NovelToon NovelToon
Benih Kesalahan Satu Malam

Benih Kesalahan Satu Malam

Status: sedang berlangsung
Genre:One Night Stand / Hamil di luar nikah / Anak Kembar / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: Senimetha

Elisa (18 tahun) hanyalah gadis yatim piatu yang berjuang sendirian demi menyekolahkan adiknya. Namun, hidupnya berubah menjadi mimpi buruk saat sebuah pesanan makanan membawanya ke kamar yang salah. Di sana, ia kehilangan segalanya dalam satu malam yang tragis. Di sisi lain, ada Kalandra (30 tahun), pewaris tinggal kaya raya yang dikenal dingin dan anti-perempuan. Malam itu, ia dijebak hingga kehilangan kendali dan merenggut kesucian seorang gadis asing. Elisa hancur dan merasa mengkhianati amanah orang tuanya. Sedangkan Kalandra sendiri murka karena dijebak, namun bayang-bayang gadis semalam terus menghantuinya. Apa yang akan terjadi jika benih satu malam itu benar-benar tumbuh di rahim Elisa? Akankah Kalandra mau bertanggung jawab, atau justru takdir membawa mereka ke arah yang lebih rumit? Yukkk…ikuti ceritanya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senimetha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Elisa-22

Beberapa minggu berlalu dan Sisa-sisa ketegangan dari jamuan makan malam tempo hari seolah menguap bersama embun pagi di Jakarta hari ini. Meskipun di luar sana berita tentang keberanian Elisa Mahendra dalam menghadapi Pak Danu masih menjadi buah bibir di kalangan elit, tapi di dalam mansion Mahendra, suasana justru kembali tenang atau setidaknya, tenang dengan cara yang berbeda.

Pagi ini, Kalandra tampak lebih sibuk dari biasanya. Ia tidak sedang dalam memeriksa laporan keuangan seperti biasanya melainkan sibuk memastikan isi tas kecil Elisa. Ada botol air mineral, manisan jahe, tisu basah, hingga bantal kecil untuk menopang punggung Elisa saat di mobil.

"Mas, saya cuma mau ke rumah sakit untuk pemeriksaan bukan mau piknik atwpun pindahan rumah," goda Elisa sambil memperhatikan Kalandra yang bolak-balik di dalam kamar.

Kalandra berhenti sejenak, wajahnya yang biasanya kaku kini tampak sedikit panik yang menggemaskan. "Tapi Dokter bilang kontrol kali ini sangat penting, Elisa. Usia kandunganmu sudah masuk minggu kesembilan. Kita harus pastikan semuanya stabil setelah kejadian stres di pesta kemarin."

Kalandra mendekat, lalu berjongkok di depan Elisa yang sedang duduk di tepi ranjang. Ia menempelkan telinganya di perut Elisa, sebuah kebiasaan baru yang ia lakukan setiap pagi.

"Mas merasakan sesuatu?" tanya Elisa sambil mengusap rambut suaminya.

"Nggak kedengeran apa-apa sih, cuma suara air," gumam Kalandra, membuat Elisa tertawa renyah. "Tapi anehnya, perut saya rasanya kencang sekali pagi ini. Kamu ngerasa mulas nggak?"

Elisa menggeleng. "Nggak, Mas. Malah saya ngerasa segar banget hari ini. Mungkin mulasnya Mas itu karena deg-degan mau liat USG."

Kalandra mendengus. "Mungkin kayaknya. Ayo berangkat, nanti kita bisa telat."

...----------------...

Rumah sakit khusus ibu dan anak itu tampak asri dengan taman-taman kecil di setiap sudutnya. Kalandra sengaja memilih jam paling pagi agar tidak perlu mengantri terlalu lama. Saat nama Nyonya Elisa Mahendra dipanggil, genggaman tangan Kalandra di jemari Elisa mengerat.

Mereka berdua pun masuk ke dalam ruangan pemeriksaan. Di dalam ruang periksa, aroma minyak kayu putih dan pembersih ruangan yang khas menyambut mereka, dengan Dokter Stella sebagai spesialis obgyn langganan keluarga memberikan senyum ramah ke calon Ayah dan ibu itu.

"Gimana, Bu Elisa? Aapa ada keluhan? Apa masih mual-mual?" tanya Dokter Stella sambil menyiapkan alat USG.

"Mualnya sudah agak berkurang, Dok. Tapi malah suami saya yang sering curhat mual dan pusing," jawab Elisa melirik Kalandra yang duduk di kursi samping tempat tidur dengan wajah pucat.

Dokter Stella tertawa kecil. “Ah, Couvade Syndrome ternyata. Pak Kalandra ini memang luar biasa ya. Jarang-jarang ada suami yang sesensitif ini. Tapi itu tanda kalau ikatan batinnya kuat sekali bersama si cabang bayi.”

Elisa kemudian berbaring di bad pemeriksaan. Saat gel dingin bersentuhan dengan kulit perutnya, Elisa sedikit bergidik. Kalandra langsung berdiri di samping kepala Elisa, menggenggam tangannya erat-erat.

"Kita lihat ya..." Dokter Stella mulai menggerakkan stik transduser di perut Elisa.

Monitor di depan mereka awalnya hanya menampilkan bayangan hitam. Kalandra menahan napas. Ia seolah sedang menunggu pengumuman hasil tender paling krusial dalam hidupnya.

"Nah, ini dia," ucap Dokter Stella. Layar mulai fokus. "Ini kantong kehamilannya. Dan ini janinnya... eh, tunggu sebentar."

Dahi Dokter Stella sedikit berkerut. Ia menggerakkan alatnya ke sisi kiri, lalu ke kanan, lalu sedikit menekan. Kalandra mulai panik.

"Ada apa, Dok? Apa ada yang salah dengan anak saya?" tanya Kalandra cepat, suaranya naik satu oktav.

"Nggak, Pak. Nggak ada yang salah. Malah... ini luar biasa," Dokter Stella tersenyum lebar sambil menunjuk ke layar. "Coba di lihat di sini. Ini satu janin. Detak jantungnya sangat bagus."

Deg. Deg. Deg...Suara detak jantung yang cepat itu terdengar lagi.

"Lalu coba di lihat di sebelah sini," Dokter Stella menggeser sedikit. "Ada satu lagi. Ini yang kedua. Mereka berbagi ruang dengan sangat baik."

Elisa terkesiap. "Kembar, Dok?"

"Iya, kembar. Tapi... sebentar," Dokter Stella tampak semakin antusias. Ia mengoptimalkan resolusi layar. Di sudut yang agak tersembunyi, di balik bayangan kedua saudaranya, muncul satu lagi kedipan kecil yang ritmis.

Ruangan itu mendadak sunyi sesenyap ruang hampa udara.

"Ini... satu... dua... dan ini yang ketiga," Dokter Stella menghitung pelan dengan pointer di layar. “Selamat, Pak Kalandra, Bu Elisa. Bukan satu, bukan dua, tapi tiga. Kalian akan punya bayi kembar tiga, atau triplets.”

Kalandra merasa dunianya seolah berputar. Lututnya terasa lemas secara instan. Ia merosot kembali ke kursinya dengan mulut setengah terbuka.

"Tiga?" gumam Kalandra bodoh. "Dok, maksudnya tiga orang anak sekaligus?"

"Iya, Pak. Tiga detak jantung, tiga janin yang berkembang sempurna. Ini fenomena yang cukup langka, apalagi tanpa program kehamilan. Benar-benar keajaiban alami," jelas Dokter Stella bangga, seolah ia sendiri yang memenangkan lotre itu.

Elisa menutup mulutnya dengan tangan, air mata mulai mengalir di pipinya. Rasa kaget, bahagia, dan takut bercampur menjadi satu. Ia menoleh ke arah Kalandra yang masih tampak shock.

"Mas... tiga..." bisik Elisa.

Kalandra tidak menjawab dengan kata-kata. Ia justru menutup wajahnya dengan kedua tangan, bahunya bergetar. Awalnya Elisa pikir Kalandra menangis karena sedih, tapi kemudian terdengar suara tawa kecil yang bercampur isak.

"Tiga..." Kalandra akhirnya bicara, suaranya parau. "Pantas saja lambung saya rasanya mau meledak setiap pagi. Ternyata mereka sedang bikin pesta di dalam sana."

Dokter Stella tertawa. "Pantas saja gejalanya Pak Kalandra tiga kali lipat lebih parah dari suami biasanya. Bapak harus ekstra sabar ya, karena tantangannya juga akan tiga kali lipat lebih besar. Nutrisi Ibu Elisa harus dijaga dengan ketat, tidak boleh ada stres sama sekali."

Keluar dari ruang periksa, Kalandra berjalan seperti orang yang sedang mengambang di awan. Ia menuntun Elisa dengan sangat hati-hati, bahkan lebih hati-hati dari biasanya, seolah-olah Elisa terbuat dari gelembung sabun yang bisa pecah kapan saja.

"Mas, jangan pegangin tangan saya kencang-kencang begitu, saya nggak bakal terbang kok," canda Elisa saat mereka berjalan menuju parkiran.

"Tiga, Elisa...jadi kamu harus hati-hati saat berjalan, jadi saya harus pegang kamu kuat-kuat. saya ini masih nggak percaya," Kalandra berhenti berjalan, menatap Elisa dengan pandangan yang benar-benar baru. "Satu saja saya sudah panik mau jaganya gimana, sekarang ada tiga. Bagaimana ya nanti kalau mereka udah lahir dan nangis barengan? Bagaimana nanti kalau saya nggak bisa jadi ayah yang adil buat mereka?"

Elisa tersenyum, ia menyandarkan kepalanya di bahu Kalandra. "Kita belajar bareng-bareng ya, Mas. Mas nggak sendirian. Ada saya, ada Mama, ada Papa. Lagipula, mereka pilih kita karena mereka tahu kita pasti sanggup."

Kalandra menarik napas panjang, mencoba menenangkan jantungnya yang masih berpacu. Tiba-tiba, ia teringat sesuatu. "Aduh, Elisa."

"Kenapa, Mas?"

"Mansion Papa, sepertinya kamarnya harus kita renovasi. Kita butuh kamar bayi yang sangat luas. Dan supir, ya. kita butuh tambahan supir untuk keamanan ekstra. Dan stok jahe! Saya harus beli stok jahe satu gudang!" Ucap Panik kalandra yang kumat

Elisa tertawa lepas mendengar kepanikan Kalandra yang mulai kumat. “Mas, mas tenang dulu. Jangan panik seperti itu. Kita Masih punya banyak waktu, mas!”. Astaga Elisa tak habis pikir sama kelakuan sang suami yang kaku dan dingin seperti kehilangan wibawanya di saat-saat seperti ini.

...----------------...

Sesampainya di Mansion, kalandra dan Elisa yang baru sampai dari Tumah sakit ingin menyapukan Berita tentang bayi kembar tiga itu ke Tuan Baskoro dan Nyonya Siska saat ini mereka sedang makan siang bersama. Reaksinya? Ohh tentu saja senang pastinya. Tuan Baskoro yang biasanya jaim dan penuh otoritas, hampir tersedak sup asparagusnya.

“Pa, Ma…emm itu, tadi waktu pemeriksaan di luar dugaan ternyata Elisa mengandung tiga bayi sekaligus.” Ucap kalandra

"Tiga?!" Baskoro menggebrak meja Brakk tapi kali ini dengan wajah yang berseri-seri. "Mahendra memang tidak pernah setengah-setengah kalau melakukan sesuatu! Langsung tiga pewaris sekaligus!"

Siska sudah menangis bahagia sambil memeluk Elisa. "Ya Tuhan, Elisa... pantesan Mama ngerasa aura kamu beda sekali. Tiga malaikat kecil... Mama bakal sibuk sekali ini nanti."

"Pa, jangan mikirin pewaris dulu," tegur Kalandra. "Pikirin keamanannya. Danu pasti bakal makin gila kalau tahu ini."

Wajah Baskoro langsung berubah serius. Dingin dan mematikan. "Biarkan dia mencoba. Dia pikir dia bisa menyentuh tiga cucu Mahendra sekaligus? Aku akan pastikan sebelum mereka lahir, Danu sudah membusuk di penjara atau bangkrut sampai ke liang lahat."

Kalandra mengangguk. Ia merasa bebannya semakin berat, namun anehnya, ia juga merasa jauh lebih kuat.

...----------------...

Malam harinya, di dalam kamar yang tenang, Kalandra duduk di ranjang sementara Elisa menyandarkan punggungnya di dada Kalandra. Mereka menatap layar tablet yang menampilkan foto USG tadi pagi. Tiga titik kecil itu kini menjadi pusat semesta mereka.

"Mas," panggil Elisa pelan.

"Ya?"

"Mas beneran seneng kan?"

Kalandra mengeratkan pelukannya, mencium pelipis Elisa. "Senang sekali, Elisa. Terimah kasih. Meskipun jujur, saya ketakutan setengah mati. Tapi ketakutan itu nggak ada apa-apanya dibanding rasa syukur saya."

Kalandra terdiam sebentar, lalu ia mengelus perut Elisa dengan gerakan melingkar dengan sangat lembut. "Tahu nggak, pas Dokter Stella bilang tiga, mual saya langsung hilang. Rasanya kayak semua organ tubuh saya mendadak siap siaga untuk mereka."

"Sepertinya Mas sudah resmi jadi pahlawan mereka sebelum mereka lahir," bisik Elisa.

Kalandra tersenyum. "Saya akan menjadi pahlawan mereka, dan pelindungmu, selamanya."

Di tengah keheningan malam Jakarta, di balik tembok kokoh mansion Mahendra, sebuah keluarga kecil sedang merajut mimpi baru. Perjalanan menuju kelahiran tiga bayi itu mungkin akan penuh dengan banyak drama kehamilan yang lebih hebat, kaki yang membengkak, dan serangan dari musuh-musuh bisnis, namun bagi Kalandra dan Elisa, setiap tantangan itu kini memiliki arti yang tiga kali lipat lebih berharga.

Tak pernah sedikitpun Elisa bermimpi berada di posisi yang seperti sekarang, namun setiap langkahnya kini meninggalkan jejak yang semakin dalam. Masa depan yang dulu diramalkan penuh skandal ataupun kesalahan, kini justru menjanjikan sebuah awal yang luar biasa ramai.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

...Selamat Membaca☺️🥰...

...Jangan lupa like, comment, vote dan ratenya ya manteman. Karena dukungan kalian adalah semangat untuk Author🙏🏻🙌🏾❤️...

...Terimah kasih🙏🏻❤️🌹...

1
Edi
semoga si danu cepat ketangkap dan bebi tripel lahir dengan selamat
tamara.nietzsche
Saling dukung ya! The Mansion😍🙏
tamara.nietzsche
Cerita yang kerennn
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!