NovelToon NovelToon
Dear, My Baby [Tamat]

Dear, My Baby [Tamat]

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:2.6M
Nilai: 4.8
Nama Author: Renny Ariesya

Karena kejadian yang sangat membekas di masa lalunya. Serta korban iklan drama Korea. Akhirnya Naura Almira Atmajaya memutuskan untuk hamil melalui progam inseminasi tanpa menikah serta tak mau tahu siapa yang mendonorkan benih untuknya.

Beberapa bulan kemudian, permasalahan pun datang menghampirinya. Ternyata yang mendonorkan sperma untuknya adalah pria yang paling dihindarinya.


=========

Jangan lupa beri dukungan, vote, koment dan like.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Renny Ariesya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

25| Pintar Akting

 

“Sudah berapa bulan usia kandunganmu?” Sudut mata Raka mengerling pada perut buncit Naura di balik coat hitamnya. Sudah semakin buncit dari pertama kali dia lihat ketika bertemu di pesawat beberapa bulan yang lalu.

Naura menyesap minuman cokelat panasnya untuk terakhir kalinya, lalu menjawab dengan ketus pertanyaan pria di sampingnya.

“Tanpa kujawab kau sudah tahu,” sindir sosok manis ini. “Kalau kehabisan bahan untuk bicara, gak usah cari pertanyaan konyol begitu, deh,” lanjut Naura dengan dingin.

Raka mengembuskan napas pendek. Mata elangnya menatap lurus ke depan, memandang beberapa pasang kekasih yang menikmati hamparan salju di atas kebun bunga canola. Benar apa yang dikatakan sosok manis ini. Tentu saja dia sangat tahu. Selama ini dia mengetahui semua informasi sosok manis ini dari orang paling dipercayanya. Neil, sahabat baiknya.

Akan tetapi pertanyaan yang dilontarkannya tadi hanya untuk membuka percakapan saja. Hanya untuk memancing seberapa jauh sosok manis ini masih membencinya. Dan sedari sepuluh menit mereka berdua duduk berdampingan, hanya kebisuan yang mendominasi.

“Kalau memeriksakan kandunganmu bulan depan, telepon aku. Biar aku menemanimu,” pinta Raka dengan serius.

Dari percakapannya bersama Neil kemarin, bulan depan usia kandungan Naura menginjak lima bulan. Sudah semakin dekat dengan waktu melahirkan. Sementara hubungan mereka berdua belum ada kemajuan sama sekali. Samar pria ini mendesah. Terlihat jelas di wajahnya yang tampan itu ada rasa cemas dan was-was menggelayutinya.

Sementara itu Naura mengunci mulutnya rapat-rapat. Malas untuk menjawab pertanyaan pria ini. Dia rasa semuanya sudah jelas. Baginya, tak perlu ditelepon dan ditemani oleh Raka, ia pun bisa sendiri. Lagi pula, Raka akan tahu semuanya dari laporan Neil, tentunya.

“Mau ke mana?” Raka mengerutkan dahi ketika Naura beranjak dari duduknya. Menepuk-nepuk bagian bawah pakaiannya yang sedikit basah oleh cairan salju di bangku taman.

“Pulang. Sudah sore.” Usai berkata Naura segera meninggalkan Raka. “Terima kasih cokelat panasnya, dan--- jangan mengikutiku.” lanjutnya berputar sekilas lalu melanjutkan kembali langkahnya setelah memberikan tatapan tajam membunuh pada Raka.

Raka mengembuskan napas pendek. Mengedikkan bahu, menggubris ucapan sosok manis ini. Tetap mengikutinya. Memastikan sosok manis ini baik-baik saja hingga tiba ke apartemennya dengan selamat.

 

 

 

🍃Dear, My Baby🍃

 

 

 

"Jadi lo sudah tahu semuanya?" Sunny meletakkan beberapa piring kotor ke wastafel. Membantu Naura mencuci piring bekas mereka makan Jajangmyeon.

Sejam yang lalu sosok manis ini meneleponnya. Menyuruhnya untuk datang ke apartemennya sembari membawa Jajangmyeon. Sedikit ada yang berbeda dari Naura tadi saat meneleponnya. Mengatakan dirinya yang harus membawa sendiri Jajangmyeon-nya tanpa perantara orang lain. Dan semua ucapan aneh Naura terjawab sudah saat sampai di sini. Ternyata sosok manis ini telah mengetahui semuanya.

"Iya. Gue sudah tahu semuanya." Buru-buru Naura menyelesaikan acara cuci piringnya, kemudian diikuti Sunny di belakangnya menuju sofa panjang tunggal di ruang tamu.

"Sial, lo sama menyebalkannya dengan Kak Neil, tahu." Naura memukul ringan lengan Sunny dengan bantal. Gemas dan kesal sekaligus pada sahabat satunya ini. Andaikan saja gadis dengan rambut model bob ini adalah boneka kodok-nya sudah dia gigitin sedari tadi.

"Aih, tega lo sama temen sendiri. Bohongin gue. Diam-diam bekerja sama dengan Raka di belakang gue. Huft." Naura menggembungkan pipi. Menatap sebal pada Sunny yang cuma tercengir lebar padanya. Gadis ini tak bisa mengelak lagi.

"Maafkan gue, Na. Habisnya gue luluh sama permohonan Raka ...” Sunny memainkan cincin di jari manisnya. Cincin pengikat antara dia dan Dojin. Seminggu sebelum pulang kembali ke Indonesia, tanpa disangkanya, pria berkebangsaan Korea itu melamarnya.

“...gini nih cerita awalnya, Na. Gue inget betul. Pertama kalinya gue nelepon lo itu sebelum lo berangkat ke pulau Jeju. Nah, dua hari sebelumnya itu, Raka hubungin gue duluan. Meminta gue buat nampung lo sementara tinggal di apartemen gue. Katanya lo hamil anaknya. Raka gak mau lo telantar dan memastikan lo benaran baik-baik saja di sini. Yaaa ... sebagai sahabat lo, gue bantulah si Raka. Gitu ceritanya," beber Sunny.

Naura menghela napas panjang. Itu juga dia dengar dari mulut Neil. Raka mencemaskannya hingga berbuat seperti ini. Diam-diam mengaturnya sedemikian rupa seolah-olah tampak alami.

"Huft. Pantas saja waktu itu enggak ada angin, enggak ada hujan, lo tiba-tiba saja nelepon gue di saat gue butuh tumpangan di pulau Jeju. Sangat kebetulan gitu. Kan aneh jadinya. Yaaa ... ternyata memang ada campur tangan Raka di baliknya. Bodohnya aku gak kepikiran sampai ke sana." Naura mencebik sebal. Sedang Sunny hanya mengangkat bahu.

"Sialan lo, errr ... benaran menyebalkan deh lo berdua sama Kak Neil," Sekali lagi Naura memukul lengan kurus Sunny.

"Ya, mau gimana lagi, Na. Lo sama Raka itu sahabat gue, masa gue gak bantuin. Terlebih lo sedang hamil. Masa gue tega nelantarin sahabat sendiri di negeri orang. Pura-pura tutup mata, gitu." Sunny mengerucutkan bibir. Andai saja ada Do-Jin di depannya, bibir penuh menggoda gadis ini sudah diterkamnya sedari tadi.

"Iya, deh, gue paham (︶︿︶). Satu lagi yang bikin gue sebel sama lo."

"Apa itu, Na?"

"Lo juga bohongin gue."

"Soal?"

"Gue ngidam. Selama ini lo juga yang telepon Raka buat memenuhi keinginan gue. Dari boneka kodok atau kiriman makanan. Kan aneh saja, masa orang luar tahu detail mengenai gue mengidam kalau ada orang dalam yang memberi tahu."

"He he he, iya." Untuk kesekian kalinya Sunny hanya bisa tercengir lebar. Tidak bisa mengelak lagi.

"Aih, benaran menyebalkan deh." Naura bersungut sembari menghidupkan televisi. Seperti biasa menonton kelanjutan drama Korea favoritnya.

“Dan gue saranin buat lo, Sun. Lo lebih baik ikutan casting film saja,” sambung sosok manis ini menyenggol lengan Sunny.

“Ikutan casting film?”

“Ho’oh. Lo udah pintar banget akting, sampai-sampai gue percaya sama omongan lo soal semuanya.” Naura menggembungkan pipi. Kembali mengingat ucapan Sunny soal semuanya. Tak pernah ia pikirkan bila ternyata sahabat satunya ini pintar ngibulin dirinya.

“Gitu ya. Ha ha ha.”

“Heol. Puas banget ya,” sindir Naura melotot tajam.

“Ups. Maafkan daku, Na." Sunny tercengir lebar.

Naura diam, pura-pura marah.

"Um ... sebagai permintaan maaf ... minggu depan gue traktir lo nonton konsernya Taylor Swift, oke,” bujuk Sunny.

Naura menghela napas pendek, kemudian mengangguk kecil.

"Oke. En ... terus hubungan lo sama Dojin lancar? Direstuin gak oleh orang tua lo." Naura bertanya sekaligus mengalihkan pembicaraan. Sepulang Suny dari Indonesia untuk ketiga kalinya, kedua sahabat ini memang belum sempat bertemu dan mengobrol secara intens. Baru hari inilah keduanya bertemu langsung.

"Lancar sih iya. Tapi kek-nya emak kurang setuju hubungan gue sama Dojin, deh." Sunny menghela napas panjang. Disandarkan punggungnya ke sandaran sofa di belakangnya. Pandangannya menerawang ketika berada di rumah orang tuanya di Indonesia.

"Oh ya? Kurang setuju gimana?" Naura mengecilkan volume televisi. Ditatapnya wajah Sunny yang sedikit mengerut itu.

"Iya. Kata emak, dia takut nantinya gue patah hati sama Dojin. Takutnya Dojin ninggalin gue. Takutnya Dojin gak setia sama gue. Karena menurut emak, kami berdua itu banyak perbedaannya. Kek bumi dengan langit gitu. Status kami jelas berbeda. Dojin anak sultan, gue ibarat upik abu. Selain itu kami beda warga negara, beda kultur budaya, beda inilah, beda itulah," beber Sunny panjang lebar.

"Padahal, ya, Naura," sambungnya. "Emak waktu lihat Dojin pertama kalinya heboh banget. Kek fans ketemu langsung idolanya gitu. Dalam hati gue sudah seneng banget. Gue rasa emak bakalan orang yang pertama nyetujuin hubungan gue ketimbang bapak. Eh tahunya kebalik." Sunny mencebik.

Masih ingat dengan jelas, ibunya meluk-meluk Dojin begitu erat sampai dia dibikin cemburu berat sama ibu sendiri. Hampir saja dia jadi anak durhaka gara-gara cowok Korea.

"Ya, perasaan perempuan memang peka, Sun. Ibu lo gak mau anak perempuan kesayangannya jadi sakit hati," terang Naura menenangkan. Sedikit iri sosok manis ini pada sahabatnya ini. Masih punya orang tua lengkap. Sedang dia sudah tidak punya lagi.

Sunny menghela napas panjang. "Lo benar, Na. Yaaah sebagai anak gue coba mengerti saja. Menunggu waktu yang tepat buat emak merestuin hubungan gue sama Dojin."

"Yup, ada pepatah mengatakan. Akan indah pada waktunya," timpal Naura memberi semangat sembari mengelus lengan Sunny.

"Hum,--- eh, gue pulang dulu ya. Keknya di luar sudah makin gelap." Sunny menatap keluar jendela. Malam telah menjelang beberapa menit yang lalu.

"Aih, sudah mau pulang saja, padahal gue masih kepingin ngerumpi dengan lo. Apa enggak nginep saja di sini?" usul Naura.

"Kayaknya mau hujan," tambahnya. Menatap langit malam tidak seperti biasanya. Hitam pekat. Tak ada satu pun bintang menghiasi. Ditambah dengan suara angin yang berdesau meniup tirai jendela yang terbuka lebar.

"Enggak, lain kali saja. Kasihan Dojin gue tinggalin sendirian di apartemen." Sunny meraih coat biru dongker-nya - tersampir di sandaran sofa di belakang Naura.

"Heol. Semalam saja ditinggalin, gue rasa nggak apa-apalah. Dojin bukan anak kecil lagi," cibir Naura beranjak dari duduknya.

"Bukan begitu, Na." Sunny memakai coat-nya. "Dojin lagi demam waktu gue tinggalin tadi."

"Ya ampun, Sun. Kenapa lo gak bilang tadi di telepon. Bisa gue batalin tadi," tutur Naura sangat tidak enak hati.

Sunny tersenyum. "Enggak apa-apa. Demi debay di perut lo." Diusapnya sayang perut buncit sosok manis ini. Dalam hati gadis ini berharap secepatnya menyusul Naura berbadan dua.

"Dojin juga sudah ngizinin. Tadinya sih gue mau nelepon Raka, biar dia saja yang datang. Tapi gue urungin pas denger omongan lo tadi. Dan ternyata benar feeling gue, lo sudah tahu semuanya," lanjutnya.

"Hum," sahut Naura bergumam. Keduanya berhenti tepat di depan pintu.

"Sudah ya, gue pulang dulu. Keburu hujan deras. Malam, Naura."

"Malam, hati-hati di jalan." Naura melambaikan tangan. Irisnya memperhatikan lekat punggung Sunny sampai menghilang di balik pintu.

Sebelum menutup pintu apartemennya, sosok manis ini memperhatikan sekitarnya. Bila saja menemukan penampakan aneh, seperti misalnya ada kodok sawah yang kesasar seperti dua bulan yang lalu.

 

 

 

Jangan lupa guys, kakak-kakak yang cantik & ganteng, adik-adik yang emes 😍, kasih like dulu biar semangat nulis ceritanya 🤗😉, oke 👍.

Sampai lagi di chapter selanjutnya 🤗💜.

 

 

1
Febri Ana
mantaap thor ditunggu kelanjutannya
💟노르 아스마💟
miura di tukar dgn maura
💟노르 아스마💟
harapan nih buat lucas
💟노르 아스마💟
yess
💟노르 아스마💟
tgu akhir mu richard ...teresa sdh menjemput akhirx
💟노르 아스마💟
richad menculik naura ...astaga ...
💟노르 아스마💟
astaga ...jgn bodoh lah naura
💟노르 아스마💟
beneran vangke ini
💟노르 아스마💟
VANGKE ricard ini ya?
💟노르 아스마💟
penghalang utama teresa
💟노르 아스마💟
Luar biasa
she_
bisa memiliki anak dengan cara : 1. transplantasi rahim atau 2. mencari surgorate mother (ibu pengganti)

tolong digali lagi referensinya, jadi tidak salah
she_: jadi tidak bisa hamil hanya krn inseminasi
total 1 replies
Yati Rosmiyati
Niel jadi mata mata Raka deh
Yati Rosmiyati
kok aku curiga sama Niel jangan jangan kasih tau Raka kalau Naura mau ke Korea
Kris Sutia Ningsih
👍👍👍👍👍
Nichi Abie: Mohon maaf pemberitahuan ini terlambat, karena ketidak tahuan saya 😇 lanjutan RAHIM YANG DIKONTRAK yang sudah tiga bab saya pindahkan ke konten baru Rahim Yang Dikontrak 2. Terimakasih ats kesetiaan anda mengikuti karyaku ini 🙂👍🙏🙏
total 1 replies
Yuseva ❤️❤️
good job
Asma Susanty
liat promonya lewat di berandaku ,penasaran ,jadi aku mampir..
RiskyRamadhan Ramadhan
kerennn😍
Raden Ende Kusumawati
oke
Putri Adilamyska
ada seperti ini certanya tapi lupa judulnya dia belum menikah tapi ada rumor bilng dia mandul akhirx gagal nikahnya dan dia keluar negri dia jg program bayi tabng biar membuktikan klo dia tdk hamil... aduh lupa judulnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!