NovelToon NovelToon
ISTRI GENDUT MILIK DUKE

ISTRI GENDUT MILIK DUKE

Status: tamat
Genre:Fantasi Wanita / Balas Dendam / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:597.1k
Nilai: 5
Nama Author: Archiemorarty

Semua orang tahu Lady Liora Montclair adalah aib bangsawan.

Tubuhnya gendut, reputasinya buruk, dan ia dipaksa menikahi Duke Alaric Ravens, jenderal perang paling dingin di kekaisaran, setelah adiknya menolak perjodohan itu.

Di hari pernikahan, sang Duke pergi meninggalkan resepsi. Malam pertama tak pernah terjadi.

Sejak saat itu, istana penuh bisik-bisik.

"Duke itu jijik pada istrinya karena dia gendut dan jahat."

Namun tak seorang pun tahu, wanita gendut yang mereka hina menyimpan luka, rahasia, dan martabat yang perlahan akan membuat dunia menyesal telah meremehkannya.

Dan ketika Duke Alaric akhirnya tahu kebenarannya, mereka yang dulu tertawa, hanya bisa berlutut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Archiemorarty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 2. PENGHINAAN

Liora tidak langsung menjawab.

Ia berdiri di tengah ruang tamu Montclair, punggungnya tegak, kedua tangannya terlipat rapi di depan tubuhnya yang selama ini dianggap memalukan. Wajahnya tenang, terlalu tenang untuk seseorang yang baru saja dijadikan tumbal.

"Baik. Aku terima," kata Liora akhirnya.

Satu kata itu membuat semua orang terdiam.

Count Bernard mengerutkan kening. Seolah ia mengharapkan tangisan. Protes. Permohonan. Apa pun, selama itu menunjukkan bahwa Liora masih bisa ditekan.

Namun tidak ada.

Liora hanya menunduk sopan ke arah utusan istana. "Sampaikan pada Yang Mulia Kaisar," ucapnya datar, "bahwa keluarga Montclair menerima perintah itu."

Utusan itu tampak sedikit terkejut, tetapi segera mengangguk. "Upacara pernikahan akan dilaksanakan sebulan dari sekarang."

Satu bulan.

Waktu yang singkat untuk memersiapkan pernikahan.

Terlalu panjang untuk menunggu hukuman.

Setelah utusan itu pergi, keheningan di ruang tamu tidak lagi terasa resmi. Ia berubah menjadi sesuatu yang lebih tajam, lebih pribadi.

"Kenapa kau terlihat begitu pasrah?" Countess Irene memecah suasana, nada suaranya dingin. "Seolah kami melakukan kejahatan besar padamu."

Liora mengangkat wajahnya. Matanya tenang, nyaris kosong. "Bukankah memang begitu?"

PLAK!

Tamparan keras mendarat di pipi Liora.

Kepalanya terhuyung ke samping, rambutnya terurai. Rasa perih menyebar cepat, panas, memalukan. Beberapa pelayan menahan napas. Tak satu pun bergerak.

"Jaga mulutmu," bentak Count Bernard. "Kau akan menikah dengan Duke. Itu kehormatan."

"Kehormatan bagi siapa?" tanya Liora lirih.

Count Bernard menatapnya tajam. "Bagi keluarga ini."

Liora menatap Count dingin ketika mendengar ucapan itu. Tentu saja untuk keluarga dan bukan untuk Liora sendiri. Memang sejak kapan keluarganya ini peduli padanya.

Sera berdiri di dekat tangga, menonton dengan ekspresi cemas palsu. "Kakak, jangan memperburuk keadaan. Ayah dan Ibu juga sedang tertekan."

Liora menoleh ke arah adik tirinya itu. Tatapan mereka bertemu.

Dan di mata Sera, Liora melihatnya ...

bukan rasa bersalah, melainkan kelegaan.

Dasar jalang licik, batin Liora.

Kabar pernikahan itu menyebar lebih cepat dari api di musim panas.

Di dapur, para pelayan berbisik tanpa menurunkan suara.

"Duke Ravens itu jenderal perang, kan?”/"

"Katanya dia membunuh musuh dengan tangannya sendiri."

"Dan Lady Liora yang akan menikah dengannya?"

"Kasihan Duke harus menikahi wanita gendut sepertinya."

Kata kasihan diucapkan sambil tertawa kecil.

Setiap langkah Liora di koridor kastil diiringi pandangan merendahkan.

Gaun yang dipakaikan untuk pengukuran pernikahan terlalu sempit di pinggang dan lengan, seolah sengaja dipilih untuk memerjelas setiap lekuk tubuh Liora.

"Berdirilah lebih lurus," kata pelayan penjahit dengan nada jengkel. "Kalau Nona tidak bisa mengontrol tubuh sendiri, setidaknya jangan menyulitkan kami."

Jarum menusuk kulitnya tanpa permintaan maaf.

Liora tidak mengeluh. Tidak bergerak. Ia hanya menatap bayangannya di cermin tinggi, sosok besar dengan wajah pucat dan mata abu-abu yang kini terlihat lebih tua dari usianya.

"Gaun ini terlalu polos," komentar Countess Irene dari kursi dekat jendela. "Tapi ya sudahlah. Tubuh seperti itu tidak akan terlihat anggun dengan apa pun."

Sera tertawa kecil. "Setidaknya Duke tidak akan berharap banyak."

Kata-kata itu disambut tawa pelan para pelayan.

Liora menunduk. Bukan karena malu, melainkan karena ia menyadari sesuatu.

Mereka tidak akan berhenti.

Tidak hari ini.

Tidak setelah pernikahan.

Tidak pernah.

Malam hari membawa bisikan yang lebih gelap.

Di kamar kecil dekat dapur, dua pelayan senior berbicara sambil melipat kain.

"Katanya Duke Ravens tidak pernah menyentuh wanita kalau tidak ia kehendaki."

"Lalu bagaimana dengan Nona Liora?"

"Siapa yang mau menyentuh tubuh sebesar itu?"

Tawa pelan kembali terdengar.

"Jangan heran kalau Duke meninggalkannya di malam pernikahan."

"Atau bahkan menceraikannya langsung."

Liora berdiri di balik pintu yang sedikit terbuka. Ia tidak masuk. Tidak pergi.

Ia hanya berdiri, mendengarkan.

Setiap kata masuk ke dalam dirinya dengan rapi, seperti disusun satu per satu, lalu disimpan. Bukan untuk dilupakan, melainkan untuk diingat.

Karena, Liora tidak merasa ingin membela diri. Tidak perlu ... untuk saat ini.

Ia tidak mau menghabiskan energi hanya untuk melabrak para pelayan itu, walau Liora sangat ingin menjambak rambut mereka.

Tentang Duke Alaric Ravens, cerita-cerita itu semakin liar.

Ia disebut The Iron Duke, pria yang tak pernah tersenyum di medan perang, yang memimpin pasukan dari barisan depan, yang tidak ragu memenggal pengkhianat di depan umum.

Ada yang mengatakan ia tidak punya istri karena semua wanita takut padanya.

Ada yang mengatakan ia menolak semua perjodohan karena ia tidak percaya cinta.

Ada pula yang berbisik bahwa ia hanya menikah karena perintah Kaisar, dan akan membenci siapa pun yang menjadi istrinya.

"Wanita malang, tapi itu balasan karena dia hanyalah wanita jahat yang tidak tahu diri," ucap seseorang suatu malam di kediaman Count.

"Wanita gendut, seharusnya mengurung diri saja di dalam kamar," sahut yang lain.

Liora mendengar semuanya.

Dan di tengah semua itu, tidak satu pun yang bertanya bagaimana keadaan dan juga perasaan Liora.

Namun sama seperti mereka, Liora juga tidak peduli.

Hari-hari berikutnya berjalan seperti hukuman yang diulang.

Pelayan tidak lagi menyembunyikan kekasaran mereka. Makanan Liora sering datang terlambat, atau terlalu banyak. Selalu terlalu banyak.

Dan setiap kali Liora mencoba menolak, seseorang akan berkata, "Bukankah Nona menyukainya? Makan yang banyak agar Anda tidak pingsan saat pernikahan nanti, tapi jangan kebanyakan karena nanti gaun Anda bisa robek."

Ya, penghinaan seperti itu semakin jadi.

Sera sering datang ke kamarnya dengan senyum manis.

"Kakak terlihat pucat," kata Sera suatu pagi, meletakkan sepiring kue di meja. "Makanlah. Kau butuh tenaga untuk pernikahan. Aku sengaja menyuruh koki kita membuatkan makanan manis yang enak."

Liora menatap kue itu lama. Dari aromannya saja Liora tahu betapa manis kue itu, membuatnya mengernyit ngilu membayangkan Liora memakannya.

"Aku tidak lapar," tolak Liora.

Sera mengerutkan kening, lalu tersenyum lagi. "Jangan begitu. Kau akan terlihat semakin buruk kalau tidak makan. Akan sangat baik kalau kau makan banyak."

Sera pergi, meninggalkan aroma manis yang membuat perut Liora mual.

Malam itu, Liora muntah. Karena entah kenapa makanan selalu datang dan Liora sampai dipaksa makan baik oleh pelayan sampai oleh ibu tiri dan adik tiri Liora.

Di hadapan cermin, Liora membuka lengan bajunya dan menatap memar-memar lama yang belum sepenuhnya hilang, bekas cubitan, dorongan, hukuman kecil yang selalu dianggap pantas.

Ia menyentuhnya pelan.

Lalu ia mengangkat wajahnya.

Di mata yang menatap balik, tidak ada air mata.

Hanya satu pemahaman yang akhirnya tumbuh dengan jelas:

Jika dunia ini telah memutuskan untuk menjadikannya korban, maka ia akan belajar bertahan, bahkan jika itu berarti melangkah sendirian ke sisi monster bernama Duke Alaric Ravens.

Namun entah kenapa, Liora tidak sepenuhnya takut.

1
Atik Kiswati
udah tamat aja nih.....
Nor Azlin
cerita tentang papa mama nya sudah tamat dengan ending nya yang penuh suka duka & bahagia yah aku sangat puas hati lah thor sukses buat mu yah sampai ketemu di lanjutan nya yah 😂😂
Archiemorarty: Makasih udah baca ceritanya kak, happy reading di sequel selanjutnya 🥰
total 1 replies
Alfia Amira
butuh kretek kyk nya si liola nih 😁😁
trueNetizen
suka sekali dengan cerita ini
Alfia Amira
panas lah kalo matahari nya dua kali lipat 🤭🤭🤭
Nor Azlin
thor penasaran ni kok ibu nya si Arron tidak ada bersama mereka yah ...apa dia sudah meninggal atau dia memang tidak dapat ikut yah🤔🤔🤔lanjutkan thor
Archiemorarty: Emaknya Aaron ada kok, nanti bakal ketemu di sequel 🤭
total 1 replies
Dian
lanjutt
Lusianina
akhirnya yg ditunggu2 OMG SO EXCITED!!!!😱😱😱
Nor Azlin
Alhamdulillah syukur akhirnya twins lahir ke dunia ini bertemu sama kakak Rowan nya sama anggota keluarga yang lain ... welcome baby twins semoga kalian berdua setangguh daddy mommy kalian yah jadilah anak2 yang berbakti pada kedua orang tua kalian begitu juga sama negara ... lanjutkan thor
Nor Azlin
🤣🤣🤣🤣betul sekali tu yang ngidam itu bukan Liora kan tapi si Alaric nya tu 😂😂😂kasihan sekali si Gideon nya tu sebut aja anak dalam perut Liora pasti Gideon pasti melunak kan hanya demi bayi si Liora aja tu 😆😆😆semoga senyuman juga keceriaan pada keluarga mereka berpanjangan yah ...lanjutkan thor
Nor Azlin
sudah pasti lah kakak kandung nya mereka tiga bersaudara kan thor ...nah kerana mereka bersaudara lah hukuman nya Liora di kasih liburan ke utara tempat kelahiran mereka Alias kampung halaman mereka bukan...seperti nya Liora sangat di sayangi dalam keluarga Alaric yah ...semoga Alaric bisa memburu Monster yang lain nya agar kehidupan keluarga kecil nya bisa hidup damai yah 😂😂😂selamat berburu Duke...lanjutkan thor
Archiemorarty: Gimana gx disayang, dia udah ngelametin Alaric, keluarganya, satu kerajaan. pasti disayang dia 🤭
total 1 replies
Cicih Sophiana
suami idaman hanya memuja satu wanita yaitu istri nya...🥰😍😍
Archiemorarty: Benar sekali 🤭
total 1 replies
Ani Susanti
cembokur
Nor Azlin
sudah aku katakan yah mereka akan mendapat anak selepas perang habis 😂😂🤣🤣tebakan aku benar deh ...semoga bahagia selalu yah Alaric Liora nya & tidak sabar mau ketemu sama Pangeran kecil sama Puteri kecil yah ...lanjutkan rhor
Archiemorarty: Siap siap ketemu para pembuat onar cadel ya 🤭
total 1 replies
Nor Azlin
nah itu yang membuat ceritanya si author menjadi seru & menantang untuk di baca yah😂😂😂bayangkan aja membaca nya dengan dada berdebar-debar juga emosi yang ketakutan kayak kita nonton filem lah di tv gitu 😂😂😂menyenangkan sekali lho aku suka thor tidak bosan jadi nya aku terhibur banget deh...semoga selepas pulang dari medan perang ini khabar gembira menyusul Alaric sama Liora nya bahawa Alaric junior sama Liora junior udah ada di dalam perut nya Liora yah ...aku rasa kan iya deh si Liora hamil kerana wajah sama pipi nya udah gembul kembali tu 😂😂😂 lanjutkan thor
Archiemorarty: Hahaha... tenang tenang...para bocil bakal hadir nanti 🤭
total 1 replies
Cicih Sophiana
berbuat apa Marquess sampai di tendang Liora...
Cicih Sophiana
mungkin Lilola kurus krn gak ada yg ngasih makan Duke... kasian😪
Cicih Sophiana
semoga Alaric pulang dengan sehat...
Cicih Sophiana
Alaric pasti selamat krn kan semangat untuk Lilola nya tercinta...
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee OFF💕
wkwwkkwk... klu udh Kaisar yg manggil hrs patuh yaa hahahaha
Terselamatkan krn ada Gideon 🤭🤭🤭😀
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee OFF💕: hahaha oh iyaa 🤣
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!