Gadis Bar-bar×Ustadz galak+Benci jadi Cinta+Cinta Manis,Komedi Romantis】Karakter Utama Namira Salsabila (Mira) Gadis mungil berusia 18 tahun yang baru saja menanggalkan seragam SMA-nya ini adalah definisi nyata dari kata "unik". Mira dikenal karena sifatnya yang sangat cerewet dan "bawel", namun di balik rentetan bicaranya, ia memiliki hati yang luar biasa penyayang, terutama jika sudah berhadapan dengan anak kecil. Secara fisik, Mira memiliki pesona baby face yang menggemaskan: Wajah & Kulit: Kulitnya putih bersih dengan wajah yang cenderung baby blues (sangat imut dan awet muda). Mata & Alis: Bulu matanya lentik alami layaknya memakai maskara, dipadukan dengan alis tebal yang konon katanya melambangkan sifat boros dalam keuangan—sebuah mitos yang ternyata menjadi kenyataan dalam gaya hidupnya. Hidung & Bibir: Memiliki bentuk bibir yang khas ("bibir terbalik") dan hidung yang proporsional (tidak mancung namun tidak pesek), menambah kesan imut pada wajahnya. Postur Tubuh: Tubuhnya san.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rina Casper, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 21
Motor gede Ayyan membelah jalanan kota dengan gagah. Namira memeluk pinggang suaminya erat-erat, merasa seperti ratu sejagat. Begitu motor memasuki gerbang kampus Universitas Islam Negeri, suasana yang tadinya tenang mendadak pecah.
Ratusan mahasiswa yang sedang berkumpul untuk ospek langsung menoleh. Suara bisik-bisik mulai menjalar seperti api: "Itu Ning Namira yang viral 100 juta followers kan? Terus itu... Gus Ayyan beneran?!"
Ayyan mengerem motornya tepat di depan gedung Fakultas Psikologi. Ia membuka kaca helmnya, menatap sekeliling dengan wajah dingin namun karismatik. Saat ia membantu Namira melepaskan helm, para mahasiswi di sekitar situ hampir pingsan melihat ketampanan Gus yang biasanya cuma mereka lihat di layar HP.
"Belajar yang rajin. Jangan telat makan," ucap Ayyan pelan tapi tegas.
"Siap, Mas Gus! Nanti jemput ya?" Namira melambaikan tangan saat Ayyan mulai melaju pergi, meninggalkan kepulan asap dan ratusan mata yang melotot.
Baru saja Namira melangkah satu meter ke arah koridor, tiba-tiba jalannya dihadang oleh sekelompok pria dengan jaket kulit bertuliskan "Vipers". Di depan mereka berdiri seorang pria tinggi berwajah garang dengan tindik kecil di telinga, namanya Raka, ketua geng motor paling ditakuti di kampus.
"Jadi ini si Ning Viral itu?" tanya Raka dengan senyum miring, matanya menatap Namira tanpa kedip.
Namira menghentikan langkahnya, dagunya terangkat. "Permisi, mau lewat."
"Sabar dulu, cantik. Gue udah lihat video lo. Gila ya, 100 juta likes. Gue pikir lo cuma cantik di kamera, ternyata aslinya... jauh lebih manis," goda Raka sambil melangkah maju, membuat teman-temannya bersiul nakal.
Namira mendengus. "Makasih pujiannya, tapi saya sudah punya suami. Jadi tolong minggir."
"Suami lo yang ustadz itu? Alah, paling cuma bisa baca doa. Emang dia bisa jagain lo dari geng motor kayak kita?" Raka tertawa meremehkan. "Lo tahu nggak? Di kampus ini, ada lebih dari 100 cowok yang udah taruhan buat dapetin nomor WA lo hari ini. Dan gue... gue ada di urutan pertama."
Namira baru sadar, di belakang geng Raka, ada banyak kerumunan mahasiswa lain yang juga menatapnya dengan pandangan memuja sekaligus kompetitif. Rupanya, pesona "Ning Viral" benar-benar membuat seisi kampus gempar.
Namira mengambil ponselnya, lalu tersenyum licik. "Oh, mau nomor WA ya? Oke, sebentar..."
Namira bukan memencet aplikasi telepon, melainkan membuka aplikasi TikTok dan mulai melakukan Live Streaming.
"Halo semuanya! Aku lagi di kampus nih, baru mau masuk kelas tapi dihadang sama kakak-kakak geng motor yang baik hati ini. Katanya mereka mau minta nomor WA aku buat dikasih ke suami aku, Gus Ayyan. Kak Raka, mau sapa Gus Ayyan lewat live aku? Penontonnya udah 500 ribu nih!" ucap Namira ceria ke arah kamera.
Raka dan teman-temannya langsung kaku. Wajah garang mereka mendadak pucat. Mereka tahu, kalau mereka macam-macam di depan 500 ribu orang secara live, reputasi mereka habis. Apalagi kalau pengikut fanatik Gus Ayyan yang jumlahnya jutaan itu tahu kalau Ning mereka diganggu.
"Eh... enggak, itu... kita cuma mau ngucapin selamat datang kok! Iya kan, Bro?" Raka langsung salah tingkah dan buru-buru mengajak gengnya pergi.
Namira tertawa dalam hati. Baru ketua geng motor, belum ketemu Gus Kulkas aku yang sebenernya, batinnya puas.
Aksi Namira benar-benar cerdik! Tapi ternyata, tantangan belum selesai. Begitu masuk kelas, Namira duduk di sebelah seorang mahasiswi pendiam yang ternyata punya koleksi foto-foto Namira dan Ayyan secara rahasia di tasnya. Wah, ada sasaeng fan!