WARNING!!
HARAP BIJAK MEMBACANYA.
JIKA TIDAK SUKA,JANGAN DI LANJUTKAN.JIKA SUKA LANJUTKAN SAMPAI HABIS😉😉
Sylvia Dawn Ashford seorang wanita berusia 20 tahun,ia bukanlah wanita biasa yang bukan hanya mempunyai kecantikan bak Dewi namun,wanita ia juga wanita yang tangguh ia merupakan CEO dari perusahaan terbesar di dunia, kekayaannya melimpah ruah.di samping itu ia adalah Queen mafia yang di takuti oleh seluruh orang di dunia.
namun,ia malah meninggal karena penghianatan adik yang di angkat olehnya.adik angkatnya iri dengan apa yang di miliki oleh Sylvia dan Sylvia tidak menyangka bahwa hidupnya berakhir di tangan orang yang ia sayang.
namun sepertinya Tuhan tidak membiarkan perjalanan Sylvia berakhir,kini Alexa malah memasuki tubuh seorang siswi berusia 16 tahun yang tidak di inginkan oleh keluarganya.gadis yang culun dan penakut,Sylvia bertekad menjalani hidup nya di kehidupan ke dua itu dengan membalas orang yang menyakiti pemilik tubuh yang ia tempati dan dendamnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R3C2YMYFMYME, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
part 25
Karena keasikan beradu kekuatan, tanpa di sadari hari sudah malam.Clara dan Alaska memutuskan untuk menginap di mansion kakek Arnold.
Alaska yang kini menggunakan kaos hitam dan celana training berwarna abu tua duduk di bangku taman sambil meminum minuman soda.
Clara datang dengan cookies yang baru selesai ia buat.
"kau mau coba cookies ini??"ucap Clara
"tidak,aku tidak suka manis"ucap Alaska.
"oh"Clara hanya ber oh ria.
Clara ingin berbalik dan ingin pergi dari sana sambil membawa piring berisi cookies buatannya.
"tunggu"ucap Alaska.
"siapa yang membuat cookies itu??"ucap Alaska.
"aku"jawab Clara singkat lalu ingin pergi dari sana namun Alaska langsung berdiri lalu menghadang jalan Clara dan mengambil satu cookies.
"aku berbohong,sebenarnya aku suka tapi mau kau berinisiatif menyuapkan ku"ucap Alaska lalu menatap cookies itu lalu memasukkan nya ke dalam mulutnya sambil menutup matanya.
Namun sedetik kemudian Alaska melebarkan matanya saat rasa nikmat dan enak dari cookies itu masuk ke dalam indra pengecap nya.
"enak"gumam Alaska.
Alaska merebut piring itu dari tangan Clara dan menarik Clara untuk duduk di bangku taman.
"aku baru merasakan cookies seenak ini"ucap Alaska.
Clara tersenyum kecil lalu mengambil cookies itu dan memakannya.
"tapi.....ini belum sempurna,tidak seenak yang mama buat"ucap Clara lirih sambil tersenyum kecut.
"Alaska"panggil Clara sambil menatap ke arah Alaska.
"hum?"
"terimakasih, terimakasih sudah mempertemukan aku kembali dengan guru sekaligus penyelamat ku"ucap Clara.
"penyelamat?"beo Alaska.
"di kehidupan pertamanya ku,10 tahun yang lalu di usia ku 10 tahun.hidup ku sangat bahagia dengan adanya papa dan mama ku di sampingku"ucap Clara.
"tapi,tuhan tidak membiarkan aku memiliki kedua orang tua ku selamanya tapi hanya membiarkan ku merasa cinta dan kasih sayang mereka"ucap Clara sambil menghapus air matanya.
"saat itu aku bahagia karena memakan cookies buatan mama tapi mereka datang dan membuat mama dan papa meningal di depan mata ku,aku ingin menolong mereka hiks tapi papa berpesan agar aku tidak keluar dari dalam lemari"ucap Clara terisak.
"penyesalan terbesar ku adalah aku tidak bisa menolong mereka saat itu"ucap Clara.
Sedangkan Alaska hanya bisa diam mendengarkan apa isi hati yang Clara ungkapkan.
"saat itu mereka hampir menemukan diri ku.tapi, saat itu kakek Arnold datang dan membabat habis orang-orang itu.dia menemukan ku dan mengulurkan tangannya pada ku"ucap Clara.
"dia mengajarkan ku berbagai hal,banyak strategi,banyak pengetahuan.sampai 2 tahun kemudian aku berhasil membabat habis organisasi itu dengan tangan ku sendiri.
Selebih dari itu aku mendapat separuh anggota dari pasukan elite tingkat 2 yang di berikan kakek sebelum ia pergi tanpa jejak hiks aku sangat lama mencarinya di berbagai negara di dunia,aku tidak menemukannya"ucap Clara.
"karena itu, Alaska terimakasih sudah mempertemukan ku dengan kakek,jika tidak bertemu kamu aku tidak bisa bertemu dengan kakek selama hidup ku"ucap Clara tersenyum dengan air mata yang membasahi wajahnya.
Alaska tersenyum kecil lalu mengangkat tangannya lalu menghapus air mata Clara.
"hum, sama-sama.maka jangan nangis lagi,aku ingin kau selalu tersenyum sama seperti senyum mu saat menolong ku"ucap Alaska.
"menolong mu yah?jujur aku tidak mengingatnya"ucap Clara.
Alaska mengeluarkan hp nya dan membuka sebuah galeri dan memberikan hpnya kepada Clara yang menampilkan gambar dirinya saat berusia 10 tahun.
"kau.....ternyata bocah kecil itu kau"ucap Clara saat melihat foto itu.
"hum,dan saat pertama kali melihat mu aku sudah jatuh hati"ucap Alaska tersenyum sambil menatap Clara.
Pletak
"dasar keturunan kakek Arnold,bodoh sejak kecil"ucap Clara sambil menepuk kening Alaska.
"hey hey bocah nakal,aku masih mendengar perkataan mu dalam seribu mil"ucap kakek Arnold berada di teras samping di samping taman.
"hehe bukankah kenyataan??"ucap Clara terkekeh.
"sudahlah kau membuat tensi ku naik dan membuat ku cepat bau tanah.ayo masuk kita makan malam bersama"ucap kakek Arnold.
"ayo pergi"ucap Alaska.
"hum baiklah,tapi cookies nya....ehh kemana perginya??!"ucap Clara saat melihat cookies yang ada di piring sudah habis.
"um ehem itu,aku sudah menghabiskannya.soalnya enak"ucap Alaska berdehem malu.
"huhahaha ternyata kau sangat menyukai cookies yang merupakan makanan yang tidak kau sukai awalnya"ucap Clara.
"sudahlah,ayo kita pergi.kakek sudah menunggu"ucap Alaska lalu menarik tangan Clara lembut.
-
-
Kini Clara, Kakek Arnold dan Alaska duduk di bangku meja makan menikmati makan malam bersama.
Canda dan tawa menghangatkan suasana ruang makan itu.
"hahaha aku berharap usia ku 100 tahun lagi,agar aku lebih lama merasakan kebahagiaan ini"ucap Kakek Arnold.
"kau terlalu peot kakek tau kalau usia mu 167 tahun"ucap Clara.
"makanya Kau kabulkan permintaan ku di masa tua ini"ucap kakek Arnold.
"memang apa keinginan mu pak tua,aku bisa mengabulkan apa saja permintaan mu sebagai bentuk balas Budi"ucap Clara sambil memasukkan sendok yang berisi makanan ke dalam mulutnya dan mengunyahnya dengan santai.
"simpel saja,menikahlah dengan cucu ku dan lahirkan cicit untuk ku"ucap kakek Arnold santai.
Uhuk
Uhuk
Hal tersebut membuat Clara maupun Alaska sukses tersedak dan terbatuk-batuk.
"APA!!"ucap Alaska dan Clara bersamaan setelah selesai meminum air minum mereka.
"aku mau kalian menikah dan membuat cicit untuk ku"ucap Kakek Arnold yang malah mengulang kata-kata nya.
"kau benar-benar kakek tua peot"ucap Alaska dengan kuping yang memerah malu.
"makanya orang tua seperti ku menginginkan cicit karna aku bosan bermain dengan manusia seperti kalian berdua"ucap Kakek Arnold.
"lagipula aku telah merencanakan perjodohan kalian saat kelahiran Aska dan bayi mungil cantik yang di miliki oleh Stefan,tangan kanan ku"ucap Kakek Arnold.
Alaska dan Clara tak mampu berkata-kata lagi,selain terkejut dan malu mereka berdua seolah-olah merasakan getaran yang berbeda di dada mereka.
TBC
semangat juga ka buat nulis cerita nya😁😁💪🏻💪🏻