NovelToon NovelToon
Revenge And Love

Revenge And Love

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Contest / Perjodohan / Balas Dendam / Nikahkontrak / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 5
Nama Author: Vey Vii

Kendrict Arsenio, laki-laki 29 tahun yang berbakat dengan keahliannya dalam bidang kuliner tersebut mendekati keluarga konglomerat, anak tunggal dari Maheswari family demi membalaskan rasa sakit hati saudaranya yang telah meninggal akibat depresi berat, tidak hanya kehilangan seorang saudara, Ken juga kehilangan ibunya.

Ken menyusun strategi untuk mendapatkan perhatian dari keluarga Maheswari, ia pun berencana akan menikahi Felicia Maheswari dengan berbagai cara. Dan dengan ketampanan juga rasa percaya dirinya yang tinggi, Ken berencana membuat Felicia tergila-gila padanya, kemudian mencampakkan wanita itu begitu saja, seperti yang pernah Felicia lalukan pada saudaranya.

Bagaimana kisah pembalasan dendam ini akan berakhir, apakah Ken bisa menampik kecantikan dan kebaikan Felicia yang tulus?

Silahkan baca kisahnya 🖤

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vey Vii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

R&L bab 24

Beberapa hari kemudian, beberapa orang yang berasal dari pihak kepolisian tiba-tiba mendatangi Ken di hotel tempat ia bekerja, hal itu sontak membuat semua teman dan orang-orang yang mengenal Ken sangat terkejut.

Salah satu dari mereka yang mengenal dekat Freya, lantas menghubungi wanita itu dan mengabarkan jika Ken di bawa oleh pihak kepolisian.

Mendengar hal itu, Freya langsung mengajak Felicia menyusul Ken ke kantor polisi, Felicia tampak tegang dan khawatir, hal yang ia takutkan akhirnya terjadi. Felicia sudah beberapa kali memperingatkan Ken untuk berhati-hati karena Evans sudah membuat laporan ke pihak kepolisian, namun Ken tampak tenang dan tidak menghiraukan nasehat Felicia.

"Aku sudah hubungi papa," ucap Felicia pada Freya, wanita itu tampak cemas.

"Ken akan baik-baik saja, Kak. Dia nggak salah."

"Tapi, Evans itu licik, Freya."

"Jangan khawatir, paman akan membantu Ken sampai kasus ini selesai."

Felicia memejamkan mata di dalam mobil yang di kendarai cepat oleh sopir, ia berusaha setenang mungkin. Sesampainya di kantor polisi, petugas menyuruh Felicia dan Freya menunggu sampai Ken selesai menjalani pemeriksaan.

Tidak sampai sepuluh menit, Antonie datang membawa seorang pengacara.

"Pa," sapa Felicia sambil berhambur memeluk papanya.

"Tenang, Sayang. Tidak akan terjadi sesuatu pada Ken, papa sudah bawa Mr. Stave," ujar Antonie, Stave adalah pengacara keluarga Maheswari yang sudah bekerja hampir sepuluh tahun mengurus banyak kasus yang menyangkut keluarga ini.

Beberapa saat kemudian, Ken keluar dengan senyum mengembang, entah mengapa laki-laki itu tidak terlihat takut juga khawatir.

"Bagaimana, Ken?" tanya Antonie.

"Jangan khawatir, Pa. Semuanya akan baik-baik saja."

Felicia mencubit lengan Ken dengan keras sambil berucap, "Bagaimana bisa kami nggak khawatir, keluarga Jarvis akan memenjarakanmu, Ken!"

"Tenang, Kak," sela Freya.

"Aku bisa menanganinya, Pa," jawab Ken tenang, entah senjata apa yang laki-laki itu miliki hingga bisa bersikap sesantai ini menghadapi keluarga Jarvis.

Hari ini, Ken hanya di mintai keterangan terkait insiden dirinya dan Evans di club malam itu. Tiga hari lagi, ia akan menjalani sidang pertama untuk mendapatkan putusan pengadilan.

"Pa, aku akan pulang bersama Ken," pamit Felicia pada Antonie. Melihat putri dan calon menantunya semakin dekat, adalah sebuah kebahagiaan sendiri bagi Antonie.

"Ya, papa akan pulang bersama Freya."

Banyak hal yang ingin Felicia ketahui dari Ken tentang masalah ini, dan mereka tidak mungkin membicarakannya di depan Antonie dan Freya.

Setelah mengambil motor yang ia tinggal di hotel, Ken mengajak Felicia pulang mengendarai motor dan meninggalkan mobil mereka di hotel.

Sepanjang jalan, Ken menahan senyum. Ia tau jika Felicia khawatir dan mencemaskan keadaannya, semakin wanita itu khawatir, Ken yakin jika benih cinta mulai tumbuh di hati Felicia.

Sesampainya di rumah, Ken memarkirkan motor di garasi, ia mengajak Felicia masuk dengan menggandeng tangan wanita itu.

"Mau makan sesuatu?" tanya Ken.

"Nggak lapar."

"Oke, aku buat salad buah untukmu," ujar Ken lagi.

Felicia duduk di sofa panjang yang letaknya dekat dengan dapur, ia memperhatikan setiap gerak gerik Ken yang asik memotong buah dengan pisau tajam di tangan.

Memasak seharusnya menjadi pekerjaan seorang perempuan, namun bagi Felicia, Ken tetap menawan meski pekerjaannya berada di dapur.

Setiap gerakannya di lakukan dengan gesit dan hati-hati, Ken mengupas buah dan memotongnya lalu di letakkan di atas mangkuk kaca berukuran besar.

"Suka anggur?" tanya Ken sambil melirik Felicia.

"Boleh," jawab Felicia sambil tersenyum.

Felicia diam dan membayangkan bagaimana nanti kehidupan rumah tangganya bersama Ken, ia adalah wanita pekerja kantor dan entertainment yang tidak bisa memasak, bahkan untuk mengupas apel dan membuat salad pun tidak pernah ia ketahui cara yang benar.

Pengetahuan Felicia hanya seputar urusan bisnis, keuangan, hingga berlenggak lenggok di atas catwalk, sesekali, ia juga mendesign gaun untuk dirinya sendiri atau sebagai hadiah untuk teman, namun itu hanya di saat-saat tertentu.

Hanya butuh waktu sepuluh menit, Ken sudah menghadirkan salad buah dengan berbagai macam isi di dalam mangkok kaca besar dan menyodorkannya di hadapan Felicia.

"Cobain," pinta Ken, ia memberikan sendok ke tangan wanita itu.

Felicia berterimakasih dan tersenyum manis ke arah Ken.

"Ada yang perlu aku tanyakan," ucap Felicia, ia ikut pulang ke rumah ini karena ada suatu hal yang harus mereka rundingkan.

"Ada apa? masalah di club? santai saja, nggak akan terjadi apa-apa," jawab Ken, ia sudah menebak apa yang akan Felicia tanyakan.

Felicia meletakkan mangkok dan sendok di atas meja, ia kemudian menatap Ken lekat-lekat.

"Kamu takut?" tanya Ken.

"Pasti, apa kata orang di luaran sana jika menantu Maheswari adalah seorang narapidana," jawab Felicia. Padahal, bukan hal itu yang sebenarnya ia takutkan.

Ken terkekeh. "Kamu yakin, kamu cuma takut jika nama baik keluargamu tercemar?" tanya Ken, ia membalas tatapan Felicia.

Mata hitam dengan alis tebal itu, seakan menghipnotis Felicia hingga ia diam seribu bahasa. Tatapan mata juga pesona wajah Ken, diam-diam membuatnya tidak sadar menelan air liur dengan kasar.

Kedua tangan Ken menangkup wajah Felicia.

"Katakan, apa yang kamu takutkan?" tanya Ken.

"Aku ... aku ...." Felicia menjawab dengan terbata-bata, tidak hanya kali ini sikap Ken membuatnya hilang kesadaran hingga lupa diri, ia berkali-kali di buat gugup di hadapan laki-laki itu.

"Dengar, aku akan baik-baik saja. Aku punya bukti kuat yang akan membebaskanku dari segala tuduhan. Jangan khawatir," ucap Ken dengan senyum tulus.

Melepaskan kedua tangan dari wajah Felicia, Ken meraih sendok dan menyuapi wanita itu dengan salad buah buatannya. Ken tidak cukup bodoh untuk menghadapi keluarga Jarvis tanpa perlawanan, sebelum semua ini terjadi, Ken sudah mempersiapkan diri dengan matang saat bertemu dengan Evans malam itu.

Evans adalah penghalang besar antara dirinya dan Felicia, diam-diam, Ken juga punya rencana tersembunyi untuk menjauhkan laki-laki itu agar tidak mengusik rencananya.

Pukul lima sore, Felicia meminta Ken mengantarkannya pulang karena hari sudah terlalu sore, namun nyatanya, hari ini adalah hari pertama musim dingin, di luar jendela terlihat rintik hujan yang perlahan berubah menjadi salju.

"Sepertinya badai salju akan datang, kamu harus menginap," pinta Ken. "Aku akan hubungi papa agar mengizinkanmu tinggal bermalam hari ini," lanjutnya.

"Nggak perlu, aku harus pulang," tolak Felicia, ia tidak mau berada dalam satu rumah semalaman dengan laki-laki yang belum sah menjadi suaminya, meskipun dalam tradisi orang barat berhubungan sebelum menikah adalah hal yang wajar, Felicia tidak menyukai hal itu. Ia takut jika Ken akan melakukan sesuatu padanya.

"Lihat, salju sudah mulai turun. Sebentar lagi jalanan kota akan di tutup, kamu mau jalan kaki?" tanya Ken.

"Tapi, Ken ...." ucapan Felicia terhenti saat Ken tiba-tiba meraih tengkuk lehernya dan mendekatkan wajah mereka. Deru nafas keduanya beradu hingga membuat jantung Felicia seakan terlepas dari tempatnya, wanita itu tanpa sadar memejamkan kedua matanya.

🖤🖤🖤

1
ZrLee Darman
oh Gavin..aku padamu 😘
ZrLee Darman
ken kamu lebih jahat dari Evan
ZrLee Darman
wah hilang respek aku sama Ken... sangat jahat ternyata 😏
Rofiko Abdulgani
Bagus feli👍
Vitriani
Luar biasa
nobita
makasih thor... utk karya yg luar biasa apik banget... semangat berkarya.. dan semoga author selalu sehat.. sukses
nobita
aku suka sikap Gavin yg pandai merayu...
nobita
puncaknya seorang wanita marah adalah DIAM...
nobita
alur ceritanya apik banget... hebatnya ini author kesayangan kuu
Vey Vii: Sayang kamu juga kak 🥰🥰
total 1 replies
nobita
hadehhh hampir terbongkar rahasia nya Ken...
nobita
semoga Ken nanti bucin akut ke Felisia...
nobita
itu namanya baju dinas malam Ken.. mengertilah
nobita
Gavin jatuh cinta pada pandangan pertama dengan Freya...
nobita
hadehhh jadi saling menyalahkan antara Evans dan Hanry
nobita
alur ceritanya yg apik... bikin penasaran
nobita
hmmm awal yg menarik
Nana Niez
mantab
Nana Niez
MasyaAllah mbak nya perfect sekali
Fitri Riyani
Luar biasa
Nella Sinaga
Lumayan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!