Dua bulan lalu, Luella Brynn dipaksa menikah dengan seseorang Bernama Edric Alton yang tidak ia inginkan dan tidak ia kenal. Hanya untuk mengikuti permintaan mendiang orangtua Edric. Pernikahan hanya sebatas formalitas di hadapan orangtua Edric, dan begitu orangtua Edric meninggal. Luella di ceraikan begitu saja oleh Edric. Tidak ada kata perpisahan, hanya ada selembar cek dengan nominal fantastis sebagai rasa terimakasih karena Luella bersedia membantu Edric. Lalu bagaimana dengan kehidupan Luella dan Edric pasca bercerai? Dengan status baru yang akan mereka bawa satu sama lain, sedangkan usia Luella terbilang masih sangat muda bahkan usianya terpaut 15 tahun dengan Edric.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayalifeupdate, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
25
Pagi ini Luella bangun dari tidurnya dengan perasaan yang begitu baik. Saat ia membuka matanya, ia melihat Edric masih terlelap dengan posisi tidur sama seperti semalam sebelum ia tidur.
Luella bangun dengan perlahan agar tidak membangunkan Edric, kemudian ia menuju kamar mandi dan segera membersihkan tubuhnya, dan keluar dengan pakaian yang sudah disiapkan oleh Soraya kemarin sore.
“Pak Edric, bangun” Ucap Luella.
“Hmm” sahut Edric dengan suara begitu lirih.
Luella segera berdiri karena merasa Edric sudah mulai bangun, namun tangan Luella tiba-tiba ditarik oleh Edric hingga tubuhnya ambruk dan memeluk tubuh Edric.
“P-pak” Ucap Luella gugup.
“Hmm” jawab Edric dengan mata tertutup.
Detak jantung Luella bahkan bisa Edric rasakan karena Luella begitu gugup. Senyum Edric terukir di bibirnya, dia semakin memper erat pelukannya kemudian menarik tubuh Luella hingga terangkat dan berpindah ke sampingnya.
Luella hanya terdiam, dia bahkan tidak bisa berfikir saat ini. Namun pelukan Edric begitu tulus Luella rasakan.
Edrik memeluk tubuh Luella, mengusap punggungnya dan mencium kening Luella. Sementara Luella membelalakan matanya karena tercengang dengan ciuman Edric.
Tapi Luella tidak melakukan apapun, bahkan Luella hanya pasrah begitu saja.
“Luella” panggil Edric.
“Iya Pak” jawab Luella.
Edric menatap wajah Luella, dia tersenyum kemudian kembali mencium kening mantan istrinya tersebut, ya mantan istri.
“Pak, Pak Edric harus bangun dan bersiap karena saya harus kerja juga hehe” ucap Luella.
“Oke, tunggu disini” jawab Edric.
Edric segera menuju kamar mandi, sementara Luella bangun dan berusaha meredam rasa gugupnya. Hingga Edric keluar kamar mandi lalu ia bersiap dan keduanya segera keluar dari kamar untuk menemui Soraya.
“Pagi Luella, pagi Edric” sapa Soraya.
“Pagi Tante” jawab keduanya kompak.
“Gimana tidurnya, nyenyak kan? Oh ini Tante buatkan sarapan untuk kalian, makan dulu baru kalian boleh pulang” ucap Soraya.
Meskipun Luella sedikit panik karena dia pasti akan terlambat ke kantor, Luella tetap bersikap tennag di depan Edric dan Soraya. Ketiganya makan dengan santai, menikmati setiap makanan yang ada di meja.
“Oke Tante, kita harus pulang. Karena Luella juga harus bekerja. Ya kan sayang?” ucap Edric.
“Iya. Tante terimakasih untuk semuanya, termasuk pakaian-pakaian ini” sahut Luella.
“Luella harus sering main kesini ya, meskipun Edric sibuk. Luella bisa minta antar sopirnya Edric”
“Iya Tante, saya usahakan”
Luella memeluk Soraya, kemudian meninggalkan rumah Soraya bersama dengan Edric.
Luella merasa bingung dengan arah mobil yang di kemudikan oleh Edric. Karena jika mereka akan pulang harusnya mereka tidak melewati jalan tersebut. Namun Luella tetap percaya dengan Edric.
“Kita pasti akan telat kalau hanya pakai mobil. Saya sudah siapkan helicopter untuk bawa kamu kembali” Ucap Edric tiba-tiba.
“H-helikopter Pak?”
“Iya, saya tidak mau kamu terlambat ke kantor”
Luella hanya diam, dia tidak tahu harus merespon apa. Bahkan Luella tidak menyangka jika Edric akan melakukan usaha semaksimal ini.
“Saya tidak akan membuat kamu dalam kesulitan di kantor, Luella”
“Terimakasih banyak Pak Edric”
“Kapan jadwal ke kantor saya?”
“Oh, hari kamis Pak”
“Langsung ke kantor saja, tidak perlu ke COO”
“Baik Pak”
Edric menatap Luella yang terlihat sedikit tegang berada diatas ketinggian. Tanggan Edric menggenggam tangan Luella, hingga membuat Luella terkejut.
“Saya tahu kamu takut. Tapi percaya, kita akan baik-baik saja sampai mendarat” ucap Edric dengan lembut.
Luella hanya mengangguk pelan, kemudian tersenyum. Sementara tangan Edric, tetap menggenggam tangan Luella dengan lembut. Meskipun sesekali Luella sedikit meremas tangan Edric.