NovelToon NovelToon
Istri Rahasia Dosen Killer

Istri Rahasia Dosen Killer

Status: tamat
Genre:Dosen / Nikahmuda / Aliansi Pernikahan / Pernikahan Kilat / Beda Usia / Tamat
Popularitas:28.1M
Nilai: 4.8
Nama Author: Desy Puspita

Niat hati mengejar nilai A, Nadine Halwatunissa nekat mendatangi kediaman dosennya. Sama sekali tidak dia duga jika malam itu akan menjadi awal dari segala malapetaka dalam hidupnya.

Cita-cita yang telah dia tata dan janjikan pada orang tuanya terancam patah. Alih-alih mendapatkan nilai A, Nadin harus menjadi menjadi istri rahasia dosen killer yang telah merenggut kesuciannya secara paksa, Zain Abraham.

......

"Hamil atau tidak hamil, kamu tetap tanggung jawabku, Nadin." - Zain Abraham

----

Plagiat dan pencotek jauh-jauh!! Ingat Azab, terutama penulis gamau mikir dan kreator YouTube yang gamodal (Maling naskah, dikasih suara lalu up seolah ini karyanya)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desy Puspita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 20 - Pindah Saja

Di dalam situasinya baru saja tenang, tanpa mereka ketahui jika di luar kini beberapa orang yang tak lain tetangga kost Nadin tengah mencuri dengar dari depan pintu kamar.

"Anjani, kamu yakin si Nadin nangis? Buktinya diem gini nangis apanya?" Bu Sarmila kembali menempelkan telinganya tepat di depan pintu, sejak awal datang memang dia tidak mendengar isak tangis seperti yang dikatakan anak kost-nya ini.

"Ibuk ... sumpah demi Tuhan tadi memang Anjani dengar sendiri, Nadin nangis kayak dicekek, terus barusan Nadin juga bilang 'perih, Mas' gitu, Bu." Anjani yang yakin betul jika dirinya tidak salah dengar terus berusaha meyakinkan Bu Sarmila, karena memang begitu adanya yang dia dengar.

"Huft, apa mungkin disiksa ya sampai begitu?" sahut Mona yang juga sama-sama mendengar jeritan tangis Nadin beberapa saat lalu.

"Ini lagi macem-macem!! Zain itu kakak kandungnya, Mona!! Ya kali disiksa begitu," ucap Bu Sarmila begitu pelan, hampir berbisik lantaran takut ketahuan.

"Kakak kandungnya dari mana? Pak RT bilang Zain itu suaminya, Bu Sarmila!!" sanggah Mona tak mau kalah, sebal sekali rasanya lantaran Bu Sarmila justru terus berpihak pada pelakunya.

Mendengar kesaksian tersebut, mata Bu Sarmila membola lalu membenturkan kepala kedua gadis itu. "Dasar donghok!! Jadi yang kalian maksud itu tangisan pengantin baru?!"

"I-iya? Kenapa memangnya?"

"Aduh!! Ini anak perawan dua boddohnya luar biasa!! Ayo pergi dari sini!! Tidak sopan tahu tidak." Tidak ingin terjerumus begitu dalam, Bu Sarmila segera menarik kedua gadis itu berlalu lantaran khawatir pemilik wajah sangar itu marah nantinya.

Sudah pasti keduanya bingung, mereka yang menjadi saksi sekeras apa tangisan Nadin tetap enggan pergi dari tempat itu. "Loh, Bu? Kasihan Nadin dong!! Bantuin gimana sih?"

"Kalian yang perlu dikasihani, ayo cepat pergi!" ajak Bu Sarmila sekali lagi, berharap sebelum penghuni kost keluar dia sudah pergi karena tidak ingin kena getahnya nanti.

"Buk, sudah berapa banyak kasus kriminal di negara kita ... apa ibu tidak takut Nadin jadi salah-satu korbannya? Kalau sampai Nadin kenapa-kenapa, nama ibu jadi jel_"

"Ehem!!"

Bersamaan dengan suara pintu yang terbuka, seorang pria tampan dengan wajah datar itu muncul hingga membuat celotehan Anjani terhenti. Dia mengerjap pelan seraya memandangi Mona dan Bu Sarmila bergantian, jelas saja meminta bantuan lantaran takut dengan tatapan tajam suami tetangga kost-nya.

"Apa kalian tidak punya pekerjaan lain sampai berisik di depan kamar orang lain?" Tanpa peduli siapa yang kini berdiri di hadapannya, Zain melontarkan pertanyaan semacam itu dengan tatapan tak bersahabatnya.

Secara personal, dia memang belum berkenalan dengan pemilik kost. Hanya mendengar sekilas tentang kebaikannya saja, berbeda dengan Bu Sarmila yang sudah mengenal sosok Zain berkat bakat curi-curi pandang dan mewawancari Nadin secara paksa, itu juga informasi yang didapat salah.

Sungguh dirinya terkejut begitu mendapati sikap Zain. Tidak hanya ketus dan juga dingin, tapi tatapannya pun seolah tengah berusaha menekan mental lawan bicaranya.

Sampai-sampai, Bu Sarmila yang biasanya disegani juga ikut takut pada Zain. "Aduh, maaf kalau ganggu ... anak-anak ini bilang dengar suara tangisan dari kamar ini, makanya kami pastikan siapa tahu ada yang tidak beres."

"Tidak ada yang tidak beres, semua baik-baik saja ... pergilah, kami butuh istirahat dan bisikan kalian itu sangat mengganggu, paham?"

Ketiganya mengangguk mengerti, tanpa menunggu pengusiran kedua kali, mereka berlalu pergi. Sudah pasti dengan langkah terbirit-birit dan saling menyalahkan, terlihat jelas dari tingkah mereka yang saling pukul hingga Zain hanya menggeleng pelan.

"Dasar orang-orang aneh ... lingkungan ini sangat tidak sehat." Zain mengomel, sungguh dia merasa terganggu dengan kehadiran tiga orang yang tak jelas itu.

Begitu masuk, Zain kembali naik ke atas tempat tidur demi melanjutkan pengobatan yang tadi sempat tertunda. Sungguh mengganggu sekali, jika saja bukan karena sang istri, bisa dipastikan Zain akan lebih kasar lagi.

.

.

"Siapa, Mas?"

"Entahlah, tiga orang aneh yang kerjaannya ngintip-ngintip ... aku tidak tahu siapa mereka," jawab Zain tak begitu peduli.

Dia sengaja tidak bertanya, dan kebetulan mereka tidak mengenalkan diri hingga dan ya, Zain tidak ingin tahu sama sekali sebenarnya. "Perempuan?"

Berbeda dengan Zain, Nadin justru sebaliknya, jelas saja dia sangat amat penasaran. Nadin memang sempat mendengar, tapi tak begitu paham karena yang bicara tidak hanya satu orang.

"Hm perempuan, tiga ... satunya lebih tua, mungkin ibunya."

Nadin mengangguk mengerti, tapi petunjuk dari Zain tidak membuatnya puas dan tak membayar rasa penasarannya. "Lalu yang duanya?"

"Masih kecil, mungkin seumuran denganmu ... muka mereka tidak terlalu jelas, putih persis makhluk astral, hanya mata dan bibirnya saja yang kelihatan."

Jika tadi Nadin masih bingung, untuk petunjuk yang kali ini dia berhasil menemukan titik terang. Ya, ciri-ciri yang disebutkan Zain mengarah pada tetangga Kost-nya yang amat peduli dengan kesehatan kulit wajahnya, Anjani dan juga Mona.

"Aku tidak tahu namanya siapa, tidak kenalan juga."

"Tapi seingatku Mona dan Anjani sendirian, orang tua mereka di Jember, Mas."

"Mana kutahu, yang jelas ada ibu-ibu pakai roll di rambutnya, make-up tebal, terus bawa-bawa kipas padahal malam hari ... hahaha!! Tetanggamu stres semua." Membayangkannya justru membuat Zain tergelak, penampilan wanita yang tadi benar-benar lucu baginya.

Sayang, Nadin tidak bisa masuk dalam rumor Zain hingga dia terdiam dengan suasana hati yang tak karu-karuan begitu mendengar penjelasan lengkap sang suami. Seketika dunia Nadin runtuh, padahal pria itu sampai keluar air mata lantaran tertawa.

Zain yang sadar akan hal itu, segera mengatupkan bibirnya. Dia mengerjap pelan dan bingung kenapa sang istri mendadak cengok persis ayam masuk angin. "Kamu kenapa? Ini lucu padahal, jarang-jarang aku sampai tertawa seperti ini."

"Lucu banget ya?"

"Hm, sangat-sangat lucu ... pasti dia sangat terkenal di kampungnya. Iya 'kan?"

"Itu Bu Sarmila."

"Sar-sar apa?" Tawa Zain sontak berhenti detik itu juga. Nama itu familiar di telinganya, pernah dengar sekaligus, pernah baca juga di meteran dekat pintu. "Sarmila ya?" tanya Zain memastikan lagi, berharap sekali jika dirinya salah dengar kali ini.

Tanpa banyak bicara lagi, Zain mengajak sang istri tidur segera dengan alasan sudah begitu larut. Padahal, saat ini dia tengah merutuki diri sendiri yang tak sopan pada pemilik kost, sungguh hati Zain ditakdirkan tidak akan bisa tenang sama sekali.

"Sayang." Tiga kali, Nadin selalu menghitung panggilannya, dan kali ini bukan di ujung kalimat.

Tak segera menyahut, Nadin masih gugup, terlebih kala pria itu kembali mendekapnya padahal keadaan sudah baik-baik saja. "Eum, kenapa, Mas?"

"Kita pindah saja mau ya?"

"Pi-pindah?"

.

.

- To Be Continued -

1
Nurul Aisyah
nah loh ditagih kan wkwkwk 🤣
Zaara
aska bikin bengek mulu🤣🤣🤣
Zaara
serius q bacanya ngakak ga jdi sedih 🤣🤣🤣
Nurul Aisyah
cie cie wkwkwk
Bucinnya Baekhyun🐶
bener bener sih zain 🤣🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙡𝙖𝙝 𝙣𝙖𝙙𝙞𝙣𝙚 𝙠𝙖𝙩𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙖𝙡𝙞𝙢 𝙩𝙥 𝙣𝙜𝙪𝙢𝙥𝙖𝙩𝙣𝙮𝙖 𝙨𝙖𝙢𝙥𝙚 𝙠𝙖𝙩𝙖 𝙝𝙚𝙬𝙖𝙣 𝙜𝙞𝙩𝙪 𝙠𝙖𝙣 𝙖𝙣𝙚𝙝 𝙩𝙧𝙨 𝙢𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙣𝙮𝙖𝙡𝙖𝙝𝙞𝙣 𝙤𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙡𝙖𝙞𝙣 𝙡𝙖𝙜...
mira maryati
kerennnn musibah membawa berkah 🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙥𝙖𝙡𝙞𝙣𝙜 𝙜𝙖 𝙨𝙪𝙠𝙖 𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙤𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙮𝙜 𝙣𝙜𝙖𝙠𝙪𝙣𝙮𝙖 𝙩𝙚𝙢𝙚𝙣 𝙙𝙚𝙠𝙚𝙩 𝙩𝙥 𝙨𝙚𝙜𝙖𝙡𝙖 𝙥𝙚𝙣𝙜𝙚𝙣 𝙩𝙖𝙪 𝙖𝙡𝙞𝙖𝙨 𝙩𝙚𝙧𝙡𝙖𝙡𝙪 𝙤𝙫𝙚𝙧 𝙠𝙚𝙥𝙤𝙣𝙮𝙖 𝙢𝙖𝙨𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙥𝙧𝙞𝙗𝙖𝙙𝙞 𝙩𝙚𝙢𝙚𝙣𝙣𝙣𝙮𝙖 𝙨𝙚𝙣𝙙𝙞𝙧𝙞 𝙮𝙜 𝙨𝙚𝙝𝙖𝙧𝙪𝙨𝙣𝙮𝙖 𝙟𝙞𝙝𝙖𝙣 𝙣𝙜𝙚𝙧𝙩𝙞 𝙠𝙖𝙡𝙖𝙪 𝙣𝙖𝙙𝙞𝙣𝙚 𝙜𝙖 𝙢𝙖𝙪 𝙘𝙚𝙧𝙞𝙩𝙖 𝙗𝙚𝙧𝙖𝙧𝙩𝙞 𝙜𝙖 𝙪𝙨𝙖𝙝 𝙩𝙧𝙨2𝙖𝙣 𝙣𝙮𝙚𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙥𝙚𝙣𝙜𝙚𝙣 𝙩𝙖𝙪 𝙠𝙧𝙣 𝙞𝙩𝙪 𝙣𝙖𝙢𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙜𝙖 𝙥𝙪𝙣𝙮𝙖 𝙖𝙙𝙖𝙗.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙨𝙮𝙪𝙠𝙪𝙧𝙡𝙖𝙝 𝙜𝙖 𝙜𝙖𝙣𝙜𝙜𝙪 𝙡𝙜 𝙝𝙖𝙢𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙡𝙖𝙜𝙞𝙖𝙣 𝙗𝙡𝙤𝙠𝙞𝙧 𝙨𝙖𝙟𝙖 𝙨𝙚𝙢𝙪𝙖 𝙩𝙚𝙣𝙩𝙖𝙣𝙜 𝙢𝙖𝙣𝙩𝙖𝙣 𝙠𝙖𝙡𝙖𝙪 𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙜𝙖 𝙥𝙚𝙣𝙩𝙞𝙣𝙜 𝙢𝙖𝙝 𝙣𝙜𝙖𝙥𝙖𝙞𝙣𝙨𝙝 𝙙𝙞𝙨𝙞𝙢𝙥𝙖𝙣 𝙯𝙖𝙞𝙣 𝙣𝙤 𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙢𝙚𝙙𝙨𝙤𝙨𝙣𝙮𝙖.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙨𝙖𝙢𝙖2 𝙨𝙖𝙡𝙖𝙝, 𝙣𝙖𝙙𝙞𝙣𝙚 𝙝𝙖𝙧𝙪𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙩𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙗𝙖𝙞𝙠 𝙗𝙖𝙞𝙠 𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙯𝙖𝙞𝙣 𝙟𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙡𝙖𝙣𝙜𝙨𝙪𝙣𝙝 𝙢𝙖𝙧𝙖𝙝 𝙩𝙖𝙣𝙥𝙖 𝙗𝙞𝙘𝙖𝙧𝙖 𝙥𝙚𝙡𝙖𝙣2 𝙙𝙪𝙡𝙪 𝙢𝙖𝙚𝙣 𝙟𝙖𝙢𝙗𝙖𝙠 𝙩𝙧𝙨 𝙯𝙖𝙞𝙣 𝙟𝙪𝙜𝙖 𝙨𝙖𝙡𝙖𝙝𝙣𝙮𝙖 𝙠𝙖𝙧𝙚𝙣𝙖 𝙨𝙖𝙖𝙩 𝙞𝙨𝙩𝙧𝙞𝙗𝙨𝙚𝙙𝙖𝙣𝙜 𝙨𝙚𝙧𝙞𝙪𝙨 𝙝𝙖𝙧𝙪𝙨𝙣𝙮𝙖 𝙩𝙖𝙣𝙜𝙜𝙖𝙥𝙞 𝙙𝙜𝙣 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙗𝙚𝙧𝙘𝙖𝙣𝙙𝙖 𝙠𝙧𝙣 𝙖𝙙𝙖 𝙢𝙖𝙨𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙨𝙖𝙖𝙩 𝙨𝙚𝙧𝙞𝙪𝙨 𝙣 𝙗𝙚𝙧𝙘𝙖𝙣𝙙𝙖 𝙗𝙚𝙙𝙖 𝙟𝙜𝙣 𝙖𝙥𝙖2 𝙙𝙞 𝙖𝙣𝙜𝙜𝙖𝙥 𝙨𝙚𝙥𝙚𝙡𝙚 𝙩𝙞𝙖𝙥 𝙖𝙙𝙖 𝙮𝙜 𝙨𝙚𝙧𝙞𝙪𝙨/𝙣𝙚𝙧𝙘𝙖𝙣𝙙𝙖 𝙝𝙖𝙧𝙪𝙨 𝙗𝙞𝙟𝙖𝙠 𝙣𝙮𝙞𝙠𝙖𝙥𝙞 𝙥𝙙 𝙩𝙚𝙢𝙥𝙖𝙩𝙣𝙮𝙖.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙤𝙬𝙝 𝙯𝙖𝙞𝙣 𝙣𝙪𝙩𝙪𝙝 𝙥𝙬𝙣𝙜𝙖𝙠𝙪𝙖𝙣 𝙩𝙪𝙝 𝙣𝙖𝙙.😄
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙝𝙖𝙙𝙚𝙪𝙪𝙝𝙝 𝙣𝙜𝙚𝙧𝙚𝙣𝙙𝙖𝙝𝙞 𝙣𝙖𝙙𝙞𝙣𝙚 𝙙𝙜𝙣 𝙣𝙜𝙖𝙣𝙜𝙜𝙖𝙥 𝙣𝙖𝙙𝙞𝙣𝙚 𝙬𝙖𝙣𝙞𝙩𝙖 𝙧𝙚𝙣𝙙𝙖𝙝𝙖𝙣 𝙨𝙖𝙢𝙗𝙞𝙡 𝙩𝙚𝙧𝙩𝙖𝙬𝙖 𝙙𝙞𝙠𝙞𝙧𝙖 𝙡𝙚𝙡𝙪𝙘𝙤𝙣 𝙖𝙥𝙖, 𝙖𝙥𝙖 𝙡𝙖𝙜𝙞 𝙗𝙞𝙡𝙖𝙣𝙜 𝙙𝙞 𝙙𝙚𝙥𝙖𝙣 𝙨𝙪𝙖𝙢𝙞𝙣𝙮𝙖 𝙮𝙖 𝙟𝙚𝙡𝙖𝙨 𝙖𝙪𝙩𝙤 𝙣𝙜𝙖𝙢𝙪𝙠 𝙡𝙖𝙝 𝙨𝙞𝙠𝙞𝙧𝙖 𝙣𝙖𝙙𝙞𝙣𝙚 𝙥𝙖𝙠 𝙖𝙥𝙖... 𝙖𝙣𝙜𝙜𝙖𝙧𝙖 𝙢𝙪𝙡𝙪𝙩𝙢𝙪 𝙣 𝙠𝙚𝙥𝙞𝙣𝙩𝙖𝙧𝙖𝙣𝙢𝙪 𝙨𝙚𝙧𝙩𝙖 𝙠𝙚𝙙𝙪𝙙𝙪𝙠𝙖𝙣𝙢𝙪 𝙨𝙚𝙗𝙖𝙜𝙖𝙞 𝙙𝙤𝙨𝙚𝙣 𝙜𝙖 𝙨𝙚𝙨𝙪𝙖𝙞 𝙙𝙜𝙣 𝙖𝙠𝙝𝙡𝙖𝙠𝙢𝙪.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙡𝙖𝙜𝙞𝙖𝙣 𝙟𝙞𝙝𝙖𝙣 𝙖𝙣𝙚𝙝 𝙗𝙞𝙖𝙧𝙥𝙪𝙣 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙩𝙚𝙢𝙖𝙣 𝙙𝙚𝙠𝙖𝙩𝙣𝙮𝙖 𝙣𝙖𝙙𝙞𝙣𝙚 𝙩𝙥 𝙪𝙩𝙠 𝙢𝙖𝙨𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙥𝙧𝙞𝙗𝙖𝙙𝙞 𝙜𝙖 𝙝𝙖𝙧𝙪𝙨 𝙭 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙩𝙖𝙪 𝙠𝙧𝙣 𝙤𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙗𝙪𝙩𝙪𝙝 𝙥𝙧𝙞𝙫𝙖𝙨𝙞.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙯𝙖𝙞𝙣 𝙠𝙖𝙮𝙖𝙠 𝙗𝙤𝙘𝙖𝙝 𝙮𝙜 𝙢𝙞𝙣𝙩𝙖 𝙙𝙞 𝙗𝙚𝙡𝙞𝙞𝙣 𝙥𝙚𝙧𝙢𝙬𝙣 𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙘𝙤𝙠𝙡𝙖𝙩 𝙣𝙜𝙚𝙧𝙚𝙣𝙜𝙚𝙠𝙣𝙮𝙖.😄
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙬𝙖𝙙𝙪𝙪𝙪𝙝𝙝𝙝 𝙨𝙚𝙧𝙚𝙢 𝙖𝙢𝙚𝙩 𝙝𝙪𝙠𝙪𝙢𝙖𝙣𝙣𝙮𝙖.😄
NORA SAFITRI
oooooeh, Zain😍😍
Maya Mawardi
somplak emang
Maya Mawardi
mati kutu
Maya Mawardi
menarik dan menghibur banget
Maya Mawardi
ya ampuuun beneran pasangan somplak ini mah ketawa terus jadinya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!