Shanaya berdiri di tepi taman halaman rumahnya, angin malam membelai sayap-sayap keabadiannya yang tersembunyi. Bintang mendekatinya, matanya memancarkan cinta yang tak terbantahkan. "Shanaya, aku tahu kita berbeda, tapi aku tidak peduli. Aku ingin menghabiskan sisa hidupku denganmu," katanya dengan suara lembut.
Shanaya menoleh, mencoba menyembunyikan air matanya "Bintang, kamu tidak tahu apa yang kamu katakan. Aku...aku bukan seperti kamu. Aku memiliki rahasia yang tidak bisa kamu terima..." Shanaya mengangkat tangan, menghentikan Bintang yang ingin mendekat. "Tolong, jangan membuat ini lebih sulit daripada yang seharusnya. Aku tidak bisa menjadi yang kamu inginkan..."
Bintang terlihat hancur, tapi dia tidak menyerah. "Aku tidak peduli dengan apa yang kamu sembunyikan, Shanaya. Aku hanya ingin kamu..."
Apakah Shanaya akan membuka hatinya untuk Bintang atau justru pergi ke langit ketujuh dan meninggalkan Bintang seorang diri di malam yang sunyi ini? Ikuti terus kisah selanjutnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutiara Wilis , isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bertemu Wanita Misterius
Thalia masih terlihat skeptis, tapi akhirnya mengangguk setuju.
"Oke, kita lanjutkan. Tapi jika ini jebakan, aku tidak akan ragu untuk....."
Dr. Maya memotong, "Saya paham, Thalia. Saya juga tidak ingin ini menjadi jebakan. Saya akan hubungi ahli teknologi kami dan kita akan verifikasi rekaman itu bersama-sama..."
Mereka semua setuju dan mulai bergerak untuk memulai proses verifikasi.
Shanaya bertanya, "Apa kita harus tunggu di sini atau pergi ke tempat lain?"
Dr. Maya menjawab, "Saya sarankan kita pergi ke laboratorium kami. Ini akan lebih aman dan kita bisa memantau proses verifikasi secara langsung..."
Mereka semua setuju dan mulai bergerak. Dr. Maya memimpin mereka ke laboratorium yang terletak di basement rumahnya. Lab itu dilengkapi dengan peralatan canggih dan beberapa orang ahli teknologi yang sudah menunggu.
"Oke, kita mulai," ucap Dr. Maya sambil memberikan sinyal kepada ahli teknologi
Mereka mulai bekerja, memeriksa rekaman dan dokumen yang dibawa oleh Dr. Maya.
Setelah beberapa menit, salah satu ahli teknologi mengangkat kepalanya dan berkata, "Rekaman itu asli. Tidak ada tanda-tanda manipulasi..."
Dr. Maya tersenyum, "Aku tahu. Ini adalah bukti yang kita butuhkan untuk menghancurkan The Shadow..."
Shanaya bertanya, "Apa langkah selanjutnya?"
Dr. Maya menjawab, "Kita harus menyusun rencana untuk menghadapi The Shadow. Saya punya beberapa kontak yang bisa membantu kita..."
Nathaniel menambahkan, "Kontak siapa yang bisa membantu kita, Dr. Maya?"
Dr. Maya menjawab, "Saya punya kontak dengan beberapa hacker dan aktivis yang memiliki sumber daya untuk membantu kita. Tapi kita harus berhati-hati, The Shadow memiliki mata-mata di mana-mana..."
Thalia mengangguk, "Aku siap, apa pun yang diperlukan untuk menghancurkan mereka..."
Dr. Maya mengambil napas dalam-dalam, "Oke, kita akan menghubungi mereka. Tapi pertama-tama, kita perlu menyusun rencana yang lebih detail. Shanaya, apa pendapatmu tentang strategi kita?"
Shanaya menjawab, "Saya setuju kita harus fokus pada pengumpulan bukti dan membangun aliansi. Tapi kita juga harus siap untuk menghadapi kemungkinan terburuk..."
Dr. Maya mengangguk, "Baik, mari kita fokus pada rencana inti. Saya sarankan kita membagi tugas menjadi beberapa bagian: pengumpulan bukti, membangun aliansi, dan persiapan keamanan. Nathaniel, kamu bisa memimpin tim pengumpulan bukti. Thalia, kamu bisa fokus pada membangun aliansi dengan hacker dan aktivis. Shanaya, kamu bisa menangani persiapan keamanan..."
Dr. Maya tersenyum, "Baik, Joe, Felix, Bintang, dan Ray, kalian bisa membantu Nathaniel dalam pengumpulan bukti. Kami perlu memastikan semua bukti yang kita kumpulkan akurat dan dapat dipercaya..."
Nathaniel menambahkan, "Baik, gue akan bekerja sama dengan Joe, Felix, Bintang, dan Ray untuk mengumpulkan semua bukti yang diperlukan. Kami akan fokus pada dokumen, rekaman, dan saksi yang dapat membantu kita membuktikan kejahatan The Shadow..."
Dr. Maya mengangguk, "Sangat baik. Thalia, bagaimana dengan aliansi? Apakah kamu sudah memiliki kontak yang dapat kita andalkan?"
Thalia menjawab, "Saya sudah menghubungi beberapa hacker dan aktivis yang memiliki sumber daya untuk membantu kita. Mereka siap untuk bergabung dengan kita, tapi kita harus berhati-hati, The Shadow memiliki mata-mata di mana-mana..."
Shanaya menambahkan, "Saya akan memastikan keamanan kita. Saya sudah menyiapkan rencana untuk melindungi kita dari kemungkinan serangan..."
Dr. Maya mengangguk, "Baik, kita lanjutkan ke tempat kejadian perkara (TKP). Nathaniel, kamu dan tim siap?"
Nathaniel menjawab, "Siap, Dr. Maya. Kami sudah siap untuk mengumpulkan bukti..."
Thalia menambahkan, "Saya akan menghubungi kontak kami untuk memastikan mereka siap membantu..."
Shanaya memeriksa perangkat keamanannya, "Saya siap, mari kita pergi..."
Thalia menghubungi Maura, seorang hacker wanita yang telah bekerja sama dengan mereka sebelumnya.
"Maura, kita siap. Apa loe udah siap untuk bantu kita dalam misi yang baru?"
Maura menjawab melalui panggilan, "Siap, Thalia. Gue udah nyiapin backdoor untuk masuk ke sistem The Shadow. Tapi berhati-hatilah, mereka memiliki keamanan yang sangat ketat..."
Thalia mengangguk, meskipun Maura tidak bisa melihatnya.
"Ok, Maura. Kami mulai bergerak sekarang. Pastikan loe siap buat ngebuka pintu belakang pas kami kasih sinyal..."
Maura menjawab, "Sudah siap, Thal. Gue bakal pantau situasi dari sini. Jangan lupa, The Shadow memiliki beberapa lapis keamanan. Mereka mungkin udah nunggu kita..."
Thalia tersenyum dingin, "Gue tahu. Kami udah siap untuk itu. Gue bakal hubungi loe lagi pas kami udah di dalam nanti..."
Thalia memasukkan ponselnya ke dalam tas dan bergabung kembali dengan timnya.
"Oke, Maura sudah siap bantu kita. Gue bakal kasih sinyal pas kita udah siap untuk masuk..."
Dr. Maya mengangguk, "Ok, kita semua siap. Nathaniel, kamu dan tim siap untuk mengumpulkan bukti?"
Nathaniel menjawab, "Siap, Dr. Maya. Kami sudah siap untuk bergerak..."
Shanaya memeriksa perangkat keamanannya lagi, "Saya juga sudah siap, mari kita pergi..."
Mereka semua bergerak menuju lokasi The Shadow, siap untuk menghadapi apa pun yang akan terjadi. Mereka semua bergerak menuju lokasi The Shadow dengan hati-hati, siap untuk menghadapi risiko apa pun yang akan terjadi, sambil terus memantau situasi dan berkomunikasi dengan Maura yang siap membantu mereka dari jarak jauh, membuka pintu belakang sistem keamanan The Shadow ketika saatnya tiba.
Mereka terus bergerak maju, langkah-langkah mereka terkoordinasi dengan baik, sementara Maura bekerja keras di belakang layar untuk mematikan kamera pengawas dan mengganggu sinyal keamanan The Shadow, membuka jalan bagi tim untuk masuk ke dalam gedung tanpa terdeteksi.
Dengan setiap langkah, ketegangan semakin meningkat, tim bergerak dengan cepat dan rapi, Maura berhasil mematikan kamera pengawas di lantai pertama, dan sekarang mereka berada di depan pintu masuk utama, siap untuk masuk dan menghadapi apa pun yang ada di dalam, sementara Shanaya dengan sigap memeriksa perangkat keamanannya untuk memastikan tidak ada kejutan yang tidak diinginkan.
Shanaya memberikan sinyal kepada tim bahwa semuanya aman, lalu Nathaniel dengan hati-hati membuka pintu masuk utama, dan mereka semua masuk ke dalam gedung, disambut oleh keheningan yang menakutkan, sementara Maura memberikan informasi bahwa mereka memiliki waktu beberapa menit sebelum keamanan The Shadow menyadari bahwa kamera pengawas telah dimatikan.
Tim bergerak maju dengan cepat, Nathaniel memimpin jalan, sementara Shanaya dan Thalia mengawasi keamanan di sekitar mereka, dan Dr. Maya mengikuti di belakang, siap untuk memberikan instruksi lebih lanjut, semua mata mereka tertuju pada lorong gelap di depan, mencari tanda-tanda bahaya.
Tiba-tiba, suara langkah kaki terdengar dari ujung lorong, membuat mereka semua berhenti sejenak, Shanaya dan Thalia langsung mengambil posisi siap tembak, sementara Nathaniel memberi isyarat untuk tetap tenang, dan Dr. Maya membisikkan, "Siap untuk apa pun..."
Langkah kaki itu semakin dekat, dan mereka bisa melihat sosok yang muncul dari kegelapan, seorang wanita dengan rambut hitam panjang dan pakaian gelap, dia berhenti di depan mereka dan tersenyum.
"Selama ini aku menunggu kalian," ucapnya dengan suara yang tenang
Sementara Shanaya dan Thalia masih siap untuk menembak, Nathaniel memberi isyarat untuk tidak bergerak, dan Dr. Maya memperhatikan wanita itu dengan mata yang tajam.
Wanita itu masih tersenyum, matanya yang tajam menatap Dr. Maya.
"Aku tahu kamu datang untuk The Shadow, Dr. Maya. Aku sudah siap untuk kamu..."
Dia melangkah lebih dekat, "Aku adalah salah satu dari mereka, tapi aku juga memiliki alasan sendiri untuk ingin mengakhiri kekuasaan The Shadow..."
Shanaya dan Thalia masih waspada, tapi Nathaniel memberi isyarat untuk mendengarkan apa yang wanita itu katakan.
Dr. Maya memperhatikan wanita itu dengan mata yang tajam.
"Apa alasanmu?" dia bertanya, suaranya tenang tapi penuh dengan intintensita
Sementara Shanaya dan Thalia masih siap untuk bertindak jika perlu.
Wanita itu tersenyum lagi,"Aku memiliki rahasia yang bisa menghancurkan The Shadow. Aku siap untuk memberikannya kepada kamu, tapi aku ingin sesuatu sebagai gantinya..."
Lantas siapakah wanita itu sesungguhnya dan apa hubungannya dengan The Shadow?
Guys ini visualnya wanita yang seumuran dengan bu Shania lebih tepatnya musuh bebuyutan bu Shania... 🙏🤭