NovelToon NovelToon
Langit Yang Retak, Golok Yang Sunyi

Langit Yang Retak, Golok Yang Sunyi

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Fantasi Timur / Balas Dendam / Dendam Kesumat / Ahli Bela Diri Kuno / Dark Romance
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: Nnot Senssei

Ini Novel Wuxia!

Di dunia persilatan yang kelam dan penuh intrik, nama Liang Shan adalah luka yang tak pernah sembuh—anak dari keluarga pendekar agung yang dibantai secara keji oleh lima perguruan besar dan puluhan tokoh bayaran.

Sejak malam berdarah itu, Liang Shan menghilang, hanya untuk muncul kembali sebagai sosok asing yang memikul satu tujuan, yaitu membalas dendam!

Namun, dendam hanyalah awal dari kisah yang jauh lebih kelam.

Liang Shan mewarisi Kitab Golok Sunyi Mengoyak Langit, ilmu silat rahasia yang terdiri dari sembilan jurus mematikan—masing-masing mengandung makna kesunyian, penderitaan, dan kehancuran.

Tapi kekuatan itu datang bersama kutukan, ada racun tersembunyi dalam tubuhnya, yang akan bereaksi mematikan setiap kali ia menggunakan jurus kelima ke atas.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nnot Senssei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22

Pria tua itu menuangkan arak dari bumbung bambunya ke dalam cangkir kecil dengan gerakan yang amat tenang. Meski tangannya terlihat keriput dan gemetar pelan,tapi tidak setetes pun arak yang tumpah.

Hawa murni yang terpancar dari tubuhnya membuat udara di sekitar meja itu terasa hangat, kontras dengan hawa dingin yang masih menyelimuti tubuh Liang Shan.

"Senior tahu banyak tentang diriku," ucap Liang Shan sambil mengatur napas. "Apakah Senior salah satu dari orang-orang yang mengejar pusaka ini?"

Kakek itu tertawa kecil, memperlihatkan beberapa giginya yang sudah tanggal.

"Pusaka? Hahaha! Bagi orang tua sepertiku, pusaka terbaik adalah arak yang enak dan tidur yang nyenyak. Namun, di dunia yang sedang bergejolak ini, keberadaanmu seperti sebuah obor di tengah padang ilalang kering. Kau menarik perhatian semua orang, baik kawan maupun lawan."

Han Xiang mendekat dan memberikan sebutir pil wangi kepada Liang Shan untuk membantu menekan racunnya. Ia menatap kakek itu dengan curiga namun penuh hormat.

"Senior, jika kau tidak berniat jahat, bolehkah kami tahu siapa namamu? Langkah kakimu yang tanpa suara tadi hanya dimiliki oleh tokoh-tokoh sakti tingkat atas."

"Nama adalah sebutan bagi mereka yang masih ingin diingat sejarah," kata kakek itu sambil menyesap araknya. "Sebut saja Si Tua Napas Besi. Dulu sekali, aku pernah berhutang budi pada gurumu, Tuan Agung Jin. Melihatmu di sini, mengingatkanku pada pertemuan kami di puncak salju tiga puluh tahun yang lalu."

Liang Shan terkejut. Gurunya memang jarang menceritakan tentang sahabat-sahabat lamanya.

"Jadi Senior adalah sahabat Guru?"

"Sahabat? Mungkin. Musuh bebuyutan dalam hal minum arak? Pasti!" Kakek tua itu tertawa lebar. Namun matanya kemudian meredup saat menatap ke arah tangan Liang Shan yang mulai membiru.

"Kau membawa kutukan yang sambat menakutkan di tubuhmu. Tanpa penanganan yang tepat, kau tidak akan bertahan sampai musim salju berikutnya."

Si Tua Napas Besi kemudian meletakkan cangkirnya dengan bunyi yang pelan namun bertenaga. "Kau menuju Selatan untuk mencari Perguruan Bulan Sabit, bukan? Kau mencari 'Hati Singa'."

Liang Shan mengangguk. "Panglima Lauw Bun mengatakan bahwa pecahan keempat ada di sana."

"Lauw Bun memang setia, tapi dia terlalu jujur," gumam si kakek. "Perguruan Bulan Sabit bukanlah tempat yang bisa dimasuki hanya dengan modal kejujuran atau keberanian,"

"Ketua mereka, Raja Pedang Bulan, adalah seorang pria yang eksentrik. Ia membenci orang-orang kekaisaran dan lebih membenci lagi pendekar yang membawa-bawa nama keadilan tapi tangannya berlumuran darah."

Kakek itu menunjuk ke arah Golok Sunyi milik Liang Shan. "Senjatamu mengandung hawa kematian yang pekat. Begitu kau menginjakkan kaki di gerbang mereka, para murid Perguruan Bulan Sabit akan segera menganggapmu sebagai iblis."

"Lalu apa yang harus aku lakukan, Senior?" tanya Liang Shan.

"Pergilah ke Kota Hengyang. Cari sebuah bengkel besi tua di pinggiran sungai Xiang. Di sana ada seorang pandai besi buta bernama A-Khiong. Katakan padanya bahwa 'Si Pemabuk Besi' mengirimmu untuk menajamkan jarum. Jika kau bisa melewati ujiannya, mungkin kau punya kesempatan untuk bertemu Raja Pedang Bulan Thian San tanpa harus kehilangan kepala."

Setelah berkata demikian, kakek itu bangkit berdiri. Ia melemparkan bumbung bambunya ke udara, menangkapnya dengan ujung jari kaki, lalu dengan sekali lompat, tubuhnya melesat ke atas atap kedai dan menghilang di balik kerimbunan pohon bambu.

Suara tawanya masih terdengar sayup-sayup terbawa angin.

"Dunia persilatan adalah samudera yang dalam, terkadang petunjuk yang paling berharga datang dari mereka yang terlihat paling hina."

Keesokan harinya, Liang Shan, Han Xiang, dan Yue Niang melanjutkan perjalanan. Udara wilayah Selatan mulai terasa lembap dan panas.

Hutan-hutan di sini jauh lebih rapat dibandingkan wilayah Utara, dengan pepohonan raksasa yang akar-akarnya menjuntai seperti lengan-lengan hantu.

Selama perjalanan, Liang Shan merenungkan ucapan Si Tua Napas Besi. Ia merasa bahwa perjalanannya kali ini bukan hanya sekedar mengumpulkan pecahan permata, melainkan sebuah ujian bagi batinnya sendiri.

"Liang Shan, apakah kau merasa lebih baik?" tanya Han Xiang lembut sambil mengusap keringat di dahi pemuda itu.

"Hawa dinginnya masih ada, Xiang-er. Tapi setiap kali aku mendengar petikan kecapi Yue Niang, aku merasa ada aliran hangat yang membantu membendung racun itu," jawab Liang Shan.

Yue Niang tersenyum tipis. Meski lidahnya tidak bisa berucap, tapi matanya memancarkan keteguhan. Ia terus memeluk kecapinya, seolah alat musik itu adalah jiwanya sendiri.

Tiba-tiba, langkah mereka terhenti. Dari balik semak-semak yang rimbun, muncul tiga orang pria berpakaian abu-abu ketat. Wajah mereka tertutup topeng kain setengah bagian bawah.

Di tangan mereka tergenggam senjata yang aneh, rantai panjang dengan ujung bola besi berduri.

"Tiga Pemburu Bayangan dari Sekte Gagak Hitam," bisik Yue Niang melalui isyarat tangan yang cepat.

Liang Shan segera menarik Han Xiang ke belakang punggungnya. "Sepertinya kabar tentang diriku menyebar lebih cepat daripada angin fajar."

"Liang Shan! Serahkan Permata Tiga Hati dan Golok Sunyi itu, maka kami akan memberikan kematian yang cepat!" salah satu dari pemburu itu berteriak dengan suara yang parau.

"Bagi seorang pendekar, musuh yang paling berbahaya bukanlah mereka yang datang dengan pasukan besar, melainkan mereka yang bersembunyi dalam bayang-bayang, menunggu saat tubuhmu mulai melemah."

Tanpa banyak bicara, ketiga pemburu itu menyerang. Rantai-rantai mereka melesat di udara dan menciptakan suara siulan yang mengerikan.

WUTTT!!! WUTTT!!!

Liang Shan menghunus Golok Sunyi. Meski tubuhnya masih lemas, dia tidak boleh membiarkan Han Xiang terancam.

Pemuda itu menggunakan jurus "Bayangan Sunyi di Balik Hujan". Bilah goloknya bergerak membentuk lingkaran cahaya hitam yang menepis bola-bola besi berduri itu.

Percikan api terjadi saat baja beradu dengan baja. Tetapi, para pemburu itu sangat licin. Mereka menggunakan teknik yang aneh, seolah-olah tubuhnya bisa menyelinap di antara celah-celah daun.

Salah satu pemburu melompat dari dahan pohon, menyerang dari atas dengan belati yang beracun. Han Xiang dengan cepat melemparkan sebutir jarum perak.

"Hati-hati, Liang Shan!"

Jarum itu mengenai lengan si pemburu dan membuatnya kehilangan keseimbangan. Liang Shan memanfaatkan momen itu.

Dia memutar goloknya dan melepaskan satu tebasan horizontal.

WUTT!!!

Gelombang tenaga dalam hitam meluncur, memotong dahan-dahan pohon dan mengenai dada pemburu tersebut hingga terlempar jauh. Melihat itu, dua pemburu lainnya justru semakin beringas.

Mereka menggabungkan rantainya masing-masing dan mencoba mengunci gerakan kaki Liang Shan.

"Yue Niang, sekarang!" teriak Liang Shan.

Yue Niang duduk bersila di atas akar pohon besar. Jari-jarinya menari di atas senar kecapi dengan kecepatan yang luar biasa.

Suara musik yang dihasilkan bukan lagi lembut, melainkan tajam seperti ribuan pisau kecil yang menyerang pendengaran lawan.

Para pemburu itu terhuyung, telinga mereka mulai mengeluarkan darah akibat gempuran tenaga sakti dari kecapi Yue Niang.

Liang Shan melompat maju. Dengan gerakan yang lincah dan tidak bisa diikuti mata, ia menghindari jeratan rantai, lalu mendaratkan pukulan telapak tangan ke punggung salah satu lawan.

BUKK!!!

Pemburu itu jatuh tersungkur. Pemimpin mereka, yang melihat rekan-rekannya kalah, segera melemparkan sebuah bom asap.

"Kami akan kembali, Liang Shan! Kau tidak akan pernah mencapai Hengyang dengan selamat!"

Asap hitam pekat menutupi pandangan. Saat asap menghilang, para pemburu itu sudah lenyap.

Beberapa hari kemudian, kelelahan mereka terbayar saat gerbang kota Hengyang terlihat di kejauhan. Kota ini sangat ramai, dengan sungai Xiang yang besar mengalir membelah kota.

Perahu-perahu dagang hilir mudik, menciptakan suasana yang sangat dinamis.

Sesuai petunjuk Si Tua Napas Besi, mereka menyusuri pinggiran sungai menuju daerah yang lebih sepi.

1
Nanik S
Bagus Lian Shang
Nanik S
Kecapi Sakti
Nanik S
Apakah Kakek itu orang yang dicari
Nanik S
Mereka bertiga benar2 tangguh
Nanik S
Liang Shan... punya berapa Nyawa
Nanik S
God Joon
Nanik S
Liang Shan.... berat amat jalanmu
Nanik S
mereka sepasang Anak sahabat yang mati karena dikhianati
Nanik S
Jendral Zhao ternyata bukan hanya penghianat tapi Inlis yang sesungguhnya
Nanik S
teruskan... menarik sekali Tor
Junn Badranaya: Siap kak ...
total 1 replies
Nanik S
Liang Shan harusnya tinggal dengan Damai
Nanik S
Liang Shan.... apakah akan hancur bersama Goloknya
Nanik S
Ternyata Jendral besar juga terlibat
Nanik S
Mantap.... kenapa Lian Shen tidak mencari penawar racunya
Nanik S
Kecantikan sebagai Alat untuk meruntuhkan Lelaki
Nanik S
Kurangi musuh satu satu
Nanik S
Pesan pertama Golok Sunyi
Nanik S
Mantap Tor
Nanik S
Ling Shang... kehilangan kedua kali amat menyakitkan
Nanik S
Hidup dengan tubuh beracun
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!