NovelToon NovelToon
The Horn Land

The Horn Land

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan
Popularitas:326
Nilai: 5
Nama Author: Sutrisno Ungko

fiksi sejarah Kisah Para Pemimpin sebuah Pulau bernama The Horn Land. cerita dalam rentang waktu 110 tahun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sutrisno Ungko, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penghianatan

Tak diketahui oleh yang lain, sisa pasukan Yulara yang berjumlah lebih dari 300 orang, perlahan-lahan menghilang dari pos perbatasan dan mengikuti rombongan Jhon menuju selatan.

Sesampainya di tengah hutan pinus.

Dimana disekitaranya ada aliran sungai Trised. Pasukan itu mencegat rombongan Jhon. Kehadiran Mango Queen dan prajurit ditengah hutan ini mengagetkan mereka.

“Pasukan?? mengapa ada disini?” Hardik Jhon. ia kaget dan curiga.

Tangannya kini berada digagang pedangnya. sementara mata tajamnya menatap sekeliling. membaca situasi dan menghitung. Disampingnya Uon Bloodstone, Mick Hamill dan Dick Duckwort juga dengan perasaan yang sama. Mata mereka kini tertuju pada Charles Kaemon. Yang tersenyum sambil melangkah menjauhi mereka, diikuti 4 kesatria keluarga yang lain. mereka kini bergabung dengan barisan para pencegat.

“Apa arti semua ini Kaemon?” tanya Jhon. Aura kemarahan terpancar dari mata pemimpin Iblis Merah ini.

“Maafkan kami Ser. Kami harus berpisah dari misi kalian ini. Aku dan 4 sahabatku ini akan menarik pasukan kami dari perjuangan. Ser Owen telah meninggal. Tak ada lagi motivasi kami untuk berjuang. Jadi biarkan kami pergi.” kata Charles.

“Penghianat!! Aku tak akan membiarkan kalian pergi!” teriak Uon Bloodstone yang memang pemberang. ia maju selangkah, namun ditahan tangan Jhon.

“Terserah apa katamu Ser. Aku hanya ingin perpisahan kita lakukan dengan baik-baik tanpa pertumpahan darah. Kami pun pergi tak akan bergabung dengan pasukan Dargaville. Dan sebisanya tak akan membuka perang dengan pasukan di pos perbatasan agar tak ada kerugian diantara kita.. kami hanya ingin pamit secara baik-baik.” kata Kaemon lagi.

“Tak akan ada yang pergi dari sini. Hadapi dulu aku sebelum kalian meninggalkan tempat ini!!” kata Uon Bloodstone. sepertinya tak akan ada negosisasi.

“Kamu ingin dilayani tuan pemberang?? Apakah anda yakin?” tanya Kaemon. Nampak mulai emosi. Ia maju selangkah memperlihatkan kesungguhan hati bahwa ia tak main-main dengan keputusannya. tangannya juga sudah memegang gagang pedang.

“Aku tak ingin pulang dengan tangan kosong. Setidaknya aku akan membawa satu kepala diantara kalian penghianat.” kata Uon lagi. Ia kini bersiap diri untuk maju. Namun Jhon mencegahnya lagi.

“Ser Kaemon. Kita bicarakan baik-baik. Apakah anda lupa perjuangan kita lakukan dengan bersama-sama, bahkan sejak menjemput kedatangan Lord Owen dan merebut Kaitaia. Apakah semudah itu kamu melupakan semuanya?” Nada bicara Jhon mulai meninggi kini.

“Aku tak akan lupa nyawa anak buahku dan kami keluarga-keluarga suku Yulara yang mendukung perjuangan Lord Owen yang gugur dalam perang awal. Namun kalian semua suku Adara melupakan itu dan bahkan mengganggu keputusan Lord Owen soal Dermaga itu. Kini nyawa anakku hilang hanya karena keadilan yang kalian maksudkan itu. Sudahlah Jhon kami akan pergi. Jangan halangi kami.” Ia membalikan badan. Namun terhenti dengan suara di belakangnya.

“Keadilan harus ditegakkan Kaemon. Anakmu membunuh, jika tak diadili maka tidak akan baik untuk negara kita dimasa yang akan datang.”

“Anakku hanya membela diri Ser!!, dan kepalanya lepas dari tubuhnya disaksikan olehku.” Teriak Charles kini. Ia berbalik lagi dan jarak ia dan Jhon hanya selangkah.

“Pergi kalian atau akan ada nyawa yang hilang disini!” Moon menengahi dan memberikan peringatan pada dua orang yang mulai emosi itu. ia juga mendekat

“Mick! Cari bantuan di pos. tak ada penghianat yang pergi dari sini dengan mudah. ” teriak Uon Bloodstone dan langsung menyerang dalam sekejap ia menyerang Charles dengan cepat. Gerakannya ini dilakukan dengan tiba-tiba,

Satu sabetan, disusul sabetan yang lain.

Untunglah Kaemon masih bisa menghindar. Dari arah belakang Delayer Moon dan Mandon Queen maju membantu Charles Kaemon, kini keduanya melayani Serangan Uon yang membabi buta.

Trangg!!

Pedang-pedang berbenturan memercikan api.

“Terpaksa, perang saudara pertama terjadi disini.” kata Jhon seperti mengatakan pada dirinya sendiri, ia kini maju bersama Dick Duckwort. Yang langsung disambut oleh Charles Kaemon, Nero Talindurum dan 3 orang prajurit lain. semua orang ditempat itu sudah bersiap.

Mick yang mendapatkan tugas untuk meminta bantuan dipos perbatasan, berusaha menghindari Sergapan para prajuirt lain. Namun ia justru di kepung lebih dari 10 orang prajurit keluarga suku Yulara. Dan Kesatria Atilla Winter. Dan pertarungan tak seimbang akhirnya pecah.

Para prajurit Yulara yang menghilang dari pos perbatasan juga beberapa membantu teman mereka yang bertarung, beberapa lagi hanya menjaga jangan sampai 4 orang nekad itu lolos dari tempat itu. ratusan orang kini melawan dan menonton pertarungan itu. beberapa saat kemudian 10 orang prajurit pengepung tergeletak, Juga Kesatria Delayer Moon yang tewas ditangan Jhon .

Namun tenaga keempat kesatria pemberani itu tentu terbatas satu persatu mereka roboh, dimulai dari Mick, kemudian Dick dan Jhon Bentley yang mati dengan gagah perkasa dalam kepungan lebih dari 20 orang. Pertarungan berat sebelah itu berlangsung tak sampai satu jam. Disatu sisi Charles Kaemon sebenarnya tak punya niat mengeroyok keempat kesatria ini. Namun nekadnya perlawanan mereka, juga situasi dimana satu persatu prajuritnya berguguran, menyebapkan ia harus memberikan perlawanan sepenuhnya. Meskipun itu dengan mengeroyok. Pertempuran baru terhenti saat Uon yang terluka jatuh dan ditangkap. ia tak sanggup lagi berdiri. Ia diikat didekat jurang menunggu eksekusi langsung yang akan dilaksanakan oleh Kaemon.

“Bunuh aku penghianat!” teriak Uon sambil meludah kearah Charles Kaemon yang kini mendekat dengan pedang panjangnya.

“Tak akan lama lagi. Sabarlah. Sejak awal aku tak menginginkanmu Uon. Kini keinginanmu menjadi pahlawan bagi kemerdekaan The Horn Land akan aku tunaikan”. Charles maju, sudah bulat keinginannya untuk menghabisi teman seperjuangannya ini.

Sepertinya dendam akan kematian anaknya akan ia tumpahkan hari ini. terbayang bagaimana tatapan anaknya saat eksekusi itu berlangsung. ia tak punya kuasa untuk menahan. kemarahan itu kini mendorongnya untuk membalas, nyawa dibayar nyawa.. meskipun bukan orang didepannya pelaku itu.

1
Widiarto Andu
👍
Widiarto Andu
𝐭𝐞𝐫𝐛𝐚𝐢𝐤 𝐬𝐢𝐡..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!