⚠️Jangan ada yang plagiat, ada baca alur yang sama, chat me, atau report karyanya⚠️
Harap bijak membaca, novel ini hanya karya fiksi belaka.
Ini adalah kisah Beeve, wanita berparas cantik yang baru saja lulus SMA, ia yang ingin melanjutkan studi harus terhalang, karena mendapati dirinya tengah mengandung anak dari hasil hubungan terlarang dengan kekasih yang berbeda keyakinan dengannya.
Alih-alih di nikahi oleh yang ia cinta, Beeve yang malang justru di campakkan bagai sampah.
Keluarganya yang tahu akan kondisi Beeve langsung sigap menikahkannya pada Andri sepupunya, yang saat itu telah sukses, tentunya dengan menyembunyikan kenyataan yang ada.
Pernikahan itu awalnya berjalan dengan normal, tapi semua berubah, ketika Andri mengetahui Beeve sudah tak suci lagi.
Akankah pernikahan Beeve dan Andri berjalan dengan lancar? Atau justru kandas di tengah jalan?
Mana yang akan terjadi? Ikuti terus alur cerita Beeve di Novel Jangan Salahkan Takdir.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reski Muchu Kissky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25 (Menandai)
Selepas ia makan, Andri datang ke dapur karena mencium bau telur dadar.
“Mas,” Beeve berdiri dari duduknya.
Andri memberi tatapan risih, membuat Beeve merasa tidak enak, karena makan dan menggunakan dapur tanpa izin.
Beeve dengan canggung berjalan ke arah wastafel, ia memutar keran air untuk mencuci piring kotor yang baru saja ia pakai.
Sedang Andri membuka pintu kulkas dan mengambil air mineral dingin untuk menyejukkan dahaganya.
Beeve yang tahu suaminya belum makan, lalu ia berkata, “Mas, makanlah dulu,”
“Tutup mulut mu, aku bisa makan sendiri tanpa kau suruh, buang bekas piring mu, kau lihat kan motif piringnya sama semua, bisa-bisa nanti aku salah ambil piring lagi,” ucap ketus Andri padanya
“Di buang?” batin Beeve.
Setelah mengatakan hal itu, Andri kembali lagi ke kamarnya.
Beeve mencoba menenangkan diri, karena piring itu masih bagus, Lalu ia pun mempunyai ide untuk memberi tanda pada piring yang baru saja ia pakai, agar nanti setiap kali Beeve makan, ia menggunakan piring yang sama.
Ia pun bergegas mencari Ali dengan menyisir setiap bagian rumah, hingga ia menemukannya di tepi kolam berenang.
“Pak,”
“Oh, iya nyonya, ada yang bisa saya bantu?” ucap Ali.
“Bapak punya spidol permanen?” tanya Beeve.
“Wah, saya enggak punya nyah, tapi... tuan banyak tuh nyah di ruang kerjanya, ambil disana saja, pintunya enggak di kunci kok,” jawab Ali.
“Baik pak kalau begitu, terimakasih banyak,”
“Sama-sama nyah,”
Beeve pun beranjak untuk kembali ke dapur mengambil piring putih polos dan gelas panjang polos yang baru ia gunakan, kemudian ia menuju lantai 2, ke ruang kerja suaminya.
Sesampainya ia ke ruang kerja Andri, ia membuka pintu.
Krieett!!!
“Wah, ini ruang kerja apa perpustakaan?” gumamnya, karena di dalam ruangan itu banyak sekali buku-buku yang tertata rapi di dalam rak memanjang, persis seperti perpustakaan umumnya.
Beeve pun melihat sebuah meja, yang di sebelahnya adalah jendela kaca, lalu ia pun melangkah le arah meja itu berada.
“Bagus bangat sih ruang kerjanya,” gumam Beeve.
Lalu sesampainya ia ke meja kerja suaminya, ia mendapati banyak pena dan spidol berbagai macam warna dalam sebuah wadah, ia pun mengambil spidol berwarna hitam, dan mulai menulis namanya di bagian bawah piring dan gelas.
Saat ia akan keluar, tiba-tiba ia melihat Andri berdiri di hadapannya.
“Hah!!” ia di buat terperanjat, terlebih Andri memelototinya.
“Ma-maaf mas, sudah masuk tanpa izin, aku hanya....,” belum selesai ia berucap Andri berjalan ke arahnya, mengambil spidol yang baru saja ia pakai dan membuangnya ke tong sampah.
Deg! Jantung Beeve berdetak kencang, “Sudah ku bilang, kotor,” ujar Andri.
Sontak Beeve ingin menangis mendapat perlakuan begitu dari suaminya, dan dengan mata berkaca-kaca Beeve berkata, “Maafkan aku mas, aku enggak akan mengulanginya lagi,” ia pun melengos keluar menuju kamarnya membawa piring dan gelas di kedua tangannya.
Sesampainya Beeve di kamar, ia menangis sekuat-kuatnya.
“Ayah...., ibu...., aku sudah enggak kuat, hiks...,” Andri pun mendengar samar-samar tangisan istrinya, namun ia masih tak mau memaafkan wanita yang baru di persunting nya itu.
Beeve dengan segala kesedihannya di buat tambah pusing, karena ia melihat baju-bajunya yang masih berantakan di atas ranjang.
Dengan menangis sesungukan, ia menyusun bajunya satu persatu ke dalam lemari.
“Hiks... hiks..., ayah.... hiks.... ibu... hiks...,” Beeve yang malang terus memanggil ibu dan ayahnya dalam isak tangisnya.
Ia yang baru berusia 17 tahun, harus menanggung beban batin yang begitu berat, di buang oleh 2 pria yang berpengaruh dalam hidupnya sekaligus.
Ternyata Andri dari sebuah bilik kecil di ruang kerjanya, memantau sang istri yang sedang menangis menata baju lewat monitor cctv yang ia taruh dalam kamar itu.
Hati kecilnya sebenarnya merasa iba, namun egonya menolak besar atas kekurangan Beeve.
“Pada hal baru 2 hari jadi istri ku, tapi selama itu pula ia lalui dengan kesedihan,” batinnya.
Andri mengelus dada, lalu meninggalkan monitor cctv tersebut.
Pukul 20:00 malam, akhirnya Beeve selesai menata baju-bajunya, ia yang belum mandi seharian pun menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
Setelah selesai mandi, perutnya kembali merasa lapar.
Ia berpikir keras antara ke dapur atau memesan makanan online.
Tapi karena takut di tegur oleh suaminya kembali, ia pun memesan makanan online, tapi naasnya ia tak memiliki uang sepersen pun, karena semua barang-barangnya tertinggal di rumah orang tuanya.
“Ya Allah, nasib ku kok terus buruk ya Allah," gumamnya.
Untuk menahan rasa lapar, Beeve memutuskan untuk tidur.
Namun ia yang memejamkan mata, tak dapat terlelap, sebab perutnya terus berbunyi.
“Kau lapar ya sayang?” ucap Beeve seraya mengelus perutnya.
Karena kasihan pada bayi yang ada dalam kandungannya, ia pun memberanikan diri untuk turun menuju dapur.
Ia berjalan sangat pelan dengan membawa piring dan gelasnya, saat melewati kamar suaminya, jantungnya dag dig dug, ia pun menahan nafas saking takutnya.
Dan sesampainya Beeve ke dapur, ia buru-buru mengambil nasi, lauk dan air putih, kemudian ia beranjak ke kamarnya.
Ketika ia kembali melewati pintu kamar suaminya, ia terkejut karena pada saat yang sama Andri keluar dari dalam kamar.
Ia yang tersentak dan tanpa sengaja menjatuhkan gelas yang ada di tangannya.
Prang!!
Beeve yang takut di marahi oleh Andri pun segera meminta maaf berulang kali pada suaminya.
“Maafkan aku mas, aku enggak sengaja, maaf mas, maafkan aku, akan segera ku bersihkan,”
Beeve buru-buru ke dapur mengambil sapu dan serokan, sebelumnya ia letakkan dahulu nasinya di atas meja makan, lalu ia kembali lagi ke depan kamar suaminya.
“Biarkan Ali yang membersihkannya,” ucap Andri.
“Eng-enggak apa-apa mas, i-ini kan kesalahan ku,” ucap Beeve terbata-bata.
“Sudah ku bilang Ali saja!” hardik Andri,
“Akhh!!” sontak Beeve berteriak, suara keras Andri mengejutkannya, ini ketiga kali ia di bentak seperti itu, pertama ayahnya, kedua Cristian ketiga Andri.
“Ali!! Ali!!” teriakan Andri pun menggema di dalam rumah.
“Iya tuan?” Ali datang dengan setengah berlari.
“Dari mana saja kau?! Cepat bersihkan kaca itu!” Andri yang tak pernah marah sebelumnya, membuat Ali bingung akan perubahan tuannya.
“Kau! Cepat kembali ke kamar mu!” pekik Andri.
Beeve yang takut akan amarah suaminya langsung berlari menuju kamar tanpa mengambil kembali nasinya yang tertinggal di dapur.
Sesampainya Beeve ke kamarnya ia mengunci pintu rapat-rapat.
“Apa setelah ini dia akan memukul ku? Sama seperti yang ayah lakukan dulu?” hatinya menjadi resah dan takut.
Meski begitu perutnya yang lapar tak mau di ajak kerja sama, untuk mengatasinya, Beeve menuju wastafel yang ada dalam kamarnya, dan itu masih dalam jangkauan cctv.
Zrrssss!!! Beeve meminum air keran itu sebanyak-banyaknya, agar ia merasa kenyang.
Setelah itu, ia pun naik ke ranjangnya lalu merebahkan tubuh.
“Lebih baik aku tidur,” batinnya.
Pukul 06:00 pagi, Beeve terbangun dari tidurnya karena merasa lapar, ia pun mengambil handphonenya dan mengirim pesan pada Julian.
✉️ “Bang, tolong kirim dompet Beeve ya, lewat kurir online saja,” Beeve.
Tak berapa lama Julian pun membalasnya.
✉️ “Oke, semua baik-baik saja kan Bee?” Julian.
Bersambung...
HAI READERS YANG MANIS JANGAN LUPA UNTUK SELALU DUKUNG AUTHOR DENGAN CARA FOLLOW, KASIH RATE 5, LIKE, KOMEN, HADIAH, VOTE, SERTA TEKAN FAVORIT, TERIMAKASIH BANYAK. ❤️
Instagram :@Kissky_muchu
Jangan lupa mampir ke karya author di bawah ini ya.
aku dah baca novel ini 3x ganti hp 3x tetep aja nangis aku pangling suka cerita ini
jangan salah kan takdir