NovelToon NovelToon
CINTA TAK KENAL USIA

CINTA TAK KENAL USIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:35.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ramanda

Karena orang tua serta para keluarga selalu mendesak untuk menikah. Akhirnya Adelia Aurellia nekat menikahi seorang anak magang yang jarak usianya sepuluh tahun dibawahnya. Hal itu malah membuat orang tua Aurel menjadi murka. Pasalnya orang tua sang supir yang bernama Adam Ashraf adalah seorang pengkhianat bagi keluarganya Aurel.

Padahal itu hanya fitnah, yang ingin merenggangkan persahabatan antara Ayahnya Aurel dan juga Ayahnya Adam. Makanya Adam sengaja bekerja pada mereka, karena ingin memulihkan nama baik sang Ayah. Dan karena tujuan itu, ia pun langsung menerima tawaran dari Aurel, untuk menikahinya.

Akankah, Adam berhasil membersihkan nama baik sang Ayah? Dan Akankah mereka mendapatkan restu dari keluarga Aurel? Yuk ikuti karya Ramanda, jangan lupa berikan dukungannya juga ya?.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ramanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DIBAWAH ATAP YANG SAMA.

Malam pertama di rumah besar keluarga Baskoro terasa jauh lebih dingin daripada biasanya. Kamar masa remaja Aurel yang luas kini menjadi saksi bisu kecanggungan luar biasa antara sepasang suami istri itu. Adam meletakkan tas kerjanya di sudut ruangan, wajahnya datar tak berekspresi—sebuah topeng dingin yang ia kenakan sejak kejadian di Paris yang melukai harga dirinya.

Aurel berdiri mematung di dekat jendela, memperhatikan bayangan Adam melalui pantulan kaca. Ia bisa merasakan jarak ribuan kilometer meski mereka berada di satu ruangan. "Adam..." panggilnya lirih.

"Hmm,"

Adam hanya berdeham pendek tanpa menoleh, Ia tampak sibuk merapikan kemeja hitam yang akan ia pakai besok.

"Tolong, jangan seperti ini terus," Aurel akhirnya berbalik, matanya berkaca-kaca. "Aku tahu aku salah. Di Paris... aku hanya merasa rendah diri. Aku takut kehilanganmu karena usiaku, dan itu membuatku melakukan hal bodoh dengan membiarkan Bastian membantuku. Aku minta maaf, Adam. Demi Allah, tidak ada pria lain di hatiku selain kamu."

Adam menghentikan gerakannya. Ia menarik napas panjang, lalu perlahan berbalik menatap istrinya. "Aku tidak marah karena pria itu seumuran denganmu, Adel. Aku terluka karena kamu lebih memilih melarikan diri pada masa lalumu daripada bicara jujur pada suamimu."

Aurel melangkah mendekat, memberanikan diri menggenggam tangan Adam yang terasa kaku. "Aku tahu aku salah. Aku mohon... kembalilah menjadi imamku. Aku rindu suaramu saat melantunkan ayat suci di setiap ibadah kita. Jangan hukum aku dengan kedinginanmu ini."

Mendengar pengakuan tulus itu, dinding es di hati Adam akhirnya retak. Ia menatap wajah Aurel yang sembap, lalu perlahan menarik tubuh istrinya ke dalam dekapan hangat. Adam mengecup dahi Aurel dengan lama, sebuah ciuman yang menyiratkan pengampunan sekaligus perlindungan.

"Jangan pernah lari lagi, Adel. Seberapa pun takutnya kamu, rumahmu ada di sini," bisik Adam lembut.

"Uhmm... Terimakasih Adam" balas Aurel lirih.

Setelah suasana mencair, Adam mulai mengambil bantal dan selimut tambahan dari lemari. Seperti biasa, ia bersiap untuk menggelar alas tidur di lantai kayu yang dingin.

"Adam, tunggu," cegat Aurel, wajahnya memerah padam. "Lantainya dingin. Di sini... di kasur ini, masih cukup luas untuk kita berdua."

Gerakan Adam terhenti. Suasana mendadak menjadi sangat canggung hingga suara detak jam dinding terdengar seperti dentuman keras. Aurel meremas ujung hijabnya, salah tingkah dengan ajakannya sendiri.

Adam menatap kasur besar itu, lalu beralih menatap istrinya dengan senyum tipis yang sulit diartikan. "Terima kasih atas tawaranmu, Adel. Tapi aku akan tetap tidur di bawah."

"Kenapa? Kita sudah berbaikan, bukan?" tanya Aurel bingung.

"Ini bukan soal marah atau tidak," Adam merebahkan tubuhnya di lantai, menyandarkan kepalanya pada bantal tipis. "Aku sudah berjanji pada diriku sendiri. Aku tidak akan menyentuhmu atau berbagi tempat tidur denganmu sebelum kamu benar-benar ikhlas menerima kehadiranku seutuhnya tanpa ada bayang-bayang keraguan soal usia atau masa lalu lagi. Aku ingin kamu menginginkanku karena aku adalah Adam, bukan karena kamu merasa bersalah."

Aurel terpaku di tepi ranjang. Ia menatap Adam yang sudah memejamkan mata, seolah pria itu bisa tidur dengan sangat lelap meski di atas lantai yang keras. Aurel menggigit bibir, merasa malu sekaligus takjub dengan prinsip suaminya yang begitu kokoh. Ia akhirnya berbaring di atas kasur yang empuk, namun hatinya merasa kosong. Ia berguling ke kiri dan ke kanan, merasa salah tingkah sendiri sementara suaminya sudah berada di alam mimpi.

Persekutuan Gelap di Dermaga

Di saat yang sama, di sebuah dermaga tua yang sepi di pinggiran Jakarta, Ansel Aulian melangkah turun dari mobilnya dengan waspada. Bau amis laut dan suara ombak yang menghantam tiang pancang menambah kesan mencekam. Di bawah lampu temaram, seorang pria bertubuh gempal dengan bekas luka di pipinya sudah menunggu. Dia adalah Jon, tangan kanan Evan Subandi.

"Lama tidak berjumpa, Tuan Muda Ansel," sapa Jon dengan suara serak.

Ansel mendengus, ia menyalakan rokoknya untuk menenangkan sarafnya yang tegang. "Langsung saja. Apa rencana Denis? Aku tidak punya banyak waktu."

Jon menyerahkan sebuah map cokelat kecil. "Bos Denis tahu kamu sedang terdesak karena si brondong itu mengambil alih FB Build. Kami punya cara untuk menyabotase proyek jembatan di Jawa Timur yang baru saja dimenangkan Adam. Jika proyek itu gagal karena masalah struktur atau material, reputasi Adam akan hancur seketika."

Ansel menatap map itu dengan ragu sejenak. "Itu perusahaan ayahku. Jika proyek itu gagal, FB Build juga akan merugi besar."

"Tapi Adam yang akan masuk penjara karena kelalaian fatal," timpal Jon sinis. "Setelah dia masuk sel, kamu bisa dengan mudah mengambil alih kembali sisa sahamnya. Dan jangan lupa, Denis ingin Adam hancur sehancur-hancurnya. Kami butuh orang dalam untuk mengganti spesifikasi material konstruksinya. Kamu orangnya."

Ansel menatap laut yang gelap, membayangkan wajah Adam yang selalu terlihat superior di depannya. Rasa iri dan dendam yang sudah menumpuk selama sepuluh tahun akhirnya meledak.

"Baik. Aku setuju," ucap Ansel dengan nada dingin. "Pastikan Adam tidak punya celah untuk bangkit lagi."

"Pilihan yang cerdas," Jon menyeringai. "Selamat bergabung dalam permainan ini, Tuan Muda. Kita akan membuat Adam Ashraf menyesal pernah mengusik ketenangan keluarga Subandi dan mengambil hakmu."

Ansel masuk ke dalam mobilnya tanpa menoleh lagi. Di kepalanya, ia sudah membayangkan hari di mana ia akan menendang Adam keluar dari rumah dan perusahaannya. Ia tidak sadar bahwa ia baru saja membuka pintu neraka bagi keluarganya sendiri.

1
Sheila Aquariana
lanjut thoorrr
tiara
Dasar Ansel cari perhatian malah dicuekin kasian dah
tiara
dengan bersatunya beberapa orang akan kuat dalam menghadapi tantangan walaupun berat pasti ada cara untuk menyelesaikanya.
tiara
ya itu keputusan yang sangat baik, jadi kalian bisa bejerja sambil menjaga keamanan dan kenyamanan keluarga besar dan dua perusahaan sekaligus
tiara
berbahagialah dan saling menguatkan walau apapun yang terjadi,karens esok mungkin akan lebih menguras kesabaran kalian
Uba Muhammad Al-varo
ayo Adam lawan mereka buat mereka kalah dan menyesal telah menyerangmu💪💪💪💪
tiara
lanjuut thor semangat upnya sehat selalu
tiara
semangat Adam selalu kompak dengan sahabat dan keluarga dalam menghadapi berbagai cobaan yang silih berganti
Nifatul Masruro Hikari Masaru
semangat authornya
tiara
Akhirnya semuanya menemukan kebahagian dan mereka bertambah kuat karena selalu bersama dalam segala hal
tiara
ada apakah dengan Ansel,
Nifatul Masruro Hikari Masaru
duh masalahnya gak kelar2
Uba Muhammad Al-varo
inilah waktunya Rian sadar dan sembuh kembali
tiara
Akhirnya semua ujian dapat dilalui adam, dan Rian pun sudah bangun dari koma
tiara
ayo Rian semangat untuk sembuh bantu Adam dan bahagiakan ibu dan adikmu
Nifatul Masruro Hikari Masaru
semangat untuk sembuh rian
♛⃟⭕
Bapak nya Lily ga di selamatkan dlu yaaa....??🤔
Nindya Sukma
menegangkan dan seru
Uba Muhammad Al-varo
Rian.......ibumu sudah datang menemuimu, sekarang buka mata kamu sambut ibumu dengan pelukan hangat mu
tiara
bangun Rian ibumu datang, jangan pernah menyerah mereka menunggu kamu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!