Keyvandi Orion Eduardo atau didunia entertainment lebih dikenal dengan nama Orion Key merupakan seorang musisi terkenal dengan berbagai macam prestasi yang ia miliki. Kehidupan yang jauh dari berbagai macam isu tidak mengenakkan serta keramahannya membuat lelaki berumur 25 tahun itu banyak disukai oleh berbagai kalangan.
Namun, bagaimana jika semua citra yang telah ia bangun itu mendadak sirna. Ketika ia tanpa sengaja bertemu dengan seorang gadis SMA yang bahkan belum berumur 18 tahun. Perlahan berbagai macam fitnah dan isu buruk tentangnya mulai tersebar. Sehingga membuat ia dicap sebagai musisi dengan scandal terburuk sepanjang masa.
Disisi lain, seorang gadis SMA dengan nama Despina Elara Faye yang juga merupakan adik tiri dari salah satu musisi yang iri akan karir Keyvandi terpaksa menuruti perintah kakaknya untuk mendekati Keyvandi dan menghancurkan karirnya perlahan. Jika tidak, maka siksaan akan terus ia dapatkan.
Lalu, bagaimana kisah selanjutnya? Baca yuk!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nevera, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23
"Vandi, lihat!" Erlando berlari kearah Keyvandi yang saat itu sedang berada di sofa dekat kolam renang rumah orangtuanya.
Keyvandi membelalakkan matanya, "Di mana sekarang Despina!?"
"Kau sabar dulu bro, aku sudah menyuruh anak buahku untuk menyelidikinya Despina akan dibawa ke rumah sakit mana."
Keyvandi mengusap wajahnya kasar, ia kalut dengan pikirannya sendiri, hatinya tidak tenang melihat itu. Dalam video yang ada di ponsel milik Erlando itu terlihat jelas jika Despina dibawa oleh ambulan, gadis itu tidak sadarkan diri dengan tangan yang terluka.
"Apa yang sebenarnya terjadi padanya? Huh, aku benar-benar tidak bisa tenang."
Erlando mengerti apa yang dirasakan sahabatnya itu, ia berusaha menenangkan Keyvandi agar lelaki itu tidak bertindak di luar batas.
"Tapi aku penasaran, siapa yang tadi membopong kekasihku?"
"Dia Reza, ternyata setelah di selidiki yang menculik Despina selama ini adalah Reza, Reza ini adalah lelaki yang memiliki obsesi gila terhadap kekasihmu itu, bahkan anak buahku melaporkan jika Reza nekat akan menikahi Despina mesiu tanpa izin gadis itu."
Keyvandi mengepalkan tangannya sampai buku-buku jemarinya memutih. "Beraninya dia, tidak ada yang boleh memiliki Despina selain aku, dia telah membuat orang yang ku sayang seperti ini, lihat saja. We, tolong cari tau secara lengkap tentang Reza, apapun itu, aku tidak ingin ada yang tertinggal. Lihat saja, aku akan menghancurkannya."
Erlando menganggukkan kepalanya, ia bergidik ngeri melihat sahabatnya itu jika sedangarah. Ternyata, seorang Keyvandi yang dikenal humoris juga bisa bersifat tegas jika sudah menyangkut orang yang dicintai.
"Halo."
"Maaf Tuan, saya ingin mengabari jika Nona Despina dibawa ke rumah sakit milik keluarga Tuan Keyvandi."
"Baiklah, awasi terus pergerakan mereka, jangan sampai lengah!"
"Baik Tuan."
Keyvandi tersenyum miring, "Ternyata mereka tidak sepintar kelihatannya Er, mereka salah masuk kandang," Ujar Keyvandi.
Erlando menatap Keyvandi, "Kau benar Bro, mereka masuk ke kandang Singa, tentu saja Singa tidak akan diam saja menyambut kedatangan mangsanya."
Akhirnya Keyvandi dan juga Erlando langsung bergegas untuk menuju rumah sakit milik Keana, ya, rumah sakit yang ada di bawah naungan perusahaan Keana, ibu dari Keyvandi.
"Kakak mau kemana?" Itu Keyavara, wanita itu sambil menggendong Siera baru saja keluar dari kamar, ia penasaran akan kemana kakaknya itu dan juga Erlando.
"Abang ada urusan dek, Vara di rumah saja ya, kasian Siera."
Keyvara hanya menganggukkan kepalanya, "Hmm, baiklah."
Setelahnya Keyvandi dan juga Erlando langsung mengendarai mobil Erlando menuju rumah sakit yang dimaksud.
Beberapa menit kemudian, mobil yang dikendarai Keyvandi dan juga Erlando telah smpai di parkiran rumah sakit.
"Er, sebaiknya kau duluan saja, nanti aku akan ke ruang kepala rumah sakit terlebih dahulu untuk membicarakan ini."
Erlando menuruti apa yang dikatakan oleh Keyvandi, lelaki itu langsung turun dari mobilnya dan masuk ke dalam rumah sakit.
Keyvandi memandanfi punggung Erlando yang telah menjauh itu. Kemudian Keyvandi langsung memasang tudung hoddie miliknya dan juga masker hitam, jangan lupa kacamata bening itu, "Perfect, jika seperti ini tidak akan ketahuan."
Keyvandi melihat situasi di luar, setelah di rasa aman, lelaki itu langsung keluar dengan cara mengendap-ngendap. Ia takut jika ada orang yang mengenalinya, terutama para penggemarnya.
Lelaki itu melangkah perlahan menyusuri lorong rumah sakit, ia berusaha sesantai mungkin agar tidak terlihat mencurigakan. Sesampainya di depan sebuah ruangan bertuliskan kepala rumah sakit, Keyvandi akhirnya berhenti, ia mengetok ruangan itu beberapa kali.
Ceklek
Seorang wanita dengan seragam.putih khas seorang dokter dengan name tag yang menempel di baju putih wanita itu tampak mengerutkan keningnya. Wanita paruh baya itu meniti penampilan Keyvandi dari atas hingga ke bawah.
"Maaf, anda siapa ya?" Tanya wanita paruh baya itu kepada Keyvandi.
"Dokter Anna, ini Vandi." Keyvandi menurunkan maskernya.
Dokter bernama Anna itu membelalakkan matanya, "Vandi, ada apa kemari?"
Keyvandi menutup kembali maskernya, "Tante, aku membutuhkan bantuan Tante Anna."
"Baiklah, sebaiknya kita sekarang bicara di dalam," Ajak Anna kepada Keyvandi.
Akhirnya Anna dan Keyvandi masuk ke dalam ruangan, Anna mempersilahkan Keyvandi untuk duduk di sofa yang ada di ruangan itu. Wanita paruh baya itu juga membuatkan Keyvandi kopi Agara lelaki itu meminumnya.
"Tante penasaran, tumben sekali kau menemui Tante Anna Van, pasti ada hal yang sangat penting."
Lelaki itu menyeruput kopinya, lalu tersenyum "Tante benar, ada yang ingin kukatakan kepada Tante Anna."
"Apa itu?"
"Tante, aku ingin meminta tolong kepada Tante Anna untuk menangani pasien yang baru masuk bernama Despina Elara Faye."
Anna mengerutkan keningnya, "Ada apa dengannya? Kenapa kau sangat peduli dengan pasien itu Van?" Anna penasaran, anak dari sahabatnya ini setaunyabtidak pernah sepeduli ini dengan seorang pasien apalagi pasien itu merupakan seorang gadis.
"Dia kekasihku Tante, tapi ada hal buruk yang menimpanya, beberapa hari ini ia diculik, aku sangat sulit untuk menemukannya, tapi setelah menemukannya, anak buah dari Erlando mengatakan jika Despina dalam keadaan tidak baik-baik saja, dia dibawa ambulan menuju rumah sakit ini, aku ingin menolong kekasihku, jadi aku meminta Tante Anna untuk menanganinya, merawatnya, dan juga nanti ketika Despina sudah sembuh, aku ingin langsung membawanya, gadis itu tidak aman berada di luar."
Anna sebenarnya cukup terkejut dengan apa yang Keyvandi katakan, tapi, ia merasa bersyukur karena akhirnya Keyvandi bisa mendapatkan wanita yang ia sayangi selain sang adik perempuan dan sang ibu.
"Kapan akan dimulai?"
"Secepatnya Tante, aku berharap Tante bisa bermain dengan baik, tanpa menimbulkan kecurigaan, biarkan saja lelaki itu memberikan Despina bodyguard untuk berjaga, tapi setelahnya, ketika Despina telah sembuh, aku akan langsung membawanya."
Bruk
"Aduh."
Anna dan juga Keyvandi melihat ke sumber suara. Keyvandi memasang wajah datarnya sedangkan Anna, wanita paruh baya dengan seragam dokter itu berdiri, ia menghampiri orang yang menghasilkan sumber suara tadi.
"Aduh, sakit Mom, jangan menarik telingaku seperti ini, nanti kalau berubah jadi lebar bagaimana?"
Anna memutr bola matanya malas, anaknya itu memang banyak drama. "Kau ini, memangnya Mommy tidak pernah mengajarkanmu untuk bersifat sopan hah?"
Lelaki itu hanya menyengir, menampilkan gigi rapinya. "Maafkan Erlan Mom, abisnya Erlan terlalu semangat hari ini."
"Huh, untung saja kau anak Mommy, kalau bukan sudah Mommy cincang buat makan ikan di akuarium itu."
Erlando, ya, lelaki itu meringis membayangkan ancaman sang ibu. Erlando sahabat Keyvandi, ia adalah anak kandung dari Anna yang merupakan seorang dokter dan kepala rumah sakit, wanita itu adalah sahabat dari Keana, ia menikah dengan seorang pengusaha batu bara berasal dari Kalimantan dan lahirlah Erlando, si anak tunggal kaya raya dengan tingkat absurdnya.
Erlando duduk di sofa, kemudian lelaki itu langsung meraih gelas kopi yang ada di hadapannya dan meminumnya hingga tandas.
"Seger, enak Mom,"
Anna hanya bisa mengelus dada melihat kelakuan anak semata wayangnya itu, sudah dewasa tapi sangat kekanana, sedangkan Keyvandi, lelaki itu juga sama, ia hanya bisa menghela napasnya saja melihat tingkah laku sang sahabat.
"Oh ya Van, kekasihmu itu menurut informasi yang kudapat mencoba untuk bunuh diri."
"Apa!?"
.
.
.
TBC