Season 1:
Dena, gadis yang baru saja menginjak bangku sekolah menengah atas. Ia harus pasrah saat sang Papa mengirimnya ke perkampungan? ya, tepatnya kampung sang Kakek. Di sana ia akan bertemu dengan seorang pemuda yang terkenal di desanya. Terkenal bukan karena sifatnya yang kalem tapi nakal.
Diselingi kisah sang papa yang statusnya sebagai duda dipertemukan dengan seorang wanita yang juga sebagai karyawan di kantornya. Tidak disangka, putrinya lebih dahulu mengenal wanita itu. Dimulai dari perdebatan hingga berujung percintaan. Wira, sebagai papa Dena harus berjuang mendapatkan restu dari calon mertuanya. Statusnya sebagai duda yang menjadi permasalahan. Duda anak satu sedangkan sang wanita masih berstatus lajang.
Bagaimanakah Dena merajut kisah asmaranya dengan seorang pemuda dari kampung kakeknya?
𝗦𝗲𝗮𝘀𝗼𝗻 𝟮: (𝗠𝘆 𝗙𝗶𝗲𝗿𝗰𝗲 𝗕𝗼𝘀𝘀)
.
.
.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ¶`(₡ ฿úñgšù)ᵛⁱᵛⁱ•_•`FIIII, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25
"Sudah sampai, Non."
Dena langsung melirik sekitarnya yang ternyata sudah berada di depan gedung kantor Papanya. Saking sibuknya dengan gadget ia jadi tidak sadar. Gadis itu langsung mematikan ponselnya dengan cepat lalu keluar dari mobil sambil mengucapkan terima kasih pada supirnya.
"Non, mau saya tunggu?"
"Nggak usah, Pak. Biar nanti Dena pulang bareng Papa aja." ujarnya langsung berlalu masuk ke area perkantoran Papanya. Begitu tiba di dalam ia sudah disambut dengan senyuman ramah para karyawan terutama di bagian resepsionis.
"Papa ada, Mbak?" tanya gadis itu seraya mendekati meja, sikunya bertumpu ke atas meja sambil memperhatikan resepsionis wanita itu.
"Ada, Nona. Mau Mbak telfon?" tawarnya yang mendapat tolakan dari anak bosnya itu.
"Nggak usah, Mbak. Biar aku aja yang ke atas."
"Jangan nawarin pake anter-anter segala ya, Mbak. Udah hapal aku." celetuknya sambil mengangkat telapak tangannya sebagai respon. Semuanya hanya terkekeh pelan melihat anak bosnya. Sungguh ramah, baik, cantik pula.
"Yasudah kalau begitu. Hati-hati, Nona."
Dena mengangguk sebagai respon. Langkah kakinya berjalan menuju lift umum, padahal ada lift khusus untuknya yang biasa dipakai Papanya.
Masih dengan mengenakan seragam sekolahnya, gadis itu berjalan santai memasuki lift bersamaan dengan beberapa karyawan lainnya yang terlihat mengantri. Semuanya menundukkan kepalanya sopan. Begitulah mereka saat melihat anak pemilik perusahaan tempat mereka bekerja saat ini.
"Om Steve!" pekik gadis itu dengan cepat ia keluar dari dalam lift, padahal lift itu hampir tertutup. Semua karyawan di dalamnya menatap cemas. Takut anak bosnya terluka atau pun lecet. Maka siap-siap saja mereka angkat kaki dari perusahaan itu.
"Oh, Nona." ujar pria yang Dena panggil Om Steve. Pria itu adalah sekretaris Papanya yang selalu menemani Papanya ke mana-mana dalam urusan kantor. Terkadang Steve juga mengunjungi rumahnya.
"Om Steve, Dena kangen banget." tanpa aba-aba, Dena langsung bergelayut manja di lengan kekar itu.
"Iya kah? Om kira kamu udah lupa. Soalnya gak pernah nelfon Om." dengan setia sekretaris Papanya itu membelai lembut pucuk kepalanya. Gadis yang selalu dimanja oleh siapa pun.
"Hehe, enggak dong, Om. Oh ya. Papa ada, Om?"
"Ada kok di atas. Ayo, Om antar kamu."
"Asik!"
Keduanya langsung memasuki lift khusus yang berada di samping lift umum. Steve langsung menekan tombol angka lantai teratas yaitu lantai 40.
Selang beberapa menit akhirnya mereka sampai. Lantai teratas yang lumayan sepi karena hanya ada ruangan presdir dan ruangan sekretaris dan beberapa ruangan penting lainnya termasuk pantry khusus untuk presdir.
Dena berjalan di belakang Steve yang berjalan duluan. Begitu pintu ruangan presdir dibuka, saat itu juga pintu dibuka dari dalam. Mereka sempat terkejut karena secara bersamaan membuka pintu.
"Maaf, Pak. Saya duluan, permisi." ujar karyawan wanita yang baru saja keluar dari dalam.
"Loh... itu... bukannya...???"
"Ayo, Nona. Tuan ada di dalam." ujar Steve membuyarkan lamunan gadis itu.
"Eh! Iya, Om." tanpa mengalihkan pandangannya ke arah karyawan yang baru memasuki lift, Dena berjalan memasuki ruangan Papanya.
"Loh... Sayang?!" Wira terkaget saat melihat anaknya yang sudah berada di hadapannya. Laki-laki itu langsung bangkit menyambut kedatangan sang anak.
"Kok ke sini? Gak ngabarin Papa? Bajunya juga belum diganti. Pasti belum makan kan?" pertanyaan beruntun dari Wira.
"Papa bawel. Oh ya, tadi yang baru keluar dari ruangan Papa itu siapa?" tanya Dena mendudukkan bokongnya ke atas sofa diikuti Papanya.
"Cuman karyawan biasa."
"Kenapa kok ada di sini? Jarang loh Papa manggil karyawan biasa, apalagi sampai masuk ke ruangan. Ada apa, Pa?" gadis itu cukup kepo.
"Itu, Sayang... ah, gimana ya." laki-laki itu bingung sendiri mau menjelaskan.
"Apa, Pa?" desak Dena.
"Biasa kok. Ada sedikit kendala. Berkas yang dia kerjakan ada yang kurang tepat."
Dena hanya ber'oh iya paham. "Gak Papa pecat kan??" selidiknya.
"Maunya? Pecat atau enggak?" Wira malah bertanya balik, lebih tepatnya meminta keputusan.
"Jangan!!!" balas Dena spontan.
"Kenapa?"
"Ih! Aku bilang jangan ya jangan, Pa. Awas aja!"
"Steve, kamu dengar itu?"
"Siap, Tuan. Iya!" jawab Steve yang berdiri di samping pintu.
"Bagus. Kerjakan. Beri dia sedikit pelajaran atas apa yang telah dia perbuat."
"PAPA!"
"Apa, Sayang?" tanya Wira lembut.
"Jangan dihukum berat-berat. Kasian."
"Tapi dia udah melakukan kesalahan, Sayang."
"Iya. Jangan dihukum tapi dibimbing. Orang kalau salah itu dibimbing. Kan namanya gak tau, Pa. Setiap orang juga punya kesalahan masing-masing. Tergantung orang itu mau merubahnya atau enggak."
Wira sempat terkesima sama halnya juga dengan Steve yang menyimak sedari tadi.
"Anak Papa udah dewasa ya? Belajar dari mana, Sayang?"
"Gak dari mana-mana, Papa. Cuman dari lubuk hati Dena yang paling dangkal, hehe. Dena punya pantun."
"Apa itu, Sayang?"
"Ikan hiu makan kelapa."
"Cakep."
"I love you, Papa."
"Love you too, Sayang."
"Hacimmmm!!! Maaf, Tuan. Hidung saya tiba-tiba gatal tidak tau kenapa." Steve yang tiba-tiba bersin sambil menggosok hidungnya yang terasa gatal.
kykny keluar dr judul ya,Thor...
🥰😊😊
Semangat tetap& Ttp semangat,Kak Thor!!!!💪💪🤺
udh dong mewek ya.
skrg bhgian ya plk dong thor
kok melo ya eps yg in
lain judl pun gak ap2 thor.
yg pnt arel sma dena
Disini aj laaa Ampe habis cerita Dena&Fairel..