pernikahan gadis miskin dengan orang yang kaya, ia bisa menikmati seluruh kekayaannya namun ia terkurung dalam sebuah rumah mewah dengan segala harta yang berlimpah namun hidupnya terkekang bagai di dalam sangkar emas dan harus terluka karna suaminya tak mencintainya, hingga kebahagian hadir setelah suaminya sadar akan cintanya namun semua harus terhalang saat flora mengetahui masa lalunya yang sebenarnya, siapakah yang akan flora pilih masa lalunya atau orang baru, semua masih menjadi misteri yang harus di rahasiakan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ayuma lovely, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
menginginkan kembali
setelah melakukan adegan panas dua kali Gavin dan flora tertidur lelap.
hanya satu jam Gavin tertidur dan Ia memilih untuk pergi meninggalkan flora yang masih terlelap.
Ia sempat menoleh di balik selimut terdapat bercak darah, meskipun tak melihat itupun ia yakin jika ini yang pertama bagi flora.
Paginya flora bangun memegangi kepalanya yang masih sakit, cahaya matahari menelusup ke matanya menimbulkan silau yang tak tertahankan, matanya berusaha berkedip berkali-kali hingga flora menghalangi silau itu dengan tangannya.
Dapat ia lihat seorang wanita dengan pakaian khusus berdiri di dekat jendela, flora yakin wanita itulah yang menyibak tirai hingga cahaya matahari itu masuk.
"selamat pagi nyonya!" ucap wanita itu berbalik ke arah flora yang masih menggunakan selimut
"saya sudah menyiapkan air hangat, anda bisa merilekskan diri di bathtub" ucap sang wanita, ia hendak memakaikan flora jubah mandi sebelum ia turun namun flora menghentikannya karna ia akan melakukannya sendiri .
Sang wanita menganggukan kepala lalu menjauh, wajah flora berubah merah menahan malu.
flora berusaha memegangi kepalanya yang masih sakit dan menurunkan kakinya, baru saja hendak bangun ia sudah merasakan sakit yang tak tertahankan.
flora memilih duduk kembali di ranjang, terlihat dari raut wajahnya jika ia saat ini sedang menahan sakit.
Sang wanita yang melihat itu segera memanggil seseorang di luar sana.
Betapa kagetnya flora saat Adrian yang memasuki kamar itu.
wajah flora yang tadinya sudah memerah menahan malu kini semakin memerah karna keberadaan Adrian, merah seperti kepiting rebus.
Tanpa di minta Adrian langsung mendekat ke arah flora, menelusupkan tangan kirinya di lipatan lutut dan tangan kirinya menelusup di punggung bagian atas, Adrian langsung mengangkat flora dengan kedua tangannya
flora yang masih sibuk dengan keterkejutannya baru menyadari dirinya sudah dei gendong oleh Adrian ala bridal style saat ia merasakan tubuhnya melayang di udara.
Karna takut flora langsung mengalungkan tangannya di leher Adrian, mata mereka kini saling bertemu, sepersekian detik Adrian yang tadinya menatap manik indah mata flora kini kembali menatap fokus ke depan.
Wajah Adrian terlihat datar, tak ada senyum, flora terus menunduk menahan malu hingga sampai kamar mandi.
Adrian menurunkan flora dengan hati-hati dan berucap "mandilah, sebentar lagi kita akan pulang!"
Adrian lalu berlalu pergi meninggalkan flora di dalam kamar mandi seorang diri.
Merasa Adrian sudah keluar segera flora mengunci pintu kamar mandi dari dalam, dengan langkah pelan ia melangkah selangkah demi selangkah hingga ia sampai di pinggiran bathtub.
Flora membuka jubah mandi itu lalu meletakkannya di gantungan.
Kini tubuhnya yang putih polos bersinar di bawah cahaya putih lampu kamar mandi itu .
Flora segera mencemplungkan dirinya di air hangat itu.
setelah berhasil mencemplungkan dirinya ia langsung menyandarkan kepalanya di sandaran bathtub, matanya mendongak menatap cahaya lampu yang bersinar putih itu.
Ia menerawang kejadian tadi malam saat dirinya begitu agresif meminta sentuhan pada laki-laki yang sudah membayarnya, meskipun ingatan itu hanya sebagian.
setelah cukup lama memikirkan adegan panas itu, flora merasa dirinya adalah orang kotor, ingin rasanya ia menghilang dari muka bumi ini.
Flora berusaha memperhatikan sekitar namun tak ada celah apapun yang terlihat, bagaimana mungkin ka bisa melarikan diri dari gedung lantai 30.
Cukup lama di kamar mandi, wanita tadi lalu mengetuk pintu takut flora akan berbuat nekat, meski ia yakin flora tak akan menyesal berhubungan dengan Gavin ya g terkenal dengan ketampanannya dan mempu memuaskan wanita.