Dylan adalah seorang dokter bedah ilegal. Banyak orang di dunia bawah tanah mengandalkannya ketika ada anggota kelompok mereka yang terluka.
Masa kecilnya begitu kelam, seluruh harta kekayaan ibunya dijual oleh ayahnya untuk membangun sebuah perusahaan. Tapi ternyata, pengorbanan ibunya dibalas dengan pengkhianatan yang sangat menyakitkan.
Setelah ibunya meninggal, ayahnya terpaksa harus membuang Dylan, karena selingkuhannya tidak mau menerima kehadirannya.
Dylan berjanji, suatu hari nanti dia akan membalas perbuatan ayahnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DF_14, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20
Sekitar jam dua belas malam, Asisten Fara yang sedang tertidur pulas, dia sangat merasa terganggu setelah mendengar suara ponselnya yang terus berdering dari tadi.
Dia pun menghela napas dalam-dalam sambil meraih ponselnya di atas nakas. Dia terperanjat saat melihat ada nama Nona Bianca terpampang di layar ponselnya.
Sebagai seorang Asisten yang dibayar cukup tinggi, dia memang harus stay 24 jam jika sang nona muda menelponnya, bahkan jika dia sedang berada di kamar mandi sekali pun.
"Hallo! Ada apa, Nona?" tanya Asisten Fara setelah mengangkat panggilan telepon dari sang nona muda.
"Ada situasi yang sangat urgent, Asisten Fara," ucap Bianca dengan nada cemas.
Asisten Fara sangat terkejut mendengarnya. "Ada masalah apa, Nona? Apakah mungkin ada masalah dengan perusahaan?"
"Bukan," jawab Bianca, singkat.
Asisten Fara mengerutkan keningnya, "Lalu apa yang urgent, Nona?"
"Papaku menyuruhku untuk segera menikah dengan Pram," jawab Bianca dengan nada kesal.
Asisten Fara yang rambutnya masih acak-acakan karena terbangun dari tidur nyenyaknya, dia menggigit bibir bawahnya untuk menahan rasa kesal. Ternyata, sang nona muda sengaja menelponnya di tengah malam hanya untuk curhat.
Mungkin beginilah resikonya memiliki bos yang sangat introvert. Tidak memiliki teman, bahkan tidak memiliki pacar. Jadi Asisten Fara yang harus menghadapi ketantrumannya.
"Bukannya Nona sudah menolak perjodohan itu?" tanya Asisten Fara sambil menguap lebar-lebar.
"Iya, aku memang sudah menolaknya. Tapi Papa tetap dengan pendiriannya. Bahkan Papa menginginkan aku menikah dengan Pram secepatnya," jawab Bianca dengan nada datar.
Bianca menambahkan, "Tadi aku terpaksa bilang kalau aku akan mencari calon suami sendiri. Ternyata Papa malah menantangku agar aku segera memperkenalkan calon suamiku itu. Papa memberikan waktu satu minggu untuk membawanya ke hadapan Papa. Jika tidak, aku tidak memiliki kesempatan lagi untuk menolak perjodohan dengan Pram."
Asisten Fara hanya mangut-mangut karena masih merasa ngantuk, tapi dia bisa mencerna dengan baik semua curahan hati bosnya itu. "Tapi kan Nona tidak memiliki hubungan dengan pria manapun."
"Itu masalahnya. Aku tidak punya pacar. Bagaimana bisa aku memperkenalkannya pada Papa?" keluh Bianca.
Rasa ngantuk yang dirasakan oleh Asisten Fara perlahan mulai menghilang. Dia segera memberikan saran. "Nona tahu sendiri kan, ada banyak pengusaha yang menginginkan Nona. Mereka cukup tampan dan mapan. Nona bisa memilih salah satu diantara mereka. Mereka pasti tidak akan menolak. Justru mereka akan sangat senang."
Bianca menghela napas. "Bukan itu masalahnya. Aku tidak tertarik dengan dunia pernikahan. Jika aku menikah dengan salah satu diantara mereka, aku yakin mereka pasti akan menuntut tanggung jawab dan hak dariku sebagai seorang istri. Dan aku gak mau melakukannya."
Asisten Fara mengerti dengan keinginan Bianca. "Jadi maksudnya jika seandainya Nona harus menikah dengan pria itu. Nona ingin pria itu tidak menuntut apapun dari Nona. Hanya sekedar pernikahan di atas kertas saja?"
Bianca mengiyakan, "Itu maksud aku."
Asisten Fara memberikan pendapat. "Itu artinya Nona harus mencari pria yang kurang mampu dalam finansial, agar bisa diatur. Nona bisa membayarnya dan melakukan kesepakatan, melarang dia untuk menuntut hak atau tanggungjawab dari Nona. "
Bianca mengeluh. "Tapi aku hanya diberikan satu minggu untuk memperkenalkan pria itu pada Papa. Aku gak mau menikah dengan sembarangan pria. Tentu saja dia harus pria baik-baik, agar aku merasa aman."
Tapi dalam waktu satu minggu sangat sulit menilai kepribadian seseorang.
Asisten Fara terbelalak saat mengingat seseorang. "Saya rasa pria yang bernama Dylan itu bisa dijadikan kandidat, Nona."
Bianca mengerutkan keningnya. "Dylan? Tukang galon itu?"
Asisten Fara membenarkan, "Iya, Nona. Saya rasa dia adalah pria yang baik. Dia rela berada dalam situasi berbahaya, melaporkan sekelompok gangster atas kasus penculikan anak. Berkat dia, anak-anak itu bisa selamat dan kembali ke keluarganya masing-masing."
Bianca hanya terdiam, sedang memikirkan saran dari asisten Fara. Apakah dia harus memasukkan Dylan ke dalam daftar kandidat calon suaminya atau tidak?
ahh author nya pasti riset dl ini👍👍👍@DF_14 ᴶᵘʳᵃᵍᵃⁿ ᴱˢ ᴮᵃᵗᵘ good job thor👍
I know you gonna make it, Dy 👏...
Biancaaaa kasih reward special untuk Dylan yaakkk /Drool/....
Awass ditagih lho janjinya wkwkwkwk...
Selalu melarikan diri dari kenyataan dan lari dari tanggu gjawab 😡👊✊...
Mental pecundang telah mendarah daging ☹️....
Luar biasa, nasib baik masih menyertaimu Miler...
Biarkan yang berkompeten saja yang turun tangan menangani pasien....
Jangan berisik dan nyrimpeti...
Cukup diam, anteng, dan renungi kesalahan yang seringkali terjadi ketika menangani pasien..
Siap2 menerima konsekuensi..
Karena kecerobohan dan kelalaianmu...
Yang sudah berada di level yang sangat membahayakan pasien 😱😡...
Meski ada yang sedang meregang nyawa di depan mata /Panic/...
Lakukan sesuatu semaksimal mungkin papa, semampu yang Anda bisa..
Langkah awal ini akan sangat berarti sebagai salah satu dukungan moral untuk Dylan...
Percayalah papa itu akan menjadi hal luar biasa yang akan selalu diingat oleh Dylan sepanjang hidup..
Bobby sebentar lagi keangkuhanmu akan digantikan dengan penyesalan seumur hidupmu😩