NovelToon NovelToon
Jodoh Yang Ditukar (Hacker Tampan)

Jodoh Yang Ditukar (Hacker Tampan)

Status: sedang berlangsung
Genre:Berondong / Romansa
Popularitas:3.1k
Nilai: 5
Nama Author: Rens16

Pernikahan Amel yang sudah di depan mata itu mendadak batal karena calon suaminya terjebak cinta satu malam dengan perempuan lain. Demi untuk menutupi rasa malunya akhirnya Amel bersedia dinikahi oleh pria yang baru dikenalnya di acara pernikahannya tersebut. Revan yang bekerja sebagai hacker itu akhirnya menjadi suami Amel. Serba-serbi unik dua manusia asing yang terikat dalam hubungan pernikahan itu membuat warna tersendiri pada kehidupan keduanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rens16, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10 : Rasa ingin yang sama

Amel mengusap pipinya yang terasa panas akibat tamparan Nita tadi.

Amel menatap Nita dengan tatapan mengintimidasi. Amel jelas merasa marah dengan tindakan semena-mena itu.

"Kenapa lo nampar gue?" tanya Amel dengan marah. Beberapa karyawan Amel yang telah selesai menutup toko pun mendekati keributan itu.

"Mbak Amel, Mbak Amel nggak kenapa-napa kan?" tanya Jaka salah satu karyawan Amel.

"Aman, Jak!" Amel mengangguk lalu kembali menatap Nita judes.

"Bilang ama laki lo, gue nggak berminat ama cowok modelan nggak setia gitu!" tuding Amel tepat di depan muka Nita.

Nita menepis tangan Amel dengan kasar lalu mendengus pelan.

"Ambil sono sampah itu, gue nggak berminat mungut kotoran!" ketus Amel lagi.

"Sekali lagi lo bikin gara-gara di toko gue, gue pastiin gue nggak bakalan tinggal diam!" Setelah mengatakan itu Amel masuk ke dalam mobilnya dengan membanting pintunya sekeras mungkin.

Bukan hanya Jaka tapi beberapa karyawan Amel sampai terkejut dengan sikap Amel yang biasanya lembut itu.

Amel memacu mobilnya pulang ke rumah. Melihat kondisi rumah masih gelap gulita, emosi Amel kembali naik ke ubun-ubun.

Tanpa Amel sadari Amel sudah bergantung dengan Revan. Amel merasa tenang kalau ada Revan. Revan di mata Amel sudah berubah menjadi sosok yang penting dan bisa untuk disandari.

"Padahal tadi juga udah pamit mau pulang malem, tapi ngeliat pas pulang rumah dalam keadaan kosong gini kenapa gue bisa sesedih ini ya?" Amel bergumam sendiri sambil memutar kunci pintu rumah itu.

Amel masuk ke dalamnya dan menyalakan semua lampunya lalu masuk ke dalam kamar untuk mengambil baju ganti.

Tak menunggu lama Amel memilih masuk ke kamar mandi dan membersihkan diri di sana.

Amel keluar dengan tubuh segar, dia duduk di sofa bed itu dan aroma mint bercampur kayu menguar dari sofa itu. Parfum Revan tertinggal disana membuat Amel tenang dan matanya memberat.

Amel memeluk selimut tipis itu lalu dia terhanyut dalam mimpinya.

Kira-kira jam satu lebih beberapa menit Revan masuk ke dalam rumahnya. Kakinya seketika berhenti saat melihat Amel meringkuk di sofa yang biasanya Revan tempati untuk tidur itu.

Tak ingin mengganggu, Revan memilih mengambil baju dari lemari plastiknya dan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.

Tak lama Revan keluar dari kamar mandi sana dan menyampirkan handuk ke jemuran. Dia kembali ke ruang tamu dan mendapati Amel tidur dalam damainya.

"Lo tuh cantik banget, asli, wajah lo nggak ngebosenin, bikin gue semakin tertarik dan suka!" bisik Revan sambil merapikan rambut Amel yang menjuntai dan menutupi sebagian wajahnya.

Amel terusik, dia membuka matanya lebar. Mereka beradu tatap cukup lama, sampai akhirnya Revan memberanikan diri untuk mengikis jarak.

Amel menatap Revan dengan bingung, ingin menolak tapi dia juga menginginkan hal yang sama.

Jarak keduanya semakin dekat sampai akhirnya Revan menghentikan wajahnya tepat di depan Amel, bahkan hidung mereka nyaris bersentuhan.

Amel salah tingkah, dia akhirnya memejam untuk mengusir rasa grogi. Revan tersenyum penuh arti merasa Amel memberikan ijin untuknya dengan cara memejamkan matanya.

Revan maju lagi lalu dia mulai mencicipi bibir tipis Amel yang sejak kemarin itu membuatnya candu.

Dengan gerakan lembut Revan mengakuisisi bibir itu, sedikit melumatt dan menarik bibir itu dengan gemas.

Amel mendesis, jantungnya terasa ingin meledak mendapat serangan itu dan hal itu membuat Amel semakin gelisah.

Revan semakin berani, dia mulai membelai wajah Amel dengan tangannya, sementara tangan yang lain menggenggam tangan Amel dengan lembut.

"Sayang..." panggil Revan lembut.

Amel membuka matanya yang sayu dan menginginkan sesuatu itu. Amel menunggu apa yang dimau oleh Revan.

"Gue suka bibir lo!" Hanya itu yang terucap dari bibir Revan sebelum dia kembali mengakuisisi bibir Amel.

***

Pagi itu mereka terbangun dengan posisi saling berpelukan di atas sofa bed itu.

Amel mendongak dan menatap wajah Revan yang tidur sambil memeluknya dengan posesif itu.

Setelah ciuman mereka yang cukup panas tadi malam, mereka akhirnya menyudahi aktivitas itu sebelum mereka kebablasan dan berakhir tidur bersama.

Revan tersenyum saat merasa dia sedang diperhatikan seseorang. Revan membuka matanya dan tersenyum lembut.

"Gue mau nyiapin sarapan!" Amel berusaha mengurai pelukan Revan.

Begitu terlepas dari pelukan itu Amel langsung berlari dan masuk ke kamar mandi untuk menyembunyikan diri.

"Astaga, malu banget gue! Bisa-bisanya gue dikelonin ama Revan!" Amel menutup wajah malunya dengan kedua tangannya.

Amel tetap menyembunyikan diri beberapa lamanya di dalam kamar mandi, sampai akhirnya dia mendengar Revan menyalakan kompor, buru-buru Amel membasuh mukanya dan menyikat gigi.

Amel memutuskan keluar dari dalam kamar mandi dan melihat Revan menyiapkan cangkir untuk teh.

"Biar gue aja!" Amel meminta Revan untuk menyingkir dari dapur sana. Amel merasa benar-benar canggung.

Revan memilih masuk ke dalam kamar mandi dan mencuci mukanya.

"Van, mau sarapan nasi goreng nggak?!" teriak Amel dari dalam dapur sini.

"Apa aja!" jawab Revan dari dalam kamar mandi.

Amel segera meracik bumbu untuk nasi goreng, beruntung banget kemarin Amel kepikiran untuk memasukkan sisa nasi putih ke dalam freezer.

Amel mendidihkan air dalam dandang lalu memasukan nasi itu ke dalamnya.

Sambil menunggu nasi putih itu meleleh, Amel menyiapkan teh dan menghidangkannya di depan Revan.

Amel balik lagi ke dapur dan mulai memasak nasi goreng dan telur mata sapi untuk lauk mereka.

Tak lama kemudian Amel bergabung dengan Revan sambil membawa dua piring nasi goreng di tangannya.

"Hari ini ada schedule apa, Mel?" tanya Revan sambil menikmati menu sarapannya yang selalu enak dan pas di lidah.

"Palingan mau nyerahin design perhiasan pesanan pelanggan. Lo, lo mau kemana hari ini?" tanya Amel berbalik menanyakan aktivitas Revan.

"Mau ke warung kopi doang sih rencananya," jawab Revan.

Amel mengangguk mengerti, memang usaha utama Revan itu kan warung kopi itu, otomotis Revan pasti akan banyak menghabiskan waktu di sana kan?

"Lo mau ikut ke warung gue?" Revan ingin mengajak Amel untuk ikut ke warung kopinya dan memperkenalkan dia dengan dunia Revan.

Amel berfikir sejenak. "Tapi gue harus ke klien dulu lo nggak papa kan?"

"Ya nggak papa, gue drop lo ke tempat customer lo, kalau lo udah selesai nanti gue jemput lagi, gimana?"

"Um, gitu juga nggak papa sih, gue nggak enak aja kalau lo harus nungguin gue discuss sama customer, takutnya kelamaan!" Amel setuju dengan usulan itu.

"Ya udah kalau gitu gue siap-siap dulu!" Amel menyudahi sarapannya.

"Biar gue yang ngeberesin, lo mandi aja!"

Amel pun menurut dan dia masuk ke dalam kamarnya untuk bersiap diri.

1
irma hidayat
yeh dasar ibu2 julid bukan tanya dulu baik2, revan juga bukan nya segera lapor pa RT udah nikah biar ga di fitnah
Rens16: Namanya anak umur 21 🤣🤣🤣
total 1 replies
beybi T.Halim
biasaa warga +62 kebanyakan gosip dan ribet dengan urusan orang lain🙈
Rens16: Nggak dikonfirmasi dulu ya, Kak? 🤭
total 1 replies
irma hidayat
mudah2an suatu saat feri menyesal
Rens16: Semogq 😍
total 1 replies
beybi T.Halim
cerita yang mengharu biru.,semangat buat para perintis
Rens16: Terima kasih buat bintang limanya 😍
total 1 replies
irma hidayat
cerita bagus
Rens16: Terima kasih 😍
total 1 replies
irma hidayat
yg keterlaluan sebenarnya kamu fery ayah yg gapantas jadi ayah, anak sendiri diabaikn
Rens16: Kita sikat yuk kak 💪🤣
total 1 replies
Soviani
jangan lama2 up nua
Rens16: oke 🤣
total 1 replies
Rini
lnjutt
Rini
lnjutt😍😍
Rens16: Siap 💪
total 1 replies
Rini
lnjuttt
Rini
lamjuttty👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!