NovelToon NovelToon
The Horn Land

The Horn Land

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan
Popularitas:326
Nilai: 5
Nama Author: Sutrisno Ungko

fiksi sejarah Kisah Para Pemimpin sebuah Pulau bernama The Horn Land. cerita dalam rentang waktu 110 tahun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sutrisno Ungko, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perjuangan

The Horn Union

Sebuah bangsa yang ingin keluar dari penjajahan. Ada usaha dari para pemimpin awal, kemudian dilanjutkan pemimpin selanjutnya. Setapak demi setapak, 30 kastel di rebut dalam waktu panjang lebih dari 100 tahun. Oleh keluarga-keluarga, oleh para kesatria yang bersatu, kemudian terbelah dalam kepentingan masing-masing dalam idiologi tentang seperti apa sistim pemerintahan ini akan dijalankan setelah terbebas dari penjajahan. Apakah berbetuk Kerajaan, Republik, Otoriterianisme atau Small Council (dewan kecil)

Kepemimpinan, perjuangan, penghianatan, cinta, dan kisah kepahlawanan. Membungkus alur cerita Panjang cerita ini…Juga perbedaan agama, suku, dan juga kepemimpinan relijius….

Tak ada tokoh utama, karena setiap masa akan selalu diisi tokoh baru dengan karakter berbeda. Yang membedakan adalah lamanya sang pemimpin duduk dikursi kepemimpinannya, juga dinamika para pembantunya dan lawan yang dihadapi.

110 tahun, 27 Pemimpin, satu tanah air ; The Horn.

*****

“Kamu harus kembali suatu saat nanti” Ghie, Kepala suku

Kata perpisahan Kepala Suku Adara pada anak semata wayangnya Owen Ghie yang baru berusia 9 tahun pada hari dimana harus berpisah. Meninggalkan orang tuanya, meninggalkan tanah kelahirannya..

Owen bersama 8 anak yang lain, harus berpisah dengan orang tuanya untuk dibawah ke Pulau besar Lemuria oleh pemerintah Kekaisaran. Untuk di titipkan disana, dijadikan jaminan kepatuhan penduduk Pulau The Horn Land bagi para penguasa.

Tradisi ini dilakukan setiap 3 tahun sekali. Anak-anak suku Adara yang terpilih akan dibawah, Dilatih menjadi petarung, juga sebagian disekolahkan di akademi pemerintahan. Jika beruntung, mereka akan mendapatkan jabatan didalam pemerintahan meskipun itu terbatas pada jabatan rendah. Selebihnya mereka yang memilih menjadi tentara hanya akan mati sia-sia di medan perang. dalam upaya kekaisaran memperluas wilayahnya atau mempertahankan kekuasaan di wilayah-wilayah koloni.

Suku Adara adalah suku asli di Pulau The Horn Land. Dipimpin oleh kepala suku bermarga Ghie sejak 200 tahun yang lalu. Awalnya mereka memimpin pulau ini secara merdeka, namun sejak 100 tahun yang lalu, pulau ini menjadi milik kekaisaran. Usaha perlawanan para pejuang baik sejak mendaratnya para penjajah ini sampai dengan perlawanan terakhir terjadi 50 tahun yang lalu selalu berakhir sia-sia, karena kuatnya militer penguasa. Yang hanya dilawan oleh para pejuang dengan semangat dan perlengkapan perang seadanya. Itupun The Horn Land saat ini meskipun dipimpin oleh satu kepala suku, namun terbagi menjadi 365 lebih keluarga baik besar maupun kecil. Yang juga saling bertikai satu sama lain. Juga terbagi dalam 2 agama besar. Dengan populasi 70% beragama Fhata dan 30% beragama Morgana.

Sejak bertahun-tahun lalu, usaha perlawanan ini sudah lama padam. Yang ada hanya kehidupan normal warga yang tunduk pada aturan kekaisaran. yang sejak awal membawa suku pendatang Yulara diwilayah ini. Tak cukup waktu lama suku pindahan ini mampu menguasai 30% populasi The Horn Land mereka beragama Morgana. Dan menjadi suku dengan pengaruh kuat meskipun populasi terbatas.

Para pejabat Kekaisaran sendiri mereka adalah penduduk asli Pulau Lemuria, juga beragama Morgana namun mereka adalah suku Grande. Sehingga dengan kekuasaan kekaisaran, agama Morgana, kini mulai mendapatkan tempat di The Horn Land, itu sebapnya sebagian kecil suku Adara kini sudah menganut agama Morgana.

Owen dan 8 anak yang lain dibawah ke Lemuria dan dimasukan dalam sekolah ketentaraan usia dini. Dalam perjalanannya hanya ada 6 yang bertahan sampai usia 17 tahun Dimana masa Pendidikan kemiliteran mereka dimulai. Anak-anak yang meninggal, jenazahnya tak dikembalikan pada keluarganya. Pada usia 20 tahun, mereka mulai merasakan arena perang dibagian utara. Dan itu berlangsung sampai 10 tahun kemudian.

Diusia 30 kesadaran Owen tentang kemerdekaan terbentuk saat ia dimasukan dalam sekolah Pendidikan akademi kekaisaran. Sehingga pelajaran sejarah mendatangkan keinginan hatinya untuk mulai berfikir tentang pembebasan tanah airnya.

Ia menikah diusia 32 tahun, menikahi wanita yang berasal dari pulau Lemuria bersuku Grande. Dari keluarga kelas atas. Mereka memiliki anak setahun kemudian yang diberi nama Ommer Ghie. Saat itulah Owen mengajukan permintaan untuk masuk dalam dunia birokrasi kekaisaran dan menjadi politisi. Sepak terjangnya yang terus mendengungkan tentang kemerdekaan The Horn Land menjadikan ia menjadi sorotan tak hanya bagi kekaisaran namun juga di tanah asalnya The Horn Land. Ia tak pernah kembali ke The Horn Land sejak dikirim pada usia 9 tahun . namun semua kabar disana ia dapatkan dari utusan ayahnya. Yang juga terus memberikan arahan untuknya untuk melakukan sesuatu dimasa depan bagi perubahan di tanah kelahirannya,

“Sebagai penerusku kamu tengah berada diambang persimpangan jalan yang penting dalam hidupmu, rasa penuh kebingungan, dan tantangan yang nyata, namun ingatlah, setiap badai yang menerpa, adalah peluang untuk mengasah kekuatan dan ketangguhan diri, dalam kegelisahan itu. Carilah pijakan, pengetahuan dan visi yang jelas, Karena itu adalah fondasi untuk membangun masa depan yang gemilang, kesulitan yang kamu alami saat ini bukanlah akhir melainkan titik awal untuk meneguhkan hati, manfaatkan setiap tantangan sebagai pelajaran berharga karena dibalik setiap kesulitan tersimpan potensi yang luar biasa untuk tumbuh dan berkarya, jadilah pribadi yang berani dan penuh tekad. Jangan biarkan keraguan menguasai langkahmu. Kamu adalah generasi yang akan membentuk masa depan tanah kelahiranmu. Dan hanya dengan tekad yang kuat serta keberanian mengambil resiko kamu dapat mengubah krisis ini menjadi kekuatan pendorong kemerdekaan. Ingat masa krisismu hari ini adalah modal emas untuk menciptakan masa depan yang tak tergoyahkan”

Pada saat ini menurut ayahnya ketimpangan sudah sangat terasa, penindasan dan ketidakadilan terjadi dimana-mana pada suku Adara. Sementara kekaisaran memberikan keistimewaan bagi suku Grande, Yulara atau mereka yang beragama Morgana.

Saat Owen berusia 35 tahun, ia mulai mendengar pemberontakan terjadi di The Horn Land, dipimpin oleh sekelompok pejuang yang mengatas namakan Iblis Merah. Namun perlawanan mereka yang terbatas tak bisa merubah situasi. Ayahnya yang mencoba menyusun kekuatan lain, justru ditangkap, diasingkan dan kemudian meninggal sengsara dalam pengasingan.

Semangat Owen semakin berkobar mendengar semua berita itu, namun ia yang adalah seorang pejabat rendah kekaisaran hanya bisa terus bersuara di forum-forum dewan kekaisaran yang ada. Usahanya untuk bertemu dengan para pejuang The Horn Land dan mengumpulkan para pendukungnya di Pulau Lemuria selalu dihambat. Ada usaha pembunuhan dari para pendukung kekaisaran padanya, namun ia dilindungi oleh keluarga istrinya. Yang juga menempati posisi penting dalam pemerintahan.

Jejak perjuangan Owen kemudian terhenti pada saat ia berusia 40 tahun. Ia di masukkan kepenjara. Dengan tuduhan penghianatan. Menghilangnya suara Owen di forum kekaisaran, juga meninggalnya ayahnya sebagai kepala suku, akhirnya menurunkan usaha perlawanan suku Adara di The Horn Land.

Ia ditahan selama 12 tahun. Saat ia keluar semangatnya telah padam.

1
Widiarto Andu
👍
Widiarto Andu
𝐭𝐞𝐫𝐛𝐚𝐢𝐤 𝐬𝐢𝐡..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!