NovelToon NovelToon
Hunter X Hunter: Raito In The Hunter World

Hunter X Hunter: Raito In The Hunter World

Status: sedang berlangsung
Genre:Naruto / Action / Fantasi Isekai / Anime / Menjadi NPC / Jujutsu Kaisen
Popularitas:715
Nilai: 5
Nama Author: Cahya Nugraha

Di tengah dendam, pengkhianatan, dan calamity yang tak terbayangkan, Raito menjadi “cahaya kecil” yang tak pernah padam. penyeimbang yang selalu ada saat dunia paling gelap.

Sebuah kisah survival, pertumbuhan, dan pencarian makna di dunia Hunter x Hunter

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cahya Nugraha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Fajar yang Tertahan

Malam itu terasa seperti napas kota yang tertahan terlalu lama. Raito, Mira, dan Yuna berdiri di depan gudang nomor 47 untuk ketiga kalinya. Pintu besi sudah terbuka lebar—seperti mulut yang sudah tidak sabar menelan. Cahaya kuning dari dalam gudang menyembur keluar, menerangi wajah mereka bertiga. Yuna memegang tangan kiri Raito erat-erat, jari-jarinya dingin karena takut tapi juga tekad.

“Kalian yakin mau masuk lagi?” bisik Yuna. Suaranya kecil, tapi tidak gemetar seperti kemarin.

Raito mengangguk. “Kita nggak bisa terus lari. Batu itu sudah kenal aku. Kalau aku nggak datang malam ini… Shadow Serpent akan paksa kita semua.”

Mira memeriksa pisau di pinggangnya. “Aku di depan. Yuna tetap di tengah. Raito, kamu di belakang—jaga cahaya-mu. Kalau ada yang salah, kita kabur ke lorong samping. Nggak ada pahlawan malam ini.”

Mereka masuk.

Di dalam gudang, suasana berbeda dari sebelumnya. Lampu gantung kuning masih menyala, tapi sekarang ada lebih banyak bayang-bayang. Meja panjang besi kosong—tidak ada Viktor, tidak ada anak buahnya. Hanya Eclipse Stone di tengah meja, bercahaya lebih terang dari biasanya. Garis retak di dalam batu berdenyut cepat, seperti jantung yang gelisah menunggu.

Raito maju pelan. Dadanya berdegup kencang—bukan takut, tapi antisipasi. Cahaya dari Inner Light-nya mulai mengalir keluar tanpa dipanggil, menyatu dengan cahaya batu seperti dua sungai yang bertemu.

Yuna berbisik. “Kak… batu itu kayak bernapas.”

Raito berhenti di depan meja. “Ia memang bernapas. Ia hidup. Dan ia tahu aku datang untuk memilih.”

Mira berdiri di sampingnya, tangan siap di pisau. “Kalau ini jebakan…”

Tapi sebelum Mira selesai bicara, suara langkah berat terdengar dari belakang gudang. Pintu samping terbuka dengan derit keras.

Viktor masuk—wajahnya pucat, penutup mata kulitnya miring, tapi matanya penuh amarah. Di belakangnya, delapan orang anak buah—senjata terhunus, aura dingin dan licin seperti ular yang siap menyergap.

“Kalian datang sendiri,” kata Viktor dengan suara serak. “Bagus. Aku sudah capek main-main. Anak cahaya… pegang batu itu sekarang. Buka portal. Atau kami bunuh anak kecil itu di depan matamu.”

Yuna gemetar, tapi tidak mundur. Dia memegang tangan Raito lebih erat.

Raito menatap Viktor. “Kalian nggak akan dapat apa-apa dengan paksaan. Batu ini nggak mau dipaksa.”

Viktor tertawa—tawa yang pahit dan marah. “Batu itu cuma benda! Yang penting pemakainya. Dan kamu… kamu akan buka portal untuk kami. Kalau nggak, kami mulai dari yang kecil ini.”

Salah satu anak buah maju ke arah Yuna, pisau sudah terhunus.

Mira langsung maju menghalangi, pisau bertemu pisau dengan suara denting keras. “Sentuh dia, kamu mati duluan.”

Pertarungan pecah.

Mira bertarung dengan dua orang sekaligus—gerakannya cepat, presisi, darah mulai menetes dari lengan salah satu penyerang. Yuna mundur ke belakang Raito, mata besar penuh ketakutan tapi tidak menangis.

Raito tidak bergerak dulu. Dia hanya berdiri di depan batu itu, tangan kanan terulur tapi tidak menyentuh.

Viktor berteriak. “Pegang batu itu! Buka portal! Atau lihat anak itu mati!”

Raito menatap Viktor. Suaranya pelan, tapi terdengar jelas di tengah kekacauan.

“Aku nggak akan buka portal untuk kalian. Batu ini bukan untuk perdagangan, bukan untuk kekuasaan. Ia untuk pilihan.”

Viktor marah. “Pilihan?! Kau nggak punya pilihan!”

Dia maju sendiri—tangan kanannya dibungkus aura dingin seperti jarum es, mengarah ke Yuna.

Raito bergerak.

Dia tidak memanggil Dawn Pulse seperti biasa. Dia tidak membuat sinar tajam atau gelombang. Dia hanya… membiarkan.

Cahaya dari dadanya mengalir keluar—bukan meledak, bukan menyerang. Ia menyebar pelan seperti embun pagi yang hangat, menyentuh setiap orang di ruangan itu—termasuk Viktor, termasuk anak buahnya, termasuk Mira dan Yuna.

Cahaya itu tidak menyakitkan. Ia hangat. Ia seperti pelukan dari dalam—membuat aura dingin Viktor retak pelan, membuat tangan yang terangkat itu gemetar, membuat pisau-pisau di tangan anak buahnya terasa berat.

Viktor terhuyung. Matanya melebar. “Apa… ini?”

Raito bicara pelan. “Ini bukan serangan. Ini cuma… cahaya. Cahaya yang aku pilih untuk tetap terbuka. Retak yang aku terima.”

Cahaya semakin menyebar. Batu Eclipse Stone di meja berdenyut kuat—garis retaknya menyatu sepenuhnya. Cahaya putih keemasan meledak pelan dari batu, menyatu dengan cahaya Raito.

Portal terbuka di atas meja—lingkaran cahaya besar, stabil, tidak liar. Di dalamnya terlihat dua dunia:

Satu sisi: Jakarta malam hari, jalan tol basah, lampu minimarket berkedip, suara klakson jauh. Dunia lama yang aman, tapi kosong.

Sisi lain: hutan Zevil yang hijau, senyum Gon di kejauhan, atap penginapan Yorknew dengan Mira dan Yuna yang tersenyum, dan cakrawala yang lebih luas—Dark Continent yang samar, petualangan yang belum dimulai.

Raito memandang portal itu lama.

Viktor berteriak. “Buka untuk kami! Buka sekarang!”

Tapi cahaya Raito tidak menurut. Ia tetap hangat, tetap tenang.

Raito berbicara—suara jelas, tapi lembut.

“Aku pilih tetap di sini. Untuk sekarang. Aku pilih terima retak ini. Aku pilih hidup dengan orang-orang ini. Portal ini… aku nggak tutup. Tapi aku juga nggak masuk hari ini. Ia akan tetap terbuka—sampai aku yakin sepenuhnya.”

Cahaya dari batu dan dari Raito menyatu sempurna. Portal tidak menutup—ia menyusut jadi lingkaran kecil, seperti jendela yang bisa dibuka kapan saja, tapi tidak menarik siapa pun.

Viktor jatuh berlutut. Aura dinginnya hancur. Anak buahnya mundur, mata penuh ketakutan.

“Kalian… nggak menang,” desis Viktor. “Kalian cuma tunda.”

Raito memandangnya. “Mungkin. Tapi tunda itu sudah cukup untuk hari ini.”

Mira maju, pisau masih di tangan. “Pergi. Dan bilang ke anak buahmu yang lain—jangan dekati kami lagi. Kalau tidak, cahaya ini nggak akan hangat lagi.”

Viktor bangun pelan, dibantu anak buahnya. Mereka pergi tanpa kata lagi—bayang-bayang mereka menghilang di pintu samping.

Ruangan hening.

Portal kecil itu tetap mengambang di atas batu—cahaya lembut, stabil, seperti janji yang tidak terburu-buru.

Raito menoleh ke Mira dan Yuna.

“Aku… nggak pergi sekarang.”

Yuna menangis senang, memeluk Raito erat-erat. “Kak Raito tetap di sini!”

Mira meletakkan tangan di bahu Raito. Matanya berkaca-kaca, tapi senyumnya lebar.

“Kita punya waktu. Kita cari tahu bareng. Apa pun yang ada di balik portal itu… kita hadapi kalau waktunya tiba.”

Raito mengangguk. Dia memeluk Yuna balik, lalu Mira ikut memeluk mereka berdua.

Portal kecil itu berdenyut pelan—seperti mengatakan: Aku tetap di sini. Sampai kau siap.

Di luar gudang, Yorknew terus bernapas—gelap, berisik, penuh kemungkinan.

Tapi di dalam, tiga orang berdiri bersama—retak sudah bukan lagi luka.

Ia adalah jendela.

Dan cahaya yang masuk lewat jendela itu sudah cukup terang untuk menerangi langkah selanjutnya.

...****************...

Di kejauhan, dari balik bayang-bayang gudang, sebuah sosok tinggi berjubah hitam memandang mereka—mata kuningnya berbinar seperti kucing yang menemukan mangsa baru.

Hisoka tersenyum tipis.

“Ara~ Ara~ Cahaya yang menarik. Sepertinya… permainan baru saja dimulai.”

1
Cucu 23
Ini semakin menarik ☠️💀☠️🥶🥶
Kashvatama: terimakasih supportnya 💪💪💪
total 1 replies
Cucu 23
Let's go!!!!!☠️💀🥶😎👍🔥
Cucu 23
Kerja bagus 😎😎👍👍🔥
Adibhamad Alshunaybir
mantap author lanjutkan up nya
Adibhamad Alshunaybir: karya nya bagus bagus ya kak minta saran dan ajaran nya kak author☺🙏
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!