NovelToon NovelToon
Bloody General Sword

Bloody General Sword

Status: tamat
Genre:Action / Petualangan / Reinkarnasi / Fantasi Wanita / Tamat
Popularitas:141.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Ayzani01

Sesion 1

Gadis itu bernama lee Renzai, dia adalah putri ketiga dari seorang jenderal di istana, tetapi dia juga seorang jenderal di masa lalu yang kejam, yang berasal dari kerajaan Ochtosk.

Karena kekejamannya, dia akhirnya berubah menjadi buih karena meminum air keramat yang berasal dari sungai kyusu, siapapun orang yang kejam dan meminumnya akan menghilang bersama derasnya air sungai.

Mampukah Sang jenderal untuk merubah takdirnya, akankah dirinya yang kejam akan berubah ketika dia terlahir kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayzani01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Vol 25

"Apa yang ingin di ketahuinya dengan membaca buku itu?" ucap Lee gemling, dengan marah dia kembali menatap buku yang digenggamnya dengan erat. "Dimana dia menemukan buku ini !" ucapnya.

Pepohonan dan kabut tebal tidak menjadi penghalang bagi panca indera Renzai, Ia mendaki dan menyusuri pepohonan yang tinggi, dia menginjak batang pohon yang tinggi itu dengan lincahnya, dia terlihat seperti sudah ratusan kali melakukan hal itu, letih dan lelah tidak nampak di wajah datarnya.

"Kita akan sampai sebentar lagi," Ucapnya pada dirinya sendiri dan tentu saja kepada pedang tetsu yang di bawanya, senyum tipis terukir di wajahnya.

Tidak mampu menahan rasa bahagianya, Renzai mengeluarkan pedang tetsunya, lalu dia mulai berlatih dengan kecepatan hebat, seperti panah yang melesat dari busurnya, kecepatannya sungguh tidak tertandingi, Renzai menganyunkan pedangnya, membelah pohon-pohon di sekitarnya dengan mudah, angin yang berhembus bertiup kencang sehingga rambutnya menutupi sebagian wajahnya, dia kemudian berhenti, kembali menatap pedangnya dan memegangnya seakan-akan benda itu adalah nyawanya.

°°°

Ayah Renzai dan para pasukannya sedang rapat di kediaman keluarga Jenderal Geem, mereka semua berkumpul di ruang yang memang di sediakan oleh jenderal Geem untuk pertemuan, jika tamu-tamunya datang di kediamannya.

"Setelah lima tahun terakhir, tidak ada tanda-tanda pasukan kita akan mengeluarkan pedangnya, tapi kini kita harus bersiap-siap.

Salah satu pria yang memiliki pangkat sebagai wakil jenderal sedang menatap jenderal Geem, usianya sekitar 32 tahun, cukup muda untuk memegang jabatan sebagai wakil jenderal.

"Orang yang melakukan penyerangan kepada kedua putri pastilah sangat hebat, bayangkan saja, dia bisa menghabisi seluruh pasukan dengan mudahnya, tidak pernah terpikirkan olehku ada orang seperti itu di kota Hanjang."

Dia kemudian melanjutkan, "Bukankah pengawal yang selalu mendampingi tuan putri masih hidup? Apa yang mereka lakukan ketika putri di serang." ucapnya.

Jenderal Geem berpaling, dia segera memanggil ketiga prajurit yang selalu menemani sang putri, dia tidak lain adalah, Hatachi, Matsue dan Rui. Mereka bertiga datang dan duduk di tempat yang di sediakan, mereka yang mengikuti rapat, memandang kepada ketiganya.

"Apakah benar yang di katakan pengawal itu? bahwa yang menghadang tuan putri dan yang membunuh seluruh pasukan kita hanya satu orang saja." tanyanya dengan pandangan tajam kepada mereka bertiga.

"Iya, jenderal." jawab hatachi santai, wajahnya sesantai seperti biasanya, tiada ketakutan atau rasa gugup, ketiga Akai yang sudah memiliki usia dan pengalaman puluhan tahun itu.

Jenderal dan orang-orang yang ada di ruangan itu tertegun, tidak percaya dengan ucapannya. Matsue tersenyum tipis, dia kemudian melanjutkan ucapannya.

"Hanya satu orang saja yang menghadang, tetapi kemudian muncul sekitar 30 orang pasukan yang random dari dalam hutan, menyerang kami yang sama sekali tidak memiliki persiapan sama sekali.

Mereka tidak membunuh kami dan putri karena kami menyerahkan semua harta benda kami dan yang dimiliki oleh kedua putri." Ucapnya.

"Apa? kenapa baru kau katakan sekarang?" ucapnya membentak sambil memukul-mukul meja. "Siapa sebenarnya orang-orang itu, berani sekali mereka menyerang keluarga kerajaan." ucapnya lagi.

Terlihat aneh, tetapi wajah jenderal Geem terlihat lega, membuat kejadian itu serasional mungkin, dia selalu berpikir bahwa kebangkitan jenderal Ochtosk akan tiba suatu hari nanti, tetapi dengan penjelasan ketiga prajurit itu membuatnya terlihat tenang.

"Menurutku itu masuk akal," Kata jenderal. "Menurutku mereka adalah para pemberontak, mereka semua bersembunyi di dalam hutan."

Rui melirik Matsue, yang tersenyum dengan rencananya, mereka mengiyakan pendapat jenderal Geem.

Ketika rapat telah selesai, mereka akhirnya meninggalkan kediaman jenderal Geem. "Apa yang sekarang kita lakukan?" Kata Matsue berjalan sambil menatap langit sore itu. "Menurutmu, jenderal sekarang sedang apa?" tanyanya.

Rui terlihat tampak sedih, dan cemas, ada nada rasa bersalah dalam suara Rui. "Seandainya saja kita dapat menolong kang Gun Wu lebih cepat, jenderal tidak akan membunuh lagi." ucapnya.

"Aku takut, kejadian itu akan...." Rui berhenti berbicara, dia memandang seseorang yang tidak jauh dari mereka bertiga. Dia adalah Lee Renzai yang berjalan seorang diri, pakaiannya terlihat kotor, dan begitupun wajahnya yang terlihat seperti dia habis berada di hutan seharian, karena di rambutnya beberapa daun seperti menghias di sana.

Renzai sempat menatap mereka bertiga, kemudian dia berjalan begitu saja melewati ketiga Akai, tiba-tiba dari arah depan, seseorang memanggil-manggil nama Renzai.

"Renzai ! Renzai tunggu aku." teriaknya. Dia adalah Gun Wu, yang berlari dengan menahan berat tubuhnya, sambil bernapas ngos-ngosan, kemudian memegang kedua lututnya.

"Kenapa, jalanmu cepat sekali sih Renzai." ucap gun wu mencoba menetralkan napasnya.

"Ada apa?" sambil memandang gun wu curiga, "Kau membuat masalah lagi?" ucap Renzai sambil memandangnya dan menyipitkan matanya ke arah Gun wu.

"Renzai ikut aku, ini penting sekali," Ucap gun wu sambil menarik tangan Renzai. Ketiga Akai terlihat tidak suka dan merasa terganggu melihat keakraban gun wu dan jenderal mereka.

Hatachi memelototi gun wu yang sedang menarik pedang yang di pegang Renzai.

"Si gendut itu, berani sekali dia, kalau saja diizinkan, aku akan menendangnya." ucap Hatachi dari kejauhan.

~

"Memangnya apa yang terjadi?" tanya renzai.

"Kau tahu?? Putri mahkota batal menikah dengan pangeran." ucapnya dengan napas memburu karena gun wu masih letih sehabis berlarian.

"Lalu apa hubungannya denganku?" tanyanya.

Sambil memandang gun wu curiga dan melihat kertas yang di pegang oleh gun wu di tangan gemuknya. Renzai mengambil kertas yang dipegang gun wu dan segera membacanya.

"Hm, mereka melarang semua putri pejabat istana untuk menikahkan putri mereka, sampai pangeran menemukan putri mahkota yang cocok." ucapnya, dia kemudian menatap bingung kepada gun wu.

"Ini yang kau sebut penting? sambil memukul kepala Gun wu. "Nama kak Hana di cantumkan di daftar putri pejabat." ucap gun wu, menunjuk nama-nama di bawah pengumuman, "Lalu, coba kau lihat di bawah nama kak Hana." Gun wu menunjuk nama lainnya.

Renzai memandang pengumuman dengan mulut terbuka. "Namamu juga ada di sana Renzai." ucap gun wu.

~

Bunyi meja terpukul dengan begitu keras, Kelima Akai menatap marah membaca pengumuman konyol itu.

"Sulit kupercaya, kita harus menghentikan mereka," ucap Otaru begitu geram. Hatachi menutup mata seakan ingin menormalkan dirinya dari amarah.

"Akan kuhentikan mereka dengan segala cara, lihat saja." Ucap Rui.

Matsue menyilangkan kedua tangannya, "Seperti kau tidak tahu, sifat jenderal kita saja." ucap Matsue tenang.

"Apa maksudmu Matsue." tanya hatachi.

"Tidak semudah itu jenderal menerima permintaan konyol itu, dia akan melakukan segala cara untuk tidak terpilih menjadi putri mahkota, apalagi kakak perempuannya juga ikut kan? bisa saja kakaknya lebih pantas menjadi kandidat utamanya atau bahkan putri dari pejabat lainnya." ucap Matsue.

"Apakah pangeran sudah kembali dari kota Namu?" tanya Rui.

"Hari ini dia akan kembali, pangeran mahkota juga tipikal pria yang kaku dan dingin, dia tidak begitu perduli siapa yang menjadi kandidat untuk menjadi putri mahkotanya, dia terlalu sibuk mengurusi pekerjaan istana."

1
Tiana
wah tanpa belas kasihan
azka aldric Pratama
hadir 😉😉😉
MAWAR BERDARAH
Semangat
Kadek Mudiastini
thor,aku suka ceritamu ini.gak bertele-tele.aku harap renzai lahir kembali dg sifat baik dan menemukan cinta sejatinya.apakah season 2 udah keluar?
Crzalia00
makasih kak,, ceritanya seru👍
ditunggu season 2 nya😁😁
Crzalia00
seru
Qimti Sa
good
Allessha Nayyaka
keren
Riri
g ada karya baru lagi ya disini ay....
Afrilho
Mmm penuh misteri ternyata sang Jendral seorang wanita
Ray
Semangat terus buat Outhor 💪🙏
Sehat selalu 🙏🙏
Ray
Sungguh ironi sekali endingnya, tapi banyak hikmah dan pelajaran yg positif bisa diambil dari ceritamu Outhor 🙏👍
Semoga dikehidupan nanti mereka berubah menjadi lebih baik👍🙏
Semangat terus berkarya Outhor, Qutunggu cerita2x yg lainnya💪🙏👍
Ray
Apakah seorang ayah sekaligus Jendral dimana musuh dari anaknya sendiri yg tubuhnya telah dikuasai sepenuhnya oleh Jendral Kimi Ga, sanggup membunuh🤔? Semangat up
Ray
Semakin tegang, seru dan semakin keren Outhor, selalu kutunggu💪🙏👍
Ray
Apakah ke5 Akai bisa mematahkan kutukan dalam diri Jendral Kimi Ga?
Dan apakah Jendral Geem ayah dari Renzai tidak bisa membuat anaknya kembali menjadi baik🤔? Semangat Up dan sehat selalu buat Outhor💪🙏
Ray
Jendral Kimi Ga sudah mulai menguasai Renzai, kegelapan dalam diri Jendral sudah terjadi, dan AQ penasaran kelanjutan ceritanya Thor🤔
Semangat terus ya Thor🙏👍
Ray
Apakah pangeran ada rasa suka dan cemburu liar Renzai dengan lelaki lain?
Semangat selalu outhor💪🙏
Ray
Wakil Kapten Cheon ibarat lagi makan buah simalakama 😱🙏Serba salah, mau gsk mau harus turuti omongan dan perintah Renzai🙏 Terus Up🙏👍
Ray
Keren habis Thor, lanjut up🙏
Ray
Pangeran lihat Renzai dan ke5 Akai 🤔👍
Lanjut Up dan Up, semangat 💪🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!