Ketika kabar bahagia berubah duka. Cinta yang dia impikan telah menjadi hal paling menyakitkan. Pertemuan manis, pada akhirnya adalah hal yang paling ia sesali dalam hidupnya.
Mereka dipertemukan ketika hujan turun. Lalu, hujan pulalah yang mengakhiri hubungan itu. Hujan mengubah segalanya. Mengubah rasa dari cinta menjadi benci. Lalu, ketika pertemuan berikutnya terjadi. Akankah perasaan itu berubah lagi?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab*27
Seketika, mata Rain langsung menggembun.
"Dia, beneran kembali? Dia sudah kembali sekarang. Dan, anak itu, itu anakku, Dion. Itu anakku."
"Tuan muda."
"Dion, aku yakin. Itu anakku. Pantas saja, saat dia membantu ku, aku merasakan, dia adalah Aina."
"Apa? Maksudnya, tuan muda?" Dion bertanya dengan wajah sangat bingung.
"Gangguan bipolar ku kambuh. Anak itulah yang membantu aku minum obat tadi pagi. Saat aku melihat wajahnya, aku langsung melihat Aina."
Mata yang menggembun langsung menjatuhkan buliran bening. Kali ini, bukan tangisan sedih. Melainkan, tangisan bahagia. Karena penantian selama lima tahu, tidaklah sia-sia. Keyakinan itu akhirnya benar-benar menjadi nyata.
"Dion. Aku punya anak sekarang. Aku punya anak," ucap Rain sambil mengguncang kedua bahu Dion dengan keras.
Rain langsung tersenyum sambil menangis. Dia peluk laptop yang ada di tangannya setelah usai mengguncang tubuh Dion. "Sayangku, akhirnya, aku bisa melihat kalian lagi. Mimpi yang selama ini menemani hari-hari sunyi ku, akhirnya akan jadi nyata."
"Dion."
"Ya, tuan muda."
"Cepat! Kerahkan semua kekuatan. Temukan Aina. Temukan dia sekarang juga."
"Ba-- baik, tuan muda. Baik. Akan saya lakukan."
Jujur, Dion sama sekali tidak yakin kalau wanita yang ada dalam rekaman cctv itu adalah Ain. Memang dia mirip, tapi tidak sepenuhnya. Dulu, yang dia tahu, Ain adalah wanita yatim piatu yang berpenampilan sederhana. Tapi apa yang dia lihat barusan itu adalah seorang nona muda yang datang dari keluarga kaya.
Dari apa yang wanita itu kenakan, cukup terlihat bahwa dia adalah orang berada. Namun, jika Rain bisa mengatakan itu Aina miliknya, apa yang bisa Dion lakukan. Insting Rain mungkin yang lebih peka ketimbang apa yang Dion lihat sebelumnya.
Mendengarkan perintah Rain, Dion langsung mengumpulkan semua anak buah untuk menemukan keberadaan Ain. Sayangnya, pencarian itu tidak semudah yang Dion bayangkan. Aina bukan lagi anak yatim piatu yang miskin. Melainkan, seorang nona muda yang punya banyak pelindung di belakangnya.
Keberadaannya akan sangat sulit untuk diketahui. Karena keluarganya juga orang terpandang. Dua kakaknya adalah tuan muda terkenal dengan dua identitas yang berbeda. Makanya, pencarian Rain selama bertahun-tahun tidak membuahkan hasil sedikitpun. Karena Marvin sudah menghapus jejak masa lalu adiknya dengan sangat bersih.
"Bagaimana Dion? Apa kamu sudah temukan keberadaan Aina?"
"Tuan muda. Maaf. Saya ... tidak menemukannya."
"Apa!"
"Ee ... tuan muda. Wanita yang kita lihat di rekaman cctv tadi pagi adalah nona muda keluarga Reindra. Keluarga ternama kota Utara."
Seketika, mata Rain menatap tajam ke arah Dion. Rahangnya terlihat agak mengeras.
"Tidak. Dia adalah Aina. Dia istriku. Bukan nona muda Reindra. Dia Adalah Raina ku. Istriku. Kamu bercanda!"
"Tuan muda."
Rain tiba-tiba hilang kendali. Dia terus menggelengkan kepalanya. "Aku bisa melihat dengan sangat jelas siapa dia, Dion. Dia Ain."
"Tapi, tuan muda."
"Jika kamu tidak bisa menemukannya. Biar aku yang mencari Aina sendirian."
Rain bangun dari duduknya. Beranjak cepat menuju pintu. Tiba-tiba, langkahnya melambat secara perlahan. Tubuhnya sontak langsung terhuyung. Rain hilang kesadaran sekarang.
"Tuan muda!" Dion berteriak dengan keras. Cepat, dia beranjak dengan langkah besar untuk menahan tubuh Rain agar tidak terjatuh ke bawah.
Beruntung, usaha Dion berhasil. Tubuh Rain bisa ia tahan. Dengan bantuan bi Tari, Rain Dion pindahkan ke kamar tidurnya. Setelah itu, Kania dia panggil untuk datang ke rumah agar bisa melihat kondisi Rain saat ini.
Tidak membutuhkan waktu yang lama, dokter psikiater itu akhirnya tiba. Ya, Kania adalah dokter kejiwaan yang selama ini telah merawat Rain. Wanita itu sudah berusaha keras untuk menyembuhkan Rain, tapi hasilnya malah tidak seperti yang dia harapkan.
Sebenarnya, Kania bukan hanya berusaha untuk menyembuhkan Rainer dari gangguan jiwa yang sedang pria itu alami. Melainkan, juga berusaha untuk membuat pria itu jatuh cinta padanya. Sayang, hati Rain tidak lagi bisa menerima wanita yang lain. Hatinya sudah terisi penuh dengan Aina seorang.
"Bagaimana bisa begini, Dion?"
"Tuan muda merasakan akan kehadiran nona Aina. Tapi, kenyataan malah membantah perasaan itu. Tuan muda tidak tahan, karena nona Aina tidak bisa juga ia temukan. Jadi, tuan muda drop lagi."
"Panggilkan Rika sekarang juga! Aku ingin bertukar pendapat dengannya." Kania berucap sambil menatap lekat wajah Rain.