

Ia mengaktifkan artefaknya sekali lagi—meski dengan risiko hancur sepenuhnya. Dengan sisa kekuatan artefak, mereka membuka gerbang menuju Dunia Manusia.

Dan di sanalah mereka menetap, tepat di Jantung Hutan Larangan yang sebelumnya di kuasai oleh Harimau Mata Emas, binatang buas ratusan ribu tahun.

Mereka memilih Hutan Larangan—tempat energi yang mendukung kehidupan mereka, jauh dari manusia biasa. Di sana, mereka membangun kehidupan baru, melindungi pasukan siluman ular yang tersisa, dan mencoba hidup dalam damai.

Namun dunia manusia tidak selembut yang mereka bayangkan.

Saat pertama kali tiba di Jantung Hutan Larangan, mereka langsung di sambut dengan amukan Raja Gorilla Hitam, binatang buas puluhan ribu tahun kala itu.

(Cerita tentang Raja Gorilla Hitam terdapat pada Chapter 142 di Season 1).

Mereka bertarung untuk bertahan hidup. Hingga ketika mereka berpikir akan menang, Harimau Mata Emas yang menjadi penguasa hutan larangan sebelumnya, datang dan langsung menyerang mereka.

Pertempuran besar terjadi, Harimau Mata Emas benar-benar kuat. Virdrax dan Navhara terluka. Jika bukan karena gabungan dari kekuatan mereka berdua, mereka tidak akan bisa menang melawan Harimau Mata Emas itu.

Setelah berhasil mengalahkan Harimau Mata Emas, mereka berdua menjadi penguasa baru Jantung Hutan Larangan. Sementara Harimau Mata Emas, menghilang tanpa jejak.

Walaupun sudah menjadi penguasa Jantung Hutan Larangan, kehidupan mereka masih belum aman. Energi mereka menarik perhatian binatang buas ratusan ribu tahun lainnya, dan manusia-manusia serakah yang mencoba membunuh mereka.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Jangan Lupa Like dan Komennya Cesss.....

Selamat Membaca.....

1
Zul Fiandi
jadi lira musuh nya keluwarga rayzen apa ada salah paham tor ayotur semangat😄
Zul Fiandi
ayo tor sebelum kompenrisi bawa adiak adiak nya raizen kedunia tersembunyi untuk menambah kekuatan nya toor
teguh andriyanto
lima tangkai mawar 🌹 buatmu thor..
teguh andriyanto
setidaknya ada keterangan siapa si lyra wanita terkutuk ini Thor...🤣🤣
Jojo Prabowo Gemblung
ayo dunk lebih semangat lagi,thor.....
reader yg setia masih menanti update yg terbaru
MF
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Hary
pertanyaan kaisar belum di jawab lyra
Salsa billa 1494
lanjut thor.....
Abdul Rahman
Lanjuuuut👍
Hary
Mu Che... MUKA CHETAN....😜
Hary
PANGERAN KOPLAK LAH....
Zul Fiandi
makasih up nya yg memuaskan ini tor ayoraizen bawak adiak mu kedunia tersembunyi itu buat adiak adik dan kakak mu menjadi kuwat biar kamu meni gal kan kekaisan nanti kamu gak perlu kuwatir lagi dengan saudara dan ayah mu semya sudah kuwat masak pengawal musaja yg di bawa ayo tor semangat
Zul Fiandi
boleh saran tor biasa nya kalau anak nya kuat biaaa bapak nya ju ga di bawa kuat sama anak nya kwnapaya raizen gak memperkuat kekuatan kasar bapak nya sendiri jagi gak bisa pejabat nya semena mena lagi
RantauL: Sippp Cesss, makasih sarannya 🙏🙏🙏
total 1 replies
teguh andriyanto
5 mawar buatmu thor👍👍
MF
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
MF
💪💪💪💪💪
Harno
cuuus
teguh andriyanto
Thor.. Tuhan selalu suka hitungan ganjil, kenapa author sukanya hitungan genap, spt apdetannya..🤭
RantauL: Aduhh Cesss... kayak mana lagi ya kan 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
MF
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ArganLK10
Wihhh dah ada lanjutannya nih.. Gassss terusss Thor, jngan nanggung" lah.👍👍👍👍🙏🙏🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!