NovelToon NovelToon
DI SUDUT HATI AMARA

DI SUDUT HATI AMARA

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:126
Nilai: 5
Nama Author: Pena Arafa

Ketika ada yang telah mengisi hati Amara, datanglah seseorang yang membuatnya kembali ke kisah masa lalu yang ingin di lupakan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena Arafa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dia... pelakunya

Pagi ini Amara berangkat kerja seperti biasa. Tapi di jalan menuju butik, dia ketemu sama Arsaka. Dia menghentikan motor Amara secara tiba tiba.

" Ra.... sarapan bentar yuk! ". Arsaka mengajak Amara turun dan menikmati sarapan bersama.

" Ngapain si Ar..... Aku udah sarapan radi di rumah. Udah minggir gih.. aku mau cepet sampai butik".tenti saka Amara menolaknya.

" Bentar doang juga. Sekalian aku mau ngobrol bentar. Ya please.... ".

" Tapi nyar aku telat gimana? ".

" Nggak bakal. Aku janji bentar doang ".

" Ya udah ayo aku temenin bentar tapi... ".

" Siip... yuk ke tukang bubur depan sana". Arsaka menunjukkan sebuah gerobak tak jauh dari mereka.

" Kamu mau sarapan di sana? Seriusan? Emang nggak papa? ".

" Emang kenapa? udah ayo... cepetan biar kamu nggak telat kerjanya ".

" Emang kamu nggak kerja? ".

" Cerewet..... cepetan gih"..

" Oh iya..... yang kerja sama papa sendiri ya pasti bebas yah.... " Amara berucap sambil menaiki motor siap menuju tempat makan. Dia tak peduli Arsaka mendengar atau tidak.

" Serius Ar... kamu mau makan bubur di sini? ".

" Kamu cerewetnya kok muncul lagi sih.. Emang kenapa? ".

" Emang nggak malu? Emang doyan? ".

" Nggak usah ngeledek. Aku biasa kok makan di pinggir jalan. Asal tempat sama makanan nya bersih, nggak papa lah... ".

" Heran aja. Ada orang kaya makan bubur ayam di pinggir jalan. Eh.... emang ku tadi mau kemana? ".

" Tadi mau jemput kamu. Tapi malah ketemu si jalan".

" Eh iya... kamu sering ke rumah tanpa aku tahu yaa? Ngapain sih? ".

" Ya bisa di bilang gitu lah. Aku dateng lagi kok mau jemput kamu, tapi selalu udah pergi. Rajin banget emang, selalu pergi pagi pagi banget. Masih sama rajinnya kaya dulu"

" Bukan aku kepagian, tapi kamu yang kesiangan dateng... Aku sering tepat kok sampai butik, nggak pernah ke lagian. Tapi kalo hari ini kayaknya agak telat".

" Nggak akan telat. Aku jamin".

Dia memakan bubur yang telah di pesan nya. Makan nya sangat lahap Sepertinya dia beneran sering makan kayak gini. Aneh tapi jujur Amara seneng lihatnya. Bahkan sampai geleng geleng kepala melihat Arsaka makan.

" Kenapa lihatnya gitu? Mau? Nih aku suapin, enak lho". Arsaka menyendok bubur dan mengarahkan pada Amara. Menyuruh Amara mencicipi bubur itu.

" Nggak aku udah kenyang ".

" Satu suapan aja, coba deh.. ".

" nggak".

" Buruan... aaa Buka mulutmu".

" Ar... ammmm" Masuk juga bubur itu ke mulut Amara.

" Enak kan? ".

" Maksa banget sih". Amara terpaksa makan nya. Tapi beneran enak. Sayangnya udah kenyang".

" Ra... di acara tunangannya kak Sofia kok nggak nyamperin aku sih...? *.

" Hah... orang aku nggak lihat kamu".

" Ya iya... kamu fokus sama seorang cowok sih... Liatin mulu. Padahal tuh cowok udah sama cewek lain".

" Sok tahu kami".

" Idih... aku tuh duduk di dekat kamu duduk, cuma jarak dua meja. Tapi kamu nya aja yang nggak perhatikan".

" Masa sih..... Terus kenapa kamu nggak nyamperin? ".

" Ya selain aku juga bertanggung jawab sama acara ya karena aku nggak enak mau nyamperin tapi mata kamu fokusnya ke arah lain".

" Iya... hehehe".

" Kalau saran aku Ra... udah nggak usah pikirin cowok yang udah ngajak cewek lain jalan tapi nggak ngajak kamu. Main main doang pasti dia".

" Nggak beda sama kamu ya..... ".

Dia diam dan menghentikan makan nya. Mungkin mengingat yang dulu. Tapi Amara tidak peduli.

" Kamu gitu sih... Kalu di ingat terus kapan mau buka hati lagi? ".

" Udah lah.... Ayo cepetan makan nya. Keburu telat".

Amara beranjak dari duduknya dan Arsaka menyusul si belakang.

" Ngapain beli motor si Ra? Aku siap antar jemput kamu kok".

" Ya kali setiap hari di antar jemput kamu. Kurang kerjaan deh.. "

"Aku seneng kok".

" Oh iya Ar.... jangan terlalu sering ke rumah deh... ".

" Kenapa? ".

" Ya abis datang nya saat aku nggak ada. Kan nggak enak. Coba ngomong dulu kalo dateng ".

" Kan niatnya mau kasih kejutan. Tapi aku yang terkejut kata kemarin".

" Kemarin kamu juga dateng? Siang? ".

" Iya.. setelah dzuhur. Tapi kamu malah lagi ketemu calon mertua". Dia tersenyum miris.

" Ar.... ".

" Nggak papa sampai aja. Kalo kamu bahagia, aku juga kok". Kalo iko senyumnya lebih manis.

Aku hanya terdiam. Sebenarnya nggak enak sama dia, tapi gimana lagi. Aku sudah memilih untuk lebih mengenal Adit dulu. Tentang dia, aku tidak berani berpikir terlalu jauh.

" Ya udah kamu berangkat gih.. Aku antar dari belakang seperti biasa ".

" Nggak perlu Ar... aku bisa sendiri. Kamu pergi aja nggak papa".

" Nggak boleh nolak".

Dia sudah memasuki mobil nya dan aku tak bisa menolak lagi.

Akhirnya Amara sampai si butik. Hampir saja terlibat, tapi masih bisa dimaklumi. Dia langsung masuk butik dan menuju ruangan nya. Disana sudah ada Mbak Nayla dan juga Rani serta Luna, tim design butik ini.

" Pagi semua". sapa ku.

" Pagi... ". jawab mereka kompak.

Tanpa banyak bicara lagi, aku pun siap memulai bekerja, sama seperti mereka. Kami sibuk dengan pekerjaan masing masing dan diam tanpa dan tak suara. Aku menyempatkan diri mengirim pesan pada Lala.

( Kalo yang kaya gini suka nggak dek?) Tak lupa juga mengirim sebuah gambar.

Lama tak ada balasan. Mungkin lagi jam kuliah. Biarlah saja.

Tiba tiba bu Zahira memasuki ruangan.

" Semuanya, harap berkumpul di ruangan saya. Sekarang juga!..". Dia menyampaikan perintah berkumpul. Tapi wajahnya serius sekali. Apa ada sesuatu?.

" Baik bu.. " Walaupun terkejut, tapi kami tetap mengiyakan dan bersiap menuju ruangan nya.

Kami tiba di ruangan nya. Semua karyawan dari semua bagian berkumpul di sana. Membuat ruangan menjadi agak penuh.

" Kalian tahu kenapa saya suruh semua berkumpul? ".

" Tidak bu".

Suara riuh mulai terdengar. Mungkin semua tak mengerti dengan apa yang terjadi. Temasuk aku

" Ada yang harus saya sampaikan, dan ini sangat penting ".

Dia menyala kan proyektor dan semua mata tertuju pada layar yang menampilkan rekaman CCTV. Semua mata terbelalak ketika layar itu menampilkan seseorang yang sedang mengendap endap di ruang penyimpanan khusus di butik ini. Dia seorang wanita yang menutupi wajahnya dengan masker sehingga tidak mudah di kenali.

Yang membuatku semakin kaget adalah saat wanita itu menuju ke tempat di mana gaun yang telah siap untuk di ambil sang pemesan di gantung. Dia mengamati satu persatu gaun. Dan ketika sampai di gaun pesana mbak Sofia, dia berhenti, dia mengambil gaun itu dan menggunting sembarang di beberapa bagian membuatnya terkoyak.

Aku sangat terkejut sambil menutup mulut ku. Ada emosi yang mulai menguap ke permukaan, tapi aku masih bisa menahan nya.

Setelah satu gaun terkoyak, dia kembali memilih gaun berikutnya. Dan melakukan hal yang sama sampai gaun ke tiga. Dan anehnya semua gaun itu adalah milik mbak Sofia . Jadi kejadian ini murni kesengajaan oleh orang tak bertanggung jawab. Tapi siapa wanita ini? sepertinya tidak asing. Aku mencoba mengamati nya lebih detail, tapi tak juga ku ketahui siapa wanita itu.

Hingga bu Zahira menghentikan rekaman itu.

" Ini sangat memalukan. Dia, wanita ini adalah karyawan butik ini yang sudah bertahun tahun bekerja. Bahkan dia salah satu orang kepercayaan saya. Tapi apa ini? dia ingin menghancurkan butik saya. Entah apa alasan nya. Yang pasti dia harus mendapatkan hukuman".

Bu Zahira berhenti sejenak menarik nafas dalam menahan emosi yang mulai menggebu.

" Silahkan maju.. Yang merasa dia lah wanita itu. Lebih baik mengakui dari pada sampai ke jalur hukum ".

Suara riuh mulai kembali terdengar, tapi tak ada satu pun yang mau mengaku.

" Atau aku langsung panggil saja orangnya?*.

Masih sama, tak ada yang mengaku, bahkan suara riuh sudah tak terdengar lagi.

" Rani..... Maju kamu". Bu Zahira menunjuk salah satu designer.

Rani tampak terkaget, wajahnya nya pucat dan tubuhnya agak gemetar.

" Kamu dengar saya kan? Cepat maju".

Suara bu Zahira meninggi membuat suasana semakin tegang. Bagaimana tidak, beliau adalah wanita yang lembut dan baru kali ini aku melihatnya murka seperti ini.

Akhirnya Rani maju dengan tubuh gemetar tapi dia melangkah mantap.

"Kamu mau mengakuinya? ".Todong bu Zahira saat Rani berada di hadapannya.

Aku sungguh terkaget. Bagaimana mungkin Rani bisa melakukan hal itu. Aku heran tapi juga marah.

" Jawab Ran...! " Suara bu Zahira merendah tapi penuh dengan penekanan membuatku merinding.

Rani tersentak tapi tetap diam.

" Ya... seperti yang kalian lihat. Rani kah orangnya. Pelaku berkedok karyawan yang ingin menghancurkan butik saya ".. Matanya tajam menatap Rani. " Bisa kamu jelaskan semua i i Rani? ".Masih dengan nada tegas.

" i.. iya.. s.. saya pelakunya". Rani pun. mengakuinya setelah terdiam cukup lama.

Aku masih tak menyangka kenapa dia tega melakukan ini padaku dan mbak Nayla. Ku lirik mbak Nayla di sampingku. Dia pun menahan amarah di dadanya. Tangannya mengepal kuat di sisi tubuh dan nafasnya memburu cepat. Dia pasti sama marahnya dengan ku.

" kenapa? ". pertanyan ini juga yana ingin ku sampaikan.

" Karena anda lebih memilih Amara dan Nayla untuk menangani pesanan ini. Padahal aku yang lebih senior di sini". Rani menjawab tak gentar seperti sudah tak ada lagi rasa takutnya tadi.

" Jadi kamu iri? Hanya karena ini kamu tega menghancurkan butik?. Kau dengar ya.... Kamu ku percaya mengurus bagian depan butik karena kamu lebih mengerti tren yang lagi viral. Makanya aku kasih ini ke meraka. Sekaligus menguji Amira yang tergolong masih baru. Tapi kamu..... Menghancurkan semua kepercayaan ku".

Rani tampak terkaget tapi dia tak gentar.

Tiba tiba ada yang datang memasuki ruangan yang panas ini.

" Tunggu sebentar..... ".

Siapa dia.......

1
Jun
ceritanya bagus, tapi tanda bacanya di revisi lagi kak masih berantakan. semangat ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!